Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PT Sejahtera
Aditya, Arabella. awas saja kalian! berani sekali bermain api di belakangku. padahal kalian orang yang paling aku percaya selama ini" ujar Kanaya sambil terus mengepalkan kuat kedua tangannya.
Sungguh Kanaya tidak pernah menyangka jika ketulusannya selama ini akan mendapatkan penghianatan yang meninggalkan rasa kecewa serta sakit yang luar biasa. calon suami yang amat di cintanya berselingkuh dengan saudara sepupunya sendiri hingga menghadirkan nyawa lain dari hubungan itu.
bagaimana bisa selama ini Kanaya tidak pernah tau apa yang sedang terjadi di antara kedua orang itu, "brengsek kaliannnnn!!!" teriak Kanaya dengan sangat kesal.
"Jika aku hanya terus berdiam diri di dalam apartemen, lama-lama aku bisa gila karna selalu ingat sama penghianat itu." ujar Kanaya lalu beranjak dari tempat tidur. .
gadis itu berjalan menuju lemari lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian lain, karna baju yang Andreas ambilkan tadi tidak terlalu nyaman di gunakan.
setelah selesai mengganti baju serta bersiap, Kanaya mengambil ponselnya di atas ranjang lalu mengambil tas. entah kemana gadis itu akan pergi.
Kanaya keluar dari apartemen tanpa tujuan yang jelas, namun saat sudah sampai di lobi, Kanaya kepikiran kenapa tidak mencoba cari pekerjaan saja. mungkin untuk saat ini hanyalah bekerja yang bisa membuatnya lupa akan rasa kecewa dan rasa sakit yang di sebab kan oleh Aditya.
Kanaya pergi ke suatu tempat untuk membuat CV yang akan dia gunakan untuk melamar pekerjaan. karna saat kuliah Kanaya mengambil jurusan ekonomi, maka dari itu Kanaya memutuskan untuk melamar di perusahaan. entah nanti di terima menjadi apa saja Kanaya tak masalah. toh semua itu hanya Kanaya lakukan untuk mengisi waktu luangnya agar tidak selalu ingat akan perbuatan Aditya dengan Arabella.
"Akhirnya selesai juga" gumam nya sembari merenggangkan kedua tangannya yang terasa lelah karna mengetik untuk membuat CV.
Kanaya menatap CV yang baru saja selesai di print, langkah pertama sudah Kanaya lakukan, sekarang tinggal mencari perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan.
Saat Kanaya baru saja keluar dari warnet, dia melihat kereta bayi sedang berjalan di tengah jalanan tanpa ada orang di sekitarnya. melihat itu tentu saja membuat Kanaya panik, gadis itu berlari untuk menyelamatkan bayi yang ada di tengah jalan.
"Astaga, anak siapa itu" gumam Kanaya di sela langkahnya yang semakin cepat.
tepat saat Kanaya sudah dekat dengan posisi kereta bayi tersebut, ada sebuah motor dari ayah yang berbeda sedang melaju cepat dan hampir menabrak kereta bayi itu, beruntung Karna Kanaya menariknya dengan cepat, sehingga bayi itu selamat.
"Alhamdulillah, kamu tidak papa sayang" Kanaya menggendong bayi tersebut, beberapa orang yang melihat kejadian itu langsung menghampiri bayi yang sedang ada di dalam gendongan Kanaya. entah kemana orang tuanya.
"Bayi nya baik-baik saja kan Mbk?" tanya salah satu warga
"Iya, Bu. Alhamdulillah bayinya baik-baik saja, tapi apakah kalian tau ini anak siapa? kemana orang tuanya ya" Kanaya menoleh pada mereka.
Beberapa warga itu pun saling lirik karna memang tidak merasa kenal dengan bayi tersebut.
"Kami tidak tau, Mbk. tapi untuk tadi Mbk nya gerak cepat, kalau tidak, gak tau bagaimana nasib bayi ini" kata salah satu dari mereka.
hingga tak berselang lama ada seorang perempuan yang berlari ke arah kerumunan itu lalu mengambil alih anak yang ada di gendongan Kanaya. "Davin, sayang. maafkan mama" gumam perempuan itu sambil memeluk erat anaknya. usianya kisaran masih 14 bulan.
