Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.
kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Hantu Leo mencoba telepati.
Karena sibuk terus dalam 4 hari,Arun jadinya cuma sekali saja, ngobrol sama hantu Leo, itu pun cuma sebentar saja,jadi yang 3 hari ful tidak ngobrol sama sekali dan kesempatan itu lah buat Leo untuk memfokuskan diri nya meditasi supaya kekuatan dan energinya lebih baik lagi, sehingga meskipun Arun jauh ataupun Arun tidak terlalu fokus batinnya terhadap Leo,
Pasti bisa menyambung getaran untuk bisa berkomunikasi.
Seperti malam ini setelah Arun selesai semua, dia langsung istirahat, sebelum istirahat Arun sempat memanggil nama Leo,
"Leo selamat malam?"
"Semoga tidur kamu nyenyak ya?"
Sementara itu dikamar gudang atas Leo yang sejak kemarin meditasi langsung menangkap sinyal-sinyal getaran dari kata-kata Arun yang menyebutkan namanya.
"Arunn."
"Arun,,kamu habis sebut nama ku ya?"
"Ini Leo?" "Iya akuu" "yang bener?"
"Iyaaaa."
"jadi Leo turun, gak aku masih diatas."
"Tapi kok bisa aku mendengar kan suara Leo?"
"Iya karena kita bicara lewat getaran batin."
"Oh iya kah?" "Yang bener?"
"Ya sudah cepet tidur pasti capek."
"Nanti saja kalau sudah santai aku jelaskan."
"Emm okyy."
Arun habis itu langsung tertidur pulas sedang kan hantu Leo setelah mencoba telepati getarannya berhasil langsung saja dia bahagia betul.
"Waah akhirnya aku bisa bicara sama dia lewat getaran batin."
"Aku memang harus menikatkan kekuatan ku,dan suatu saat aku akan ceritakan semua tentaang diriku kepada Arun."
Pearasaan hantu Leo bener-bener bahagia, setelah bisa komunikasi jauh lewat getaran batin,dengan Arun.
Pagi pun menyapa dengan indah nya,dan Arun setelah bangun langsung mandi dan siap-siap pergi ke pasar karena kemarin disuruh Bosnya belanja.Arun kalau pergi kepasar sukanya jalan kaki,dan diwaktu jalan kaki dia mencoba fokus sama fikiran dan batinnya membayangkan komunikasi dengan Leo,
"Leo,Leo,kamu bisa denger aku gak?"
Dan dirumah ditempat hantu Leo berada Leo tersentak kaget,mendengar pangilan Arun dan dia langsung buka matanya langsung keluar dari patung .
"Oh dia gak ada tadi suaranya panggil aku apa lewat getaran batin ya."
"Ah aku coba dulu ah ngapain aku keluar ini tadi?"
Lalu hantu Leo masuk lagi dan dia mecoba fokus lagi.
"Arunn,,kamu tadi panggil aku ya?"
Arun mencoba berhenti jalan sebentar,dia fokuskan fikiran dan batinnya karena dia mendengar suara tapi halus terlintas ditelinganya.
"Leo kamu denger aku kan?"
"Emmm iya?"
"Wahhh kita bisa komunikasi jarak jauh ya?"
"Jarak jauh memang kamu dimana?"
"Kan kamu dilantai bawah kan?"
"Gak aku lagi mau kepasar ini lagi jalan kaki."
"Haaaa!"
"Ngapain sih teriak,aku denger tauk?"
"Gak usah teriak?"
"Gak maksudku kenapa kamu lagi jalan, fokus ngobrol sama aku?"Bahaya Arun?"
"Iya tauuu?,,
"Gak aku mencoba aja tadi?"
"Aduuu!" "Kakiku." Dan habis itu terputus lah telepati mereka.
"Arun"Arun,kamu gak papa?"
"Gimana sih dia,sudah jalan kaki tapi fikiran nya gak fokus, kalau terjadi apa-apa sama dia tadi, Aduhhhh?"
"Kenapa aku jadi yang Kuwatir sama kamu sekarang?" Kata perasaan Leo.
Sementara Leo teriak-teriak,Arun gak dengar lagi karena fikiran dan fokusnya teralihkan dengan kakinya,yang tersandung dan berdarah.
Sedangkan keadaan Leo semakin gelisah dan kuwatir.
"Tadi itu dia kenapa ya?"
" Sampai teriak menyebut kakiku."
"Jangan-jangan dia tertabrak,"
"Yaallahh lidungilah anak cerewet dan ceroboh itu."
Sambil memejamkan mata Leo memohon keslamatan Arun.
Sedangkan Arun setelah belanja,langsung dia pulang sambil sedikit agak pincang-pincang kakinya,Siti yang membukakan pintu melihat,dia langsung berkata.
"Lo Mba,kaki kamu kenapa?"
"Aku kesandung Sit."
