NovelToon NovelToon
TERJERAT

TERJERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

" Nak. Ayo kita pulang, tak baik loh melamun di waktu senja, apalagi kamu melamun nya di bawah pohon randu." Tegur wanita tua, lembut dan tersenyum hangat kepada pemuda berusia 20 tahun.

" Ehk. Nek... Ayo.." Jawab pemuda itu tak beraturan ucapannya. Lalu bangkit dari tempat duduk di bawah pohon itu.

" Kamu kenapa Nak. Akhir akhir ini Nenek perhatikan kamu suka melamun seorang diri?"

" Gak kenapa-kenapa kok Nek." Jawab nya.

" Hmmmmmmm.." Gumam Nenek tak puas dengan jawaban dari pemuda yang kini berjalan berbarengan pulang ke rumah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

EPISODE 27: JANJI DI BAWAH POHON RANDU.

MALAM MINGGU PUKUL 21:00

Setelah memberikan instruksi terakhir kepada Rio dan orang-orang bayangan, Langit keluar dari ruang bawah tanah dan berjalan menuju kebun teh belakang rumah. Cahaya bulan yang terang menyinari dedaunan yang basah akibat embun, menciptakan suasana yang tenang dan romantis tanpa disadari.

Tiba-tiba, dia melihat sosok wanita yang sedang berdiri di dekat pohon randu tua yang pernah jadi saksi di mana seorang bayi di temukan oleh Aki Jui 19 tahun yang lalu.

"Teh Intan? Kenapa kamu kesini malam-malam? Takut kamu tidak aman," ucap Langit dengan suara lembut saat mendekatinya.

Intan menoleh, wajahnya sedikit merah karena dinginnya udara atau mungkin karena sesuatu yang lain. Dia memegang sebuah amplop berwarna putih di tangan: "Aku tidak bisa tidur. Terlalu khawatir tentang apa yang akan terjadi dengan kehidupan ku."

"Aku menunggu mu di sini Ngit, dan sangat yakin kamu pasti datang, hanya padamu dan nenek Wati tempat ku mengadu." Intan wajahnya menunduk ke bawah, ada rasa gelisah selama beberapa hari ini, entah kenapa.

Langit masih diam, mendengarkan seluruh keluh kesah wanita di samping nya itu, mencurahkan seluruh hati yang selama ini di sakiti batinnya oleh suaminya itu.

"Apakah jalan yang aku tempuh ini sudah benar Ngit.?" Intan langsung menyodorkan sebuah amplop yang sedari tadi pegang kepada langit.

PENGADILAN NEGERI AGAMA.!

Langit mengerti, Langit menyadari wanita di samping nya itu pikirannya saat ini gamang, antara melanjutkan atau kah membatalkan niat bercerai dengan suaminya itu.

"Apakah ini jalan yang di maksud oleh Abah Haruman, bermain dengan kelicikan Jerat dengan tipu daya, tapi bukan kah teh Intan ini ibu dari Aldi dan Adel si kembar yang harus aku jaga. Sedangkan seseorang yang merusak rumah tangga orang lain adalah haram, saat ini aku di lema.

"Ngit gimana menurut mu?" Intan bertanya dengan nada serius, meminta pendapat dari pemuda yang awalnya ingin di manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan biologis nya.

Langit duduk di sebuah batu besar yang menghadap ke sebuah perkebunan teh hijau." Jika kamu masih ragu dengan keputusan mu saat ini, berarti kamu masih ada rasa cinta terhadap Jaji suamimu yang secara terang-terangan menyakitimu dalam kurun waktu 4 tahun lamanya. Dan itu memutuskan hubungan bersamaku dan nenekku, kamu kembalilah kepada suamimu, aku akan menjauh tapi nanti waktunya tiba kebenaran akan terungkap dan jangan bilang aku kejam mengambil orang yang paling berharga dari mu.

Jantung Intan terasa copot, pemuda di hadapan nya, yang menjadi tumpuan kasih sayang berkata demikian, namun itu hal wajar karna mungkin kecewa dengan tingkah laku yang tak sesuai dengan ucapan di awal.

"Ngit, bukan begitu, kamu salah paham. " Intan menarik tangan Langit mencegahnya agar jangan pergi.

"Target masuk jebakan." Langit tersenyum licik memainkan drama tarik ulur.

Salah paham bagaimana Teh Intan.?" Langit meminta penjelasan.

"Duduklah Ngit, saat ini aku belum bisa menjelaskan semuanya, namun aku minta kamu selalu menemani ku dan kedua anakku, tunggu setelah permasalahan yang kamu hadapi selesai, aku INTAN menceritakan semuanya dari awal menikah dengan Jaji." Intan menjulurkan jari kelingking seperti Langit yang biasa berjanji padanya.

Langit mati kutu, dia tidak bisa berkata apa-apa." Jika aku menerima jari kelingking itu, aku yang TERJERAT oleh Intan, endingnya bukan seperti ini.

"Baiklah, untuk satu ini saya percaya dan mengikat janji di bawah pohon randu ini, jadi keputusan mu lanjut atau tidak dalam sidang perceraian.?"

