NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Dari Sekte Yanguo

Lin Feng mengangguk setuju.

"Itu kemungkinan yang paling masuk akal. Tapi jika kau merasakan sesuatu yang aneh, langsung beri tahu Ayah Mertuamu. Atau datang ke Kota Bilou, temui Ayah."

Lin Han mengangguk. "Baik, Ayah. Akan kulakukan."

"Bagus." Jawab Lin Feng.

Obrolan pun terus berlangsung. Topik berganti dari sumbatan Lin Han ke hal hal kekeluargaan. Ji Lianyue beberapa kali menanyakan tentang rencana mereka memiliki anak. Kapan mereka akan memberikan cucu. Bagaimana mereka membayangkan masa depan keluarga kecil mereka. Liu Mei hanya bisa menjawab seadanya, wajahnya terus memerah setiap kali topik itu muncul. Lin Han hanya diam mendengarkan, sesekali mengangguk.

Setelah tengah malam, Lin Feng dan Ji Lianyue akhirnya berpamitan. Mereka keluar dari kamar dan menuju kamar tamu yang sudah disiapkan oleh Klan Liu.

Lin Han menutup pintu dan menguncinya. Ia dan Liu Mei kemudian duduk bersila di ranjang, mengambil jatah batu roh yang diberikan klan di lemari, lalu keduanya mulai bermeditasi. Qi dari batu roh mengalir ke dalam tubuh mereka, memulihkan energi yang terkuras habis.

Waktu berlalu.

Keesokan harinya, Lin Han dan Liu Mei keluar dari kamar. Udara pagi terasa segar, berbeda dengan semalam yang penuh bau darah dan kematian. Mereka berjalan menyusuri lorong menuju halaman utama.

Liu Jia muncul dari arah berlawanan dan langsung menghampiri mereka dengan langkah ringan.

"Kakak Ipar, Kakak Mei, selamat pagi!"

Lin Han dan Liu Mei tersenyum tipis. "Selamat pagi juga, Adik Ipar." Jawab Lin Han.

Liu Mei melihat ke sekelilingnya. Halaman klan terasa sangat sepi. Tidak ada para tetua yang biasanya duduk di paviliun, tidak ada pelayan yang lalu lalang. Hanya beberapa orang yang terlihat di kejauhan.

"Kenapa sangat sepi? Ke mana semua orang?"

Liu Jia menjawab dengan mata berbinar.

"Oh, semua orang berkumpul di pusat kota. Karena orang orang dari Sekte Yanguo datang pagi ini."

Liu Mei mengernyitkan dahinya.

"Mereka sudah tiba? Berarti retakan dimensi di Gunung Jati akan segera ditangani."

Liu Jia mengangguk pelan. "Tentu saja. Katanya murid terkuat Sekte Yanguo datang secara langsung. Kultivasinya kalau tidak salah Core Formation Awal. Namanya Sima Yanzhen. Tampan dan sangat baik hati."

Lin Han hanya tersenyum mendengar deskripsi adik iparnya itu. Ia tidak terlalu tertarik.

Liu Mei berbicara. "Kalau begitu, kita sudah aman."

Liu Jia mengangguk. "Tentu saja."

Lalu pintu besar Klan Liu terbuka lebar. Liu Bei dan Lin Feng masuk lebih dulu, diikuti oleh Ji Lianyue dan beberapa tetua. Di tengah tengah mereka berjalan seorang pria muda.

Pria itu mengenakan jubah putih bersih dengan sulaman awan perak di bagian dada, lambang Sekte Yanguo. Rambutnya hitam panjang diikat ke belakang dengan pita biru. Wajahnya tampan dengan rahang yang tegas dan mata yang tajam. Ketenangan dan kewibawaan terpancar dari setiap langkahnya.

Sima Yanzhen. Core Formation Tahap Awal.

Sima Yanzhen menyapu pandangannya ke seluruh halaman. Matanya bergerak dari satu orang ke orang lain, menilai, mengkalkulasi. Lalu matanya berhenti pada Liu Mei.

Ia tertegun.

Wanita itu. Rambutnya yang hitam tergerai di bahu. Wajahnya yang dingin tapi cantik luar biasa. Matanya yang dalam dan kosong, seperti menyimpan banyak rahasia. Proporsi tubuhnya sempurna di balik jubah biru mudanya.

"Wanita ini... sangat cantik." Pikir Sima Yanzhen dalam hati.

Ia memaksakan diri untuk tetap berjalan, tidak ingin menunjukkan keterkejutannya. Tapi matanya beberapa kali melirik ke arah Liu Mei.

Liu Bei berhenti di tengah halaman dan mulai memanggil satu per satu.

"Liu Mei, Liu Jia, Lin Han, kemarilah."

Ketiganya mendekat. Liu Bei kemudian memperkenalkan mereka satu per satu kepada Sima Yanzhen.

"Tuan muda, ini putriku, Liu Mei. Ini keponakan ku, Liu Jia. Dan ini menantuku, Lin Han, suami dari Liu Mei."

Sima Yanzhen mendengar kata "suami" dan sesuatu di dadanya terasa sakit. Ia menatap Lin Han sekilas. Pria muda dengan wajah biasa saja menurutnya, tidak ada yang istimewa dari apa yang dia lihat. Kultivasinya hanya Foundation Establishment Menengah. Sampah.

"Tidak. Sayang sekali wanita seperti dia harus menikahi pria kampungan seperti ini." Pikir Sima Yanzhen. "Wanita ini harus menjadi milikku, tidak peduli siapapun lawannya."

Ia memasang senyum ramah di wajahnya.

