❤️ CINTA DI LANGIT TAJ MAHAL 🕌✨
AARYAN, CEO muda yang dingin dan playboy, hidupnya berubah total saat bertemu MAHEERA, gadis suci yang mengajarkannya arti cinta sejati.
Meski ditentang keras oleh Ny. Savitri, ibu Aaryan yang angkuh, cinta mereka tetap bersemi. Bahagia sempat terjalin indah, hingga takdir berkata lain. Maheera harus pergi meninggalkannya lebih dulu.
Bertahun-tahun Aaryan hidup dalam kesepian, menyimpan rindu yang tak pernah mati. Hingga akhirnya, ia pun menyusul kekasih hatinya.
Kisah cinta abadi yang membuktikan, kematian pun tak mampu memisahkan dua jiwa yang saling memiliki. 🥹🕊️🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26: KELAHIRAN DUA PANGERAN SINGH
SINGHANIA
Waktu terus bergulir, kini usia kandungan Maheera sudah memasuki minggu-minggu terakhir. Tubuhnya terasa sangat berat, kakinya sedikit bengkak, dan nafasnya sering terasa sesak karena dua bayi itu sudah sangat besar dan menekan paru-parunya.
Namun, semua rasa lelah itu terbayar dengan doa dan harapan yang besar.
Suatu malam, saat suasana rumah sedang hening...
PRAAK!!!
Tiba-tiba terdengar suara cairan pecah dan membasahi ranjang.
"Ugh... Mas!!!" seru Maheera kaget sekaligus kesakitan. "Mas... airku pecah! Rasanya mulas sekali! Sakit sekali Mas!!!"
Aaryan yang sedang memijat kakinya langsung meloncat bangun. Wajahnya panik tapi tetap sigap.
"Ya Allah! Sudah waktunya ternyata! Sabar ya Sayang! Sabar! Kita langsung ke rumah sakit sekarang juga!!!"
Perjalanan Menuju Ruang Bersalin
Suasana di rumah besar itu seketika berubah menjadi heboh namun tertib. Aaryan dengan sangat hati-hati menggendong istrinya keluar menuju mobil ambulans pribadi yang sudah siap siaga.
Ny. Savitri pun ikut serta dengan wajah penuh harap dan cemas. "Ya Allah... lindungi menantu dan cucuku... lancarkanlah semuanya..." doanya tak henti.
Sesampainya di rumah sakit terbaik, Maheera langsung dibawa ke ruang bersalin VIP yang sangat luas dan nyaman.
Dokter dan perawat sudah siap sedia.
"Gimana Bu? Kontraksinya sudah berapa menit sekali?" tanya dokter sigap.
"Sakit sekali Dok... rasanya mau keluar sekali..." jawab Maheera sambil memegang tangan Aaryan erat-erat sampai memutih.
"Ibu hebat ya... Ibu kuat. Karena ini kembar, kita akan usahakan persalinan normal ya Bu. Bismillah..."
Aaryan tidak mau meninggalkan istrinya sedetik pun. Ia masuk ke ruang bersalin, memegang tangan Maheera, mengelap keringatnya, dan membisikkan kata-kata semangat.
"Kamu pasti bisa Sayangku... Kamu wanita terkuat yang aku kenal. Ayah di sini, Ayah temani kamu. Teriak saja kalau sakit, keluarkan semuanya..."
Proses Melahirkan yang Luar Biasa
Rasa mulas dan kontraksi datang silih berganti semakin intens. Maheera mengerahkan seluruh tenaganya. Napasnya teratur sesuai instruksi bidan.
"Nah... sekali lagi Bu... Tarik napas... dan ngiiiiitttttttt!!!!"
HUUAAAAAAA!!!
"GLEK! GLEK! WADUH! BERSIH!"
"Alhamdulillah!!! Lahir yang pertama!!!" seru perawat dengan suara bersemangat.
Tangisan bayi yang sangat lantang dan sehat langsung memecah keheningan ruangan. Suaranya keras sekali menandakan paru-parunya sangat kuat.
"Anak pertama laki-laki Bu! Sehat dan gagah!"
Belum sempat mereka bernapas lega, belum sempat Maheera melihat wajah anaknya...
"Nah Bu, masih ada satu lagi nih! Ayo semangat sekali lagi! Yang kedua juga mau keluar cepat!" seru dokter.
Dengan sisa tenaga terakhir dan doa dari seluruh penjuru ruangan, Maheera kembali mengejan kuat.
"NGIIIIITTTTTT!!!"
HUUAAAAAAA!!! HUUAAAAAAA!!!
