NovelToon NovelToon
Pergi Dengan 1 Milyar

Pergi Dengan 1 Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil
Popularitas:141.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.

8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Jantung Zea berdebar mendengar suara derap langkah yang semakin dekat. Suara yang berasal dari sol sepatu pantofel yang beradu dengan lantai Ia buru-buru keluar untuk melihat siapa yang datang, meski sudah menduga jika itu Naka.

"Naka," ternyata benar Naka yang datang. Ada perasaan lega akhirnya Naka datang, namun ada rasa takut juga, was-was. Kembali bertemu dengan identitas sebagai Zea, membuatnya canggung. Perpisahan yang tidak secara baik-baik, menyisakan banyak sekali masalah diantara mereka.

Langkah kaki Naka terhenti melihat Zea yang baru keluar dari kamar. Ternyata benar kata Rizal, wanita tampak tak baik-baik saja, selain tubuhnya yang makin kurus, matanya bengkak dan terlihat ada lingkaran hitam disekelilingnya. Ternyata berpisah dengan anaknya, memberi dampak yang luar biasa pada Zea. Secinta itu Zea pada Arka, pada ayahnya Arka, apa juga demikian, terbukti dengan tetap menjanda maksi suaminya itu telah lama tiada. "Apa kabar Ze? Ah, aku harus memanggilmu Ze atau Zara?" tersenyum simpul, memasukkan kedua tangannya ke saku celana.

"Aku tidak butuh basa-basi, dimana anakku, dimana Arka?" Zea maju beberapa langkah ke depan Naka.

"Sabar, tergesa-gesa banget," Naka tersenyum tipis, berjalan ke arah sofa, menjatuhkan bobot tubuhnya disana.

"Naka, aku sedang tidak ingin bercanda, dimana Arka?" nada suara Zea semakin meninggi.

Alih-alih menjawab, Naka malah hanya melemparkan senyum tipis, menyandarkan punggung sambil melipat kedua lengan di dada.

Zea mengusap wajah dengan kedua telapak tangan, mulai frustasi dengan sikap Naka yang terkesan sangat menyepelekan ini semua. Kesabarannya ditantang oleh laki-laki itu. Tenang, dia harus lebih tenang untuk menghadapi Naka. Dulu, ia terbiasa menghadapi ketantruman Arka saat awal kerja, harusnya ia sudah bisa lebih tenang menghadapinya. "Kembalikan anakku."

"Tenang, anakmu baik-baik saja," sahut Naka santai.

"Tenang kata kamu! Kamu sudah memisahkan ibu dari anaknya, dan kamu masih bisa nyuruh aku tenang hah!" Zea mulai tak bisa mengontrol emosi.

"Kenapa Ze, sakit ya?" ejek Naka.

"NAKA!" bentak Zea, nafasnya semakin memburu.

"Sakitkan, kehilangan orang yang dicintai? Itu juga yang aku rasakan, Ze," tersenyum simpul. Ia bangkit dari duduknya, mendekati Zea. "Ini belum ada 8 hari, bayangkan seperti apa aku dulu saat kamu tinggalkan. 8 Tahun. 8 Tahun sudah kamu ninggalin aku, dan saat kita kembali bertemu, kamu malah pura-pura tak mengenaliku. Apa aku memang setidak berarti itu di hidup kamu?"

Zea meremat celananya, menunduk dalam.

"Miris, demi uang 1 milyar, kamu menjual cinta kita." Naka menarik kasar dagu Zea, memaksa wanita itu menatapnya. "Jadi seperti ini wajahmu. Wajah yang dulu begitu ingin aku lihat. Wajah yang harapanku, akan aku lihat pertama kalinya saat mataku kembali bisa melihat. Tapi... " ia terkekeh, melepaskan dagu Zea. "Ah sudahlah, aku saja yang bodoh, bisa-bisanya tertipu dengan mulut manismu. Mulut yang begitu fasih mengucapkan kata cinta, mulut tang setiap kata yang keluar dari sana, membuat hati tenang, mulut yang selalu menjanjikan surga, tapi MEMBERIKAN NERAKA!" tekannya, memajukan wajah hingga hidungnya hampir menyentuh pipi Zea.

Zea gemetar, reflek kedua matanya terpejam.

"Pengkhianat!" ujar Naka dengan suara rendahnya. Dadanya naik turun, dan kedua tanganya terkepal kuat.

