NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Residu Hitam di Jantung Nusantara

​Gemuruh mesin jet pribadi Surya Corp terdengar seperti dengungan lebah raksasa yang menembus lapisan awan kumulonimbus di atas Samudera Hindia. Di dalam kabin yang mewah, suasananya jauh dari kata santai. Kirana Larasati Surya duduk bersila di atas sofa kulit, matanya terpejam, namun dahi dan pelipisnya terus mengeluarkan keringat dingin. Ia sedang berada dalam fase "De-sinkronisasi"—proses pemutusan saraf kesadarannya dari jaringan Internet Organik yang ia tanam di London.

​Adyatma duduk tepat di hadapannya. Bahu kirinya yang sempat tertusuk pedang plasma di Bank of England kini terbalut perban bio-regeneratif hasil riset laboratorium klan Surya. Meskipun luka fisiknya mulai menutup, Adyatma merasa ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya sedang bergejolak di dalam nadinya. Sejak pilar kristal Sang Arsitek meledak di London, energi biru naganya sesekali berubah warna menjadi hitam pekat—sebuah residu energi kegelapan yang seolah-olah "menular" dari mesin tersebut.

​"Kirana... tarik napas," bisik Adyatma, suaranya parau. Ia meraih tangan Kirana, mencoba menyalurkan sedikit kehangatan untuk menstabilkan suhu tubuh istrinya yang menurun drastis.

​Kirana tersentak bangun, matanya terbuka lebar dengan pupil yang sempat berkilat perak tajam sebelum kembali normal. Ia terengah-engah, memegangi dadanya yang terasa sesak.

​"Aku melihatnya, Adyatma," ucap Kirana dengan suara bergetar. "Saat aku menghancurkan identitas kakek di London, aku sempat menyentuh lapisan memori terdalamnya. Dia tidak hanya mengunggah dirinya ke satelit. Dia sedang mencari 'Wadah Naga Hitam'. Dia tahu bahwa naga di dalam dirimu memiliki sisi gelap yang belum bangkit."

​Adyatma terdiam, wajahnya mengeras. "Bagas sempat menyebutkan itu sebelum mati. Naga Hitam... aku selalu menganggap itu hanya mitos untuk menakut-nakuti keturunan Surya agar tidak kehilangan kendali. Tapi di London tadi... saat aku terdesak, aku merasakan kekuatan itu. Rasanya dingin, Kirana. Bukan panas membara seperti biasanya, tapi dingin yang ingin membekukan segalanya menjadi abu."

​Kepulangan yang Tak Disambut

​Pesawat mereka mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma tepat saat hujan tropis yang lebat mengguyur Jakarta. Reno sudah menunggu di apron dengan tim medis dan pengawal elit. Namun, wajah Reno tidak menunjukkan kelegaan. Ia tampak pucat, matanya terus-menerus melirik ke arah tabletnya yang berkedip merah.

​"Nyonya, Tuan... kita punya masalah besar di Menara Nusantara," ucap Reno tanpa basa-basi begitu mereka masuk ke dalam limosin anti-peluru.

​Kirana segera membuka Cendana-OS di tabletnya. "Jelaskan, Reno. Aku pikir sistem audit otomatis sudah membersihkan semua benalu."

​"Secara fisik, ya," jawab Reno. "Tapi ada serangan 'Hantu' yang tertinggal. Sejak pilar London hancur, sebuah protokol tersembunyi bernama 'The Shadow Harvest' aktif di server pusat Jakarta. Protokol ini tidak mencuri uang atau data, Nyonya. Dia mencuri 'waktu'. Dia membuat seluruh komputer di Nusantara Group memproses kalkulasi yang tidak masuk akal, menyebabkan suhu ruangan server meningkat drastis dan mengancam meledakkan gedung."

​Kirana menyipitkan mata. Ia membedah barisan kode yang dikirim Reno. "Ini bukan sekadar virus. Ini adalah ritual digital. Kakek menggunakan energi panas dari server-server kita untuk membuka pintu gerbang frekuensi bagi Naga Hitam."

​Misteri Jurnal yang Terkunci

​Sesampainya di Menara Nusantara, Kirana tidak menuju ke ruang server terlebih dahulu. Ia menarik Adyatma menuju ruang kerjanya yang sangat terisolasi. Ia mengeluarkan sebuah kunci fisik berbentuk bunga melati yang terbuat dari perak murni—satu-satunya kunci yang bisa membuka laci rahasia di meja kerja ibunya.

