NovelToon NovelToon
System Toko Sepuluh Ribu Alam

System Toko Sepuluh Ribu Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.

Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Wush!"

Gumpalan cahaya putih berputar dengan cepat di depan meja kasir. Namun kali ini, cahaya itu tidak membentuk siluet putih. Cahaya itu memudar, memperlihatkan sosok manusia yang sesungguhnya secara perlahan dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Hao Qi menahan napasnya.

Berdiri di depannya adalah seorang gadis muda yang mungkin baru berusia tujuh belas atau delapan belas tahun. Ia mengenakan pakaian Hanfu kuno berwarna biru muda yang terbuat dari sutra kualitas tinggi. Namun, kondisi gadis itu sangat memprihatinkan.

Gaun sutranya sobek di berbagai tempat, dipenuhi noda lumpur dan darah kering. Rambut panjangnya yang sehitam tinta tampak acak-acakan, dihiasi jepit rambut giok yang salah satu ujungnya patah. Wajahnya yang sangat cantik dan mungil terlihat pucat pasi, kotor oleh debu tanah.

"Bruk!"

Gadis itu jatuh terduduk di lantai kayu toko. Pedang panjang bersarung perak yang ia pegang terlepas dari tangannya dan berdenting pelan di lantai.

"Ugh..."

Ia memegangi perutnya yang rata. Napasnya sangat lemah.

"Kruyuk..."

Suara gemuruh keras tiba-tiba terdengar dari perut gadis itu, memecah kesunyian toko kayu antik tersebut. Wajah gadis itu langsung memerah karena malu, namun rasa lemasnya lebih mendominasi.

"Di... di mana ini?"

Gadis itu bergumam dengan suara serak dan bergetar. Ia perlahan mengangkat kepalanya, matanya yang besar dan jernih menatap sekeliling ruangan dengan bingung.

Ia mengira dirinya sudah mati kelaparan di dalam Reruntuhan Kuno Makam Kaisar. Ia telah terjebak di labirin batu itu selama sepuluh hari penuh tanpa setetes air atau sebutir pil puasa pun tersisa.

Matanya kemudian tertuju pada Hao Qi yang berdiri di balik meja kasir. Sosok Hao Qi yang berupa siluet putih bercahaya membuatnya tersentak kaget.

"K-kau... apakah kau Dewa Pelindung Makam? Atau kau hantu yang akan memakan jiwaku?" Gadis itu mencoba mundur, tangannya meraba-raba mencari gagang pedangnya di lantai.

Hao Qi tersenyum ramah, sangat menikmati pemandangan nyata pelanggannya ini. Sistem benar-benar canggih, ia bahkan bisa melihat detail noda debu di pipi gadis itu dengan jelas.

"Selamat datang di Toko Sepuluh Ribu Alam, Nona kecil yang cantik. Jangan takut, aku bukan hantu ataupun Dewa Pelindung Makam. Aku hanyalah seorang pedagang biasa."

Suara Hao Qi terdengar sangat jernih dan menenangkan.

"Nama saya adalah Pemilik Toko. Anda tiba di sini karena Anda memiliki keinginan kuat untuk bertahan hidup. Dan sepertinya..." Hao Qi sengaja menghentikan kalimatnya.

"Kruyuk..."

Perut gadis itu kembali berbunyi dengan sangat nyaring.

"...Anda sangat kelaparan," lanjut Hao Qi sambil tertawa kecil. "Hahaha!"

Wajah gadis bernama Hua Ling itu memerah hingga ke telinga. Ia adalah Nona Muda dari Sekte Pedang Teratai Salju, sosok jenius yang sangat dihormati. Tidak pernah seumur hidupnya ia merasa begitu lapar dan memalukan seperti ini di depan orang asing.

"Aku... aku terperangkap dalam jebakan labirin Reruntuhan Kuno selama sepuluh hari. Pil puasaku habis. Cincin penyimpananku rusak karena serangan binatang buas,"

Hua Ling menelan ludahnya yang terasa kering. Matanya memancarkan keputusasaan.

Tiba-tiba, hidung mungil Hua Ling mengendus udara. Bau harum kayu cendana di ruangan ini perlahan tertutup oleh bau lain. Bau gurih daging sapi yang dibakar, keju yang meleleh, dan rempah ayam krispi yang digoreng sempurna.

