NovelToon NovelToon
Olaf & Cyntaf

Olaf & Cyntaf

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Seiring Waktu / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Orang lama menang karena sejarah, tapi orang baru menang karena masa depan."

Azeant Apolo-valerio kehilangan cintanya, namun menemukan kembali harga dirinya. Kata "Putus" dari Claudia Astor seharusnya menjadi akhir, namun bagi pewaris tunggal keluarga Valerio ini, itu hanyalah sebuah awal dari pembebasan.

Apolo adalah pria yang hidup dalam presisi rumus teknik, namun ia gagal menghitung variabel ego seorang wanita yang hanya haus akan validasi.

Segalanya berubah saat sebuah notifikasi dari aplikasi kencan masuk, membawa nama Veronica Brooklyn.
Gadis itu adalah anomali; dia tidak memuja ketampanan Apolo, malah menantangnya dengan kejujuran yang Brutal.

Veronica hadir bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Claudia, melainkan untuk menciptakan standar baru yang tak pernah Azeant Apolo-valerio bayangkan sebelumnya.

Apolo belajar bahwa terkadang, orang yang datang paling akhir adalah satu-satunya yang layak menjadi yang pertama.

🦋
Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11

Siang di Perpustakaan Pusat Universitas New York (NYU) adalah definisi dari ketenangan yang mencekam. Ribuan buku yang berjejer rapi di rak-rak kayu ek tinggi seolah menjadi saksi bisu dari ambisi para mahasiswa yang sedang bergelut dengan tugas akhir dan riset mendalam.

Cahaya matahari musim semi menerobos masuk melalui jendela-jendela besar berbingkai besi, memantul di atas permukaan meja kayu yang mengilat.

Veronica melangkah masuk dengan napas yang sedikit terburu-buru. Ia baru saja menyelesaikan kelas tambahannya dan perpustakaan hari ini jauh lebih padat dari biasanya.

Namun, ada yang berbeda dari penampilan Veronica siang ini. Biasanya, ia akan terlihat tenggelam dalam sweater kebesaran atau jaket denim yang memberikan kesan tangguh dan tertutup.

Hari ini, ia mengenakan sebuah dress musim gugur berwarna krem dengan potongan elegan yang membungkus tubuhnya dengan sempurna—salah satu koleksi dari butik ternama yang ia beli bersama Theana beberapa waktu lalu.

Menjadi anak yatim piatu bukan berarti Veronica harus tampil menyedihkan.

Uang beasiswa prestasinya sangat lebih dari cukup untuk membiayai gaya hidupnya, belum lagi Theana yang selalu menyeretnya ke pusat perbelanjaan Fifth Avenue setiap kali ada koleksi baru.

Veronica tidak pernah sungkan; dia tahu dia pantas mendapatkan semua keindahan itu karena otaknya yang bekerja sepuluh kali lebih keras dari anak-anak manja lainnya.

Matanya menyisir ruangan, mencari celah kosong. Hampir semua meja penuh, kecuali satu kursi di bagian pojok yang paling tenang—area favorit mahasiswa Teknik yang butuh konsentrasi tinggi.

Veronica melangkah mendekat dan seketika ia mengenali punggung kokoh pria yang duduk di sana.

"Si Apel," batinnya datar.

Azeant Apolo-Valerio sedang duduk di sana, dikelilingi oleh tumpukan cetak biru dan laptop yang menyala.

Veronica, yang sudah terbiasa memanggilnya 'Apel' karena keengganannya mengingat nama-nama anak bangsawan kampus, tidak merasa perlu mencari meja lain.

Baginya, perpustakaan adalah ruang publik. Siapa pun berhak duduk di mana pun selama tidak berisik.

Dengan gerakan anggun dan pelan, Veronica menarik kursi tepat di depan Apolo. Ia meletakkan laptopnya, beberapa buku referensi, dan sebuah tumbler air minum bermerek. Ia tidak bicara, tidak menyapa, bahkan tidak melirik. Ia langsung membuka bukunya, menunjukkan bahwa kehadirannya di sana murni untuk urusan akademik.

Di seberang meja, Apolo yang sejak tadi fokus pada simulasi sirkuitnya, tiba-tiba merasakan sensor di otaknya bergetar.

