NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.

"Rio, ya benar itu suara Rio Dewandaru. Sekarang aku harus bagaimana?" Gumam Qiandra pada diri nya sendiri. Dia sekarang sedang mencuci tangan dan juga mencuci baskom dengan air, dengan wastafel yang ada di dalam kamar mandi milik suami nya.

Kini Qiandra menatap ke arah kaca, wajah nya terlihat bingung.

"Tutup mulut mu, apa pantas kau berbicara seperti itu pada saudara sepupu mu sendiri, apa kah ini didikan yang di beri kan oleh ke dua orang tua mu pada mu," ucap Julia menyindir ke arah keponakan nya.

"Ha ha ha, gak salah Tante bilang ke dua orang tua ku gak mengajari aku sopan santun, Tante yakin? Aku itu tidak suka minum alkohol, aku bahkan tidak pernah pulang larut malam, bahkan aku juga tidak pernah merokok. Aku juga bukan anak yang suka membangkang pada orang tua nya." Ucap Rio sarkas sembari ber jalan memutar ke arah ibu dari sepupu nya.

"Terus kalau urusan maaf, tidak ada sama sekali hubungan nya dengan sopan santun tante, karena kata maaf itu, hanya berhubungan dengan keikhlasan hati. Siapa sih orang di dunia ini yang rela memaaf kan seorang pembunuh!" Ucapan Rio seketika membulat kan mata Qiandra.

'apa? Suami ku seorang pembunuh.' batin Qiandra dari dalam hati nya.

"Sudah sudah, padahal kita kita kesini datang, hanya ingin menjenguk Felix. Melihat keadaan nya, dan juga ingin mengucap kan selamat, pada pernikahan yang baru saja dia lakukan." Terdengar suara berat pria paruh baya yang menimpali.

"Iya bukan kah kita semua keluarga, walau pun bukan saudara kandung, tapi kita semua masih keturunan dari kakek Ares." Terdengar seorang wanita menimpali.

"Tolong Julia, berhenti mengganggu dan mengatur keponakan mu itu. Karena urusan hati, kita tidak bisa memaksa nya." Ucap perempuan yang lain.

"Lihat dan dengar lah, siapa? Sebenar nya di sini yang tidak punya sopan santun. Dan malah membuat tamu yang datang menjenguk anak nya menjadi tidak nyaman dengan keadaan." Ucap Rio dengan nada yang terdengar mencibir.

"Sudah gak perlu di bahas, sekarang aku mau melihat rupa cicit menantu ku, dimana dia?"

"Mungkin dia sedang di kamar mandi, karena tadi selesai acara dia belum mandi." Ucap Julia.

Tiba tiba suara menjadi sunyi. Qiandra hanya bisa duduk di atas closet duduk. Dia begitu kaget dengan semua kenyataan yang baru saja dia dengar. Pagi pagi harus di suguhi beberapa fakta yang ada, membuat otak Lola Qiandra menjadi panas.

Qiandra memilih untuk menutup telinga nya, dia sekarang merasa begitu bodoh. Kenapa dia bisa jadi orang teledor, tidak tahu apa apa. Apa lagi dia juga merasa belum siap bertemu dengan Rio, teman sekolah nya dengan status nya baru nya menjadi seorang istri sah dari Felix suami nya.

******

"Qiandra!" Panggil Julia. Terlihat juga Julia masuk ke dalam kamar mandi.

"Iya mommy, aku sedang mengucek dan juga mencuci, waslap dan piyama kotor yang tadi di gunakan oleh felix." Ucap Qiandra polos. Dengan memegang baskom berisi pakaian yang sudah selesai di cuci.

Qiandra tentu tidak bodoh tentang wawasan, dia tentu tahu tugas seorang istri, walau pun diri nya dengan Felix hanya suami istri di atas kertas. Tapi Qiandra mencoba akan menjadi seorang istri yang baik untuk Felix dan melakukan tugas tugas nya dengan benar.

Qiandra hanya lola dalam berfikir dan juga mengambil keputusan.

"Astaga! Apa yang kamu lakukan? Kamu bisa saja merusak piyama sutra yang mahal ini, milik anak ku! Harus nya kamu tidak perlu repot repot memalukan ini. Karena di rumah ini ada 20 orang pembantu." Ucap Julia dengan nada yang terdengar sombong.

