NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:748
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Bertukar Pedang

Awalnya Nuwa Qionglin hanya iseng saja bertanya pada Feng Yan, karena pemuda itu jelas anak bangsawan yang berasal dari wilayah selatan.

Anak-anak bangsawan biasanya memiliki pengetahuan lebih banyak tentang hal-hal di luar Kultivasi dibandingkan keluarga atau klan biasa.

Beruntung pemuda di depannya seperti memiliki informasi lebih saat ia menunjukkan pedang Teratai Surga.

"Pemuda ini pasti memiliki informasi tentang Pedang Suci sekte kami, tapi apa maksud pemuda ini meletakkan tombak pusaka ini?" batin Nuwa Qionglin.

"Nama tombak ini Guntur Bumi, Pusaka spiritual level Langit sama seperti pedang ini" ucap Feng Yan sambil meraih pedang Teratai Surga dari atas meja.

Di benua Haocun, senjata para pendekar terdiri dari dua jenis.

Senjata tingkat Dasar yang memiliki tiga

Tingkatan. Level biasa, sedang dan tingkat tinggi.

Jenis selanjutnya adalah senjata Pusaka Spiritual seperti tombak guntur Bumi yang juga memiliki tiga tingkatan.

Level Bumi, level Langit dan level Surgawi. Kelebihan Pusaka Spiritual adalah bisa digunakan untuk terbang yang tentu saja harus menggunakan Energi Spiritual.

Tanpa Pusaka Spiritual seorang pendekar

hanya bisa terbang setelah mencapai ranah Kaisar. Namun ada legenda yang mengatakan ada tingkatan ke empat senjata Pusaka spiritual, yaitu Pusaka tingkat Dewa.

Tidak pernah ada yang tahu seperti apa dan bagaimana kekuatan Pusaka tingkat dewa itu. Mungkin hanya mitos yang berkembang di kalangan para pendekar.

Setelah meraih pedang itu Feng Yan menimang pedang itu di tangan kanannya.

"Pedang ini benar-benar mirip, hanya warna dan coraknya saja yang berbeda" batin Feng Yan sambil menarik pedang sedikit dari warangkanya.

Sama seperti warna gagang pedang, ada garis tak beraturan di bilah pedang Teratai

Surga. Warna emas yang meliuk-liuk hingga gagang pedang.

Berdiri dari duduk pemuda itu berjalan ke arah dinding geladak kapal.

"Apa yang kau lakukan saudara Feng?" Ah Ning ingin menghentikan pemuda itu karena membawa pedang itu tanpa izin dari master sekte. Namun dihentikan oleh master wanita itu.

"Biarkan dia" ucapnya tanpa mengalihkan pandangan dari pemuda yang memegang replika pedang suci sekte.

Suasana menjadi hening, para gadis yang sedang bercengkrama mengalihkan pandangan pada pemuda tampan yang berdiri tenang sambil mengeluarkan pedang dari warangkanya.

"Ternyata ia mengeluarkan tombak Guntur Bumi sebagai jaminan untuk memegang pedang itu, sepertinya dia ingin mencoba kekuatannya. Tapi kenapa? Apa dia benar-benar memiliki informasi tentang pedang Suci" Nuwa Qionglin yang awalnya tidak mengharapkan apapun, kini berdoa semoga pemuda itu memiliki informasi penting untuknya.

Feng Yan mengacungkan pedang ke atas bersiap menggunakan teknik Cahaya Bintang. Tanpa sadar ia sudah mengalihkan inti spiritualnya ke akar Angin yang berada di ranah Grandmaster tahap akhir.

Pedang Teratai Surga bersinar putih terang, rune berbentuk bintang sudah berada di ujung pedang itu.

"Mustahil, pemuda ini sudah berada di ranah Grandmaster tahap akhir!"

Feng Yan menekuk sedikit kakinya lalu melenting ke udara. Tepat saat itu dari kapal murid putra yang cukup jauh berada di belakang, menjadi gempar karena melihat seorang pemuda berada diatas kapal murid putri.