Tangisan kedua pun terdengar! Tidak kalah keras dan lantangnya dengan kakaknya!
"ALHAMDULILLAH!!! LAHIR JUGA YANG KEDUA!!!"
Seluruh ruangan bersalin bersorak bahagia. Aaryan langsung mencium kening istrinya berkali-kali sambil menangis haru.
"Terima kasih Sayang... terima kasih... kamu hebat sekali! Kamu pahlawanku!"
Dua Pangeran yang Sempurna
Setelah dibersihkan dan dibungkus kain putih yang hangat, kedua bayi mungil itu pun didekatkan ke wajah Maheera dan Aaryan.
Mata mereka berdua berkaca-kaca takjub melihat keajaiban Tuhan.
Dua bayi laki-laki yang sangat tampan, kulitnya putih kemerahan, rambutnya hitam lebat, dan keduanya terlihat sangat sehat dan kuat.
Dokter pun melaporkan dengan senyum lebar:
"Selamat Tuan dan Nyonya! Hasil timbangan dan pengukuran sangat memuaskan!"
Anak Pertama:
✅ Berat Badan: 3,2 Kg
✅ Panjang Badan: 50 cm
✅ Kondisi: Sangat Sehat, Aktif, dan Bugar.
Anak Kedua:
✅ Berat Badan: 3,0 Kg
✅ Panjang Badan: 49 cm
✅ Kondisi: Sangat Sehat, Suara Tangisan Kelas A!
"Wow... untuk bayi kembar, berat dan panjangnya ini luar biasa sekali! Berarti asupan nutrisinya sangat sempurna selama di dalam kandungan. Mereka berdua benar-benar bayi yang ideal dan sempurna," puji dokter.
Pemberian Nama yang Agung
Dengan penuh rasa bangga dan cinta, akhirnya Aaryan dan Maheera mengumumkan nama untuk kedua putra mereka. Nama-nama yang memiliki makna indah dan kuat khas India.
"Putra pertamaku yang besar... Ayah dan Ibu memberimu nama..."
ARYANVEER SINGHANIA
(Artinya: Prajurit yang mulia dan gagah berani)
"Dan untuk adiknya yang tampan..."
ARSHVEER SINGHANIA
(Artinya: Cahaya keberanian dan harapan yang suci)
"Aryanveer... Arshveer... panggil Aaryan pelan sambil menyentuh pipi mungil mereka. Kalian adalah penerus keluarga Singhania yang hebat. Tumbuhlah menjadi anak yang sholeh, cerdas, dan kuat ya..."
Keluarga Besar yang Menanti
Di luar ruang bersalin, suasana sudah seperti keramaian sendiri.
Keluarga besar dari pihak ayah dan ibu, paman, bibi, kakek, nenek, dan kerabat dekat lainnya sudah berbondong-bondong datang sejak tadi. Mereka semua tidak sabar ingin melihat wajah bayi baru.
Saat pintu ruangan terbuka dan perawat mengumumkan kabar gembira...
"ALHAMDULILLAH!!! SELAMAT YA KELUARGA SINGHANIA! DUA BAYI LAKI-LAKI! SEHAT SEMUA! IBUNYA JUGA SEHAT!"
SUARAA!!! 🎉🥳
Semua orang bersorak kegirangan, bertepuk tangan, dan saling memeluk satu sama lain.
"YA ALLAH... DUA CUCU! DUA PANGERAN!" seru Kakek Singhania dengan mata berbinar-binar sambil tertawa bahagia.
Ny. Savitri langsung berlari masuk dan melihat menantunya yang sudah terbaring lemas namun tersenyum bahagia, dan dua bayi mungil di sampingnya.
"Ya ampun... gemes sekali... gembul sekali mereka... cantik sekali wajahnya..." seru Ny. Savitri takjub sambil mencium kening kedua cucunya dengan sangat hati-hati.
Mereka bergantian menggendong bayi-bayi itu dengan penuh kasih sayang. Aryanveer yang sedikit lebih besar terlihat lebih tenang dan gagah, sedangkan Arshveer terlihat lebih aktif dan matanya sering berkedip-kedip lucu.
Seluruh keluarga besar merasa sangat bangga dan bahagia. Rumah sakit itu seolah menjadi tempat paling bahagia di dunia saat itu.
Misi terbesar telah selesai dengan sempurna. Maheera telah berhasil melahirkan dua malaikat kecil dengan selamat dan normal. Aaryan telah mendapatkan dua putra yang luar biasa. Dan keluarga Singhania kini bertambah anggotanya menjadi lebih lengkap, lebih ramai, dan lebih bahagia dari sebelumnya.