Qiandra pun menunduk wajah nya, kini dia benar benar ketakutan. "maaf kan saya nyonya, saya benar benar tidak sengaja?" Ucap Qiandra dengan nada yang terdengar gemetar dan terlihat begitu ketakutan. Bahkan kini Qiandra menunduk kan wajah nya.

Julia menepuk jidat nya lagi, dia merasa bersalah ke pada menantu nya yang miskin dan juga polos itu.

Harus nya dia tidak boleh membentak menantu nya itu. Dia merutuki kebodohan nya yang karena tersulut emosi menghadapi keponakan yang tak kalah pintar seperti Rio.

"Maaf kan saya Qiandra, gak pa pa saya hanya lupa. Kalau sekarang kamu adalah menantu saya, yang saya tugas kan untuk merawat anak saya." Ucap Julia dengan helaan nafas yang panjang.

"Nggak, perlu minta maaf mommy mertua ini semua adalah salah saya. Saya tidak tahu kalau baju ini harus dicuci dengan cara yang berbeda. Saya juga tidak tahu kalau ini terbuat dari sutra yang mahal, karena setahu saya semua piyama tidur itu harganya murah. Sekali lagi maaf kan saya. mommy mertua bisa memotong gaji saya untuk mengganti piyama ini yang rusak." Ucap Qiandra dengan nada yang terdengar ter bata bata.

"Udah nggak pa pa. Nggak perlu merasa ber salah begitu, mulai sekarang semu baju suamimu. Kamu cucikan juga nggak papa saya sudah tidak mau mempermasalahkan masalah ini!  Sekarang lebih kamu harus mandi dan bersiap siaplah. Untuk bertemu dengan keluarga besar anak saya di ruang bawah. Beberapa perias dan juga desainer sudah menunggu di ruang walk in closet yang ada di dalam kamar ini." Ucap Julia, lalu pergi begitu saja meninggalkan menantunya yang masih mematung.

Qiandra pun akhir nya memilih menjemur baju baju milik suaminya, yang baru saja dia cuci di atas balkon kamar suami nya. Dia memilih menurut saja. Dengan langkah gontai dia berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi.

Qiandra sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang bersih. Dia berjalan menuju walk in closed yang berada di paling ujung kanan kamar milik suami nya.

Sekarang Qiandra hanya memakai handuk kimono. Mata nya membulat sempurna kalah melihat ibu mertua nya juga sedang di rias.

"Masuk, duduk lah!" Pinta Julia.

"Iya mommy," ucap Qiandra lalu berjalan ke arah kursi yang ditepuk tepuk oleh momi mertua nya.

Qiandra duduk bersebelahan dengan mommy mertua nya. Kini kedua nya sudah sama sama dalam posisi di rias hanya keheningan yang menyelimuti ruang walk in closet yang berada di kamar Felix.

Julia tersenyum tipis ke arah menantu nya yang wajahnya terlihat begitu sangat cantik. Bahkan Qiandra memiliki aura seperti orang kaya.

"Terima kasih kalian sudah membuat menantuku terlihat sangat cantik," ucap Julia ke arah perias dengan senyuman tipis.

"Nggak ses, ini itu make up yang begitu natural. Bahkan sangat natural tapi memang menantu ses ini memang sangatlah cantik." Ucap perias laki laki yang berdandan seperti wanita.

"Enggak ini, make up ini jauh lebih bagus, jika di banding kan make up tadi pagi. Saat ijab kabul di lakukan. Amira, kamu memang is the best." Ucap Julia membanding kan. Bahkan memberi kan jempol nya ke arah Amira.

"He he he, maaf ses, tadi pagi aku udah janjian sama klien, kamu sih minta sesuatu sukanya dada kan." Ucap Amira.

Qiandra lalu di pilihkan sebuah dress berwarna nude. Dengan rambut yang di gerai.

"Dah semua nya selesai. Ayo kita keluar, akan aku perkenalkan kamu dengan semua anggota keluarga dari ayah Felix," ucap Julia dengan senyuman yang mengembang.

Deg

Deg

Deg

Qiandra hanya bisa memegang dada nya merasakan detak jantungnya yang kini berdetak sangat kencang.

"Baik mommy mertua," ucap Qiandra gugup.

Kini ke dua nya menaiki tangga, dari atas tangga Qiandra melihat ada pesta di ruang tamu keluarga Felix. Sebuah pesta keluarga tapi terlihat begitu mewah.

Dari kejauhan Kiandra melihat Rio. Bener Rio teman satu kelasnya di sekolah.

1
Nurul Mentari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!