NovelToon NovelToon
Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:439
Nilai: 5
Nama Author: Agnura

karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KERAGUAN YANG TUMBUH

Sepanjang perjalanan pulang, suasana di dalam mobil terasa sangat canggung dan hening. Sera berkali-kali mencoba memulai pembicaraan, mencoba mencairkan suasana, tapi Ken hanya menjawab dengan kata-kata singkat dan datar.

Pikirannya kacau. Gambar kalung giok putih itu terus berputar di kepalanya. Begitu juga dengan wajah wanita pemilik toko kue itu—Key. Ada sesuatu pada tatapan mata wanita itu yang tak bisa ia jelaskan. Tatapan yang penuh kesedihan mendalam, tatapan yang seakan sangat mengenalnya, tapi juga sangat takut untuk didekati.

“Ser,” tanya Ken tiba-tiba, memecah keheningan.

“Iya, Kak?” Sera tersentak, tangannya memegang setir sedikit kaku.

“Kakak Key… kamu kenal dia kan?”

Sera menelan ludah. “Iya… dia itu… kakak aku. Orangnya Jahat sama aku, dia cuekin aku ka.

“Temen?” Ken mengerutkan kening. “Tapi kenapa tadi aku ngerasa… ada jarak yang aneh di antara kalian? Dan kenapa pas aku bilang soal kalung itu, kamu jadi panik banget?”

“Ah, Kak Ken ini mah! Aku panik karena khawatir sama kondisi Kakak aja! Kamu kan baru sembuh, jangan banyak mikir aneh-aneh!” sergah Sera cepat, berusaha mengalihkan topik. “Lagipula, kan aku yang menyelamatkan Kakak waktu itu. Aku yang tarik kamu keluar, aku yang bawa ke rumah sakit. Kenapa sih sekarang jadi ngebahas kalung dan orang lain terus?”

Ken menoleh ke arah jendela. Air hujan mengalir turun membelah kaca. Kata-kata Sera logis, sangat masuk akal. Tapi mengapa hati kecilnya terus berteriak bahwa ada yang salah?

Ingatannya memang hilang, tapi perasaannya tidak.

Malam itu di rumah, Ken tak bisa tidur. Ia duduk di tepi ranjang, menatap gelapnya malam. Di benaknya, ia membandingkan dua sosok wanita.

Sera, yang ceria, perhatian, dan selalu ada di sisinya sekarang. Dia yang memberinya tempat tinggal, memberinya makan, merawatnya. Secara logika, Sera adalah pahlawannya.

Tapi… Key. Wanita dengan mata teduh dan kalung giok itu. Setiap kali ia membayangkan wajahnya, dada Ken terasa sesak. Ada rasa bersalah yang besar, seolah ia telah meninggalkan seseorang yang sangat berharga di tengah hujan deras.

“Kalung itu…” Ken memejamkan mata. “Aku yakin itu bukan kebetulan.”

Ia teringat kembali saat-saat kritis di dalam mobil yang hancur. Saat kesadarannya hampir hilang, ada tangan yang memegang tangannya dengan erat. Ada suara yang berbisik, “Tahan ya… jangan menyerah…”. Suara itu lembut, penuh kasih sayang. Dan di hadapannya, yang terakhir ia lihat sebelum gelap, adalah kilatan cahaya putih itu.

Hari-hari berikutnya terasa berat bagi Key. Ia berusaha sekuat tenaga untuk bersikap biasa saja di depan karyawan dan pelanggan. Ia tersenyum, melayani pembeli, mengaduk adonan, dan menghias kue dengan indah.

Tapi siapa yang tahu? Di balik senyum manis itu, ada hati yang sedang menangis.

Setiap kali mendengar suara kendaraan berhenti di depan, jantungnya berdegup kencang, berharap itu adalah Ken. Berharap pria itu datang dan berkata bahwa dia tahu segalanya. Namun harapan itu selalu pupus saat yang datang hanyalah kurir atau pelanggan biasa.

Key tahu Sera sengaja menjauhkannya dari Ken. Sera tahu kalau Key berbicara, semua kebohongan akan runtuh.

Suatu sore, saat toko sedang sepi, Key duduk sendirian di sudut ruangan. Ia memegang kalung giok di lehernya, mengusap batu itu perlahan.

“Ibu… apa yang harus Kakak lakukan?” bisiknya pada peninggalan ibunya itu. “Kalau Kakak buka mulut sekarang, Sera bakal hancur. Dia adik Kakak. Tapi kalau Kakak diam… Kakak yang mati rasa pelan-pelan.”

Air mata akhirnya jatuh, menetes ke atas meja kayu.

“Padahal Kakak yang tarik dia keluar dari mobil yang hancur…” suaranya pecah. “Kakak yang basah kuyup kedinginan. Kakak yang donor darah sampai pingsan. Tapi kenapa pahlawannya jadi Sera? Kenapa dia yang dapat senyumnya, dia yang dapat perhatiannya…”

1
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu, Semangat Ya Berkarya.
😉🤍
Agnura Lestari 🍑
siap say otw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!