Kepulangan yang Meriah
Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit dan memastikan kondisi Maheera serta kedua bayi benar-benar stabil dan kuat, akhirnya tibalah hari kepulangan mereka ke rumah kediaman keluarga Singhania.
Suasana di rumah sudah dihias sangat meriah sejak pagi buta. Pintu gerbang besar dihiasi dengan untaian bunga marigold berwarna kuning keemasan dan oranye menyala. Di sepanjang jalan menuju pintu utama, ditaburi bunga-bunga segar dan dinyalakan lampu-lampu cantik.
Saat mobil mewah yang membawa Ibu dan anak-anak itu berhenti di halaman...
"SUUUUURAAAA!!!" 🎉🎊
Semua orang bersorak gembira. Suara musik tradisional India mengalun riang, dan bunga-bunga dilemparkan ke udara sebagai tanda selamat datang dan ucapan syukur.
Aaryan turun lebih dulu, lalu dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang, ia keluaran membawa dua buah keranjang bayi yang berisi Aryanveer dan Arshveer.
Di belakangnya, Maheera berjalan pelan didukung oleh suaminya. Wajahnya memang masih terlihat lemas dan pucat karena habis melahirkan, namun matanya bersinar bahagia dan penuh kebanggaan.
"Selamat datang kembali Putriku... selamat datang para pangeran kecil..." sambut Ny. Savitri dengan mata berkaca-kaca. Ia langsung memeluk menantunya erat-erat.
"Terima kasih banyak Bu... rasanya haru sekali bisa pulang membawa mereka berdua," jawab Maheera lembut.
Ratu dan Pangeran di Istana
Sejak kepulangan mereka, status Maheera di rumah itu naik menjadi Ratu Segala Ratu. Ia dimanja luar biasa.
Ny. Savitri tidak pernah lepas dari sisinya.
"Nak Maheera, kamu jangan banyak gerak dulu ya. Istirahat total. Tugas kamu cuma satu: menyusui dan memulihkan tenaga. Urusan lain biar Ibu dan pembantu yang kerjakan."
Setiap hari, dapur rumah memasak makanan khusus ibu menyusui yang paling bergizi dan melimpah. Ada sup kacang hijau yang kental, ada ayam kampung kuah kunyit, ada sayuran hijau, dan jus buah segar yang tak henti-henti disiapkan.
"Makan yang banyak ya Nak. Biar ASI-nya lancar dan deras. Kasihan cucu Ibu di sana pasti lapar terus soalnya cowok-cowok kan pemberi," canda Ny. Savitri ramah.
Aaryan pun menjadi ayah yang paling setia.
Malam-malam saat bayi bangun dan menangis minta susu atau ganti popok, Aaryan selalu sigap bangun lebih dulu.
"Sini Sayang, Ayah yang ambilin. Kamu istirahat saja. Kamu sudah berjuang keras melahirkan mereka, sekarang giliran Ayah yang kerja keras merawat kalian."
Ia akan dengan sangat telaten menggendong kedua bayinya itu. Satu di tangan kanan, satu lagi diletakkan di ayunan atau dipangku pelan-pelan.
"Ya ampun... gemes sekali ya kalian ini. Mirip sekali sama Ibu kalian waktu kecil ya. Hidungnya mancung, matanya belo," gumam Aaryan takjub sambil mencium kening putra-putranya itu satu per satu.
Aryanveer Singhania, si kakak, memiliki karakter yang terlihat lebih tenang dan sedikit serius. Matanya tajam dan tatapannya terlihat bijaksana meski masih bayi.
Sedangkan Arshveer Singhania, si adik, lebih ceria dan aktif. Seringkali tersenyum sendiri dan tangannya selalu bergerak-gerak lucu seolah ingin memegang apa saja yang ada di depannya.
Kehangatan Keluarga yang Utuh
Rumah besar yang dulu terasa sepi dan dingin, kini berubah menjadi sangat hidup, ramai, dan hangat.
Suara tangisan bayi yang renyah, suara tawa bahagia, dan suara doa-doa syukur terdengar di setiap sudut ruangan.
Suatu sore, suasana sangat indah saat mereka berkumpul semua di ruang keluarga.
Maheera duduk di sofa empuk menyusui kedua buah hatinya. Aaryan duduk di sampingnya mengelus punggung istrinya. Ny. Savitri duduk di hadapan mereka sambil tersenyum lebar memandangi cucu-cucu kesayangannya.
"Lihat ini Nak..." kata Ny. Savitri pelan. "Dulu Ibu pernah salah menilai kamu. Ibu pernah kasar dan keras padamu. Tapi lihat sekarang... kamulah yang membawa kebahagiaan terbesar untuk keluarga ini. Kamu memberiku dua cucu yang sempurna."