"terimakasih ya, kamu sudah menolong anak saya" ucap perempuan itu pada Kanaya
"tidak perlu berterimakasih, sudah tugas aku untuk menolong siapapun yang membutuhkan bantuanku. lain kali jaga anaknya baik-baik ya, anaknya tampan sekali, apa boleh aku menciumnya?" Kanaya yang memang pada dasarnya sangat menyukai anak kecil sangat merasa gemas saat melihat anak yang ada di hadapannya. tapi semakin Kanaya memandangnya, kenapa wajah anak ini terlihat mirip dengan Andreas. namun secepat mungkin Kanaya menggelengkan kepalanya"Astaga, kenapa aku malah kebayang wajah pria itu, mana mungkin anak ini mirip Andreas, ada-ada saja"
Kanaya membatin sembari menatap wajah anak tersebut. tidurnya masih terlihat nyenyak setelah melewati insiden tersebut.
"ini buat kamu, sebagai tanda terimakasih dari aku" perempuan itu memberikan beberapa uang kertas merah pada Kanaya, namun Kanaya menolaknya.
"Maaf aku tidak bisa menerima ini, aku ikhlas membantunya" balas Kanaya yang menolak.
Perempuan itu merasa sangat tak enak hati, hingga tanpa sengaja tatapannya melirik pada map berwarna coklat yang Kanaya bawa."Apa kamu sedang mencari pekerjaan?" wanita itu menatap pada Kanaya.
Kanaya mengangguk"Iya, aku sangat butuh pekerjaan"balas Kanaya sembari tersenyum.
perempuan itu tiba-tiba saja teringat akan perkataan kakak nya beberapa hari yang lalu"Boleh liat CV kamu?" Kanaya mengangguk lalu memberikan CV yang sudah dia buat tadi.
setelah melihat CV Kanaya, wanita itu tersenyum, entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini. "sebentar ya"
wanita itu menghubungi seseorang, namun sayangnya Kanaya tidak bisa mendengar jelas apa yang dia bicarakan dengan orang di ujung telpon.
"Kamu bisa datang ke perusahaan PT Sejahtera, kamu katakan saja orang rekomendasi dari Yuna. oh ya nama kamu siapa?" tanya Yuna yang sejak tadi lupa menanyakan nama Kanaya.
"Nama aku Kanaya, panggil saja Naya. eh tapi itu serius, makasih banget ya Yuna, makasih banget sudah mau rekomendasiin aku" Kanaya tersenyum penuh syukur sambil menatap pada Yuna.
"Sama-sama. tapi apa yang aku lakukan tak sepadan dengan apa yang kamu lakukan buat Davin tadi, pokoknya makasih banget ya"
Setelah itu Yuna pamit lebih dulu pada Kanaya karna memang masih ada urusan lain.
sedangkan Kanaya segera pergi menuju perusahaan yang dikatakan oleh Yuna tadi. sangat bersyukur akhirnya dia bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja, walaupun Kanaya belum tau gimana hasilnya nanti, akan kah dia di terima di sana atau nggak, Karna tadi Yuna mengatakan jika Kanaya harus segera datang ke perusahaan itu untuk interview
di sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Kanaya berdoa, karna mau bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama yang akan Kanaya rasakan. interview di sebuah perusahaan besar, karna saat tadi mendengar kata PT Sejahtera, Kanaya segera browsing mencari tau tentang perusahaan itu, dan ternyata perusahaan itu cukup besar, bahkan lebih besar dari pada perusahaan milik keluarganya.
saat sudah sampai di alamat tujuan, Kanaya terdiam sembari menatap perusahaan itu, gedung menjulang langit dengan desain interior yang elegan. Kanaya dia buat ternganga melihat bagian depan perusahaan itu.
"Waw, bagus sekali" ucap Kanaya pelan dan semakin membuatnya nervous