​Di dalamnya, terdapat sebuah drive fisik kuno yang dilapisi minyak cendana. Ini adalah bagian terakhir dari jurnal ibunya, bagian yang diberi label: "Dalam Keadaan Darurat: Rahasia Surya".

​Kirana menghubungkan drive tersebut ke sistemnya, memastikan seluruh koneksi internet diputus total. Muncul sebuah dokumen video yang direkam hanya beberapa hari sebelum ibunya meninggal. Wajah ibunya tampak sangat lelah, namun matanya penuh dengan determinasi.

​"Kirana, jika kau menonton ini, artinya faksi dunia sudah mulai bergerak dan Adyatma berada dalam bahaya besar. Kau harus tahu kebenaran tentang klan Surya. Mereka bukan sekadar keturunan ksatria. Mereka adalah penjaga Naga Bumi. Namun, ribuan tahun lalu, leluhur mereka membagi naga itu menjadi dua: Naga Biru (Kehidupan) dan Naga Hitam (Penghancur)."

​Ibu Kirana menjeda rekaman, menarik napas panjang. "Naga Hitam dikunci di dalam sebuah dimensi digital-spiritual yang disebut 'The Void'. Namun, kakekmu menemukan cara untuk menggunakan teknologi Sastra Cyber guna menarik Naga Hitam kembali ke dunia nyata melalui tubuh keturunan Surya yang paling kuat—yaitu Adyatma. Kirana, hanya frekuensi Cendana murni yang bisa menyegel Naga Hitam. Tapi harganya mahal... kau harus membagi jiwamu ke dalam tubuh Adyatma secara permanen."

​Kirana dan Adyatma saling bertatapan. Keheningan di ruangan itu terasa sangat berat.

​"Membagi jiwa?" bisik Adyatma. "Itu artinya kau tidak akan bisa hidup tanpaku, dan aku tidak bisa hidup tanpamu. Kita akan menjadi satu entitas."

​"Kita sudah menjadi satu sejak di Mahameru, Adyatma," jawab Kirana, menggenggam tangan suaminya lebih erat. "Tapi kakek ingin menggunakan 'Shadow Harvest' ini untuk memicu transformasi Naga Hitam-mu malam ini. Kita harus menghentikannya sebelum dia mendapatkan wadahnya."

​Pertempuran di Ruang Server Utama

​Tiba-tiba, alarm kebakaran berbunyi di seluruh gedung. Reno berteriak melalui interkom. "Nyonya! Suhu di ruang server mencapai 90 derajat Celsius! Sistem pendingin Thames-Resonance kita tidak berfungsi! Sesuatu dari dalam air menghambat aliran!"

​Kirana dan Adyatma berlari menuju ruang server utama yang terletak di bawah tanah. Begitu pintu titanium itu terbuka, hawa panas yang menyengat langsung menerpa mereka. Ribuan lampu indikator di rak server menyala merah terang, menciptakan suasana seperti di dalam perut gunung berapi.

​Di tengah ruangan, di depan server utama, berdiri sebuah proyeksi holografik Sang Arsitek. Namun kali ini, dia tidak tampak seperti manusia. Dia tampak seperti kumpulan bayangan hitam yang memiliki ribuan mata digital.

​"Sambutlah kegelapan, Cucuku!" suara Sang Arsitek menggelegar, membuat kaca-kaca di ruangan itu retak. "Adyatma, berikan aku kemarahanmu! Berikan aku rasa sakitmu! Naga Hitam haus akan kehancuran!"

​Sebuah gelombang energi hitam terpancar dari server, menghantam Adyatma tepat di dadanya. Adyatma meraung kesakitan. Tubuhnya mulai diselimuti oleh uap hitam yang pekat. Matanya berubah total menjadi gelap tanpa pupil.

​"Adyatma! Lawan dia!" teriak Kirana. Ia mencoba mendekat, namun tekanan gravitasi di ruangan itu meningkat drastis, menekannya ke lantai.

​Protokol "Penyatuan Jiwa"

​Kirana menyadari bahwa teknologi konvensional tidak akan berguna di sini. Ia harus menggunakan instruksi ibunya. Ia merangkak dengan susah payah menuju Adyatma, mengabaikan panas lantai yang mulai membakar telapak tangannya.