Sebuah aroma menyerbu indra penciumannya—tajam, lembut, dan sangat familiar.

Lavender.

Apolo membeku. Pen pena di tangannya berhenti bergerak. Aroma ini... aroma yang sama yang memenuhi apartemennya seminggu lalu.

Aroma yang menghantuinya dalam mimpi-mimpi panas yang membuatnya terjaga tiap malam. Ia perlahan mengangkat pandangannya, menatap gadis di depannya selama beberapa detik.

Gadis itu sedang menunduk, rambut cokelat gelapnya jatuh menutupi sebagian wajahnya yang fokus pada buku.

Apolo merasa dadanya berdegup kencang, namun ego dan sifat antisosialnya sebagai seorang Valerio mengambil alih. Ia merasa terganggu. Bukan karena kehadiran orang itu, tapi karena aroma itu membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Aroma itu memicu kerinduannya pada 'Vea' secara brutal.

Risih dengan perasaannya sendiri yang mendadak kacau, Apolo menutup laptopnya dengan kasar—meski tetap pelan agar tidak ditegur pustakawan. Ia bangkit, menggeser kursi dengan suara derit tipis, lalu mengemasi barang-barangnya dalam hitungan detik.

Tanpa sepatah kata pun, ia berbalik dan meninggalkan perpustakaan dengan langkah lebar yang angkuh.

Veronica tertegun. Ia mengangkat kepalanya, menatap punggung Apolo yang menghilang di balik pintu kayu besar.

"Brengsek!" umpatnya dalam hati.

Darahnya mendidih. Ia merasa tersinggung secara pribadi. "Apa-apaan dia? Aku baru duduk belum ada Dua menit dan dia langsung kabur seolah-olah aku membawa wabah?" pikirnya emosi.

Ia menarik kerah dress-nya, menghirup aroma tubuhnya sendiri. Wangi lavender terbaik, yang bahkan Theana katakan bisa mengusir setan sekalipun.

Tidak mungkin dia bau. Itu adalah penghinaan terang-terangan dari si 'Bangsawan' sombong itu. Karena sudah terlanjur kesal dan tidak bisa fokus, Veronica pun memutuskan untuk keluar juga dari tempat itu.

Sampai di kelas Manajemen, Veronica langsung membanting tasnya di samping Theana.

"Oh, Hubby! Ada apa dengan wajah ditekuk itu?" tanya Theana dengan nada dramatis yang biasa.

"Gila! Si Apel itu benar-benar keterlaluan!" seru Veronica sambil menyugar rambutnya kasar. "Aku baru saja duduk di depannya di perpustakaan, tidak mengganggu sama sekali, dan dia langsung terbangun lalu pergi begitu saja seolah aku ini sampah."

Theana meledak dalam tawa, membuat beberapa pasang mata di kelas menoleh.

"Hahaha! Apa? Pesonamu tidak mempan pada sang pangeran Apolo-Valerio? Tentu saja tidak, Sayang! Kau itu bukan putri bangsawan dari Eropa atau anak konglomerat minyak. Kau cuma 'rakyat jelata' yang cantik bagi pria sedingin kutub utara seperti dia."

Veronica hanya bisa mendengus, namun ia tidak tersinggung pada Theana. Ia justru ikut tersenyum tipis saat sahabat mesumnya itu mulai melantur.

"Tapi bayangkan, Vea..." Theana mendekatkan wajahnya, matanya berkilat liar. "Pria seperti dia, yang terlihat begitu kaku dan dingin di luar... biasanya adalah tipe yang sangat 'hangat' dan dominan di ranjang. Aku berani taruhan dia tipe pria yang bisa membuatmu memohon ampun semalaman."

Veronica tersedak ludahnya sendiri. Ia teringat Azeant. Ia teringat bagaimana ia memang "memohon ampun" dalam kegelapan apartemen Tribeca.

Pikirannya mendadak kacau, membayangkan jika si 'Apel' sombong di perpustakaan tadi ternyata memiliki sisi yang sama dengan pria rahasianya. Tapi ia segera menepis pikiran gila itu.

"Hentikan pikiran liarmu itu, Thea," ucap Veronica ketus.