Bu Rina yang didalam mendengar langsung kedapur.
"Ada apa Runn?"
"Itu Bu,kaki saya tersandung batu kukunya mau lepas,"
"Waduh"Run?"
"Pasti sakit lo itu?ke dokter ya Run."
"Eh, gak Bu,saya minum obat anti nyeri saja Bu?"
"Ya sudah cepet makan,ambil obat dilaci,ada-ada aja kamu ini?"
"Kalau jalan itu fokus". "Iya Bu?"
Setelah itu Arun makan dan minum obat,dan habis itu mengerjakan pekerjaannya seperti biasanya meskipun kakinya sakit.
Sedang kan Leo yang diatas tidak seberapa jelas yang dibicarakan antara Bu Rina dan Arun,karena tidak se energi,tapi jika Arun didekat dia dan ada yang bicara jelek tentang Arun dari jauh sudah mendengar."Aduh,mereka ngomong apa ya?"
"Tentang Arun tadi,Aku kok gak bisa dengar."
"Semoga baik-baik saja deh,aku harus jaga energi ku."
Setelah bicara sendiri,Leo melanjutkan meditasinya, lagi-lagi dia harus berusaha fokus sekarang, karena dalam fikiranya dia yang terlintas hanya satu Arun sekarang.
Tidak seperti sebelum berteman sama Arun,meskipun dikamar gudang terkadang ada yang ambil barang ataupun memindahkan patung yang ditempatinya dia gak terperbgaruh sama sekali.tetap bisa fokus meditasi.
Tapi sekarang sepertinya dia berbeda dan berubah semenjak berteman dengan Arun.berubahanya juga gak selalu buruk juga,perubahan yang baik sekarang dia bisa keluar dari kamar itu jika ditemani Arun,seperti ada kekuatan yang lebih pada Leo.
Dan akhirnya waktu istirahat pun tiba bagi Arun dan lainnya karena semua pekerjaan suda selesai.
Arun dan Siti mulai istirahat.
"Mau kemana Mba?"
"Aku mau istirahat diatas."
"Memang ada apa sih Mba diatas,kok Mba suka diatas,"
"Nyaman aja disana?" Jawab Arun ke Siti.
"Ya sudah lah aku mau naik dulu?"
"Iya Mba."
Arun pun naik keatas ke kamar gudang dan dia sandar disofa yang ada dikamar itu,karena capek dan kakinya mulai terasa sakit dia,langsung tertidur,tanpa menyapa Leo,atau pun bicara sepatah kata pun.
Leo yang bermeditasi perasaannya menakap sinyal getaran leembut yang terasa beda seperti energi kekuatan.
"Ini kenapa lagi ya badan ku,kenapa ada energi yang masuk seperti saat aku dekat dengan Arun."
"Mungkinkah Arun ada disini?biar aku cek dulu ah,"
Dia langsung membuka matanya,dan keluar dari patung.
"Ternyata benar kamu ada disini?"
"Kasian kamu pasti capek sampai tertidur pulas gitu,"
"Oh,,,ternyata jempol kakimu terluka ya?"
"Ya sudah lah kamu tidur saja disini ya?"
Lalu leo mengambil selimut baru yang tertumpuk dilemari dia selimuti Arun pelan-pelan disaat dia menyelimuti Arun tanpa sadar dia pandangi wajah manis didepannya.
Dan dia bilang,
"Ternyata kamu kalau tidur diem gak berisik ya? hehehe."
Setelah itu Leo duduk didepan Arun sambil bersila dan bermeditasi lagi,dalam meditasinya kali ini dia langsung bisa fokus,mungkin karena ada Arun didekatnya.waktu berlalu dengan cepat, 2 jam sudah Arun istirahat dia terbangun dari tidurnya."Ternyata aku tadi tertidur disini,loh perasaan ku tadi gak pakai selimut."
"Leoo kamu dimana?"
"Apa sihh" jawab Leo dengan suara lembut.
"Ehh ternyata suaranya terdengar nyaman ya ditelinga kalau dia lagi gak marah."
"Apa maksudnya bilang,aku kaya gitu, emangnya kalau aku marah menakutkan?"
"Kenapa?"kok diam" tanya Leo ke Arun.
"Gak aku mau nanyak tadi Leo yang ambilin aku selemut?"
"Emm" "Kalu gitu makasih ya?"
"Ya sudah kalau begitu aku gak akan ganggu Leo lagi ya?aku mau turun dulu?"
Dengan sedikit pincang-pincang kakinya karena sakit Arun kebawah.
"La kenapa aku jadi bengong aja sih, liatin dia."
"Jadi lupa deh aku mau tanya jempol kakinya yang luka itu, astagaaa?"
"Kenapa aku jadi begini sih," Leo bingung juga dengan perubahan pada dirinya.
Dibawah Arun melajutkan pekerjaan nya sampai selesai, begitulah rutinitas hari hari Arun.