NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

baba 28

Leon dan rombongan sudah sampai di bandara internasional changi Singapura, pesawat mendarat dengan mulus. Rania dan Naila serta bu Arini bersiap siap untuk turun. Sementara Leon mengawal Zidan yang di bawa memakai brangkar. Di bandara sudah ada ambulans dan mobil jemputan yang akan membawa mereka semua rumah sakit Mount Elizabeth, setelah sampai di sana Zidan segera di tangani oleh dokter spesialis onkologi.

Setelah melewati serangkaian tes, akhirnya Zidan di tempatkan di ruang rawat inap VVIP..

Ruangan nya sangat mewah dengan fasilitas bintang lima, untuk menu jang kenyamanan pasien dan juga yang menunggu pasien. Leon ingin yang terbaik untuk putranya.

Disediakan juga bed tambahan khusus untuk penunggu pasien jika merasa lelah. Setelah di pastikan kenyamanan nya, Leon meminta anak buahnya yang ada di Singapura mengantarkan Rania dan Naila serta ibunya ke apartemen milik Leon yang letaknya tepat di jantung kota, sehingga tahun tak jauh dari rumah sakit, dan memudahkan untuk bepergian ke mana pun.

"Papah nggak ikut ila ke apartemen? " tanya Naila dengan manja.

"Papah harus menunggu kakakmu dulu, nanti papah bisa gantian jaganya dengan mamah atau nenek Arini." jelas Leon.

"Yaaa, ga seru dong." bibir Naila manyun.

"Nanti kalau kakak sudah menjalani operasi sum sum tulang belakang dan keadaan nya sudah lebih baik, nanti papah ajak ila jalan jalan ok. "

"Ok, janji. "

"Janji."

Leon dan Naila menyatukan jari kelingking mereka, seolah mengikat janji. Leon mencium pipi gembil Naila, kemudian keduanya berpisah di lobby rumah sakit.

"Jaga diri baik baik nak Leon. " ucao bu Arini.

"Baik bu. "

"Saya pamit dulu tuan, kalau ada apa apa cepat hubungi saya. " Ucao Rania sambil menunduk.

"Baiklah, kamu jangan khawatir, Zidan pasti sehat dan sembuh seperti sedia kala. Kamu sendiri yang bilang kalau Zidan anak yang kuat. "

"IYA, Zidan memang anak yang kuat. " Mata Rania berkaca kaca membayangkan anak lelakinya sedang terbaring tidak berdaya.

"Semua akan baik baik saja, jaga Naila agar tetap bahagia. Jangan sampai moodnya rusak gara gara melihat mamahnya menangis. " ujar Leon.

Setelah itu ketiganya masuk kedalam mobil yang sudah di sediakan oleh Leon yang di bawa oleh anak buah nya.

Mobil melaju di tengah kemacetan kota. Kurang dari setengah jam, akhirnya mereka sampai di apartemen Leon, gedung apartemen yang megah dan mewah berada di pusat kota Singapura. Di antar anak buahnya Leon, Rania dan Naila juga bu Arini masuk ke dalam lift naik ke lantai tiga puluh.

"Silakan nyonya, ini apartemen milik tuan Leon, semua fasilitas nya ada semua di dalam, lemari es sudah saya isi penuh jika anda ingin memasak ada banyak sayuran dan juga daging, serta susu. Dan juga camilan untuk putri tuan Leon. " ujar Antonio saat mereka sudah sampai di unit milik Leon.

"Terima kasih sudah mengantarkan kami sampai apartemen ini. " ujar Rania.

"Jangan sungkan nona, jika ada sesuatu yang di butuhkan silakan anda menghubungi saya."

Antonio juga menunjukkan kamat yang bisa di pakai oleh Rania dan bu Arini. Tak lupa memberikan nomor telpon darurat jika diperlukan.

Setelah semuanya selesai, akhirnya Antonio pamit karena ada tugas lain yang di berikan Leon untuknya. Setelah Antonio pergi, Rania dan bu Arini masuk ke dalam kamar masing masing untuk mengistirahatkan tubuh nya. Naila juga terlihat sudah mengantuk mungkin karena lelah setelah perjalanan udara tadi.

"Mah, ila mau makan dulu perut ila laper. ' rengek Naila.

" Ya sudah, sekarang bersihkan badannya dulu, setelah selesai mamah akan masak makanannya. " perintah Rania.

"Iya mah. " Naila berlari ke kamar mandi untuk mandi sendiri karena memang sudah terbiasa mandiri.

