NovelToon NovelToon
Kiara Love & Money

Kiara Love & Money

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.

Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
​Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.

Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 24.

Di dalam kamarnya, Kiara baru saja selesai membersihkan diri. rambutnya masih sedikit basah dan dia mengenakan piyama katun tipis yang nyaman.

Dia duduk di pinggir tempat tidur, menatap layar ponselnya yang gelap dengan tatapan kosong.

​Pikirannya melayang pada kalimat Kenan saat menurunkannya tadi.

​Kenapa Kenan? kenapa mendadak sekali? batin Kiara merana. Ia mengetik beberapa kata di kolom pesan untuk Kenan, namun menghapusnya kembali. begitu terus berulang kali.

​“Kenan... aku harap kamu tidak benar-benar memecatku. Aku tidak tahu harus mencari pekerjaan di mana lagi yang gajinya sepadan untuk pengobatan Ayah dan biaya hidup.” bisiknya dalam hati.

​Ia memejamkan mata, memeluk ponselnya di dada.

“Apa malam itu sebuah kesalahan sampai kamu harus menjauhkan aku sejauh mungkin? Aku pikir kita sudah mulai... ah, sudahlah. Aku memang bodoh berharap pada pria sepertimu.”

​Tiba-tiba, suara ketukan pelan di pintu membuyarkan lamunannya. pintu terbuka sedikit, memperlihatkan wajah ibunya yang tampak teduh.

​"Ibu... aku kira Ibu sudah tidur." ucap Kiara sambil berusaha memaksakan senyum.

​"Nenek dan ayahmu sudah tidur pulas. Ibu masih terjaga karena menunggumu pulang, rasanya belum tenang kalau belum melihat wajahmu di rumah." balas Ibunya melangkah masuk dan duduk di samping Kiara di tepi ranjang.

​Kiara menatap wajah ibunya yang mulai dihiasi garis-garis halus. rasa sesak di dadanya mendadak memuncak.

"Ibu... bisa aku tidur di pangkuan Ibu sebentar?"

​"Tentu saja boleh sayang. sini," Ibu menepuk pahanya dan Kiara segera merebahkan kepalanya di sana, meringkuk seperti anak kecil yang mencari perlindungan.

​Tangan Ibu yang kasar karena mengurus rumah mulai mengelus rambut Kiara dengan penuh kasih.

Suasana menjadi hening sejenak, hanya terdengar suara napas mereka yang teratur.

​"Kiara..." panggil Ibu pelan.

"Apa pekerjaannya sangat berat? Ibu perhatikan belakangan ini kamu sering lembur dan matamu terlihat lelah."

Kiara memejamkan mata, menikmati sentuhan tangan ibunya.

"Jangan cemas, semuanya baik-baik saja." Balas Kiara.

​Ibu menghela napas panjang, jarinya masih menyisir rambut Kiara.

"Maafkan Ibu ya Nak. seharusnya di usiamu yang sekarang kamu sedang bersenang-senang, mengejar impianmu atau mungkin memikirkan pasangan hidup. tapi kamu justru memikul beban seluruh keluarga ini sendirian."

​"Ibu bicara apa sih, ini sudah jadi tanggung jawab Kiara." sahut Kiara lirih.

​"Ibu hanya ingin bertanya satu hal. " suara Ibu melembut, ada nada haru di sana.

"Apakah kamu bahagia, Kiara? di balik semua uang yang kamu kirimkan untuk rumah ini... apakah hatimu merasa bahagia? atau kamu merasa terpaksa menjalani semua ini?"

​Air mata yang sejak tadi Kiara tahan akhirnya jatuh membasahi daster ibunya.

"Kiara bahagia kalau melihat Ibu dan Nenek tersenyum. Kiara bahagia kalau Ayah tidak kesakitan lagi."

​"Tapi Ibu ingin Kiara juga bahagia untuk diri sendiri. kalau suatu saat kamu merasa tidak kuat lagi, bicaralah pada Ibu. jangan disimpan sendiri. kamu adalah harta paling berharga yang Ibu miliki lebih dari apa pun. Ibu tidak mau melihat binar di matamu hilang karena beban yang terlalu berat."

​Kiara terisak pelan, memeluk pinggang ibunya erat-erat. "Ibu... terima kasih sudah menungguku pulang."

"Ibu... bisa doakan Kiara? supaya besok keberuntungan selalu memihakku. supaya kerjaan Kiara bisa selesai dengan baik dan lancar."

​Ibunya tersenyum tulus, mengecup kening Kiara. "Tentu saja sayang. tanpa kamu minta pun, setiap embusan napas Ibu adalah doa untukmu. Ibu selalu meminta agar langkahmu diringankan dan hatimu selalu dijaga dari kesedihan."

​"Ah... baiklah Ibu. Aku sangat mencintaimu," ucap Kiara sembari bangun dari pangkuan ibunya.

​"Mau kemana? kamu harus istirahat." tanya Ibunya melihat Kiara berdiri.

​"Ke kamar Ibu, aku mau lihat Ayah sebentar. rasanya belum lengkap kalau belum melihatnya." Balas Kiara.

Keduanya berjalan pelan menuju kamar sebelah. di sana sang Ayah terlelap dengan tenang. Kiara mendekat, menatap wajah pria yang dulu sangat perkasa itu.

Dia membungkuk mengecup dahi ayahnya dengan lembut. seolah membisikkan bahwa ia akan berjuang sekuat tenaga demi keluarga ini.

​Setelah itu, Ia berbalik dan mengecup pipi ibunya. "Kiara tidur dulu ya Bu. Ibu juga harus istirahat. selamat malam."

​"Selamat malam Nak."