"Kamu bukan lagi menantu buat Ibu... tapi kamu adalah putri kandung Ibu sendiri. Ibu sayang kamu sama seperti Ibu sayang Aaryan."
Mendengar ucapan tulus itu, air mata haru menetes di pipi Maheera.
"Terima kasih banyak Bu... Maheera juga sayang sekali sama Ibu. Semua ini sudah takdir yang indah. Kita semua sudah melewati badai, dan sekarang kita menikmati matahari bersinar terang."
Aaryan pun menimpali, "Betul sekali. Kita adalah bukti nyata bahwa cinta yang tulus, kesabaran, dan pengampunan bisa mengubah air mata menjadi emas."
Ia memeluk bahu istri dan ibunya sekaligus.
"Terima kasih Ya Allah... Engkau telah mengumpulkan kami dalam ikatan kasih sayang yang begitu kuat. Aryanveer dan Arshveer... tumbuhlah di tengah kehangatan cinta ini ya nak."
Akhir yang Bahagia
Kini, kisah perjalanan cinta Aaryan dan Maheera telah sampai pada puncak kebahagiaannya.
Mereka memiliki segalanya:
✅ Kekayaan dan kemewahan
✅ Cinta dan kasih sayang yang abadi
✅ Keluarga yang harmonis dan rukun
✅ Dua putra tampan yang menjadi penerus harapan
Setiap tetes air mata yang pernah jatuh, setiap rasa lelah yang pernah dirasakan, dan setiap rintangan yang pernah dilalui... semuanya terbayar lunas dengan kebahagiaan yang melimpah ruah seperti saat ini.
Keluarga Singhania kini hidup dalam kedamaian, kemuliaan, dan cinta yang tak akan pernah putus sampai kapan pun.
Waktu yang Terbang Begitu Cepat
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun. Waktu seolah berjalan dengan sangat cepat bagaikan kilat.
Tak terasa, kini tiga tahun telah berlalu sejak kelahiran dua malaikat kecil itu.
Perjalanan selama tiga tahun ini dipenuhi dengan kebahagiaan, tawa, dan kasih sayang yang tak terputus. Aryanveer dan Arshveer tumbuh dengan sangat pesat, sangat sehat, dan sangat cerdas.
Mereka melewati masa-masa bayi dengan sangat baik. Jarang sekali sakit, nafsunya makan sangat lahap, dan tidurnya pun sangat nyenyak. Setiap kali kontrol ke dokter, grafik berat dan tinggi badannya selalu berada di garis paling atas, menandakan mereka adalah anak-anak yang sangat prima dan gizi mereka terpenuhi sempurna.
Dua Pangeran yang Semakin Tampan
Kini di usia mereka yang menginjak 3 tahun, penampilan mereka sungguh memukau siapa saja yang melihat.
Mereka berdua sangat mirip, bak dua tetes air yang sama. Wajahnya bulat gembil, pipinya merah merona, matanya besar dan hitam tajam, serta rambutnya hitam legam dan ikal sedikit.
Tapi kalau diperhatikan lebih detail, ada ciri khas masing-masing:
✨ ARYANVEER SINGHANIA (Kakak)
✅ Tinggi Badan: Sekarang sudah mencapai 98 cm
✅ Berat Badan: 15 Kg (Gagah dan berisi)
✅ Sifat: Tenang, sedikit pendiam, sangat pengertian, dan suka memperhatikan sesuatu dengan fokus. Dia tipe anak yang suka memeluk boneka atau menyusun balok mainan dengan rapi. Kalau bicara suaranya lembut tapi tegas.
✨ ARSHVEER SINGHANIA (Adik)
✅ Tinggi Badan: 96 cm (Hampir sama tinggi sama kakaknya!)
✅ Berat Badan: 14,5 Kg
✅ Sifat: Sangat aktif, ceria, banyak omong, dan suka tertawa lebar. Dia adalah tipe anak yang energinya tidak ada habisnya, suka lari-lari keliling rumah, dan suka menggoda orang lain.
Keduanya selalu berpakaian serasi. Setiap hari mereka memakai baju kurta atau pakaian tradisional India yang berwarna-warni, kadang biru, kadang merah, kadang emas. Mereka terlihat seperti dua pangeran kecil yang sangat mempesona.
Kehidupan yang Penuh Warna
Hari-hari di kediaman keluarga Singhania kini tidak pernah sepi. Rumah yang megah dan besar itu selalu bergema oleh suara tawa dan celoteh lucu dari dua bocah kecil itu.
