NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[cp akan terlambat]
negara : Indonesia

sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikmati Kekayaan

Olyvia meneguk air mineral nol koma lima rupiah itu sampai habis. Rasanya sama seperti air mineral biasa, tapi entah kenapa terasa lebih segar. Mungkin karena sekarang ia tahu bahwa sebotol air ini tidak akan membuatnya miskin. Bahkan kalau ia beli seribu botol sekalipun, saldonya masih aman terkendali.

Ia berdiri di depan minimarket sambil memandangi jalanan kampus yang mulai sepi. Jam makan siang sudah lewat, dan mahasiswa lain mungkin sudah kembali ke kos atau asrama masing-masing. Olyvia merogoh ponselnya dan membuka aplikasi taksi online. Ia mengetik tujuan: Grand Galaxy Mall.

Hari ini gue mau belanja. Bukan belanja hemat kayak dulu yang cuma liat-liat terus pulang bawa brosur doang. Kali ini beneran belanja. Ambil. Bayar. Pulang.

Taksi online datang dalam waktu tiga menit. Sebuah mobil LCGC silver yang lumayan bersih. Olyvia masuk dan duduk di belakang. Sopirnya seorang pria paruh baya yang langsung menyapa ramah.

“Siang, Mbak. Tujuan Grand Galaxy Mall ya?”

“Iya, Pak. Terima kasih.”

Mobil melaju perlahan meninggalkan area kampus. Olyvia menyandarkan kepala dan menatap gedung-gedung kota yang perlahan berubah dari ruko sederhana menjadi pusat perbelanjaan megah. Di kehidupannya yang dulu, Grand Galaxy Mall adalah tempat yang hanya ia kunjungi sekali setahun. Itu pun hanya untuk menemani Arjuna yang katanya "mau lihat sepatu baru", sementara Olyvia cuma bisa menelan ludah melihat label harga yang jumlahnya setara uang makannya sebulan.

Sekarang? Ah, beda cerita.

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan WhatsApp masuk. Olyvia melirik malas. Nomor tidak dikenal.

+62 8*******: Vy, ini aku. Arjuna. Tolong jangan gini. Aku tau kamu marah, tapi kita bisa omongin baik-baik.

Olyvia mendengus. Ganti nomor. Serius lo, Jun? Udah kayak debt collector aja.

Ia tidak membalas. Ia malah mematikan getar dan meletakkan ponsel dengan layar menghadap ke bawah di jok sebelahnya. Sopir taksi mencuri pandang dari kaca spion.

“Sibuk ya, Mbak? Banyak chat.”

Olyvia tersenyum tipis. “Bukan, Pak. Cuma spam.”

Di sepanjang perjalanan, ponselnya terus bergetar pelan meski tanpa suara. Olyvia bisa merasakan getaran itu di pahanya karena ponsel tergeletak di jok. Getaran demi getaran datang bertubi-tubi. Arjuna rupanya tidak kenal lelah. Setelah tiga pesan WhatsApp tidak dibalas, ia mulai menelepon. Olyvia melihat nama kontak "Arjuna 💗" yang belum sempat ia ganti muncul di layar. Ia mengabaikannya. Panggilan terputus. Muncul lagi. Terputus lagi. Muncul lagi.

Gigih banget jadi mantan. Udah kayak sales asuransi.

Sopir taksi kembali mencuri pandang. Kali ini Olyvia yang memulai pembicaraan. “Pak, maaf ya. Itu bukan spam sebenernya. Mantan. Susah move on.”

Sopir itu terkekeh. “Wah, masih muda udah punya mantan susah move on. Biasanya yang susah move on itu kita-kita yang udah tua, Mbak.”

Olyvia tertawa kecil. “Bapak lucu.”

“Serius, Mbak. Saya dulu pas istri minta cerai, saya nangis seminggu. Tapi setelah seminggu, saya sadar. Daripada nangisin orang yang udah pergi, mending cari penumpang baru. Hidup harus jalan terus.”

Olyvia mengangguk setuju. “Bener, Pak. Hidup harus jalan terus. Dan kebetulan, saya lagi di jalur yang benar.”

Mobil akhirnya memasuki basement parkir Grand Galaxy Mall. Olyvia membayar ongkos taksi yang hanya sebesar dua ribu rupiah. Ia menambahkan tip lima ribu rupiah karena obrolan sopir tadi cukup menghibur. Sopir itu tersenyum lebar dan mengucapkan terima kasih berkali-kali.

Begitu keluar dari taksi, Olyvia langsung disambut oleh eskalator menuju lantai dasar mall. Ia naik dengan santai sambil mengamati suasana sekitar. Mall ini ramai seperti biasa. Keluarga dengan anak kecil, pasangan yang bergandengan tangan, rombongan remaja yang tertawa keras. Semuanya terlihat normal. Tidak ada yang sadar bahwa di mata Olyvia, harga-harga di mall ini absurd murahnya.

Lantai pertama adalah surga bagi para shopaholic. Butik-butik brand ternama berjejer dengan pajangan yang elegan. Olyvia berjalan pelan melewati etalase toko tas branded. Sebuah tas kulit berwarna merah marun dengan logo kuda menggantung terpajang manis. Di kehidupannya yang dulu, tas seperti itu harganya bisa mencapai tiga puluh juta rupiah. Sekarang, label kecil di sampingnya menunjukkan angka yang membuat Olyvia nyaris tersedak ludah sendiri.