Tiba-tiba, suara nyaring dari kursi belakang memotong pembicaraan mereka. "Kau hanya gadis miskin anak yatim piatu yang sial, Veronica. Tidak mungkin Apolo melirikmu. Pesona 'lintah'-mu itu hanya sampai pada laki-laki buta di jurusan manajemen ini, bukan level Valerio."

Itu Amartha. Gadis yang selalu menganggap dirinya ratu kelas hanya karena ayahnya memiliki beberapa Dealer mobil mewah.

Theana langsung berdiri, wajahnya merah padam. "Apa kau bilang? Jaga mulutmu, Amartha! Kau hanya iri karena otakmu tidak sampai separuh dari otak Veronica!"

"Sudahlah, Theana," Veronica menarik tangan sahabatnya, suaranya tenang namun dingin. Ia menatap Amartha dengan pandangan meremehkan.

"Tidak usah diladeni. Dia hanya sedang merasa terancam karena kemarin nilainya berada di urutan dua lagi, tepat di bawah 'anak yatim' yang dia hina ini."

Wajah Amartha menegang. "Dengar ya, bitch! Aku akan mengalahkanmu di ujian akhir nanti dan menendangmu dari daftar beasiswa!"

Veronica tersenyum manis, senyum yang paling menyebalkan bagi musuh-musuhnya. "Dalam mimpimu, Amartha."

Amartha hendak membalas, namun teman-temannya segera menenangkannya saat dosen mulai memasuki ruangan. Veronica hanya mengangkat bahu dengan acuh tak acuh. Ia membuka bukunya, namun pikirannya masih melayang pada aroma lavender yang ia pakai dan reaksi aneh si 'Apel' di perpustakaan tadi.

Ada sebuah benang merah yang mulai tertarik kencang, dan baik Apolo maupun Veronica sama-sama belum menyadari bahwa keangkuhan mereka hanyalah tameng untuk menyembunyikan getaran yang sama yang mereka rasakan dalam kegelapan malam.

Di luar gedung, Apolo berdiri di bawah pohon mapel, menghirup udara segar sedalam-dalamnya.

Jantungnya masih berdegup tidak beraturan. Aroma gadis tadi... itu benar-benar aroma Vea.

"Siapa gadis itu?" bisiknya pada angin sore. "Kenapa dia harus memakai parfum yang sama dengan wanitaku?"

Ia tidak tahu bahwa malam ini, ia akan kembali bertemu dengan aroma itu, dan keangkuhannya akan runtuh berkeping-keping di bawah dominasi 'Vea' yang ia rindukan.

1
Xiao Ling Yi
Dia itu perwakilan perempuan paling nyebelin sedunia
Ros 🍂: hihi🤭
total 1 replies
ren_iren
semangatt kak nulisnya, ceritamu selalu tak tunggu 🤗
Ros 🍂: ma'aciww ya kak. author tunggu masukannya 🫶
total 1 replies
Wifasha
kok gk da,ngulang lg nih bca nya dri awal
Ros 🍂: Maaf ya kak 🫶 cerita nya sudah direvisi, Dan mulai dari awal lagi. dan dengan cerita yang berbeda 🙏🏼🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Bagus lh, ngaku sendiri 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader silent Silent 🤣🤣🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
B.... ehhh ini aja, Ade, lebih manis, Pemain 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Logan, 2 kali kena Karma ya, De 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
wkwkwk menang di 'card' juga sih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: 'Black', yg keluar, auto kalah smua y, De, temen² Apolo itu 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Kiwww Kiwww Visual di lempar ke 'Arena' ini 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi Fav ya, De 🤣🤭🥳
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Ht², jgn sampe hangus 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi 🤣🤣🤣
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Biasaa, cwo msh kudu dgetok martil dulu baru sadar-sesadarny 🤦🤦🤦
Ros 🍂: Mari kita getok Bersama Kak 🤭🤣🤣🫣
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Awas y, jgn nyesel udh putusin Apolo
Ros 🍂: iyaa kak 🫶🥰
total 3 replies
ren_iren
selalu menyukai debaran tulisan yg kau ciptakan kak.... serasa diriku masuk ke ceritanya liat adegan2 mereka yg malu2 meowwww... 😂🤣
Ros 🍂: ma'aciww ya kak 🫶😍 semoga suka cerita nya🥰
total 1 replies
ren_iren
gasssss bacaa bacaaa....... 🤗
ren_iren: always kak 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!