Pagi harinya, mereka akan bangun dengan semangat. Setelah mandi dan diberi makan oleh ayah dan ibunya dengan penuh kasih sayang, mereka akan langsung lari ke taman bermain atau ruang tengah yang sudah penuh dengan mainan.
"Yuuuukkk Aryan... main mobil-mobilan!" seru Arshveer dengan bahasa anak kecil yang masih belepotan namun sangat lucu.
"Iya Arsh... tapi jangan rebutan ya. Kita main bareng-bareng," jawab Aryanveer dengan nada bijak layaknya seorang kakak yang bertanggung jawab.
Mereka bermain bersama, tertawa bersama, dan kadang memang sesekali berantem kecil atau rebutan mainan, tapi itu tidak pernah berlangsung lama. Detik berikutnya mereka sudah akur lagi dan tertawa bersama. Ikatan batin mereka sangat kuat karena mereka kembar.
Dicintai dan Dimanja Segala Cara
Tentu saja, menjadi cucu satu-satunya dan anak tunggal membuat mereka menjadi Raja Kecil di rumah itu.
Setiap kali mereka meminta sesuatu, pasti akan dituruti.
Suatu hari, tiba-tiba Aryanveer menunjuk ke arah dapur dengan wajah memelas.
"Ayah... aku mau makan Peda... yang manis-manis bulat gitu..."
Belum sempat Aaryan menjawab, Arshveer langsung menimpali.
"Aku juga mauuu... sama Kheer juga! Yang dingin-dingin!"
"Hahaha... boleh sayang! Boleh! Sekarang juga disiapkan!" seru Aaryan dan Ny. Savitri serentak.
Mereka tidak bisa menolak permintaan manja kedua malaikat kecil itu.
Makanan pun selalu disiapkan yang paling bergizi dan paling enak. Mulai dari Palak Paneer (sayur bayam dengan keju) biar tulang kuat, Butter Chicken yang empuk, sampai buah-buahan segar dan susu murni setiap hari.
Hasilnya, badan mereka terlihat sangat padat, kulit mereka bersih dan bercahaya, serta tenaga mereka selalu penuh seperti baterai yang tidak pernah habis.
Momen Kebersamaan yang Hangat
Sore hari biasanya adalah waktu favorit seluruh keluarga.
Mereka semua akan duduk berkumpul di ruang tengah atau di taman belakang.
Aryanveer biasanya akan duduk manja di pangkuan ibunya, Maheera, sambil mendengarkan dongeng atau cerita-cerita indah.
Sedangkan Arshveer lebih suka duduk di pangkuan ayahnya, Aaryan, atau bermain-main dengan jenggot dan rambut ayahnya sambil bergelak ketawa.
Ny. Savitri pun tidak pernah lelah memandangi mereka.
"Ya Allah... lihat mereka... begitu sehat, begitu cerdas, dan begitu baik hatinya..." gumam Ny. Savitri penuh syukur. "Dulu Ibu sempat ragu, tapi ternyata Tuhan mengirimkan anugerah terindah lewat Maheera untuk keluarga kita."
Maheera yang mendengarnya hanya tersenyum bahagia sambil mengelus kepala putra sulungnya.
"Semua ini karena doa dan kasih sayang kita semua Bu. Mereka tumbuh di lingkungan yang penuh cinta makanya mereka jadi anak-anak yang bahagia."
Aaryan pun menimpali, "Dan mereka adalah bukti nyata bahwa perjuangan kita tidak pernah sia-sia. Dari air mata yang pahit, kini kita memanen kebahagiaan yang manis seperti madu."
Di usia mereka yang baru menginjak 3 tahun ini, Aryanveer dan Arshveer sudah mulai bisa berbicara banyak kata, sudah bisa berlari kencang, sudah bisa mengenal warna, dan sudah sangat mengerti cara membuat seluruh orang di rumah itu tersenyum bahagia.
Mereka adalah penerus keluarga Singhania yang hebat, dan masa depan mereka terlihat begitu cerah, gemilang, dan penuh dengan harapan yang indah.
Kehidupan keluarga ini benar-benar sempurna, utuh, dan abadi dalam kebahagiaan selamanya.
Waktu terus berlalu, kini usia Aryanveer dan Arshveer sudah menginjak angka 3 tahun lebih. Mereka sudah tumbuh menjadi anak-anak yang sangat cerdas, lincah, dan ingin tahu banyak hal.
Melihat perkembangan mereka yang begitu pesat, Aaryan dan Maheera pun sepakat bahwa sudah waktunya bagi kedua putra kesayangan mereka untuk mulai mengenal dunia luar dan bersosialisasi.
