NovelToon NovelToon
Hasrat Sang Nona Janet

Hasrat Sang Nona Janet

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Action
Popularitas:918
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN AKAN TERJADI

*****

*****

*****

saat ini menjalani kehidupan seperti biasa, sebuah kehidupan yang meliputi kesadaran penuh, rumah yang katanya rasa sayang dan cinta kini sudah tidak lagi di rumah ini. Sebagai anak perempuan satu-satunya di keluarga nya, hanya berharap kecurigaan yang selama ini tidak terjadi nyata, ana. Hanya merenung duduk di sofa depan meja melamun memikirkan tentang ayahnya.

Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu, masalah tragedi pada Janet membuat ana kepikiran, dirinya tidak siap menghadapi nya. Ana memang mencemaskan banyak hal sebagai anak perempuan satu-satunya, ia cukup khawatir kalau ayahnya terlibat masalah keluarga Virgina. Sebenarnya ana telah berencana tentang bagaimana dirinya akan menangani kemungkinan - kemungkinan itu. Terkadang ana overthinking terlalu dalam, sampai tanpa sadar dirinya lupa masalah sendiri.

Ana melirik ke arah lain bangkit melangkah jalan pergi dengan renungan hatinya yang patah.

Di luar rumah ana melangkah jalan menghampiri mobilnya sambil main ponsel, lalu masuk kedalam mobil kemudian gas jalan pergi meninggalkan rumah yang besar itu.

Di dalam mobil yang sedang menyetir kan mobilnya, ana berfokus pada jalanan di depan nya, melihat setiap jalan yang ia lewati sambil menyetir mobil.

Sebuah gedung kantor___

mobil ana membelok masuk di area parkir mobil, berlahan memarkir mobil dengan aman. Pintu mobil ia buka lalu keluar dari dalam mobil sambil menutup pintu mobilnya, dirinya melangkah jalan masuk kedalam gedung kantor.

"Selamat pagi!! ". sapa karyawan wanita nya dengan senyum ramah pada ana yang melangkah masuk.

" Pagi juga! ". balas tersenyum sambil melangkah jalan melewati nya.

Ana berjalan di lorong kantor melewati setiap ruang kantor

Tap

Tap

Tap

berjalan dengan angguh dan tenang adalah sebuah reklasi yang baik untuk nya untuk bisa tetap jalan maju kedepan. saat hendak langkah belok, ana melihat ayahnya sedang bersama seseorang langkah pun terhenti memperhatikan ayahnya di sana.

"ayah!!? ". Gumam ana terheran-heran.

Langkah kaki pelan mendekat pada ayahnya yang di sana lagi bicara dengan seseorang.

"Ayah!! ". Sahut ana pada ayahnya yang sedang bicara sama seseorang di depan nya.

Mereka berdua pun menoleh pada ana, seketika mereka berdua terkejut kedatangan ana, kini mereka berdua berubah menjadi tegang dan bergelagapan aneh.

" Aaanna!! ". Balas ayahnya dengan ekpresi wajah bingung.

" kenapa ekpresi wajah ayah seperti itu?? seperti kepergok maling saja!! ". Ucap ana dengan raut wajah tenang namun memperhatikan

" tidak, ayah. hanya kaget!! ". Jawabnya gugup

" kaget!?? kenapa seperti itu??, memang nya aku melakukan apa??, hanya memanggil! bukan mempergok orang yang lagi maling! ". Ujar ana terheran-heran pada ayahnya

" maaf Pak saya pegi dulu!! ". Minta pria itu untuk pamit pergi.

ayahnya ana pun mengangguk kepala, pria itu pun melangkah jalan pergi meninggalkan mereka berdua

ana yang melihat itu semakin curiga ada sesuatu yang tidak beres

" Siapa dia? ". tanya ana dengan wajah tegas

" dia hanya karyawan biasa! ". jawabnya melirik ke arah lain dengan gugup

" oh..! setelah ini ayah mau kemana? ". tanya ana

" ke ruang kantor, kalau gitu ayah pergi ke kantor iya!! ". Ucap pamit pada anak nya yang hanya memandang nya dengan tajam

ana hanya terdiam memperhatikan ayahnya yang melangkah pergi meninggalkan dirinya.

