NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Action
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Ia hanyalah seorang "murid sampah" di Sekte Pedang Giok, pemuda tanpa masa depan yang hidup dalam kehinaan dan penindasan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kembali ingatan masa lalunya, ketika ia masih seorang Kaisar Agung di alam atas dan pernah memimpin jutaan pasukan di atas medan perang berdarah.

Namun, karena mendapatkan pengkhianatan yang kejam dari murid kepercayaannya sendiri, Ia kini harus memulai segalanya dari awal.

Sampah? Tidak! Ia menggunakan seluruh memori masa lalunya dan mengubah dirinya menjadi sosok tak tertandingi yang dapat menyapu bersih semua semut pengganggu dari jalannya.

"Aku adalah ... Qin Xiang."

Genre: Aksi, Kultivasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Harem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26: Tuan Muda Qin

Mentari sore menggantung rendah di ufuk barat, menyiram Kota Giok dengan warna emas yang kental sekaligus panjang. Di tengah hiruk-pikuk pasar yang mulai mereda, Qin Xiang melangkah tenang memasuki Paviliun Seratus Herbal. Aroma pahit rempah dan keharuman tanaman obat yang dikeringkan langsung menyambut indra penciumannya, sebuah aroma yang selalu berhasil membangkitkan memori ribuan tahun tentang tungku alkimia dan api spiritual.

Tujuannya kali ini adalah menyerahkan tumpukan tanaman herbal yang ia kumpulkan secara selektif selama perjalanan pulang dari Desa Quang. Meski sebagian besar hanya berada di peringkat rendah dan beberapa di tingkat menengah, di tangan Qin Xiang, tanaman-tanaman tersebut tampak seperti mahakarya alam yang baru saja dipetik dari kebun para dewa.

Ru Tian, sang pengelola paviliun, menerima setiap helai daun dan akar tersebut dengan mata yang berbinar penuh kepuasan. Ia membelai salah satu kelopak Bunga Embun Pagi dengan ujung jarinya, memastikan kemurniannya masih terjaga sempurna tanpa ada satu pun urat energi yang terputus.

"Senang bisa kembali berbisnis dengan Anda, Tuan Muda Qin," ujar Ru Tian dengan senyum yang sarat akan makna tersirat. Tatapannya seolah-olah mencoba menembus kabut misteri yang menyelimuti raga Qin Xiang.

Qin Xiang sempat tertegun sejenak, namun sedetik kemudian ia terkekeh ringan, suara tawa yang membawa aura ketenangan seorang penguasa. "Sepertinya telinga Tuan Ru jauh lebih tajam daripada yang kubayangkan. Kau sudah mengetahui beberapa hal tentangku, bukan?"

"Hahaha, jangan tersinggung, Tuan Muda. Di dunia yang kejam ini, bukankah wajar untuk saling mengenal lebih dalam demi menjaga agar roda bisnis kita tetap berputar tanpa hambatan?" Ru Tian membalas sembari merapikan tumpukan herbal tersebut ke dalam kotak giok khusus.

"Hmm..." Qin Xiang tidak menunjukkan kemarahan; ia tahu bahwa identitas latar belakangnya tidak akan bisa disembunyikan selamanya dari jaring informasi yang kuat. "Katakan padaku, seberapa jauh kau telah menggali identitasku?"

Ru Tian mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, suaranya merendah menjadi bisikan yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. "Hanya beberapa poin krusial. Seperti fakta bahwa kau adalah Tuan Muda dari Keluarga Qin yang terhormat di Ibu Kota. Dan yang paling mengesankan bagi alkemis kecil sepertiku adalah perkembanganmu yang sangat tidak masuk akal dalam beberapa minggu terakhir. Dari seorang murid magang yang dianggap sampah, hingga meledak menjadi jenius sekte luar yang baru saja mematahkan rekor lama... semua pencapaian Anda benar-benar membuatku sulit untuk tidur tenang karena rasa penasaran."

"Oh?"