"Lanjut Ngit, tadinya aku bingung tuh, tentang anak anak, tapi nanti aku ceritakan semuanya setelah permasalahan mu selesai, masih ada waktu kan." Kata Intan.

"Ya." Langit mengangguk." Besok mungkin akan terjadi badai di kampung ini, entah sore hari atau pagi hari, tapi aku akan mengikuti alur yang sudah di rencana kan, bertemu dengan Teh Sri dan Teh Dewi di saung itu sekalian piknik, jika kamu mau ikut bawa anak anak." Pinta Langit.

Walaupun mereka berdua sudah sangat yakin ikut dalam barisan ku, karna kang Yusuf sudah mengobrol bersama mereka berdua Sri dan Dewi, tapi besok pertemuan ada kaitannya dengan suamimu dan suami Sri, entah apa yang terjadi harap kamu ikut dan tenang menyikapi nya." Tambah Langit.

Mereka duduk bersama di atas batu besar yang biasa jadi tempat mereka berbincang saat masih muda. Langit melihat mata Intan yang penuh perhatian: "Kamu tidak perlu khawatir. Semua sudah siap, dan kita akan menang."

" Baiklah aku akan ikut. Ku tahu kamu bisa mengatasinya, Langit," ucap Intan sambil membuka bungkusan kecil – di dalamnya ada syal rajutan berwarna biru muda yang sudah lama dibuatnya. "Aku membuat ini untukmu waktu dulu, tapi tak sempat memberikannya. Aku khawatir besok akan ada bahaya, jadi... tolong gunakan ini ya."

Langit menerima syal dengan hati yang hangat, lalu membungkusnya perlahan di leher Intan: "Lebih baik kamu yang pakainya. Kamu selalu mudah merasa dingin."

Wajah Intan memerah seumur hidupnya mengenal pria, belum pernah merasakan kehangatan seperti ini." Bolehkah aku berharap Langit adalah jodohku Tuhan.

Mata mereka saling bertemu, suasana menjadi lebih dekat. Intan menurunkan pandangannya, bisik kecil: "Selama ini, aku selalu melihatmu sebagai adik yang harus dilindungi. Tapi sekarang... kamu sudah tumbuh menjadi orang yang kuat dan bertanggung jawab. Aku kagum padamu, Langit."

Langit mengangkat dagu Intan dengan lembut, matanya penuh perasaan yang sudah lama tersembunyi: "Aku tidak pernah melihatmu hanya sebagai kakak, tapi melihatmu seperti TETEH yang selalu menggoda ku karna kepolosan menjebak ku dalam kenikmatan tapi tidak pernah berhasil. hadeh cape deh. Hehehehe.!

Langit bener bener sableng, gila tak waras, Intan sudah terbuai dengan kedewasaan dan cara menyikapi perasaan Intan, tiba tiba balik ke mode polosnya.

"Dasar Langit edan, Sinting." Kesal Intan dengan bibir monyong lima senti. Dan itu menjadi kesenangan tersendiri buat Langit.

"Hidup itu tak perlu terlalu serius ketika pikiran bercabang sedang ruwet, maka obatnya adalah bercanda tertawa riang.

"Terserah kamu aja lah Ngit, suka suka kamu." Intan memegang erat tangan Langit ada kehangatan di malam ini.

Angin sepoi-sepoi menyapu kebun teh, dan daun-daun berdesir seperti menyanyi. Intan masih memegang erat tangan Langit: "Setelah semua ini selesai, apa rencanamu? Akan tetap tinggal di kampung atau pergi mencari apa yang hilang darimu?"

Langit menoleh tersenyum dengan lembut: "Kampung ini adalah rumahku, dan kamu semua adalah keluargaku. Tak peduli apa yang akan aku lakukan nanti, aku akan selalu kembali ke sini. Dan aku berjanji, aku akan selalu menjaga nenek, kamu dan Adi-Adel."

Sebelum Intan bisa menjawab, terdengar suara kaki berjalan ringan dari kejauhan – Rio datang untuk memberitahu bahwa semua sudah siap. Intan segera berdiri dan menepuk baju Langit dengan lembut: "Kamu harus beristirahat sebentar. Besok akan menjadi hari yang panjang."

Saat Intan berjalan pulang, Langit melihatnya dari kejauhan, sambil memegang syal yang diberikan. Dia tahu bahwa di samping semua konflik dan tanggung jawab yang harus diemban, ada sesuatu yang berharga di kampung ini yang patut dia jaga dengan nyawa – termasuk perasaan yang baru saja mereka ungkapkan

Bersambung.

1
Neng
🤭🤭🤭🤭🤭
Neng
lumayan
Neng
👍👍👍👍
Tuyul
🤣🤣🤣🤣
Tuyul
😍😍😍😍
sitanggang
muter2 kek gangsing 🙄😵😵‍💫
RAJA CHAN
sangat bagus
Tuyul
menarik
Tuyul
👍👍👍
Aden
ayam dasar lemah
Aden
lumayan menarik
Robet
🤭🤭🤭🤭🤭 lumpur Lapindo
Aris Nugraha
🤣🤣🤣
Aris Nugraha
keren kak
Robet
🤣🤣🤣
Robet
keren
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!