Seseorang dari kapal itu terlihat terbang ke arah kapal yang dinaiki Feng Yan.

Sesaat kemudian pemuda itu menggerakkan pelan ujung pedang itu ke arah sebuah bukit kecil. Rune bintang segera melesat dan mengeluarkan cahaya berwarna putih terang.

"Bukankah ini teknik milik Dewi Pedang, Cahaya Bintang. Apa hubungan pemuda ini dengan Dewi Pedang?" Nuwa Qionglin kagum

Dengan kekuatan dari teknik yang Feng Yan gunakan.

Duaarr

Bukit kecil itu cukup jauh di bawah permukaan, tapi suara ledakan dari Cahaya bintang masih terdengar hingga sampai ke kapal layar terbang.

Murid-murid wanita sampai melongo menatap pemuda yang belum genap dua puluh tahun itu sudah bisa menggunakan teknik tinggi. Walau mereka tidak tahu tingkatan teknik yang Feng Yan miliki.

"Itu bukan teknik tinggi" master sekte menjelaskan setelah mendengar ucapan murid-muridnya.

"Qionglin, apa yang terjadi? Dan siapa pemuda ini?" tanya seorang pria yang terlihat berusia lima puluh tahunan. Ia adalah master sekte Teratai Perak yang sebelumnya bergegas berpindah kapal setelah melihat seseorang melepaskan teknik kuat.

Lain yang ditanya lain pula jawaban yang ia dapatkan." Pemuda ini menggunakan teknik tertinggi tingkat Surgawi" dari suaranya jelas ia sangat tidak mempercayai hal itu. Lebih lagi pemuda yang sekarang sudah

Duduk di meja geladak sudah berada di Ranah yang tidak mungkin dicapai oleh pemuda seusianya.

Master sekte yang baru datang itu tidak peduli pada ucapan rekan sejawatnya. Pikirannya teralihkan oleh pedang yang kini masih dipegang oleh Feng Yan.

"Qionglin, kenapa kau membiarkan pemuda itu memegang pedangmu? Apa kau tidak takut dihukum oleh leluhur? Bagaimana jika pedang itu hilang seperti pedang suci." Pria itu terlihat sangat marah pada Qionglin master sekte Teratai Hijau.

"Tenanglah, pemuda ini sepertinya memiliki hubungan dengan Dewi Pedang." tak perlu menjelaskan lebih rinci, master sekte itu pasti tahu maksud ucapan rekannya.

Sikap pria itu mulai melunak dan ikut duduk depan pemuda yang kini sedang berpikir keras. Ia ingin mengucapkan sesuatu, namun gelengan kepala Nuwa Qionglin menghentikan niatnya.

Feng Yan mengayunkan telapak tangan kirinya, dan sebuah pedang yang selama ini dicari oleh sekte Teratai Hijau sudah berada dalam genggaman tangan pemuda itu.

Entah kenapa dia melakukan hal itu, ia menghela napas berat dengan mata sedikit berkaca-kaca.

"Pedang ini salah satu peninggalan berharga milik ibuku, dan sudah menyelamatkan nyawaku berkali-kali." ucap pemuda itu menunduk menatap pedang yang sebenarnya sudah tidak cocok dia gunakan. Kecuali hanya untuk mengeluarkan teknik tinggi.

Pemuda itu bahkan tidak sadar kalau kedua master sekte sudah berdiri dari duduknya.

"Pedang Suci!" ucap dua orang itu serempak. " Kau putra Dewi Pedang? Tanya Qionglin setelah mencerna semua ucapan Feng Yan,

Murid-murid wanita pun bergerombol dan berdesakan di dekat meja tempat tiga orang yang sedang duduk.

Pemuda itu tersenyum yang tampak cukup di paksakan. Ia tidak menjawab pertanyaan Nuwa Qionglin." Sebenarnya pedang ini ingin kuberikan pada wanita yang akan jadi pendampingku kelak." ia menjelaskan keinginannya.

Pemuda itu meraih pedang Teratai Surga dari atas meja, ia memandang dua pedang yang sama persis kecuali berbeda warna dan bahan pembuatannya.

