NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:563
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-Bayang Perak di Perbatasan

Aurelia mendekap buku harian itu erat-erat ke dadanya. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa menyakitkan. Di luar jendela, angin malam menderu, menggoyangkan tirai-tirai sutra di kamarnya, namun pikirannya melayang jauh ke masa belasan tahun yang lalu—masa yang selama ini terasa kabur, seolah-olah ada seseorang yang sengaja menghapus memori itu dari benaknya.

Ia kembali membuka halaman buku harian itu dengan sangat hati-hati. Jemarinya gemetar saat meraba tekstur kertas yang rapuh. Di halaman selanjutnya, tidak ada tulisan panjang, melainkan sketsa kasar sebuah **peta wilayah perbatasan** antara Kerajaan Aethelgard dan Kerajaan Valeront. Di sudut peta itu, terdapat noda kecokelatan yang tampak seperti tetesan darah yang sudah mengering.

"Kenapa Ibu menyimpan peta Valeront di tempat rahasia?" bisik Aurelia pada kegelapan malam.

---

Keesokan harinya, Aurelia mencoba bersikap senormal mungkin. Ia tidak ingin ayahnya atau siapapun menaruh curiga. Namun, ada satu hal yang terus mengganggunya: **Botol kecil kosong** yang ia temukan bersama buku itu. Botol itu tidak memiliki label, namun di bagian dasarnya terdapat sisa serbuk berwarna keperakan yang mengkilap saat terkena cahaya.

Aurelia memutuskan untuk pergi ke gudang logistik lagi, bukan untuk mengambil barang, tapi untuk menemui Lucas. Ia membutuhkan bantuan Lucas untuk mengidentifikasi benda itu tanpa harus menceritakan soal buku harian tersebut.

Di gudang yang berdebu itu, Lucas sedang sibuk mengatur peti-peti kayu. Begitu melihat Aurelia, wajahnya langsung cerah. "Tuan Putri? Tumben sekali kau datang sepagi ini ke tempat kotor ini."

Aurelia tidak berbasa-basi. Ia mengeluarkan botol kecil itu. "Lucas, kau sering mengurus pasokan dari luar kerajaan. Pernahkah kau melihat serbuk seperti ini?"

Lucas mengambil botol itu, memutar-mutarnya di bawah cahaya matahari yang masuk lewat celah atap. Ekspresinya mendadak berubah serius. Ia mencium aroma yang tersisa di bibir botol. "Ini... ini bukan berasal dari kerajaan kita, Aurelia. Ini adalah *Silver-Dust*, ekstrak tanaman langka yang hanya tumbuh di pegunungan es wilayah Utara... wilayah kekuasaan Kerajaan Valeront."

Aurelia merasakan hawa dingin merambat di punggungnya. "Apa gunanya serbuk itu?"

"Biasanya digunakan oleh para tabib di sana untuk menenangkan pikiran," jawab Lucas dengan kening berkerut. "Tapi dalam dosis besar, ini bisa melumpuhkan saraf seorang ksatria yang paling hebat sekalipun. Kenapa kau memiliki ini?"

Aurelia segera mengambil kembali botol itu. "Hanya... hanya sesuatu yang kutemukan di paviliun lama. Jangan ceritakan pada siapapun, Lucas. Aku mohon."

Lucas menatap Aurelia dengan tatapan penuh perlindungan. Ia tahu ada sesuatu yang besar sedang terjadi, namun ia juga tahu Aurelia belum siap untuk berbagi. "Aku berjanji. Tapi berjanjilah padaku, jangan melakukan hal berbahaya sendirian."

---

Malamnya, Aurelia kembali memanggil Lady Elara ke kamarnya. Elara tampak sangat gelisah, ia terus-menerus meremas sapu tangannya.

"Kak Elara, aku butuh kejujuranmu," ucap Aurelia dengan nada tegas yang tak terbantahkan. "Ibu adalah seorang ksatria yang hebat, bukan? Ayah memujiku kemarin karena kemampuanku meningkat, tapi beliau tidak pernah menyebut nama Ibu. Kenapa semua orang di istana ini seolah-olah dipaksa lupa bahwa Ibu adalah pelindung kerajaan ini?"

Elara menelan ludah, matanya berkaca-kaca. "Ibumu... Ratu Seraphina... beliau bukan sekadar ratu yang duduk di singgasana, Aurelia. Beliau adalah panglima tertinggi di medan perang. Beliau memiliki insting yang sangat tajam. Beliau bisa mencium pengkhianatan dari jarak berkilo-kilometer."

"Lalu apa yang terjadi malam itu?" desak Aurelia.

"Aku hanya seorang anak kecil saat itu, Aurelia," suara Elara bergetar. "Tapi aku ingat satu hal. Beberapa hari sebelum beliau menghilang, beliau sering terlihat berdebat dengan utusan dari Valeront entahlah aku tidak tahu masalahnya. Beliau tampak sangat marah. Dan malam itu... malam ketika beliau dikabarkan 'sakit secara mendadak', aku melihat seseorang yang aku tak tahu itu siapa karena wajahnya ditutupi keluar dari paviliun pribadinya dengan wajah yang sangat pucat."

Aurelia mengepalkan tinjunya. Ia teringat betapa hebatnya ibunya dalam bela diri. Seseorang dengan kemampuan seperti itu tidak mungkin mati hanya karena sakit biasa dalam satu malam. Pasti ada sesuatu yang melumpuhkannya lebih dulu—mungkin *Silver-Dust* itu?

"Ada satu tempat lagi," bisik Elara tiba-tiba. "Di ruang bawah tanah yang tersembunyi di balik lukisan besar di aula utama. Itu adalah ruang meditasi ibumu. Ayahmu melarang siapapun masuk ke sana, bahkan para penjaga sekalipun."

Aurelia menatap tajam ke arah pintu kamarnya. "Aku akan ke sana. Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ibuku."

Malam itu, di bawah bayang-bayang istana yang megah, Putri Aurelia mulai menyadari bahwa ada sebuah rahasia gelap yang telah terkubur selama belasan tahun—sebuah rahasia yang melibatkan darah, bubuk perak, dan senyum palsu dari seorang yang haus kekuasaan.

Ia tidak akan berhenti sampai ia menemukan siapa yang telah memadamkan cahaya ibunya, meskipun ia harus membongkar seluruh fondasi istananya sendiri.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!