hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. rumah Sun
Aku begitu kaget ketika sampai di rumah semuanya telah berkumpul, walaupun sebenarnya aku tau ini semuanya karna masalahku,
dan yang paling parah mama kini di skor karna ikut campur dalam masalah pribadi di depan publik,
Aku sudah tak tau lagi apa yang membuat si gila li zhan begitu membabi buta,
"setelah malam itu kalian tak pernah bertemu lagi kan" kini kakak pertamaku yang bertanya,
Terlihat jelas wajah mama yang begitu jengkel, papa yang sedang berpikir penyelesaian masalahnya harus seperti apa, kak sagi yang sedang menghubungi pengacara, dan dua iparku yang hanya diam melihat situasinya,
"tidak, nancy dan orang rumah bisa bersaksi untukku" jelas ku "mam,,, maaf aku tak bermaksud membuatmu lebih susah" ujarku mendekati mama,
"itu bukan biang masalahnya, sekarang aku di skor itu tak masalah hitung² istirahat saja, tapi kenapa dia bisa seberani itu" ujar mama,
"aku juga tak paham, sepertinya ada seseorang yang membual agar dia bertingkah gila" pikirku lagi,
"seseorang? Sagi minta pengacara selidiki siapa di balik kehebohan di rumah sakit hari ini" jelas papa dan kak sagi langsung meminta asistan nya untuk segera pergi memberitahu pengacara,
"aku rasa ada campur tangan direktur, tidak sembarang orang bisa berulah sebesar itu di rumah sakit, apalagi sampai mengundang wartawan" pikir saga,
Cukup masuk akan memang kita semua termenung dan sibuk dengan pikiran masing2, hingga saat hari mulai gelap yanqi datang bersama yu jin,
"hallo tante ,,, om,,, saya yu jin kuasa hukum WTM dan saya minta ijin agar kasus ini di bawa ke firma hukum saya saja" ujar yu jin dan yanqi mengangguk ke arahku,
"saya sangat berterimakasih, tapi apakah masalah ini akan membebankan kalian" ujar papah hati² karna mungkin takut akan merusak karir menantu kesayangannya itu,
"sama sekali tidak pah, sarang sudah banyak membantu kita dan dia juga sekarang istriku jadi sudah sepatutnya jadi bagian dari kita" jelas yanqi ,
Aku cukup terharu dengan mulut manis suamiku itu, dia tampak serius berbincang dengan papa dan kedua kakaku,
Mereka akan menangani masalah ini lewat jalur hukum, karna ada unsur mencoreng nama baik dan juga fitnah,
"baiklah untuk sekarang hanya itu saja om,,, selebihnya mungkin akan baik² saja saya harap" ujar yu jin menyalami papa,
Sebenarnya selain idol paling tua di grup yu jin juga punya firma hukum yang cukup terkenal di kalangan pengusaha,
selain itu dia juga mahasiswa lulusan hukum jadi tentu saja dia cukup cakap menjadi konsultan ataupun pengcara seperti ini,
"menginaplah disini" pinta mama pada yanqi dan dengan cepat pria itu langsung setuju,
Selesai mengobrol kita sema makan malam dan kembali ke tempat tidur masing²,
aku agar asing sebenarnya dengan kamar ini, mungkin karna sudah begitu lama tidak tidur di sana,
"kenapa tidak menghubungiku?" ujar yanqi menghampiriku dan menggenggam kedua tanganku,
"aku tak tau harus melakukan apa, lagian aku pikir mungkin kamu akan sibuk seharian dengan pemotretan" jawabku,
Ya mengingat situasi tadi aku tak kepikiran untuk menghubunginya apalagi ini semua mungkin akan membuatnya merugi dengan isu miring,
"aku tidak mau kau terus bersikap seprti itu, aku mohon aku itu suamimu,,, libatkan apapun aku dalam semua masalahmu,,, aku tak akan menyesal bila menanggungnya bersamamu,,,
kau tau sesedih apa aku saat tau berita itu dari teman2ku, aku begitu merasa kau sedikit pun tak mau aku terlibat di kehidupanmu,,," cecarnya dengan wajak srius dan tenang tetapi berhasil membuat air mataku jatuh dengan begitu saja,
Mungkin aku merasa bersalah? Atau mungkin juga aku merasa kesal atas apa yang di lakukan li zhan hari ini,
Dia menarikku kepelukannya dan mendekap kepalaku di dadanya yang bidang,
"maaf,,, " hanya itulah kata yang bisa ku ungkapkan setidanya untuk saat ini.