"Sayang... rasanya baru kemarin mereka bayi mungil, tapi sekarang sudah besar saja. Sudah waktunya mereka bersekolah kan?" ucap Aaryan sambil memandangi kedua anaknya yang sedang bermain riang di taman.
Maheera tersenyum sambil mengelus bahu suaminya. "Iya Mas... mereka kan anak-anak yang pintar dan pemberani. Mereka butuh teman bermain baru dan ilmu baru. Di India ini namanya Play School atau Pre-Primary Class, tempatnya nyaman dan asyik kok."
"Baiklah... maka kita carikan sekolah terbaik yang ada di kota ini. Pasti yang paling bagus, paling bersih, dan gurunya yang paling sabar," putus Aaryan tegas.
Persiapan Seragam dan Perlengkapan
Beberapa hari sebelum masuk sekolah, suasana di rumah menjadi sangat heboh dan seru. Mereka pergi berbelanja perlengkapan sekolah.
Untuk sekolah di India, seragamnya sangat khas dan cantik.
Untuk anak laki-laki, dipilihlah seragam berupa Shirt kemeja berwarna biru langit dipadukan dengan celana pendek warna gelap, dan juga baju adat Kurta khusus hari-hari tertentu.
"Nah... lihat ini Nak..." kata Maheera sambil memakaikan seragam itu ke tubuh Aryanveer dan Arshveer.
Mereka berdua langsung terlihat sangat gagah, rapi, dan tampan sekali. Rambut mereka disisir rapi ke belakang, dan di kaki mereka memakai sepatu kulit hitam yang mengkilap.
"Ganteng sekali cucu Ibu! Seperti mahasiswa cilik saja!" puji Ny. Savitri sambil tertawa bahagia.
Tas ranselnya pun tidak kalah mewahnya. Dua buah tas berwarna biru dengan gambar karakter kartun India dan mobil-mobilan dipilihkan oleh Ayah Aaryan.
"Ini tasnya besar ya... bisa buat bawa bekal dan buku gambar," kata Aaryan sambil membetulkan letak tali tas di punggung mungil kedua anaknya.
Hari Pertama yang Penuh Haru
Pagi itu, matahari bersinar cerah. Mobil mewah keluarga Singhania berhenti di depan gerbang sekolah yang sangat indah dan berwarna-warni.
Sekolah itu bernama "Delhi Public School - Play Section" atau bisa juga disebut Bal Bhavan (Rumah Anak). Suasananya sangat ceria, dindingnya dicat warna-warni, ada ayunan, perosotan, dan patung-patung hewan lucu di halamannya.
"Ayo pangeran-pangeranku... kita turun. Hari ini hari pertama sekolah kalian yang menyenangkan!" ajak Aaryan sambil menggendong keduanya turun dari mobil.
Saat pertama kali melangkah masuk ke halaman sekolah, Aryanveer dan Arshveer tampak sedikit kaget dan bingung. Banyak anak-anak lain seusia mereka yang juga datang dengan orang tuanya. Suasana riuh namun tertib.
Namun, saat melihat mainan yang banyak dan warna-warna yang cantik, mata mereka berdua langsung berbinar.
"Wahhh... mainan banyak Mas Aryan!" seru Arshveer menunjuk ke arah ayunan.
"Iya Arsh... nanti boleh main kok, tapi harus dengar kata guru dulu ya," jawab Aryanveer dengan bijaksana layaknya kakak yang baik.
Momen Manja dan Perpisahan Sementara
Saat tiba di depan pintu kelas, Guru kelas yang bernama Mrs. Sharma menyambut mereka dengan senyum ramah.
"Welcome Aryanveer and Arshveer! So handsome you both are! Come inside, we have lots of toys and colours!"
Namun, saat Aaryan dan Maheera hendak pamit pergi...
Tiba-tiba suasana berubah! 😭😭
Arshveer yang biasanya berani, tiba-tiba memeluk kaki ayahnya erat-erat. Matanya berkaca-kaca.
"Ayahhh... jangan pergi donggg... aku mau ikut pulanggg... hiks hiks..."
Aryanveer pun ikut memeluk kaki ibunya, wajahnya sedih sekali. "Ibu... jangan tinggalin kami di sini sendirian..."
Hancur sudah hati orang tua mereka melihat pemandangan itu. Tapi ini adalah proses yang harus dilalui.
Maheera berlutut menyamakan tingginya dengan anak-anak, lalu membelai pipi basah itu lembut.
"Sayangku... dengar Ibu ya. Ini bukan ditinggal kok. Ayah dan Ibu cuma pergi sebentar beliin jajan enak. Nanti sore pasti kita jemput lagi paling cepat."
