❤️ CINTA DI LANGIT TAJ MAHAL 🕌✨
AARYAN, CEO muda yang dingin dan playboy, hidupnya berubah total saat bertemu MAHEERA, gadis suci yang mengajarkannya arti cinta sejati.
Meski ditentang keras oleh Ny. Savitri, ibu Aaryan yang angkuh, cinta mereka tetap bersemi. Bahagia sempat terjalin indah, hingga takdir berkata lain. Maheera harus pergi meninggalkannya lebih dulu.
Bertahun-tahun Aaryan hidup dalam kesepian, menyimpan rindu yang tak pernah mati. Hingga akhirnya, ia pun menyusul kekasih hatinya.
Kisah cinta abadi yang membuktikan, kematian pun tak mampu memisahkan dua jiwa yang saling memiliki. 🥹🕊️🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5: MATA-MATA DI KELILING
Di sisi lain, di dalam ruang kerja pribadinya yang luas, dingin, dan penuh kemewahan, NY. SAVITRI duduk tegak di atas kursi kebesarannya.
Wajah wanita paruh baya itu terlihat sangat mengerikan. Alisnya terangkat tinggi, matanya membelalak tajam, dan rahangnya terkatup rapat menahan amarah yang meluap-luap.
Di hadapannya, berdiri dua orang pria bertubuh kekar dengan pakaian seragam hitam rapi. Mereka adalah orang kepercayaan yang biasa disewa untuk urusan-urusan rahasia keluarga. Kepala mereka tertunduk dalam, tak berani menatap wajah majikannya yang sedang dilanda badai kemarahan.
"Jadi... apa yang kalian katakan tadi benar?" suara Ny. Savitri terdengar pelan, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa begitu berat dan menusuk. "Aaryan... anakku... masih terus bertemu dengan wanita rendahan itu?"
"Be-benar, Nyonya," jawab salah satu dari mereka dengan suara terbata-bata. "Tuan Aaryan hampir setiap hari menyempatkan waktu. Dia mengendarai mobilnya sendiri, tanpa pengawalan, dan pergi ke daerah pinggiran kota yang cukup kumuh."
"Dan di sana?" tanya Ny. Savitri lagi, kuku-kukunya yang panjang dan berwarna merah menyala itu mencengkeram erat lengan kursi kulit mahalnya.
"Di sana... dia bertemu dengan gadis bernama Maheera itu, Nyonya," lapor pria itu jujur. "Kami mengamati dari jarak jauh. Tuan Aaryan terlihat sangat berbeda. Dia tertawa lepas, bercanda, dan terlihat sangat bahagia di dekat gadis itu. Padahal selama ini, Tuan Aaryan sangat jarang tersenyum tulus seperti itu di hadapan orang lain."
BRUKKK!!!
Tangan Ny. Savitri memukul meja kerja yang terbuat dari marmer itu dengan sangat keras. Suara benturan itu terdengar nyaring, membuat kedua bodyguard itu tersentak kaget dan semakin menunduk.
"GILA! BENAR-BENAR GILA!" seru Ny. Savitri dengan suara melengking. Wajahnya memerah padam, urat-urat lehernya terlihat menonjol karena emosi yang tak lagi bisa ditahannya.
"Apa yang kurang dari hidupnya?! Apa yang kurang dariku?! Aku sudah berikan dia segalanya! Uang berlimpah, kekuasaan, ketampanan, dan status sosial yang tinggi! Lalu kenapa?! Kenapa dia justru memilih wanita dari jalanan?! Wanita miskin! Wanita tak punya apa-apa!"
Ia berdiri dari duduknya, berjalan mondar-mandir dengan langkah gontai di atas karpet tebal ruangan itu. Matanya memancarkan kebencian yang luar biasa.
"Gadis kampung... bajunya compang-camping, rumahnya kumuh, dan pastinya tidak punya pendidikan yang baik!" umpatnya terus menerus, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri. "Bagaimana bisa darah biru keluarga Singhania tercemar oleh wanita rendahan seperti itu?! Aaryan sudah kehilangan akal sehatnya!"
"Nyonya..." salah satu bodyguard memberanikan diri bersuara pelan. "Kami juga melihat perubahan besar pada Tuan Aaryan, Nyonya. Dia jarang lagi terlihat pergi ke klub-klub malam mewah. Dia tidak lagi sering minum-minuman keras sampai mabuk. Dan yang paling aneh... dia tidak pernah lagi terlihat dikelilingi oleh wanita-wanita cantik seperti dulu."
"Terus?" Ny. Savitri menatap tajam.
"Sepertinya... Tuan Aaryan benar-benar jatuh cinta, Nyonya. Sangat dalam," jawab bodyguard itu hati-hati.
PLAK!!!
Tanpa aba-aba, Ny. Savitri langsung menampar pipi pria itu dengan keras hingga kepalanya terlempar ke samping. Bekas merah jari tangan wanita itu langsung terlihat jelas di pipi anak buahnya.
"Diam! Mulutmu harimaumau!" teriak Ny. Savitri histeris. "Cinta apanya?! Itu namanya buta! Itu namanya disihir! Wanita macam Maheera itu pasti pakai guna-guna! Pasti dia pakai ilmu hitam supaya anakku tergila-gila padanya dan mau membuang harta keluarga seenaknya!"