"Maaf," mata Zea perlahan terbuka.

"Ha, hahaha," Naka mundur selangkah, tertawa terbahak-bahak. "Maaf. Maaf kamu bilang? Apa kamu fikir, kata maaf bisa menebus rasa sakitku hah?" teriaknya sambil meremat dada. "Setelah kamu menukar cinta kita dengan uang 1 milyar, apa kamu rasa, kata maaf itu cukup?" ia tertawa, menoleh ke arah lain untuk menyeka sudut matanya yang basah. Sejujurnya, sakit sekali membahas soal ini. Lukanya yang sudah kering dan menutup, seperti dipaksa menganga kembali.

"Aku terpaksa melakukannya," gumam Zea sambil menunduk, dadanya terasa sesak jika ingat kejadian 8 tahun yang lalu.

"Terpaksa?" Naka kembali menatap Zea, tersenyum kecut. "Gak usah sok terpaksa, bilang saja realistis. Kalau memang terpaksa meninggalkanku, kamu tidak akan secepat itu menikah dengan orang lain."

Zea terperangah, kaget mendengar jika Naka tahu soal pernikahannya di kampung.

"Kamu menikah, melanjutkan hidup dengan baik, tapi aku?" mata Naka berkaca-kaca. Ia tertawa, menyembunyikan lukanya, tak ingin terlihat rapuh di depan Zea, tak ingin wanita itu menertawakannya.

"Darimana kamu tahu soal itu?"

Naka tersenyum simpul, "Ternyata semua itu benar. Aku terlalu naif, awalnya mengira rekaman suara itu hanya editan. Bodoh, bodoh, bodoh!" memaki diri sendiri.

1
Rahmawati
nah kan kekacauan sudah di mulai, gara gara anggi nih
Rahmawati
bener dugaanku ze🤣🤣🤣
Ari Atik
masalah yg sesungguhnya telah datang.....

siip...
next thor...
olyv
tahan² naka sabar halalin dulu y wkwkwk🤣🤣
olyv
wiiihhh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sugiharti Rusli
apalagi Rizal baru mengabarkan kalo kesepakatan dengan om nya si Anggi dibatalkan tiba", pasti ini juga sudah didengar pak Very sih,,,
Sugiharti Rusli
dan sekarang sepertinya Naka harus menghadapi ayahnya lebih cepat dari perkiraannya sih,,,
Sugiharti Rusli
apalagi kehidupan Naka selama ini kan dia memang dari keluarga kaya sejak kecil, jadi belum pernah merasakan apa yang Arka katakan yang harus makan apa adanya saja yah,,,
Sugiharti Rusli
terkadang memang sangat jomplang yah gap yang terjadi, bagi orang" yang berlebih membeli kopi seharga limapuluh ribuan murah, padahal kalo orang ga punya uang segitu bisa untuk beberapa hari bertahan😔
Sugiharti Rusli
memang yah seorang anak tetap anak yah, apalagi apa yang Arka memang kenyataan hidup mereka selama ini sih,,,
Sugiharti Rusli
semua bisa jadi pelajaran buat rumah tangga mereka nanti, apalagi masih ada tembok tinggi dari pak Very yang sangat menentang hubungan mereka karena status sosial mereka
Sugiharti Rusli
tapi memang betapa Naka memang mencintai Zea dan ga pernah pergi ke lain hati, apalagi dengan penderitaan saat dulu Zea terpaksa menikah dan mengalami kdrt
Sugiharti Rusli
yah bagi kaum mendang-mending seperti yang Zea alami selama ini, membuang makanan adalah perbuatan mubazir dan agama melarang selagi masih bisa dimasak ulang,,,
Sugiharti Rusli
beruntung masih bisa Zea siasati kasih bumbu baru dan alhasil masakannya ga mubazlir yah Zea,,,
Sugiharti Rusli
dan yah sekelas Naka yang selama ini ke dapur aja mungkin jarang, tapi dia effort buat masakin Zea dan Arka memang suatu ketulusan sih, meski rasa dan bentukannya ga banget😁😁😁
Sugiharti Rusli
Naka sejatinya laki" baik dan setia yah dia, hanya kondisi yang membuatnya jadi seperti pendendam pada Zea
Nesya
salting y ze 🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
iya Ze harus ingat kata pak mentri🤣🤣🤣
Nesya
dimaafkan kok 🤣
Patrick Khan
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!