"Ibu dan Ayah sayang banget sama kalian. Di sini seru lho, bisa gambar, bisa nyanyi, bisa main sama teman-teman baru. Jadi anak pemberani ya..."
Aaryan pun menimpali, "Ayah janji deh, kalau kalian sekolah yang baik, nanti Ayah beliin Ice Cream rasa mangga yang besar ya!"
Mendengar kata "Es Krim" dan janji manis itu, tangis mereka mulai reda. Mereka mengusap mata dengan tangan kecilnya.
"Janji ya Ayah... harus jemput cepet..." rengek Arshveer masih sedikit isak.
"Janji pangeran!"
Akhirnya dengan berat hati namun penuh harap, kedua orang tua itu meninggalkan kelas dengan hati berbunga-bunga.
Keseruan Belajar dan Bermain
Di dalam kelas, ternyata tidak seburuk yang dibayangkan.
Guru Mrs. Sharma sangat sabar dan baik hati. Dia mengajak anak-anak menyanyikan lagu-lagu India yang ceria.
"Bum bum bole... masti mein dole..." 🎵🎶
Aryanveer dan Arshveer awalnya malu-malu, tapi lama-kelamaan ikut tersenyum dan ikut menepuk tangan.
Mereka diajari mengenal huruf, angka, dan warna. Ada kegiatan menggambar dan mewarnai dengan krayon besar.
"Wah... Aryanveer gambar mobil ya? Bagus sekali!" puji guru.
Arshveer lebih suka mencorat-coret dengan warna merah dan oranye, tertawa sendiri melihat hasil karyanya.
Waktu istirahat pun tiba. Mereka mengeluarkan bekal makan siang yang disiapkan oleh Ibu dan Nenek.
Bekalnya tentu saja makanan khas India yang sehat dan enak! Ada Paratha (roti pipih) yang diisi sayur, potongan buah apel, dan Sandwich keju.
Mereka makan dengan lahapnya sambil mengobrol dengan teman-teman baru di sebelahnya.
Pulang Sekolah dengan Bahagia
Sore harinya, tepat waktu, Aaryan dan Maheera sudah menunggu di depan gerbang sekolah dengan wajah tidak sabar.
Saat pintu kelas terbuka...
"IBUUUU!!! AYAHHH!!!" 🥰🏃♂️🏃♂️
Dua bocah kecil itu langsung berlari sekencang-kencangnya menghambur ke pelukan orang tua mereka. Wajah mereka cerah, keringatan, tapi senyumnya lebar sekali!
"Gimana sayang? Seru nggak sekolahnya?" tanya Maheera sambil memeluk keduanya bergantian.
"Seru banget Bu! Kita gambar! Kita nyanyi! Teman-temannya banyak!" celoteh Arshveer tak henti.
Aryanveer pun menimpali dengan bangga, "Aku sudah bisa tulis angka 1 2 3 Bu! Gurunya baik sekali!"
Mereka terlihat sangat bahagia dan tidak sabar ingin kembali lagi besok pagi.
Aaryan pun menepati janjinya. "Nah, karena kalian sudah jadi anak sekolah yang hebat dan berani... ayok kita cari Es Krim dan makan malam enak!"
"YEAAAAAY!!!" 🎉🍦
Hari pertama sekolah pun menjadi kenangan indah lainnya dalam perjalanan hidup dua pangeran keluarga Singhania. Mereka kini mulai melangkah menuju masa depan yang cerah, ditemani kasih sayang keluarga yang tak terhingga.
Rutinitas Baru yang Penuh Semangat
Berhari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan berlalu. Aryanveer dan Arshveer kini sudah sangat terbiasa dengan dunia sekolah mereka.
Setiap pagi, mereka bangun dengan semangat. Tidak ada lagi tangisan atau rengekan saat mau berangkat. Justru merekalah yang sering membangunkan orang tuanya.
"Ayah... Ibu... ayo bangun! Nanti telat lho masuk kelas! Aku mau gambar hari ini!" seru Arshveer dengan antusias.
Mereka mandi, memakai seragam biru langit yang rapi, menyisir rambut hitamnya, dan sarapan dengan lahap.
"Nah, minum susu dulu ya Nak. Biar otak makin encer dan badan makin kuat buat belajar," ucap Maheera sambil menyuapi kedua putranya.
Perjalanan ke sekolah pun selalu menyenangkan. Di dalam mobil, mereka sering bernyanyi lagu-lagu yang diajarkan di sekolah.