"Senang berkenalan dengan kalian semua."

Ketiganya membalas dengan senyuman.

Kemudian mereka semua masuk ke aula utama Klan Liu. Para pelayan sudah menyiapkan jamuan. Teh hangat, aneka kue, dan buah buahan segar tersaji di atas meja panjang. Semua orang duduk di tempat masing masing. Sima Yanzhen duduk di kursi kehormatan, diapit oleh Liu Bei dan Lin Feng. Liu Mei dan Lin Han duduk berdampingan, dan berhadapan dengannya di sisi lain meja.

Perbincangan basa basi pun dimulai. Sima Yanzhen berbicara tentang Sekte Yanguo, tentang Kota Donglin, tentang kekuatan sektenya yang memiliki beberapa praktisi Core Formation. Suaranya tenang dan berwibawa, membuat para tetua Klan Liu dan Klan Lin terkesan.

Tapi matanya terus melirik ke arah Liu Mei.

Liu Mei duduk dengan tenang di samping suaminya. Tangannya memegang cangkir teh, tapi ia tidak minum. Matanya menatap lurus ke depan, tidak fokus pada apapun. Ia bisa merasakan tatapan Sima Yanzhen, tapi ia memilih untuk mengabaikannya.

Lin Han juga merasakannya. Tatapan pria itu ke istrinya bukan tatapan biasa. Ada sesuatu di sana, tapi ia tetap diam.

Sima Yanzhen akhirnya tidak bisa menahan diri lebih lama. Ia meletakkan cangkir tehnya dan menatap langsung ke arah Liu Bei.

"Patriark Liu, izinkan saya mengundang Nona Liu Mei untuk menuangkan teh saya."

Seluruh aula langsung hening.

Liu Bei membeku. Lin Feng menegang. Ji Lianyue dan Hong Jie saling berpandangan. Liu Jia menahan napas. Semua orang merasakan ketegangan yang tiba tiba menyelimuti ruangan.

Meminta istri orang lain untuk menuangkan teh adalah tindakan yang sangat tidak sopan. Itu adalah pekerjaan pelayan, atau paling tidak, sesuatu yang dilakukan seorang istri untuk suaminya sendiri, bukan untuk pria lain. Permintaan ini jelas jelas sebuah penghinaan terselubung terhadap Lin Han.

Sima Yanzhen terkekeh melihat reaksi semua orang.

"Jangan salah sangka. Saya..."

Lin Han mengangkat tangannya, memotong kalimat Sima Yanzhen. Gerakan itu sederhana, tapi tegas.

Semua mata beralih padanya.

Lin Han menatap lurus ke arah Sima Yanzhen. Wajahnya tetap datar, tanpa emosi.

"Tidak ada alasan yang bisa membuat istriku duduk di samping pria lain. Ini bukan kecemburuan, tapi ketegasan saya sebagai suami."

Hening.

Keheningan yang lebih dalam dari sebelumnya.

Sima Yanzhen menatap Lin Han, matanya menyipit. Senyum di wajahnya menghilang, digantikan oleh ekspresi dingin. Seorang kultivator Foundation Establishment Menengah berani memotong ucapannya di depan umum. Berani menolak permintaannya secara langsung dan berani menantangnya.

Tapi ia tidak bisa marah secara terbuka. Tidak di sini dan bukan sekarang. Ia adalah tamu dan perwakilan Sekte Yanguo. Kehilangan kendali di depan orang orang ini akan merusak reputasinya.

Ia memaksakan senyum kembali ke wajahnya.

"Tentu, saya mengerti. Mohon maaf jika ada yang tersinggung."

Lin Han tidak menjawab. Ia hanya menurunkan tangannya dan kembali duduk dengan tenang.

Liu Mei menoleh sedikit ke arah suaminya. Matanya yang biasanya dingin dan hampa, kali ini menunjukkan sesuatu yang berbeda. Pria di sampingnya ini, yang kultivasinya jauh di bawah Sima Yanzhen, tidak takut sedikit pun untuk membela kehormatannya sebagai istri.

Liu Bei segera mengalihkan pembicaraan.

"Ah, Tuan Sima, mari kita lanjutkan pembahasan tentang retakan dimensi. Kami sudah menyiapkan semua informasi yang kami miliki."

Sima Yanzhen mengangguk, tapi matanya masih sesekali melirik ke arah Lin Han dan Liu Mei. Di dalam hatinya, ia berkata pada diri sendiri.

"Pria kampungan ini tidak akan bisa menjadi penghalang. Aku akan mendapatkan wanita itu cepat atau lambat."

1
yos helmi
😍😍😍😍💪💪💪💪💪👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
Sarip Hidayat
waah
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fajar Fathur rizky
thor nanti linhan ketemu liumei pas ranah nascent soul
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
YAKARO: Oke, terimakasih bro🙏
Ini bakal ugal-ugalan sampai 150k kata. NIAT NYA LOH YA. Kadang udah niat, kondisi di rl meleset🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
gw mulai suka sm Mu Wan,... move on dari ayang Minlie 😁
Dragon🐉 gate🐉: gw suka sikap & cara berfikir dia Thor.. dia bijaksana, kl soal kepribadian & karakter gw ttp Love sm ayang Minlie...
awal muncul Mu Wan gw jg gak terlalu suka soalnya dia kyk Jaim, tp ternyata emang bawaannya 😁
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin mcnya mendapatkan teknik klon kaya xuhao thor bikin nanti yang ketemu liumei tubuh klone
Fajar Fathur rizky
thor bikin sifat linhan dingin
YAKARO: Masih lemah kalau terlalu dingin... pembaca benci bro🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!