*****

Di ruang kantor terlihat ayahnya ana terheran-heran dengan anaknya sendiri yaitu ana, entah mengapa dirinya mulai curiga.

"ana apa dia tahu sesuatu, entah kenapa dia begitu waspada! ". Gumam ayahnya ana, ia pun duduk di kursi depan meja kerja nya.

ayahnya ana menghela nafas panjang berfikir sejenak

" apa pun itu, aku harus hati-hati terutama pada ana!! hari ini harus berhasil, Janet Harus secepatnya di beres kan! ". Ucap ayahnya ana dengan nada kesel

\*\*\*\*

sekarang Janet akan lebih memahami kesan kejam yang di tunjukkan nya. setelah kejadian beberapa hari yang lalu itu, dirinya akan memiliki pendirian dan ketegasan yang mungkin akan terjadi kembali. dengan cerita yang berbeda pasti nya. Ketika dirinya di culik dan di sekap oleh anak buah nya Aska hidup Janet di penuhi bayang-bayangan menakutkan setiap hari nya.

Saat ini Janet sedang meeting di kantor nya dengan meja memanjang di depan nya itu. semua karyawan mendengar kan perkataan Janet dengan baik dan pahami, tampaknya Janet sudah mulai jauh lebih baik terlihat lebih tegas dan dingin.

Setiap selesai meeting beberapa jam kini dirinya keluar dari ruang meeting sambil main ponsel, lalu melangkah jalan di lorong lobby.

Sekilas melihat Leon yang sedang berdiri di depan pintu kantor nya.

"Leon!!". Panggil Janet melangkah mendekat pada Leon.

Leon pun menoleh

" Bisakah kamu, antar kan saya, kesuatu tempat! ". Minta Janet dengan raut wajah tegas

" tentu bisa nona Janet ". jawab Leon tenang.

"bagus, ayo!! kita pergi sekarang! ". Minta Janet bergegas jalan pergi di ikuti Leon di belakang nya.

Cuaca panas triknya matahari di atas kepala tidak membuat Janet mengeluh, saat ini dirinya berada di sebuah pantai Laut di iringi riuh nya ombak angin yang kencang, di samping dirinya sudah ada Leon menemani dirinya untuk menikmati keindahan pantai Laut.

"mau tahu Leon!! Ayahku pernah berkata padaku, Laut itu tenang air itu tenang, sama kayak hati manusia harus tetap tenang walaupun angin topan mencoba menguncang keras terombang ambing". Ujar Janet senyum memandangi pantai Laut

" iya.. begitu lah hati manusia". jawab Leon tersenyum

Akhirnya kini mereka berdua berjalan-jalan di pesisir pantai sambil menikmati alam pantai Laut di sertai angin lembut yang sejukan hati Janet.

Kedua tangan Janet kebelakang melangkah jalan melihat sekeliling tempat pantai di sore hari yang berwarna jingga.

Kedua tangan Leon sudah berada di dalam saku celana hanya memperhatikan Janet di belakang punggung mengikuti setiap langkahnya.

Janet melangkah jalan di pesisir pantai dengan menikmati suasana yang indah berwarna jingga.

Janet berhenti melangkah berbalik ke arah Laut itu sambil menikmati matahari yang akan tengelam. Hati Janet mulai gelisah ia tahu akan terjadi sesuatu nanti.

Janet menghela nafas panjang sambil pejamkan mata menikmati hirup nya setiap nafas yang ia hirup

Hari ini adalah hal yang paling indah dan tenang, mungkin besok atau nanti sesuatu pasti harus lebih baik dari hari-hari sebelum nya.

"ayah. tolong lindungi aku". Suara hati Janet, sambil tersenyum pada sebuah pantai yang ia pandangi. terlihat matahari berwarna jingga berlahan turun tengelam.

Tidak lama kemudian sampai di sebuah hotel, Janet berniat bermalam di hotel ingin menenangkan hati dan pikiran nya.

"maaf nona Janet, saya tidur di mana! ". tanya Leon

" kamu tidur di sofa itu, saya di kamar, ok! ". Jawab Janet pada Leon. Leon pun mengangguk kepala.

" saya mau mandi dulu" Ucap Janet pamit melangkah jalan melewati Leon yang hanya berdiri terdiam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!