Rp3.000,-

Tiga ribu rupiah. Harga sebungkus nasi uduk dengan telur.

Olyvia masuk ke dalam butik. Seorang pramuniaga wanita dengan seragam rapi langsung menyambut dengan senyum profesional.

“Selamat siang, Mbak. Ada yang bisa saya bantu?”

Orang Indonesia mah ramah-ramah.

Olyvia menunjuk tas merah marun di etalase. “Saya mau lihat yang ini, Mbak.”

Pramuniaga itu mengangguk dan mengeluarkan tas tersebut dengan sarung tangan putih. Gerakannya hati-hati, seolah sedang memegang benda suci. “Ini koleksi terbaru kami, Mbak. Kulit asli Italia. Jahitan tangan. Warnanya merah marun klasik. Cocok untuk acara formal maupun santai.”

Olyvia memegang tas itu sekilas. Rasanya memang lembut. Tapi ia tidak terlalu peduli dengan detailnya. “Saya ambil. Satu aja.”

Pramuniaga itu sedikit terkejut. Biasanya pelanggan akan bertanya detail lebih lanjut, mencoba di depan cermin, atau setidaknya berpikir beberapa menit sebelum memutuskan. Tapi Olyvia hanya butuh waktu lima detik.

“Baik, Mbak. Ada tambahan lain? Kami juga punya dompet dan sepatu dengan warna senada.”

“Sepatu? Boleh juga. Mana yang cocok sama tas ini?”

Pramuniaga itu menunjukkan beberapa pasang sepatu hak tinggi. Olyvia memilih dua pasang tanpa melihat ukuran. “Ambil dua ini. Ukuran tiga delapan.”

“Baik, Mbak. Ada lagi?”

Olyvia melirik sekeliling. Ia melihat sebuah syal sutra dengan motif abstrak. “Itu syal. Satu.”

Pramuniaga itu mulai terlihat gugup sekaligus senang. Komisi dari penjualan ini pasti lumayan. “Baik, Mbak. Totalnya saya hitung dulu ya.”

Ia mengetik cepat di komputer kasir. Olyvia menunggu dengan wajah santai. Di pojok mata, ia melihat ponselnya kembali bergetar. Kali ini muncul notifikasi dari nomor baru lainnya.

+62 813********: Vy, aku di depan kampus. Kamu di mana? Aku cuma mau ketemu sebentar. Please.

Ganti nomor lagi. Gila. Ini cowok punya berapa SIM card sih?

Olyvia mendecak pelan. Pramuniaga itu menoleh. “Ada masalah, Mbak?”

“Enggak, Mbak. Cuma spam. Lanjutin aja.”

“Totalnya Rp127.500,-, Mbak. Itu sudah termasuk tas, dua pasang sepatu, dan satu syal.”

Olyvia nyaris tertawa mendengar totalnya. Seratus dua puluh tujuh ribu lima ratus. Di kehidupan sebelumnya, dengan uang segitu ia paling hanya bisa beli satu buah kaos kaki di mall ini. Sekarang ia membawa pulang barang-barang branded yang totalnya setara harga nasi Padang untuk lima orang.

Ia mengeluarkan kartu debitnya. “Bisa gesek, Mbak?”

“Tentu, Mbak.”

Transaksi selesai dalam hitungan detik. Pramuniaga itu menyerahkan paper bag besar berisi belanjaan Olyvia dengan senyum paling manis. “Terima kasih, Mbak. Selamat menikmati. Semoga suka dengan barangnya.”

1
Fauziah Daud
terharu sangat... trusemangattt
nana
bagus banget
Fauziah Daud
seru bangat... trusemangattt
Fauziah Daud
seru.. trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt
Kirina
hmmm tadinya bingung mau komentar apa, tapi e... nama agen nya kok sama semua ya sama nama ibu nya arjuna yaitu 'Ratna', apa jangan2 mereka kemabar lagi🤣🤣🤣🤣
Kirina: bagaimana dengan mia, reva, melinda, silviana, cecil, siska, moli, fani, novi, fitri, atau yang lainnya gitu....
total 2 replies
Andira Rahmawati
pindah apart aja ..yg tingkat keamanannya lebih tinggi..👍
Andira Rahmawati
hadirr...thorr💪💪💪
Kirina
ini kapan beli properti buat ibunya thor kok di undur mulu heran atau author lupa lagi
Kirina: gak papa 😇 tetep ya kak🤗 stay strong💪
total 5 replies
Yusna Wati
semangat ya thor up nya💪🤗
Ahmad Fauzi
bagus seru
Ellasama
salfok SM PP mu kak,,,/Chuckle/
Cloudia: kenapa dengan PP ku, bagus ya🤭
total 1 replies
Ellasama
puas banget,, nah kan gini baru bener si fl harus strong anti badai
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Ellasama
kok si olyv gak cepet nindak si Juna sih, seenggaknya kan jangan dibiarin gitu aja nanti dia nya makin ngelunjak lagi
Cloudia: pakai kapak aja gak sih?🤭
total 1 replies
Ellasama
tenang aja mbak mu itu supper super kaya tujuh turunan tujuh tanjakan /Hey/
Ellasama
monyet 🐒 gak tuh/Facepalm//Curse/
Ellasama
waduhhh, ni dunia cocok bgt buat isi kantong aku/Hey/
Ellasama
wihh satu dunia kek nya nak dibeli sama si olyv deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!