NovelToon NovelToon
PENGANTIN ARWAH

PENGANTIN ARWAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lilack Sunrise

Seorang mahasiswi magang asal Indonesia bernama Kirana, yang tinggal di Taipei, tanpa sengaja menemukan sebuah amplop merah berisi uang di taman sepi saat Bulan Hantu. Ia mengambilnya karena mengira rezeki biasa. Namun, amplop itu ternyata adalah mahar dari seorang pengantin arwah laki-laki dari zaman Dinasti Ming yang telah meninggal sebelum sempat menikah. Dengan mengambil amplop tersebut, Kirana secara tidak sadar telah menerima lamaran gaib. Ia kini terikat benang merah takdir dengan arwah pengantin tersebut, yang datang menagih janji di bulan ketika pintu alam roh terbuka lebar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilack Sunrise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lanjutan

Biiiiiiiiip—__________

Suara monitor memanjang tanpa jeda.

“Tidak! Kita kehilangan!” dokter semakin panikk.

“Mulai CPR sekarang!”

Tubuh Kirana tidak bergerak.

Dingin.

Terlalu dingin untuk seseorang yang masih hidup.

Tapi itu hanya tubuhnya.

Karena di tempat lain

dia masih berdiri.

Ruang itu runtuh.

Retakan menyebar seperti kaca yang dihantam dari dalam.

Cahaya asing menekan masuk.

Memaksa.

Menyakitkan.

Dan di tengah semua itu

Kirana masih menggenggam tangan Li Wei.

Tidak lepas.

Tidak mau lepas.

Namun kali ini

sesuatu berubah.

Suara itu tidak lagi hanya terdengar.

Ia… hadir.

Retakan di udara melebar.

Bukan pecah.

Tapi terbuka.

Seperti pintu.

Dan dari sana

sesuatu keluar.

Bukan manusia.

Bukan bayangan.

Tapi bentuk yang terlalu mengerikan untuk dunia.

Sosok tinggi.

Hitam........

Siluetnya utuh.

Tanpa wajah yang jelas.

Tapi cukup untuk membuat napas Kirana berhenti.

Udara langsung membeku.

Gerakan retakan melambat.

Seolah seluruh ruang… tunduk.

Li Wei langsung menegang.

Genggamannya pada Kirana tanpa sadar menguat.

“…penjaga.”

Bisikannya hampir tidak terdengar.

Tapi cukup untuk membuat darah Kirana terasa semakin dingin.

Sosok itu tidak berjalan.

Dia hanya… ada.

Dan dalam satu detik,

jarak antara mereka hilang.

Dia sudah berdiri tepat di depan mereka.

Suara yang keluar darinya

bukan suara.

Tapi sesuatu yang masuk langsung ke kesadaran.

"Kamu melanggar berulang kali LI Wei ".

Jeda.

Lalu

Perlahan

kepala sosok itu mengarah ke Kirana.

Dan untuk pertama kalinya

Kirana merasa dirinya benar-benar “terlihat.”

Bukan sebagai manusia.

Tapi sebagai kesalahan

Tarikan datang lagi.

Lebih kuat.

Lebih brutal.

Tubuh Kirana tersentak ke belakang.

Namun kali ini

bukan hanya dia.

Li Wei juga ikut tertarik.

“Tidak!!!!!!” Li Wei langsung melangkah ke depan, menahan, “dia tidak seharusnya masuk ke sini!”

Penjaga itu tidak bergerak.

Tapi tekanan di sekitar mereka meningkat.eperti gravitasi yang dilipat berkali-kali.

Tangan Kirana mulai memudar lagi.

Lebih cepat dari sebelumnya.

Seperti dihapus paksa.

Air matanya jatuh.

Tapi kali ini

bukan hanya karena takut.

Karena marah.

“…aku bukan kesalahan.”

Suaranya gemetar.

Tapi dia tidak mundur.

Penjaga itu diam.

Sepersekian detik.

Ruang langsung retak lebih keras.

Sakit menjalar ke seluruh tubuh Kirana.

Seolah keberadaannya sendiri sedang ditolak.

Li Wei menatapnya.

Panik.

Untuk pertama kalinya benar-benar kehilangan kontrol.

“Kirana, lepaskan! Ini bukan sesuatu yang bisa kita lawan langsung"

Kirana menggelengkan kepalanya sambil menatap Li wei

Perlahan.

Air matanya terus jatuh.

“…kamu juga tau kan…”

napasnya patah.

“…kalau kita lepas sekarang… kita akan kembali jadi ‘sebentar’ lagi.”

Hening.

Penjaga itu mengangkat tangannya.

Perlahan.

Dan saat itu

retakan berhenti.

Dunia… terkunci.

Cahaya tajam muncul di antara mereka.

Memotong.

Memisahkan mereka berdua.

Tangan Kirana dan Li Wei

mulai terdorong menjauh.

Bukan karena mereka melepaskan.

Tapi karena sesuatu memaksa mereka untuk tidak bisa bersentuhan.

Kirana menggertakkan gigi.

Menahan sakit.

Menahan tarikan.

Lalu

dia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya bisa dilakukan.

Dia melangkah.

Masuk.

Ke arah tekanan itu.

Untuk sesaat

semuanya berhenti.

Bahkan penjaga itu

tidak bergerak.

Kirana menatap langsung ke arah sosok itu.

Air matanya masih jatuh.

Tapi matanya

tidak lagi hanya takut.

“…kalau ini aturan kalian…”

suaranya pelan.

Tapi jelas.

“…aku juga bisa melanggarnya.”

Dan di detik itu

sesuatu berubah.

Perlawanan itu tidak hanya berasal dari Li Wei.

Tapi juga

dari Kirana.

Penjaga itu akhirnya bergerak.

Sedikit.

Hampir tidak terlihat.

Tapi cukup untuk menunjukkan

ini pertama kalinya…

sesuatu di luar aturan…

membuatnya bereaksi.

Di dunia nyata

monitor tiba-tiba berbunyi lagi.

Bip

Garis lurus… bergetar.

Tunggu! Ada aktivitas!”

Di antara hidup dan hilang

dua orang yang tidak seharusnya bertemu

skarang tidak hanya bertahan.

Mereka mulai melawan.

Bersama.

Dan sesuatu

di luar sana

baru saja menyadari:

ini bukan lagi satu pelanggaran.

Ini awal dari sesuatu yang lebih besar.

1
Dania
semangat tor
byyyycaaaa
keren,lanjutkan thorr
no more dreams
bagusssssss
Na Er
bagus
byyyycaaaa
lanjut dong thor
CIngakuu🦁: siap kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!