"Ek chidiya, anek chidiya... ek chidiya, anek chidiya..." 🎶
Suara mereka terdengar lucu dan ceria sekali. Aaryan dan Maheera hanya bisa tersenyum bahagia mendengarnya.
Cerdas dan Berprestasi
Ternyata, gen keturunan keluarga Singhania yang pintar dan cerdas benar-benar terlihat jelas pada kedua anak ini.
Di kelas, Aryanveer dan Arshveer termasuk murid yang paling cepat menangkap pelajaran.
Guru mereka, Mrs. Sharma, sering sekali memuji mereka di depan orang tua.
"Anak-anak Bapak dan Ibu ini luar biasa ya. Aryanveer itu sangat teliti dan matematikanya sudah jago sekali menghitung sampai angka 100. Sedangkan Arshveer itu sangat kreatif, gambarnya bagus-bagus dan bahasanya lancar sekali."
Suatu hari, sekolah mengadakan acara Annual Function atau perayaan tahunan. Ada lomba mewarnai dan lomba fashion show busana adat.
Aryanveer dan Arshveer ikut serta!
Mereka memakai baju adat India yang sangat mewah dan gagah. Aryanveer pakai baju warna emas dengan sorban putih, Arshveer pakai warna merah maroon.
Saat tampil di panggung, mereka tidak takut sama sekali! Justru mereka berjalan dengan percaya diri, tersenyum manis ke arah penonton, dan berpose lucu.
Penonton bersorak dan bertepuk tangan sangat keras.
"Wahhh... ganteng sekali! Pangeran asli!"
Dan hasilnya? Alhamdulillah mereka mendapatkan juara!
🏆 Aryanveer dapat piala juara 1 lomba mewarnai.
🏆 Arshveer dapat piala juara 1 lomba fashion show.
Saat mereka turun dari panggung membawa piala dan medali yang berkilau, Aaryan dan Maheera langsung memeluk mereka dengan bangga luar biasa.
"Bangga sekali Ayah sama kalian! Kalian memang hebat!" seru Aaryan sambil mengangkat keduanya tinggi-tinggi.
Pulang Sekolah dan Manja di Rumah
Sore hari adalah waktu yang paling ditunggu. Setelah seharian belajar dan bermain di sekolah, energi mereka memang terkuras habis, tapi semangat mereka masih ada.
Sesampainya di rumah, mereka langsung berlari menghambur ke pelukan Nenek Savitri atau langsung minta pangkuan Ayah dan Ibu.
"Huuu... capek sekali Bu... tapi seru!" celoteh Arshveer sambil melepas sepatunya.
"Pasti capek dong sayang. Otak dan badan sudah bekerja keras seharian. Sini makan dulu, sudah disiapkan makanan kesukaan kalian," jawab Ny. Savitri penuh sayang.
Makanan pun tersaji lengkap dan menggoda selera anak-anak.
🍛 Butter Chicken dengan kuah kental yang manis gurih.
🍞 Naan Roti yang lembut dan hangat.
🥔 Aloo Masala yang berbumbu pas.
🍨 Dan tentu saja dessert Gulab Jamun atau Kulfi es krim favorit mereka.
Mereka makan dengan sangat lahapnya. Sambil makan, mereka tak henti bercerita tentang apa saja yang terjadi di sekolah hari ini. Siapa teman baru, siapa yang nakal, dan apa yang dimainkan saat istirahat.
Aaryan dan Maheera mendengarkan dengan sangat antusias seolah itu adalah cerita paling menarik di dunia.
Tumbuh di Bawah Lindungan Cinta
Melihat kedua putranya tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, sholeh, dan tampan... hati Aaryan dan Maheera dipenuhi rasa syukur yang tak terhingga.
Mereka sadar, bahwa kebahagiaan ini tidak didapatkan secara instan. Dulu mereka pernah berjuang, pernah menangis, dan pernah susah. Tapi Tuhan begitu baik mengubah semua itu menjadi kebahagiaan yang berlimpah seperti saat ini.
Rumah megah itu bukan lagi sekadar bangunan batu dan marmer. Tapi rumah itu kini penuh dengan tawa, penuh dengan canda, dan penuh dengan kasih sayang yang hangat menyelimuti seluruh anggota keluarga.
Aryanveer dan Arshveer tumbuh bukan hanya dalam kemewahan, tapi lebih dari itu... mereka tumbuh dalam limpahan doa, perhatian, dan cinta yang melimpah ruah dari kedua orang tua dan seluruh keluarganya.
Masa depan mereka terlihat begitu cerah, begitu gemilang, dan penuh dengan harapan-harapan indah yang akan segera mereka petik di kemudian hari.