NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Menyedot Kering Kolam Petir

​Keheningan di kawah itu begitu absolut, hingga suara letupan kecil dari gelembung petir ungu di dalam kolam terdengar seperti ledakan meriam.

​Li Jian dan belasan murid Sekte Guntur Surgawi berdiri mematung layaknya patung batu. Rahang mereka seolah jatuh membentur tanah. Mata mereka melotot menatap Lin Chen yang sedang berendam santai di tengah cairan petir mematikan itu, seolah-olah sedang berendam di pemandian air panas penginapan murah.

​"M-Mustahil..." suara Li Jian bergetar, kipas di tangannya yang jatuh ke tanah bahkan tidak ia pedulikan. "Itu Air Petir Cair murni! Bahkan Tetua Agung kita yang berada di tahap Jiwa Baru Lahir penuh tidak berani menyentuhnya lebih dari tiga tarikan napas! Bagaimana pelayan fana itu bisa berendam di sana?!"

​Salah satu pemuda di sebelah Li Jian, yang berada di tahap Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir, tiba-tiba matanya menyipit memancarkan keserakahan yang luar biasa.

​"Kakak Seperguruan Li!" bisik pemuda itu cepat. "Lihat tubuhnya! Tidak ada fluktuasi Qi sama sekali. Dia pasti manusia fana biasa! Satu-satunya alasan dia bisa bertahan di kolam itu adalah... dia pasti memakai Pusaka Pelindung Tingkat Dewa yang menyamarkan energinya dan menahan elemen petir!"

​Mendengar analisa itu, mata Li Jian yang tadinya dipenuhi teror, seketika berubah menjadi beringas.

​Benar juga! Logika macam apa yang membiarkan manusia fana selamat di dalam Kolam Petir? Itu pasti pusaka! Jika pusaka itu bisa menahan Air Petir Cair, berarti pusaka itu setidaknya berada di tingkat Surga! Jika Sekte Guntur Surgawi mendapatkannya, mereka bisa langsung menjadi penguasa di Benua Tengah!

​"Hahaha! Keberuntungan besar telah jatuh dari langit!" Li Jian tertawa gila. Hilang sudah rasa takutnya, digantikan oleh keserakahan yang membutakan.

​Ia menunjuk lurus ke arah Lin Chen. "Hei, Pelayan! Serahkan pusaka pelindung yang kau pakai itu padaku sekarang juga, dan aku akan membiarkanmu dan majikanmu pergi hidup-hidup! Jika tidak, ketiga Kakak Seperguruanku ini akan mencincangmu dan merampasnya dari mayatmu!"

​Di seberang kolam, Su Yue menepuk jidatnya sendiri.

​Orang-orang idiot ini, batin Su Yue meratap. Mereka benar-benar bosan hidup. Padahal sudah melihat Lin Chen berendam di air mematikan, masih saja berani mencari gara-gara!

​Sementara itu, di dalam kolam, Lin Chen bahkan tidak melirik ke arah Li Jian. Ia menutup matanya, membiarkan raungan Li Jian berlalu seperti angin lalu.

​Di bawah permukaan cairan petir itu, Jaring Bintang Penelan Langit miliknya sedang bekerja dengan kapasitas penuh. Setiap pori-pori kulitnya terbuka layaknya mulut naga raksasa yang kelaparan. Ribuan galon Air Petir Cair yang dikumpulkan alam selama ribuan tahun, disedot masuk ke dalam tubuh Lin Chen dengan kecepatan mengerikan!

​"Hancurkan sisa-sisa kotorannya, Muridku! Padatkan ke pusat pusarmu!" raung Guru Lin Tian penuh semangat.

​Di dalam Dantian palsu Lin Chen, Embrio Inti Bintang yang tadinya sebesar kelereng, kini berputar gila-gilaan, menelan semua energi cairan petir itu. Perlahan namun pasti, ukurannya menyusut, namun kepadatannya meningkat jutaan kali lipat. Warnanya berubah dari ungu terang menjadi perak kelam keunguan yang memancarkan kilatan kosmis.

​BZZZTT... BUM!

