NovelToon NovelToon
Menikah Karena Kasihan

Menikah Karena Kasihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: pipit fitriyani

Bagaimana jadinya jika hubungan yang telah dibina selama ini yang tampak begitu harmonis dan penuh kasih sayang ternyata hanyalah didasari rasa kasihan semata?

Wanita yang dinikahinya adalah seorang yatim piatu yang harus menanggung beban kehidupan kedua adiknya. Karena rasa iba , ia berinisiatif menikahi perempuan tersebut, padahal keduanya baru saling mengenal selama satu tahun. Namun, yang ada di dalam hatinya bukanlah istrinya, melainkan mantan kekasih yang pernah memutuskannya tanpa alasan yang jelas, namun masih sangat dicintainya hingga saat ini.

Apa yang akan terjadi jika kelak sang istri mengetahui kenyataan ini? Akankah ia tetap menerimanya, atau memilih untuk mundur, meski harus melepaskan kehidupan yang sudah terjamin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia kembali

Seorang petugas keamanan yang dimintai tolong membalas pesan Farhan. Ia memberikan rekaman CCTV sesuai permintaan Farhan.

“Mas, file rekaman selama satu bulan terakhir sudah ada. Saya langsung kirim saja atau mau menggunakan flashdisk?”

“Baik, Pak. Terima kasih. Nanti filenya disalin ke dalam flashdisk saja; saya akan ambil ke rumah. Tolong jangan beritahu orang rumah kalau saya meminta rekaman CCTV itu, ya, Pak.”

“Baik, Mas.”

Setelah membalas pesan dari petugas keamanan, Farhan langsung bergegas mengambil berkas tersebut. Namun, tak lama kemudian ia menerima pesan dari sahabatnya.

“Han, dia kembali!”

Begitu pesan singkat yang dibaca Farhan. Ia masih terpaku membacanya dan tidak segera membalas, meski sudah paham maksud sahabatnya.

“Han, dia mengalami kecelakaan saat keluar dari bandara. Kondisinya saat ini cukup parah. Kamu nggak mau tau dia dirawat di rumah sakit mana?”

Karena Farhan tak kunjung membalas, sahabatnya mengirim pesan berikutnya. Farhan terkejut mendengar kabar bahwa wanita itu sudah kembali, namun ia lebih terkejut lagi saat mengetahui wanita itu mengalami kecelakaan.

“Bukan urusan gua lagi,” balas Farhan singkat.

“Yakin bukan urusanlo lagi? Setahu gua dia balik buat nemuin lo. Bahkan menurut kerabatnya, dia mau tinggal lagi di Indonesia. Bukannya ini kabar yang selama ini lo tunggu?”

Sahabatnya terus mengirim pesan. Meskipun enggan, Farhan merasa cukup penasaran dengan informasi yang disampaikan.

“Kita mau jenguk dia. Terserah lo mau ikut atau nggak.”

Itu pesan terakhir yang dikirim sahabatnya. Farhan mulai merasa dilema masalah rumah tangganya belum selesai, namun dia sudah kembali. Farhan yang tadinya berniat pergi ke rumah orang tuanya pun berubah pikiran. Ia memilih menghubungi sahabatnya untuk menanyakan rencana menjenguk perempuan yang dicintainya itu ya, perempuan itu adalah Clarisa.

#

Farhan tiba di rumah sakit dengan langkah yang terasa berat. Setiap langkahnya seolah menariknya kembali ke masa lalu yang sebenarnya belum dia kubur. Saat mendekati ruang rawat, jantungnya berdegup kencang campuran antara rindu yang tak pernah hilang, rasa kecewa yang belum sembuh, dan rasa takut melihat keadaannya.

Pintu ruangan terbuka sedikit. Di atas tempat tidur, terbaring Clarisa dengan perban di kepala dan lengan, wajahnya terlihat pucat dan lemah. Sesaat pandangan Farhan kabur ingatan beberapa tahun melintas begitu cepat di kepalanya.

Ia teringat saat mereka masih berjanji akan membangun masa depan bersama, saat Clarisa memeluknya dan berkata akan selalu disampinnya. Namun semuanya berubah begitu saja kepergian Clarisa tanpa penjelasan yang jelas, meninggalkan rasa kecewa hingga kini. Farhan pernah membenci kepergiannya, pernah bertanya-tanya apa yang kurang dari dirinya, dan berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia sudah tak lagi peduli.

Tapi melihat sosok itu terbaring lemah, semua benteng pertahanannya runtuh perlahan. Rindu yang selama ini ia sembunyikan menyelinap masuk, bercampur dengan rasa sakit yang masih membekas. Ia berdiri diam di ambang pintu, tak berani melangkah lebih dekat, tak tahu harus berkata apa.

“Kamu datang juga,” suara sahabatnya membuyarkan lamunan.

Farhan hanya mengangguk pelan, matanya tak lepas dari wajah Clarisa. Di dalam hatinya, dua perasaan bertarung hebat satu sisi ingin memeluknya dan menanyakan mengapa ia pergi, sisi lain ingin berbalik pergi dan tak mengulang luka lama. Namun kakinya terasa terpaku, seolah masa lalu menariknya untuk tetap tinggal dan menghadapi apa yang sudah lama ia hindari.

Saat itu juga, kelopak mata Clarisa perlahan terbuka. Matanya yang sayu langsung tertuju pada sosok Farhan, dan di sudut matanya tampak butiran air mata yang mulai menggenang.

#

Melihat hal itu, pertahanan Farhan benar-benar runtuh. Ia melupakan masalah rumah tangganya dan melupakan alasan mengapa Clarisa meninggalkannya waktu itu. Melihat wanita yang masih dicintainya menangis, Farhan langsung menghampiri dan berusaha menenangkannya. Ia tidak tahu pasti apa yang membuat Clarisa menangis, namun Farhan sama sekali tidak sanggup melihat wanita itu bersedih.

