NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Evana dan Evita, kedua saudara kembar yang tidak pernah menyangka kalau kejadian aneh dan tak masuk akal bisa mereka alami.

Ber-transmigrasi atau berpindah jiwa yang tidak pernah mereka sangka ada dalam dunia nyata terjadi pada keduanya.

Masuk kedalam tubuh kedua istri yang tak pernah akur dan berakhir mengenaskan di akhir kisah, lalu apa yang akan keduanya lakukan? Menikmati hidup dalam dunia yang tak mereka tahu atau memilih mengikuti alur untuk mati yang kedua kalinya?

Kisah mereka semua ada di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

  Di sebuah balkon apartemen yang sunyi, Devon duduk terpaku, menggenggam ponselnya erat menanti balasan yang tak kunjung datang. 

  Jantungnya berdebar, pikirannya kalut. "Kenapa dia lama sekali membalas pesanku? Tak biasanya dia seperti ini?," gumam Devon dengan raut kesal yang tak bisa disembunyikan, keningnya berkerut tajam.

  Tiba-tiba, langkah sepatu mendekat pelan, lalu tangan hangat melingkar mesra di lehernya dari belakang. 

  Suara lembut itu menggema di telinganya, "Sayang… kenapa kamu terlihat kesal sekali?"

  Devon menarik napas panjang, membiarkan kemarahan menggelegak di dadanya sebelum melepaskannya dengan kasar. "Wanita itu... entah mengapa lama membalas pesanku. Padahal aku sudah mengancamnya, agar tak lagi memperhatikannya. Dan anehnya, dulu ancamanku malah berhasil, dan langsung menelponku dan merayu tanpa henti, tapi sekarang sepertinya itu tak berhasil lagi." Suaranya berat, terselip amarah dan kebingungan sekaligus. 

  Dalam dekapan malam dan bisu balkon itu, Devon seolah tersiksa oleh permainan emosi yang ia sendiri tak mampu mengendalikan.

  Wanita mengerutkan keningnya, entah kenapa perasaannya menjadi gelisah mendengar perkataan kekasihnya. 

  Namun dia menepis perasaan itu dan menganggapnya terlalu banyak berfikir.

  Calista Larasati wanita yang selama ini menjadi bayang-bayang kelam dalam hidup Elvara dan Ayasha, dua sosok yang tak pernah lepas dari penderitaan akibat ulahnya. 

  Dengan senyum licik yang tak pernah pudar, Calista duduk santai di pangkuan Devon, tangannya bergerak nakal, menelusup lembut ke dada pria itu. 

 Sentuhan itu seolah-olah membius Devon, membuatnya sejenak melupakan rasa kesalnya terhadap elvara. “Mungkin dia masih sibuk,” gumam Calista dengan nada penuh arti. “ Aku mendapatkan kabar jika dia sedang berebut kalung berlian dengan sepupunya. Kalung itu rusak... mereka harus mengganti ganti atas kerusakan itu.” 

  Devon mengeluh pelan saat tangan Calista bermain-main di dadanya, dia mencengkram lembut tangan kecil itu, seolah menuntut perhatian yang lebih. “Oh... tanganmu ini benar-benar nakal,” katanya, suara serak menggema dalam keheningan. 

  Mata mereka bertemu, terpaku satu sama lain seperti dua magnet yang tak bisa terpisahkan. 

  Dalam sekejap, Devon mendekat, bibirnya menempel pada bibir Calista ciumannya membara, penuh nafsu yang membuat darah mereka mendidih di balik kulit mereka.

   Dunia seolah berhenti berputar, hanya ada desahan dan detak jantung yang beradu dalam ruang penuh rahasia dan godaan.

...****************...

  Kembali ke kediaman Mahatara, Elvara dan Ayasha kini duduk di ruang keluarga, berhadapan dengan kedua orang tua mereka masing-masing. 

  Suasana hangat namun penuh arti menyelimuti ruang itu.

  Seorang wanita yang sudah tak muda lagi itu dengan wajah yang masih memancarkan pesona dan kelembutan, menatap mereka dengan tatapan penuh perhatian. "Elvara, Ayasha… bagaimana kabar kalian, sayang?" Suaranya lembut, namun ada getar kekhawatiran yang tersimpan di balik setiap kata. Wanita itu bernama Nindi Melati ibu dari Ayasha. 

  Ayasha menatap kedua orang tuanya dan kedua orang tua sepupunya, suaranya terselip rasa ingin tahu, "Kami baik-baik saja, Ma. Tapi kenapa kalian datang bersamaan? Ada apa sebenarnya?"

   Layla sahara ibu dari Elvara yang duduk di samping Nindi itu membalas dengan senyum kecil yang menyimpan rahasia, "Kami kebetulan bertemu di depan, tidak menyangka bisa datang bersamaan, iya kan, Mbak?" Pandangannya mengarah pada saudaranya, seolah menyiratkan sesuatu yang belum diungkapkan.

  Dalam keheningan singkat itu, suasana seolah bergetar, menghadirkan bayangan percikan cerita yang akan segera terbuka, meninggalkan perasaan harap dan waswas bercampur menjadi satu.

...****************...

  Nindi mendekat dan sekarang duduk tepat di samping sang putri, mata teduhnya menelisik menatap sang putri yang terasa asing di matanya.

  "Kamu kenapa? Apa sedang menghadapi masalah?" Nindi bertanya sebab sebagai seorang Ibu ia tentu Khawatir.

  Ayasha tersenyum lembut, dan itu cukup mengejutkan sebab biasanya hanya wajah sinis yang di tunjukkan Ayasha padanya.