​Sebuah letupan energi teredam terdengar dari dalam tubuh Lin Chen.

​Inti Bintang Petir telah terbentuk sempurna!

​Kini, bukan hanya fisik Lin Chen yang setara dengan Jiwa Baru Lahir, tapi kapasitas energinya juga setara dengan tahap tersebut. Ledakan kekuatan yang baru ia dapatkan ini membuat darahnya mendidih.

​Menyadari dirinya diabaikan, wajah Li Jian memerah karena marah. "Keparat! Kau berani meremehkanku?! Kakak Pertama, Kakak Kedua, Kakak Ketiga! Serang dia bersama-sama! Bunuh pelayan itu dan ambil pusakanya!"

​Tiga pemuda di tahap Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir itu langsung melesat maju ke tepi kolam. Mereka serempak mengeluarkan pedang spiritual mereka yang memancarkan badai petir menyilaukan.

​Jurus Kombinasi Guntur: Penjara Tiga Petir Pembelah Jiwa!

​JDAAARRR!

​Tiga pilar petir raksasa setebal batang pohon melesat dari pedang mereka, bergabung menjadi sebuah jaring petir mematikan yang menghantam langsung ke arah kepala Lin Chen di tengah kolam. Serangan gabungan ini bahkan bisa membunuh kultivator Jiwa Baru Lahir awal dalam sekejap!

​"Mati kau, Sampah!" teriak ketiga pemuda itu kegirangan.

​Namun, Lin Chen perlahan membuka matanya. Tidak ada kepanikan, hanya ada kebosanan yang mendalam.

​"Kalian sungguh... sangat berisik," gumam Lin Chen.

​Lin Chen mengangkat tangan kanannya perlahan dari dalam air. Ia tidak merapalkan segel, tidak mencabut pedang. Ia hanya membuka telapak tangannya menghadap jaring petir mematikan yang sedang meluncur ke arahnya.

​Begitu serangan gabungan terkuat dari tiga jenius Sekte Guntur Surgawi itu menyentuh telapak tangan Lin Chen... serangan itu lenyap.

​Tidak ada ledakan. Tidak ada asap. Jaring petir raksasa itu seolah tertelan ke dalam lubang hitam di telapak tangan Lin Chen tanpa sisa sedikipun!

​"A-Apa yang terjadi?!" Ketiga pemuda itu membelalakkan mata, langkah mereka terhenti mendadak. Pedang mereka bergetar. Kemana perginya serangan mematikan mereka?!

​Lin Chen perlahan bangkit berdiri dari dalam kolam.

​Saat ia berdiri, Li Jian dan seluruh murid sekte itu menyadari sesuatu yang membuat jiwa mereka hampir terbang dari tubuhnya. Permukaan Kolam Petir Cair yang tadinya selebar seratus meter... kini telah menyusut drastis. Cairan petir yang dikumpulkan alam selama ribuan tahun itu, kini telah habis disedot oleh tubuh pemuda itu hingga tersisa genangan dangkal sebatas mata kaki!

​"D-Dia... dia meminum seluruh kolam petirnya..." Li Jian jatuh terduduk, kakinya basah karena ia tanpa sadar mengompol di celana saking takutnya. "I-Itu bukan manusia... Itu Iblis.

​Lin Chen melangkah keluar dari genangan dangkal itu. Setiap kali kakinya menginjak tanah karang, kilatan petir kosmis perak keunguan menyambar-nyambar di bawah telapak kakinya, membuat udara di sekitarnya melengkung karena panas yang luar biasa.

​"Kalian menyebut kilatan api kecil tadi sebagai petir?" Lin Chen menatap ketiga pemuda Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir itu dengan tatapan mengasihani. "Biar kutunjukkan, seperti apa petir yang sebenarnya."

​Lin Chen mengangkat satu jarinya.

​Teknik Kekosongan: Jari Bintang Jatuh.

​ZRRRAAASSH!

​Sinar petir sekecil jarum melesat dari ujung jari Lin Chen. Namun, sinar itu tidak berwarna ungu terang seperti petir biasa, melainkan berwarna perak absolut yang seolah menyerap semua cahaya di sekitarnya. Kecepatannya jauh melampaui kemampuan mata manusia untuk menangkapnya.

