Seorang anak yatim yang tumbuh tanpa arah…
kembali sebagai sosok yang tak bisa diabaikan.
Bima pemuda sederhana dengan senyum tenang, pulang ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun merantau. Ia hanya ingin hidup damai… membuka tempat latihan, dan menjalani hari seperti orang biasa.
Namun kampung itu… sudah berubah.
Di balik senyapnya desa, kekuasaan gelap mengakar. Orang-orang tak lagi bebas. Ketakutan bersembunyi di setiap sudut.
Dan tanpa ia sadari…
kepulangannya justru mengusik sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.
Diserang tanpa alasan. Diawasi tanpa henti.
Bahkan darahnya sendiri… menginginkan kematiannya.
Tapi mereka melakukan satu kesalahan besar.
Mereka mengira Bima masih belum bangkitkan yang ada dalam dirinya.
Padahal…
di balik sikap polosnya, tersembunyi kekuatan yang besar dalam dirinya yang sedang terkunci.
Saat kegelapan mulai bergerak…
dan para pemburu datang mengincar…
Bima tidak lagi berlari.
Ia berdiri.
Dan untuk pertama kalinya, dunia akan melihat kembangkitan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMARAH 2
Tangannya gemetar saat memungut potongan bingkai foto itu.
melihat sekitar, ketiga orang yang sudah dia anggap saudara sedang terbujur kaku penuh dengan darah.
Mengingat kembali Wajah-wajah mereka saat tersenyum bahagia bersamanya beberapa saat yang lalu.
Ia terdiam, dia mulai tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Rahangnya mengeras, napasnya berat
tapi tidak ada satu kata pun keluar.
Justru dalam diam itu, sesuatu di dalam dirinya… patah.
Dan yang tersisa bukan lagi kesedihan.
Tapi kemarahan yang dingin.
Tidak bergerak. Tidak bersuara.
Satu per satu, ia mengangkat serpihan foto kenangannya
Membersihkannya perlahan, seolah itu masih utuh.
Wajahnya tenang. Terlalu tenang.
Tapi di matanya…
ada sesuatu yang gelap.
Setelah selesai memungut semua foto itu, iya mulai menatap kearah preman-preman itu.
“Siapa yang melakukan ini?!”
Suaranya pecah, menggema
Tangannya mengepal kuat sampai kuku-kuku jarinya memutih.
napasnya memburu seperti binatang yang terluka.
Matanya tidak lagi sama.
Yang tersisa hanya amarah yang memuncak.
Sontak mereka semua seperti mau di terkam oleh binatang buas, reflek lengkah mundah.
"kalian lagi apa serang dia"
Mereka semua maju bersama
Tapi amarah bima sudah memuncak, tidak ada lagi kesadaran manusia yang ia miliki saat ini
Dia seperti hewan buas yang sedang mencabik-cabik mangsanya.
tidak butuh waktu lama, Singkat. Cepat. Tanpa ampun.
Dalam hitungan detik, semuanya tumbang.
Bima kembali bertanya
"siapa, siapa yang menyentuh foto kedua orangtuaku
siapa yang menyentuh orang-orang ku
jawab....
ia berteriak dengan penuh amarah
Karna Mereka semua sudah tumbang, tinggal bosnya yang berdiri dengan tegap.
"aku....
Jawab bos itu
di sisi lain pak hasan yang Ingin memberi hasil panennya kebima, sudah sampai di sekitar halamannya bima.
saat melihat bima sedang bertarung dengan para preman dia segera lari memberi tau penduduk kampung.
Bima yang di penuhi Amara menyerang bos itu, mereka bertarung sangat sengit.
Ternyata bos preman itu jago ilmu beladiri juga, dan memiliki tenaga dalam.
Karena bima tidak bisa mengendalikan amarahnya, dia tidak bisa mengontrol kekuatannya.
dia terus menerus menyerang hingga bos dari para preman itu terpojok, bima terus menghajarnya tanpa ampun.
tapi bukanya takut bos itu malah mengancam Bima.
"kalau kau bunuh aku saat ini, makal RAHASIA DIBALIK kematian orang tua mu akan lenyap bersama ku.
ucap preman itu
bima tersentak mendengar ucapan dari preman itu.
"apa kau bilang kau tau rahasia dibalik kematian orang tua ku.
Cepat beritahu aku.
bima teruss menghajar hingga dia tak sadarkan diri.
Saat bersama'an para penduduk kampung berdatangan.
Karena amarahnya terlalu memuncak di tambah lagi pikiran nya sudah campur hasil bima seketika jatuh tak sadarkan diri.
saat bima tak sadarkan diri penduduk kampung membantu bergotong royong memperbaiki rumah bima, serta memanggil tabib kampung untuk mengobati Andi dan yang lainnya..
bima masih terjebak didalam alam bawah sadarnya, maka dari itu dia belum sadar sampai sekarang.
Saat dia teringat kata-kata preman itu dia langsung terbangun, 5 hari berlalu bima sudah sadarkan diri.
Andi dan dua orang lainnya sudah mulai pulih juga.
saat bima sadar hal yang pertama dia tanyakan adalah bos dari preman itu.
Pak Hasan yang terus-menerus membantu menjaga mereka menceritakan semuanya, setelah bima jatuh pingsan.
Saat kami ingin mengikat para preman-preman itu Pak kades tiba-tiba muncul, dia bilang ke kami preman-preman ini biar aku yang urus.