Ia tidak bisa, sama sekali tidak bisa menerima kenyataan ini. Bagi Ny. Savitri, pernikahan bukan soal cinta, tapi soal strategi, soal kekuasaan, dan soal memperbesar kekayaan. Bagaimana mungkin putranya mau menikah dengan wanita yang tidak bisa memberikan keuntungan apapun bagi perusahaan?
"Dengar kalian baik-baik!" Ny. Savitri berhenti berjalan, menatap kedua anak buahnya dengan tatapan membunuh yang dingin.
"Aku mau kalian awasi mereka 24 jam non-stop! Jangan ada satu detik pun kalian lepas pandangan! Setiap gerak-gerik mereka, siapa saja yang ditemui, apa saja yang dibicarakan, bahkan sampai apa yang mereka makan, semuanya harus ada laporannya di meja aku setiap hari!" perintahnya tegas dan ketat.
"Siap, Nyonya!" jawab mereka serempak.
"Dan..." Ny. Savitri menyeringai sinis, sebuah rencana jahat mulai terbentuk di kepalanya yang licik. "Aku mau kalian cari cara supaya gadis itu jijik dan pergi sendiri dari hidup Aaryan! Atau... cari bukti-bukti kotor tentang dia! Buktiin kalau dia itu wanita murahan yang cuma mengincar harta! Aku butuh bukti kuat supaya Aaryan sadar dan membuka matanya!"
"Nanti aku juga akan sewa wanita-wanita dari kalangan atas, yang cantik, yang berkelas, dan yang kaya raya! Dekatin Aaryan lagi! Ingatkan dia siapa dia sebenarnya! Ingatkan dia bahwa dunianya ada di sini! Di atas! Bersama orang-orang hebat! Bukan di bawah bersama orang-orang miskin dan rendahan!"
Mata Ny. Savitri bersinar penuh dendam dan keangkuhan.
"Selama aku masih bernapas, aku tidak akan pernah membiarkan wanita tak berguna itu masuk ke dalam keluarga ini. Aku akan hancurkan dia! Aku akan pastikan dia menyesal pernah lahir ke dunia dan berani menyentuh putraku!"
Sementara itu, di tempat yang sangat jauh dari sana, Aaryan dan Maheera sedang duduk menikmati senja di tepi sungai. Mereka tertawa bahagia, bercanda, dan saling berbagi cerita tanpa beban.
Mereka sama sekali tidak menyadari, bahwa di balik semak-semak, di balik sudut jalan, dan di balik kaca mobil yang gelap, mata-mata sang ibu terus mengawasi setiap gerakan mereka.
Mereka tidak tahu, bahwa jaring laba-laba yang beracun sudah mulai dipintal untuk menjerat mereka. Dan badai yang sesungguhnya baru saja akan mulai bergulir.
...Mereka tidak tahu, bahwa jaring laba-laba yang beracun sudah mulai dipintal untuk menjerat mereka. Dan badai yang sesungguhnya baru saja akan mulai bergulir.
"Awas saja kalau sampai gagal! Kalian tahu kan apa akibatnya kalau sampai Aaryan tahu dan malah makin membela wanita itu?" ancam Ny. Savitri lagi dengan nada dingin yang membekukan darah.
"Siap Nyonya! Kami janji akan bekerja keras!" jawab kedua bodyguard itu serempak dengan keringat dingin mengalir di punggung mereka. Mereka tahu betul, jika tugas ini gagal, nasib mereka tidak akan baik-baik saja.
Setelah mengeluarkan semua perintah dan amarahnya, Ny. Savitri akhirnya duduk kembali di kursi kebesarannya dengan napas yang masih memburu. Wajahnya terlihat lelah namun matanya tetap menyala penuh tekad.
"Aaryan... Ibu melakukan semua ini demi kebaikanmu juga," gumamnya pelan, mencoba meyakinkan diri sendiri. "Kau terlalu muda dan terlalu baik. Kau tidak mengerti dunia ini kejam. Wanita miskin macam dia tidak akan pernah bisa membahagiakanmu. Kau butuh istri yang setara, yang bisa membantumu memimpin perusahaan, bukan wanita yang hanya bisa diam dan menuruti perintah."
Di benaknya, ia sudah membayangkan calon menantu idamannya. Wanita dari keluarga konglomerat besar, cantik, berpendidikan tinggi, dan pastinya kaya raya. Bukan gadis desa yang tidak tahu apa-apa seperti Maheera.
"Tunggu saja... sebentar lagi aku akan pastikan gadis itu hilang dari pandanganmu selamanya," bisik Ny. Savitri penuh keyakinan.
Ia segera mengambil telepon dan menekan sebuah nomor.
"Halo? Tolong siapkan semuanya. Besok aku mau pertemuan dengan keluarga Verma. Kita bicarakan soal perjodohan putraku dengan putri mereka. Cepat selesaikan sebelum semuanya terlambat!" perintahnya singkat dan padat kepada asistennya.
Rencana demi rencana terus disusun di balik dinding tebal mansion mewah itu. Sementara di luar sana, dua hati yang saling mencinta masih berpikir bahwa cinta saja cukup untuk menaklukkan segalanya.
Mereka belum sadar, bahwa lawan yang mereka hadapi bukanlah orang biasa. Ibu Aaryan adalah wanita yang memiliki kekuasaan, uang, dan kekuatan untuk menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya.
Perjuangan Aaryan dan Maheera baru saja benar-benar dimulai. Dan pertarungan ini akan sangat berat, menyakitkan, namun akan membuktikan seberapa kuat cinta mereka sebenarnya.