Qin Xiang mengangkat sebelah alisnya. Ia sedikit kagum; bahkan belum genap sehari sejak ia menerima plat identitas emas di Aula Misi, Ru Tian sudah mendapatkan laporannya. Jaringan informasi semacam ini adalah pedang bermata dua; ia bisa menjadi sekutu yang sangat membantu, namun juga bisa berubah menjadi musuh yang mematikan di balik bayang-bayang.

"Anda tidak perlu cemas, Tuan Muda. Aku berani menjaminkan kepalaku bahwa informasi ini tidak akan bocor ke telinga yang salah. Lagi pula, alkemis kecil sepertiku masih sangat mencintai nyawanya. Aku tidak ingin kehilangan kesempatan melihat matahari esok hari hanya karena berani bermain-main dengan salah satu dari tiga pilar agung kerajaan," ujar Ru Tian dengan nada yang sangat meyakinkan.

Tiga Keluarga Agung adalah fondasi utama yang menjaga stabilitas kerajaan agar tidak runtuh diterjang badai politik maupun invasi. Di dalam klan-klan tersebut, terdapat banyak 'naga' dan 'harimau' yang bersemayam—sosok-sosok kuat yang sanggup melenyapkan seseorang hanya dengan satu tarikan napas. Menyinggung mereka sama saja dengan mengundang malapetaka bagi tujuh turunan.

Qin Xiang menyadari Ru Tian adalah orang yang cerdik dan tahu cara menempatkan diri. "Apa ada hal lain yang menarik minatmu dariku selain status dan kekuatanku, Tuan Ru?"

"Ada! Justru hal inilah yang paling mengusik jiwaku!" Ru Tian menjawab dengan wajah yang memancarkan ketertarikan murni seorang praktisi Alkimia. "Aku sudah melakukan penyelidikan menyeluruh, namun aku tidak menemukan riwayat bahwa Tuan Muda pernah mempelajari seni alkimia atau penanganan tanaman herbal. Tapi, lihatlah ini!"

Ia menunjuk dengan penuh antusiasme pada tanaman herbal yang tergeletak di meja. "Semakin rendah peringkat tanaman, semakin rapuh struktur energinya. Namun, teknik memanen yang Anda gunakan benar-benar melampaui batas kewajaran. Tidak ada se-inci pun bagian tanaman yang terluka, bahkan energi spiritualnya terkunci rapat di dalam seratnya. Ini mungkin dianggap remeh oleh orang awam, tapi bagi diriku yang telah berkecimpung di dunia alkimia sejak kecil, ini adalah keajaiban! Aku saja butuh lima tahun pengalaman keras hanya untuk mencapai tingkat kehalusan seperti ini."

Ru Tian terus menceramahi betapa sulitnya menjaga integritas tanaman herbal saat dicabut dari tanah, sebuah proses yang sering kali merusak 30% hingga 50% khasiat obat di tangan murid sekte biasa. Namun, di hadapannya ada seorang remaja tujuh belas tahun yang melakukannya seolah-olah ia sedang memetik bunga di taman sendiri.

Qin Xiang mulai merasa risih dengan pujian yang berlebihan itu dan segera menginterupsi, "Tuan Ru, kau terlalu berlebihan. Sudah kubilang, aku hanya mempelajari sedikit hal dasar saat memiliki waktu luang di masa lalu."

Apakah Ru Tian akan menelan mentah-mentah alasan tersebut? Tentu saja tidak. Logikanya berteriak bahwa di hadapannya saat ini bukan sekadar murid beruntung, melainkan seorang jenius alkemis tersembunyi yang mungkin memiliki warisan kuno.

"Apakah Tuan Muda pernah mencoba untuk memurnikan pil?" tanyanya, matanya kini berkilat penuh harap.

"Sedikit," jawab Qin Xiang pendek, tetap menjaga profil rendahnya.

"Oh! Jika demikian, apakah Tuan Muda bersedia menunjukkan sedikit keahlian tersebut padaku?" Ru Tian berseru dengan suara yang sedikit terlalu kencang, hingga menarik perhatian beberapa pelanggan yang sedang memilah obat di sudut paviliun.