Ia menyodorkan satu pedang di tangan kanannya pada Nuwa Qionglin master sekte pedang Teratai Hijau.

"Sebagai ganti aku akan menyimpan pedang ini" Pemuda itu langsung menyimpan pedang berwarna emas ke dalam cincin dijari kiri sebelum Nuwa Qionglin menjawab ucapannya.

"Master..." ucap beberapa murid saat melihat Feng Yan menyimpan pedang yang sebelumnya menjadi simbol seorang master sekte.

"Anak muda, tidak bisakah kami mengganti dengan sesuatu yang lain." ucap master sekte laki-laki sambil saling tatap dengan Nuwa Qionglin.

Tersenyum Feng Yan mendengar ucapan master sekte itu, Sekte Teratai bersedia menukarnya dengan keluarga Huang. Lalu kenapa enggan menyerahkannya padaku?"

Jawab pemuda itu lugas.

"Adik Kecil benar-benar luar biasa, kau

Bahkan tidak takut saat berbicara dengan dua orang yang berada di ranah Kaisar." Nuwa Qionglin sedikit menyesal sudah memberi tahu pemuda itu tentang pertukaran pedang dengan keluarga Dewi Pedang.

Namun dengan seringai senang ia meraih pedang yang disodorkan oleh Feng Yan.

"Akhirnya pedang Suci kembali ke pangkuan sekte" ucap wanita itu mengeluarkan pedang dari warangka lalu memasukkannya kembali.

"Hahahaha, aku tidak menyangka akan bertemu dengan seorang bocah pemberani hari ini. Kau benar-benar mengejutkanku"

"Anak muda jadilah muridku di sekte Teratai Perak" tawar master sekte pada Feng Yan.

"Terima kasih atas penawaran senior, tapi saya lebih senang berada di luar dan kuat dengan bertaruh nyawa. Ibu bilang, rasa sakit akan membuat orang bertambah kuat" ia terdengar cukup bangga dengan ucapannya.

"Adik kecil, bukankah Dewi Pedang meninggal sesaat setelah melahirkan putra pertamanya.? Kenapa kau berbicara seolah-olah dia masih hidup?" Penasaran Nuwa Qionglin dengan ucapan Feng Yan.

"Ia memang dimakamkan tidak lama setelah melahirkanku." tersenyum pemuda itu yang membuat wajah terlihat bertambah

tampan.

Bangkit ia dari duduknya dan mengeluarkan Tombak Guntur Bumi yang membuat Master sekte laki-laki tercengang.

Feng Yan melompat ke atas pagar pembatas kapal dan memberi salam kepalan" Sepertinya tujuanku sudah dekat, kuharap suatu saat bisa berkunjung ke sekte Teratai Perak" ucap pemuda itu yang langsung merebahkan punggung nya keluar kapal.

Kiyaa!!

Hampir semua gadis di sana berteriak dan berlari ke sisi kapal untuk melihat pemuda

yang baru saja terjun.

"Saudara Feng, Apa kita akan berjumpa lagi!!!" teriak mereka sambil melambaikan tangan pada pria yang sudah berdiri dan terbang di atas tombak.

"Dasar anak muda!" ucap master sekte menggelengkan kepala. Saat berbalik ia merasa aneh dengan sikap Qionglin.

"Apa kau menyesal membiarkan pemuda itu membawa pedang Teratai Surga?"

Tanyanya sambil mengeluarkan pedang Teratai Matahari yang menjadi pasangan dari Peri Teratai Hijau.

"Mulai hari ini siapapun yang menjadi master sekte Teratai Hijau, bisa mengeluarkan potensi maksimal dari teknik tertinggi sekte." ia melanjutkan ucapannya, namun Rekannya sebagai master sekte malah menatapnya dengan dahi berkerut.

"Bukankah Putra Dewi Pedang memiliki inti pecah lima" sebelumnya ia terlalu senang karena mendapatkan kembali pedang suci sekte. Hingga tidak menyadari pemuda yang sangat berbakat, dan telah menukar pedang suci adalah anak buangan dari Huang.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!