​Ia mencapai kaki Adyatma yang kini mulai melayang di udara, dikelilingi oleh pusaran energi hitam. Kirana memejamkan mata dan mulai menyanyikan mantra Sastra Cyber tingkat akhir. Ia tidak menggunakan suara fisiknya; ia menggunakan frekuensi jiwanya.

​"Reno! Aktifkan Google Cloud - Soul Integration! Target: Adyatma Surya! Source: Kirana Larasati!"

​Seketika, cahaya perak murni meledak dari jantung Kirana. Cahaya itu berbentuk benang-benang halus yang merambat masuk ke dalam uap hitam yang menyelimuti Adyatma. Kirana merasakan sakit yang luar biasa—seolah-olah jiwanya sedang ditarik keluar melalui pori-pori kulitnya. Ia melihat memori-memori Adyatma: masa kecilnya yang penuh ketakutan akan kutukan, kesepiannya di puncak kekuasaan, dan akhirnya, rasa cintanya yang murni pada Kirana.

​"Aku ada di sini, Adyatma... kau tidak sendirian di dalam kegelapan itu," bisik Kirana dalam dimensi spiritual mereka.

​Di dalam pusaran energi hitam tersebut, Kirana menemukan sosok Adyatma yang sedang meringkuk, dikelilingi oleh naga hitam raksasa yang siap menelannya. Kirana memeluk sosok itu. Cahaya peraknya mulai menenangkan sang naga hitam, mengubah sisik hitamnya menjadi abu-abu metalik yang tenang.

​RESONANSI JIWA: 100% TERKONFIRMASI.

​Ledakan energi putih yang dahsyat terjadi di ruang server. Seluruh sistem "Shadow Harvest" hancur seketika. Suhu ruangan turun secara drastis dalam hitungan detik. Proyeksi Sang Arsitek berteriak sebelum akhirnya lenyap menjadi serpihan data yang tidak berarti.

​Sinergi Baru

​Keheningan kembali menyelimuti ruang server. Adyatma jatuh berlutut, napasnya tersengal-engal. Namun, penampilannya kini telah berubah. Di leher dan lengannya, terdapat pola tato perak permanen yang menyerupai sisik naga yang halus. Matanya kini berwarna perak jernih, sama seperti Kirana.

​Kirana terjatuh di pelukan Adyatma, tubuhnya sangat lemas, namun ia tersenyum. "Kita... berhasil menyegelnya."

​Adyatma menatap tangannya. Ia bisa merasakan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya, namun kekuatan itu kini terasa sangat lembut dan patuh di bawah kendalinya. Ia juga bisa merasakan detak jantung Kirana di dalam dadanya sendiri—secara harfiah.

​"Kau memberikan jiwamu padaku, Kirana," ucap Adyatma dengan nada haru. "Kenapa?"

​"Karena tanpa naga, cendana hanyalah parfum yang akan memudar," jawab Kirana lemah. "Dan tanpa cendana, naga hanyalah monster yang akan membakar dirinya sendiri. Sekarang, kita adalah satu, Adyatma. Takdir kita sudah terikat selamanya."

​Ancaman yang Bergeser ke Timur

​Di saat yang sama, jauh di sebuah kuil rahasia di kaki Gunung Fuji, Jepang, seorang pria muda dengan jubah kimono modern berdiri menatap layar monitor yang menampilkan status kegagalan di Jakarta. Ia memegang sebuah belati dengan simbol Naga Emas.

​"Faksi London gagal. Sang Arsitek terlalu ceroboh," ucap pria itu dengan suara dingin. "Tapi mereka telah membangkitkan entitas baru. Seorang Naga dan Cendana yang telah bersatu. Ini akan menjadi tantangan yang menarik bagi Faksi Timur."

​Pria itu mematikan layarnya. "Siapkan unit 'Kami-Scorpio'. Kita tidak akan menyerang mereka di Jakarta. Kita akan mengundang mereka ke Kyoto. Kirana Larasati harus belajar bahwa di Timur, tradisi jauh lebih kuat daripada barisan kode."

​Kembali di Jakarta, Kirana dan Adyatma yang sedang dalam masa pemulihan belum menyadari bahwa kemenangan mereka di London dan Jakarta hanyalah pembuka bagi konflik yang jauh lebih besar di Jepang. Sang Ratu Cendana kini telah menjadi satu dengan Sang Naga, dan bersama-sama, mereka akan melintasi benua untuk menghadapi faksi yang memegang rahasia asal-usul sebenarnya dari kekuatan mereka.

​*** [Bersambung ke Bab 28...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!