"Ehem, maafkan aku. Aku terlalu terbawa suasana," bisik Ru Tian sembari menutupi mulutnya dengan telapak tangan, wajahnya sedikit memerah karena malu. Ia kemudian menatap wajah Qin Xiang dengan penuh konsentrasi, menanti keputusan yang akan diambil oleh sang pemuda.

Qin Xiang terdiam sejenak, menimbang-nimbang keuntungan yang bisa ia dapatkan. Memiliki akses ke laboratorium alkimia dan bahan-bahan berkualitas adalah sesuatu yang ia butuhkan untuk mempercepat kultivasinya. "Tuan Ru, aku bisa saja memenuhi keinginanmu itu. Namun, aku memiliki syarat yang tidak bisa ditawar."

"Silakan katakan, Tuan Muda Qin. Selama permintaan itu masih berada dalam jangkauan kemampuanku, aku akan memastikannya terpenuhi," jawab Ru Tian lugas.

Qin Xiang mengangkat tangan kanannya, menaikkan jari telunjuknya dengan tegas. "Pertama, kau harus menjamin kerahasiaan mutlak. Tidak boleh ada satu jiwa pun, termasuk pelayanmu, yang mengetahui bahwa aku sedang melakukan pemurnian di sini."

Ru Tian mengangguk mantap, menyetujui tanpa ragu. Qin Xiang kemudian mengangkat jari tengahnya. "Kedua, aku membutuhkan akses ke beberapa bahan peringkat menengah dan tinggi yang tersedia di stokmu."

"Umm... baiklah," Ru Tian sedikit ragu memikirkan nilai bahan-bahan tersebut, namun rasa penasarannya jauh lebih besar daripada rasa sayangnya pada koin emas. Ia mengangguk setuju.

Terakhir, Qin Xiang mengangkat jari manisnya. "Ketiga, aku ingin semua hasil pil yang berhasil dimurnikan hari ini menjadi milikku sepenuhnya. Kau tidak boleh mengambil satu butir pun sebagai komisi."

"Tentu! Itu sangat adil!" Ru Tian langsung menyambar tawaran itu. Baginya, melihat teknik dari seorang jenius misterius adalah bayaran yang jauh lebih berharga daripada beberapa butir pil.

"Baiklah. Berikan aku selembar kertas," pinta Qin Xiang.

Ru Tian dengan sigap menyodorkan lembaran kertas kosong dan sebuah kuas halus. Qin Xiang mulai menggerakkan tangannya dengan kecepatan yang stabil, menuliskan satu bahan peringkat atas dan lima jenis bahan peringkat menengah, lengkap dengan spesifikasi suhu tungku yang ia inginkan.

Begitu menerima kembali kertas tersebut, wajah Ru Tian seketika memucat. Ia menatap deretan nama bahan itu dengan tangan yang gemetar hebat. Keraguan besar kini merayap di dalam hatinya saat ia bertanya dengan suara lirih, "Tuan Muda... apakah kau serius? Ini adalah komposisi untuk Pil Shenghuo (Api Suci)? Bukankah itu adalah salah satu pil peringkat atas yang bahkan alkemis tingkat empat pun jarang berani menyentuhnya?"

Pil Shenghuo dikenal sebagai pil yang mampu meledakkan potensi energi dalam tubuh secara instan, namun tingkat kegagalannya sangat mengerikan karena membutuhkan kontrol api yang sangat ekstrem. Di mata Ru Tian, jika Qin Xiang gagal, tungku itu bukan hanya akan hancur, tetapi seluruh paviliunnya bisa rata dengan tanah.

...

Bersambung!

1
budiman_tulungagung
sepuluh mawar 🌹
budiman_tulungagung: oke.. masama brother
total 2 replies
budiman_tulungagung
lima mawar 🌹
Nanik S
Awal yang bagus
Devourer Is Back: Thanks udah mampir🙏🏻
total 1 replies
T28J
saya kasih like dan hadiah 👍
Devourer Is Back: Thanks ya🙏
total 1 replies
Devourer Is Back
Janji deh, sampai tamat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!