​Kiara kembali ke kamarnya. Ia menatap ponselnya sekali lagi sebelum mematikan lampu. apapun yang terjadi besok dia harus siap. dia tidak akan membiarkan Kenan membuangnya begitu saja. tekadnya dalam hati sebelum akhirnya terlelap dalam kelelahan yang mendalam.

***

Pagi itu, sinar matahari baru saja menyentuh kaca-kaca tinggi gedung Xequel Group saat Kiara melangkah masuk. Ia sengaja datang lebih awal, berharap bisa mencegat sebelum Robi benar-benar datang dan menggeser posisinya.

Namun, rencananya sedikit terhambat ketika tiga orang staf dari divisi humas mendadak mencegatnya dan menyeretnya ke sudut ruangan yang agak tersembunyi.

​"Hei hei! Kalian mau apa? lepaskan! tangan saya bisa lecet!" seru Kiara kaget sambil mencoba melepaskan tarikan mereka.

​"Ssttt! diam dulu Kiara. Kita cuma mau tanya-tanya sebentar." bisik salah satu staf bernama Cindy, matanya melirik ke kiri dan ke kanan seperti sedang melakukan tindakan ilegal.

​Kiara merapikan blusnya yang sedikit berantakan.

"Tanya apa? kalau soal laporan kalian bukan di sini tempatnya."

​"Bukan itu! kamu kan sekretaris sekaligus asisten Pak Kenan sekarang. kamu pasti tahu banyak hal." timpal staf lainnya, Maya dengan wajah penuh rasa penasaran.

"Jawab jujur ya, Pak Kenan itu sebenarnya sudah punya cewek belum sih?"

"Hah?" ​Kiara mengernyitkan dahi.

​"Dengar-dengar dari gosip di lantai sepuluh, Pak Kenan itu living together. apa itu fakta? ceweknya cantik atau tidak? soalnya temanku ini." Maya menunjuk ke arah Cindy yang mendadak tersipu malu.

"Dia itu sudah lama menjadikan Pak Kenan sebagai crush abadinya. bagi info dikit dong Kiara. pelit banget deh."

​Kiara mematung, menatap mereka dengan tatapan tak percaya. living together? gosip dari mana itu? kalau mereka tahu yang pernah tidur satu malam itu dia. mungkin gedung ini sudah runtuh karena gempar. batin Kiara berteriak.

​"Info apa yang kalian mau? Pak Kenan itu cuma peduli sama kerjaan tahu!" balas Kiara mencoba bersikap tenang.

​"Ah masa sih?" Cindy mendekat lalu menyenggol bahu Kiara.

"Kami lihat-lihat Pak Kenan itu betah banget kerja sama kamu. kayak nempel aja gitu dibanding lainnya. biasanya asisten yang lain cuma bertahan seminggu dan paling lama sebulan. kamu memang sudah lewat seminggu pasti kamu sudah tahu banyak tentang selera beliau, jadwal rahasianya atau mungkin... siapa yang sering dia telepon malam-malam?"

​Kiara menelan ludah. Ia teringat percakapannya dengan Kenan di mobil semalam. rasa sesak di dadanya kembali muncul saat menyadari nasib pekerjaannya sedang di ujung tanduk.

​Kalian memujiku karena aku bertahan seminggu? lucu sekali. Kalau kalian tahu hari ini kemungkinan besar aku akan dipecat atau disingkirkan. mau ditaruh di mana wajahku ini? batin Kiara miris.

​"Kiara tolonglah bantu teman sendiri." Maya menambahkan dengan nada serius namun penuh intimidasi ringan.

"Kalau kamu tidak mau kasih tahu atau kamu sengaja menutup-nutupi..." Maya memperagakan gerakan tangan di depan lehernya seperti gerakan dipenggal.

"Bisa-bisa nasibmu di mata para penggemar Pak Kenan berakhir tragis."

​Kiara mendengus, mencoba tertawa meski terdengar hambar.

"Kalian ini kebanyakan nonton drama. dengar ya! Pak Kenan itu orangnya jauh dari skandal dan tidak ada yang spesial mengenai wanita manapun." Kata Kiara sembari melarat sebagian katanya dalam hati.

"Kalau kalian mau tahu lebih banyak. kenapa tidak langsung tanya ke orangnya saja saat dia lewat nanti?"

​"Mana berani!" seru mereka serempak.

​"Nah itu. sudah ya, aku harus ke atas. banyak dokumen yang harus disiapkan." Kiara buru-buru pamit sebelum mereka bertanya lebih jauh.

Bersambung..

1
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
semangat kak 💪💪❤️❤️
paijo londo
persahabatan yang indah semoga langgeng Tasya Kiara kalo moga2 jadi saudara ipar kaaan keeereeen tuh💪💪
Momy Ji Ji: Ia kak🤍
total 1 replies
paijo londo
Tasya ma Kiara klop kyak botol Ama tutupnya cocok absurdnya🤣🤣🤣
paijo londo
dasar kiara absurd gara2 uang bibir dilelang🤦🤦🤭🤭
paijo londo
hebat Kiara libas manusia manusia sirik padamu💪' 💪
paijo londo
dasar kiara🤦🤦🤦muka tembok TPI lucu
paijo londo
Kiara jahil yah konyol juga bikin klepek-klepek tuh si bos🤭🤭🤭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
keren banget mom
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
asek.... maksudnya ,bukan adek🙏🙏🤭🤭
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
adek banget alurnya💪💪❤️❤️
Santi Lie
luarbiasa tidak sabar menunggu bab selanjutnya❤️
Santi Lie
cepat sambungannya😭 novel bagus, cerita menyenangkan, terbaik ❤️🫰
partini
novel baru semoga ga berhenti di tengah jalan
Momy Ji Ji: Ampun bun.
support teruss yah/Facepalm//Sob/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!