“Maaf.”

Hanya satu kata itu yang meluncur dari bibir Clarisa. Wanita itu pun langsung menangis tanpa henti, sementara Farhan tetap berusaha menenangkannya meskipun dalam hatinya ia sangat membutuhkan penjelasan.

“Jangan menangis, kamu masih terluka.”

Hanya kalimat itu yang mampu diucapkannya saat itu. Sementara itu, beberapa sahabatnya merasa terharu melihat pemandangan tersebut. Mereka adalah saksi perjalanan cinta Farhan dan Clarisa. Meskipun Clarisa sempat memutus komunikasi dengan sahabat-sahabatnya, hal itu tidak mengubah perasaan dan hubungan mereka.

Saat suasana mulai sedikit tenang, ponsel Farhan berdering. Ia menerima telepon dari Amira, namun tidak menyadarinya karena ponselnya dalam mode senyap. Di tempat lain, Amira merasa sangat panik setelah menerima kabar bahwa Amara terjatuh di sekolah dan kakinya mengalami patah tulang. Dalam situasi seperti ini, Amira sangat membutuhkan pendampingan, namun harapannya terasa sia-sia ia sudah menelepon Farhan lebih dari lima kali, namun tidak pernah diangkat.

Akhirnya, Amira memutuskan untuk pergi ke rumah sakit sesuai informasi yang diberikan oleh Ammar dan pihak sekolah.

#

Amira melangkah tergesa menuju ruang rawat yang dimaksud, napasnya terasa sesak bercampur rasa cemas dan lelah. Di benaknya hanya terbayang keadaan adiknya yang terluka, berharap Farhan ada di sisinya. Namun, saat melewati ruang inap lain pintu itu terbuka sedikit, langkahnya terhenti seketika seolah tertancap di lantai.

Matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Di sana, Farhan berdiri sangat dekat dengan seorang wanita yang terbaring lemah. Tangannya bahkan terulur seolah ingin menenangkan, dan sorot matanya sorot mata yang selama ini jarang terlihat lembut saat menatapnya, kini terlihat penuh perhatian dan perasaan yang dalam.

Hati Amira terasa seperti ditusuk benda tajam, perih dan nyeri hingga ke ulu hati. Seakan semua keraguan yang selama ini ia pendam kini terjawab sudah tanpa sisa. Ia tahu nama wanita itu, Clarisa nama yang pernah ia baca dalam buku milik Farhan dikamarnya, sebagai bagian dari masa lalu suaminya, nama yang diam-diam masih Farhan sebut dalam diam.

Amira tidak berani melangkah masuk lebih jauh. Air matanya mulai menggenang tanpa suara, tenggorokannya terasa tercekat hingga sulit bernapas. Ia baru saja berusaha keras menahan panik karena adiknya terjatuh, namun kini rasa sakit yang ia rasakan justru jauh lebih dalam. Di saat ia sangat membutuhkan suaminya, Farhan justru ada di sisi wanita lain, wanita yang dulu dan kini masih menjadi cintanya.

Rasa kecewa, sakit hati, dan pengkhianatan menyelimuti seluruh perasaannya. Ia memutuskan untuk mundur perlahan, berusaha tidak menimbulkan suara. Amira tidak ingin dilihat, tidak ingin memulai pertengkaran saat itu juga. Ia hanya ingin menjauh secepat mungkin, membawa luka baru yang terasa jauh lebih perih dibandingkan kekhawatiran terhadap adiknya.

Saat ia berbalik dan berjalan menjauh, air matanya akhirnya tumpah juga.

"Dia kembali, dan sudah waktunya aku yang pergi"

*

1
falea sezi
pergi jauh amira jalang Clarisa cocok sama farhan yg oon😒
falea sezi
urus cerai amira dan pergi jauh😕
Salsa Bilah
di buat kehilangan dulu betul biar sadar si farhan
rasahaz
prgi ja amira,, ngapain msh brtahan klu gga d anggap sma skli,, cma buang2 wktu ja,,, 😤😤😤😤
Lilis Yuanita
lnjut
rasahaz
kmrn djauhin trus skrng udh sma2 mnjauh mlaj mau ddketin lgi,, diiiih plin plan bgt jdi laki😤😤😜
falea sezi
cpet cerai laki. bego🤣
Lilis Yuanita
lnjut
falea sezi
cpet cerai
rasahaz
boleh mnta doble up ngga sh thor,,, 🤭🤭🤭😜
rasahaz
nyesek bgt baca ny,, bnr2 si@lan c farhan pngen d sentil kya ny tu ginjal ny laki modeln ku gtu,,, 😤😤😤
falea sezi
nah gt abis ne cerai ngapain suami. buat pajangan doank g guna😒
rasahaz
bgus amira kmu sdah tegas sma tu laki2 plin plan,, jgn sampai tergoda lgi sma bujuk rayu ny,, 💪💪💪
rasahaz
bgus amira kmu hris tegas, hrus sat set jgn menye2 apa lgi smpai nangis kejer bt nangisin tu lako modelan c farhan,, 😤😤😤
falea sezi
buat pinter dikitlah😒 pergi jauh
falea sezi
pergi jauh bawa adek mu😒 laki gk ngotak
Lilis Yuanita
bgus
rasahaz
bnr2 nyesek kmu jdi amira,, jdi mnding go ja lh,,, 😤😤😤💪
Salsa Bilah
aku bolak-balik buat liat bab selanjutnya blom ada ihhh
Lilis Yuanita
sedih critay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!