Rania dan Naila sudah selesai mandi keduanya keluar dari kamar untuk makan malam, bu Arini pun ternyata sudah berada di dapur sedangkan memasak untuk makan malam.

"Loh ibu, Ran kira masih ada di kamar. "

"Tadi selesai mandi, perut ibu bunyi, dan ibu yakin kalau Naila dan kamu juga pasti merasa lapar, makanya ibu berinisiatif untuk masak saja. " panjang kali lebar bu Arini menjelaskan.

"Ya sudah sini Ran bantu biar cepat selesai. Kasian cucu ibu sudah lapar. " Rani terkekeh melihat Naila yang lagi manyun karena perutnya lapar.

Sepuluh menit kemudian makanan sudah terhidang di atas meja, Naila segera makan dengan lahap apalagi mamahnya memasak makanan kesukaan nya.

"Mamah, papah sama Idan sudah makan belum ya, kasian di rumah sakit cuma berdua." Naila teringat b dengan kakak dan papah nya.

"Nanti setelah makan, mamah akan tanya papah sudah makan atau belum. " jawab Rania agar anaknya puas jika sudah di jawab.

Naila tertawa kecil dengan pipi yang menggembung penuh dengan makanan. Setelah selesai makan, Naila duduk di sofa sambil nonton film kartun sambil makan camilan yang sudah di sediakan. Karena baru saja makan tidak boleh langsung tidur.

"Sayang kalau sudah ngantuk langsung tidur ya, mau sama mamah atau sama nenek tidurnya? "

"Sama nenek saja. "

"Ya sudah kalau begitu mamah mau telpon papah dulu ya. "

"Iya mamah. ' Naila mengangguk sambil tangannya menyuapkan makanan kedakan mulut kecilnya.

" Bu Naila mau tidur sama ibu nanti kalau sudah mengantuk ibu ajak tidur saja, Ran mau telpon Leon mau tanya kondisi Zidan dan mau sekalian mau tanya sudah makan atau belum. "

'Iya Ran, buar Naila sama ibu saja. "

Bu Arini memberikan kesempatan pada anaknya untuk menelpon Leon, siapa tahu dengan saling telon dan sering berkomunikasi membuat hubungan mereka menjadi lebih baik lagi.

Setelah berbicara dengan ibunya Rania segera masuk ke dalam kamarnya, kemudian mengambil ponselnya di atas nakas, mencari nomer kontak Leon kemudai segera menghubungi Leon untuk bertanya kabar Zidan.

Beberapa kali panggilan tidak tersambung, setelah di coba lagi akhirnya telpon tersambung.

"Halo tuan. "

"Ya halo, kenapa? "

"Bagaimana kondisi Zidan, sudah makan belum? " tanya Rania dengan gugup.

"Zidan tadi bangun sebentar untuk makan malam sekarang tidur lagi. "

"Apa tuan juga sudah makan? "

"Saya sudah makan tadi pesan ke ka tin yang ada di rumah sakit. "

"Kapan operasi sum sum tukang belakang dilaksanakan? "

"Dokter bilang lusa di laksanakan nya. "

"Besok saya yang akan jaga Zidan, tuan bisa istirahat di apartemen, jangan sampai tuan sakit karena harus menjaga Zidan. "

"Baiklah kalau kamu ingin nya seperti itu, buar nanti anak buah saya yang akan menjemput kamu ke apartemen. "

"Baik tuan. "

"Rania, bisakah kamu tidak memanggil ku dengan panggilan tuan. Saya bukan majikan kamu. "

"Saya saya harus panggil tuan apa? " tanya Rania.

"Terserah apa saja, yang penting jangan tuan."

"Ba baiklah mm mas. "

"Nah Gitu. Rania setelah Zidan sehat, saya ingin mengajak kamu makan malam. Saya mohon kamu jangan menolak. "

"Ta tapi mas. "

"Tidak ada tapi tapian, saya ingin menebus kesalahan saya di masa lalu. Jadi jangan ada tapi tapian. Ok. " Leon memaksa.

Telpon pun ditutup sepihak, Rania hanya terdiam mendengar Leon akan mengajaknya makan malam berdua.

"Ya Tuhan, apa saya sanggup menerima Leon demi anak anak.? " tanya pada diri sendiri.

Tanpa sadar, air mata mengalir di matanya, mungkin karena lelah akhirnya Rania tidur dalam keadaan duduk di pinggir tempat tidur.

...****************...

1
Seishiro Nagi
seru
tia
lanjut thor
tia
dobel up thor
tia
dobel update thor
Nadia salma: Besok othor usahakan double up
total 1 replies
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!