  Sebagai Ibu yang tidak melahirkan dia tentu perbedaan jelas Nindi rasakan atas kasih sayang Ayasha padanya.

  Ayasha cenderung menutup diri walaupun sejak usia 12 tahun ialah yang menemani tumbuh kembangnya. Namun, entah sejak kapan jarak antar keduanya semakin melebar.

  Ayasha tanpa basa-basi langsung memeluk Nindi, walaupun hanya Ibu tiri tapi Ayasha tahu kalau Ibunya ini begitu sayang padanya.

  'Ayasha asli bodoh sekali, walaupun sebenarnya aku yang membuat dia bodoh!' ucapnya dalam hati menyalahkan karena membuat karakter Ayasha dan Elvara nampak bodoh dan bucin pada benalu.

  Nindi yang mendapatkan pelukan itu tentu terkejut, tapi tanpa bertanya dia membalas pelukan itu tak kalah hangat.

  "Ma, aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku!" ucap Ayasha dengan suara pelan.

  Nindi yang mendapatkan jawaban itu tentu merasa Ayasha mungkin mulai kembali menjadi Ayashanya yang dulu, manis, lembut dan penuh perhatian.

  Momen itu menjadi momok paling membahagiakan bagi keluarga mereka, terutama bagi Layla yang jelas tahu bagaimana sosok Nindi yang sangat menyayangi Ayasha seperti putri kandungnya sendiri.

  Malam itu adalah momen paling haru sekaligus membingungkan bagi kedua tuan muda yang menjadi suami Elvara dan Ayasha, mereka seperti melihat sosok lain di balik tubuh kedua istri yang sering kali membuat ulah itu.

...****************...

Jam menunjukkan pukul sebelas malam.

  Setelah semua orang bubar dan pulang ke rumah masing-masing juga kembali ke kamar, sekarang keadaan nampak sepi apalagi para pelayan kembali ke paviliun belakang untuk istirahat sesuai peraturan Mahatara.

  "Aku lapar sekali, apa kita tidak bisa makan?" Ayasha mengeluh, karena tatapan tak bersahabat Ardhanaya membuat ia tak nafsu makan tadi dan berakhir hanya mencicipi sedikit makanan lezat yang jelas jarang ia temui sebelumnya.

  "Kamu benar, karena etika dan tatapan dari kedua tuan muda itu aku jadi kehilangan selera makan, apalagi si nenek lampir itu?" gerutunya.

  Nenek lampir yang di maksud Elvara adalah Hani Bibi dari kedua tuan muda yang sudah menjadi janda dua kali tanpa anak adik kandung dari mendiang Ayah kedua tuan Muda.

  "Kamu benar, dia kan bibi Hani yang sering kali membuat ulah dan menjadi provokator," Ayasha pun tak kalah mengeluh.

  "Ini salahmu Ayasha, kenapa kamu menciptakan karakter itu?" Elvara melemparkan kesalahan pada sang penulis yaitu adiknya sendiri.

  "Maaf, mana tahu kalau kita akan masuk ke sini, kalau tahu aku akan membuat plot paling membahagiakan," Jawab Ayasha dengan nada sesal.

  "Bagaimana kalau kita pesan makan saja? Kita sekarang banyak uang tidak akan pusing kan mau makan apa?" ide cemerlang di keluarkan oleh Elvara.

  "Setuju, ayo pesan!" semangat Ayasha.

 Elvara menyambar ponsel dan mencari aplikasi GO-FOOD dia akan memesan beberapa makanan kesukaan mereka. Ayam goreng tepung dengan tahu crispy dan cumi goreng cocolan saos sambal yang pedas, tidak lupa dua Lemon tea menjadi pendamping semuanya.

  Dulu saat masih menjadi Evana dan Evita, keduanya sering makan ini di saat baru gajian, karena harga yang mahal membuat keduanya hanya bisa makan enak sebulan sekali saja.

1
Nunung Elasari
ditunggu up nya kak 💪
Gita Syafri Ramadhani: kak kapan di up kak udah ngga sabar pengen baca lanjutan ceritanya
total 1 replies
vllaa_
next kakk, semangatt
vllaa_
nextt kakk
SecretS
Lanjut kak 😄😄, Aku kok lebih suka kisahnya ayasha dan ardhanaya sih lebih bagus 😆😆😆, oh ya kak Apa ayasha ngak dapat ingatan tentang ibu kandung ayasha yang udah ninggalin dia dan kelebihan ayasha yang asli itu apa ya kak 😄😄😄, Boleh tambah up jadi double ngak😄😄😄
MataPanda?_
semangat trus kak
SecretS
Bagus juga kak👍👍👍good semangat terus kakak buat cerita nya dengan jaga kesehatan juga 😃😃👍
Senjaku02: terimakasih 😘, jangan lupa kasih nilai/rating☺️ ya.
total 1 replies
SecretS
Good 👍👍😆😆😆Bagus kak, up double boleh ngak😄😄 soal nya bagus 👍👍😄
Senjaku02: kalau bagus, jangan lupa tekan tombol suka ya, atau bisa juga kasih hadiah atau vote☺️☺️.
total 1 replies
SecretS
Lanjut dong kak, pleaseeee Aku kepo sama lanjutan kisahnya nanti kue ayasha sama sup elvara dimakan nenek mahira atau tidak kan sayang jika tidak dimakan😄😄😄, semangat kak cerita nya bagus 👍👍, apa lagi ketika ayasha punya pikiran ingin cerai terus memperkaya diri 😆😆👍
Senjaku02: besok ya. terimakasih sudah mampir di karyaku🫶
total 1 replies
yani nys nys
ok thoor.. dilanjut...😘😘💪💪
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!