​Pfft! Pfft! Pfft!

​Tiga suara halus terdengar beruntun.

​Ketiga pemuda tangguh di tahap Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir itu mendadak kaku. Angin berhembus pelan. Tiba-tiba, tubuh ketiga pemuda itu berubah menjadi abu halus berwarna kelabu, terbang tertiup angin membelah Hutan Kematian. Tidak ada jeritan, tidak ada darah. Mereka dihapus dari eksistensi dunia ini dalam hitungan detik!

​Melihat tiga Kakak Seperguruan terkuatnya musnah seperti debu yang ditiup, sisa murid Sekte Guntur Surgawi menjerit histeris. Mereka membuang senjata mereka dan lari terbirit-birit ke segala arah, tak mempedulikan apa-apa lagi.

​Hanya Li Jian yang tersisa, jatuh bersujud di tanah, dahinya dibenturkan ke batu karang berkali-kali hingga berdarah.

​"T-Tuan Iblis! Ampun! Mata anjing saya ini buta tidak bisa mengenali Gunung Tai! Tolong jangan bunuh saya! Saya adalah putra semata wayang dari Tetua Kedua Sekte Guntur Surgawi! Jika Anda membunuh saya..." Li Jian meratap sejadi-jadinya, kesombongannya sudah hancur lebur tanpa sisa.

​Lin Chen berjalan mendekat, bayangannya menutupi tubuh Li Jian yang gemetar hebat.

​Lin Chen sama sekali tidak tertarik membunuh sampah yang menangis seperti bayi. Matanya tertuju pada jari-jari Li Jian yang dihiasi tiga Cincin Penyimpanan mewah tingkat tinggi.

​"Tadi kau bilang ingin merampas pusakaku, kan?" tanya Lin Chen dengan suara datar yang menusuk tulang.

​"T-TIDAK! SAYA BERCANDA! SAYA TIDAK BERANI!" teriak Li Jian. Ia sangat pintar membaca situasi. Tanpa menunggu perintah lebih lanjut, Li Jian buru-buru melepas ketiga Cincin Penyimpanan itu dari jarinya dan mengangkatnya tinggi-tinggi dengan kedua tangan yang bergetar.

​"Ini! Tolong ambil semuanya, Tuan Iblis! Di dalamnya ada lima ratus ribu batu roh tingkat menengah, puluhan pil penyembuh tingkat empat, dan peta lengkap Benua Tengah! Tolong anggap ini sebagai biaya tutup mulut karena sudah mengotori mata Tuan!"

​Lin Chen mengambil ketiga cincin itu dengan santai. Ia melempar dua di antaranya ke arah Su Yue yang sedang berdiri kaku di kejauhan, dan menyimpan satu di sakunya.

​"Biaya tutup mulut yang lumayan," kata Lin Chen.

​Kemudian, tanpa peringatan, Lin Chen menendang dada Li Jian dengan sedikit tenaga.

​BAM!

​Li Jian menjerit keras saat tubuhnya terpental puluhan meter ke belakang, tulang rusuknya patah beberapa buah. Dantian pemuda itu juga retak parah, membuatnya kehilangan setengah kultivasinya.

​"Kembalilah ke Sekte Guntur Surgawimu itu," ucap Lin Chen sambil mengenakan kembali jubah hitam luarnya yang bersih. "Katakan pada ayahmu, jika dia keberatan putranya kupukuli, suruh dia datang mencariku di Ibukota Benua Tengah. Namaku Lin Chen."

​Meninggalkan Li Jian yang pingsan karena kesakitan, Lin Chen berjalan santai menghampiri Su Yue yang masih terbengong menatap Cincin Penyimpanan di tangannya. Kekayaan di dalam cincin itu lebih besar dari seluruh anggaran tahunan Sekte Pedang Awan!

​"Ayo, Kakak Senior," Lin Chen tersenyum tipis. "Perutku sudah kenyang. Kita bisa keluar dari hutan ini sekarang."

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!