Hua Ling menoleh ke arah sudut ruangan. Matanya terbelalak lebar menatap lemari kaca di sana.

Meskipun ia tidak pernah melihat makanan dengan bentuk seaneh itu seumur hidupnya, insting bertahannya sebagai manusia mengatakan bahwa itu adalah makanan tingkat dewa yang sangat lezat. Asap panas yang mengepul dari atas pizza daging itu membuat air liurnya hampir menetes.

"A-apa itu? Wangi sekali..." Hua Ling tanpa sadar merangkak mendekati meja kasir, matanya tak bisa lepas dari lemari kaca tersebut.

Hao Qi menyeringai puas di balik cahaya putihnya. Umpannya termakan sempurna.

"Itu? Itu adalah hidangan pusaka dari alamku. Yang bundar dan penuh daging itu bernama Roti Daging Surga Berlapis Keju. Dan yang cokelat keemasan itu bernama Ayam Krispi Penempa Jiwa."

Hao Qi memberikan nama-nama yang terdengar megah dan kultivatif untuk pizza dan ayam goreng KFC-nya.

"Sistem, ambilkan satu loyang pizza daging ukuran sedang, satu potong ayam dada besar, dan segelas cola dingin." Hao Qi memberi perintah dalam batinnya.

"Sret."

Tiga jenis makanan itu langsung berpindah dari lemari kaca ke atas meja kasir kayu tepat di depan Hao Qi. Uap panas mengepul dari pizza dan ayam goreng, sementara embun air menetes dari gelas plastik berisi cola hitam kemerahan.

Aroma gurih yang luar biasa pekat langsung menerjang wajah Hua Ling dengan kekuatan penuh.

"Glek."

Hua Ling menelan ludah dengan sangat kasar. Air matanya bahkan sedikit menggenang di pelupuk matanya karena rasa lapar yang sangat menyiksa.

"B-bisakah aku... bisakah aku memintanya sedikit, Senior Pemilik Toko? Hanya secuil saja tidak apa-apa..." Hua Ling memohon dengan suara bergetar, menatap Hao Qi dengan pandangan memelas seperti anak kucing yang kehujanan.

Hao Qi terkekeh pelan. Ia tidak berniat menyiksa pelanggannya. Lagipula, prinsip pedagang adalah membuat pelanggan mencicipi produknya agar mereka ketagihan.

"Tentu saja boleh, Nona. Anggap saja ini sampel gratis dari Toko Sepuluh Ribu Alam untuk tamu pertama yang masuk ke toko fisikku. Silakan dimakan."

Hao Qi menggeser sekotak pizza, sepotong ayam, dan segelas cola itu hingga ke ujung meja, dekat dengan jangkauan Hua Ling.

1
Dell AliNka
lah pake beli vila kok masih sisa 5 jt
Hadi Hadi
sikat
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor
Pecinta Gratisan
bantai thor
Pecinta Gratisan
mantap thor⚡🔨 cerita nya💞
Riyanganz
👍👍
Riyanganz
ceritanya menarik,semoga aja kedepannya ga monoton ceritanya
Orimura Ichika
nggak bisa nabung 🗿
Orimura Ichika: penasaran Thor sama lanjutannya🤭
total 2 replies
Gege
lucuan versi bogelnya jiuer ...🤣🤣
Aoooo: cute sekali /Drool/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
Sebut Saja Chikal
yaah nunggu lg 😅
Hadi Hadi
up up up up up 😍😍😍
Gege
mantabbb...selalu apik dan epic updetannya
Orimura Ichika
oke juga
Manusia Biasa
nah itu berarti bakal ada kemungkinan perkembangan plot ke orang dunia lain, apa mc dapat Heroine dari dunia lain kayaknya lucu wkwk😂
Manusia Biasa
wkwkw nama saya adalah pemilik toko😭😭
Manusia Biasa
dan kalian gak tahu yang dihadapi itu MC🗿
Manusia Biasa
Menarik kak. karya ini punya potensi sih, semangat terus nulisnya
Manusia Biasa
itu senter mbak😂
Manusia Biasa
kalau ini dari dunia Isekai pasti🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!