NovelToon NovelToon
Semuanya Menyalahkan Ku

Semuanya Menyalahkan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: DANA SUPRIYA

Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Warisan

Restu terkekeh pelan sambil mengusap bagian perut yang dicubit istrinya. Wajahnya terlihat bingung dan tersenyum kecut saat ditanya pertanyaan yang cukup sulit itu.

"Ah... sakitnya tuh di sini Ma,"

Canda Restu sambil tertawa gugup sambil memikirkan jawaban terbaik.untuk istrinya yang pasti akan di dengar mertuanya sedangkan Rina terus bertanya

"Jangan mengalihkan pembicaraan Bang! Jawab jujur! Sejak kapan kamu punya rumah sakit sebesar ini? Dan dari mana uangnya? Padahal selama ini kamu bilang gaji pas-pasan, pelit minta ampun, tapi tiba-tiba bisa beli rumah sakit?!"

Rina menatap lekat-lekat, matanya penuh tanda tanya besar.

Restu menghela napas panjang, ia mengelus kepala istrinya pelan lalu duduk di tepi ranjang di samping ayah mertuanya.

"Sebenarnya... Abang sudah lama menyimpan rahasia ini Ma. Abang tidak mau memberitahu karena abang ingin hidup sederhana dan ingin melihat siapa yang tulus sama kita,"

mulai Restu bercerita dengan nada serius namun meyakinkan.

"Maksudnya?"

"Dulu, sebelum kita menikah, kakek dari pihak ayah kandung abang itu orang yang sangat kaya raya dan punya banyak usaha. Saat beliau meninggal, abang dapat warisan yang cukup besar. Tapi abang tidak mau menghamburkannya begitu saja. Abang simpan dan abang putar uangnya buat beli saham, beli perusahaan, dan investasi di mana-mana,"

jelas Restu sehalus mungkin, berusaha membuat cerita itu terdengar masuk akal.

Mata Rina terbelalak menatap Restu suaminya ini

"W...warisan?! Jadi selama ini abang sebenarnya orang kaya?! Cuma pura-pura miskin sama aku?!"

"Bukan pura-pura miskin Ma, tapi hidup sederhana. Abang ingin melihat karakter kalian. Abang ingin tahu, kalau kita lagi susah atau lagi senang, sikap kalian gimana. Dan tadi pagi, saat tahu ayah masuk RS Metro, abang langsung gerakkan semua uang abang, beli saham mayoritas di sini, jadi abang pemiliknya. Tujuannya cuma satu, supaya ayah bisa dapat pelayanan nomor satu tanpa mikirin biaya,"

kata Restu sambil menatap ayah mertuanya.

Pak Sutrisno yang mendengar itu semakin terharu dan menangis haru.

"Ya Tuhan... ternyata engkau menantu yang sangat luar biasa... Engkau rela menyembunyikan kekayaanmu demi kebaikan kami... Maafkan kami yang selama ini memandangmu sebelah mata..."

"Sudah Yah, jangan dipikirkan lagi. Sekarang yang penting ayah sembuh," kata Restu lembut.

Rina kini menatap suaminya dengan perasaan campur aduk antara kesal, bangga, dan sayang. Ia mencubit lengan suaminya lagi tapi kali ini pelan sekali.

"Jahat banget sih abang... Bikin pusing isteri sendiri. Jadi selama ini abang sengaja kasih uang belanja dikit-dikit buat ngajarin aku bersyukur ya?"

"Hehehe... Itu salah satu caranya Ma. Supaya kita bisa lebih hemat dan menghargai uang. Tapi tenang saja, sekarang sudah berbeda. Karena abang sudah tunjukkan jati diri abang, insyaallah hidup kita akan lebih dari cukup, bahkan sangat berkecukupan," jawab Restu sambil tersenyum lebar.

Rina tersenyum bahagia, rasa lelah dan cemasnya hilang seketika. Ia merasa seperti berada di dalam mimpi, menikah dengan pria biasa saja tapi ternyata adalah raja yang memiliki segalanya.

"Baiklah kalau begitu. Sekarang Rina mengerti. Tapi janji ya Bang, jangan ada rahasia-rahasiaan lagi sama Rina,"

pinta Rina manja sambil memeluk lengan suaminya.

"Iya sayang, janji. Mulai sekarang kita akan hidup bahagia seperti yang kamu impikan,"

jawab Restu tulus namun masih ingin mendidik kedua anaknya terlebih dahulu

"Tapi ma.......jangan cerita sama anak-anak dulu, biarkan mereka menjalani kehidupan biasa agar mereka jadi pribadi yang baik dan bisa menghargai semuanya"

"Iya pa, mama tahu tujuan papa untuk mendidik anak-anak, yang penting mama sudah tahu siapa papa sebenarnya"

Di dalam hati, Restu bersyukur istrinya percaya dengan alasan warisan itu. Bagaimanapun, soal keberadaan Sistem adalah rahasia terbesar yang hanya boleh dia sendiri yang tahu.

Satu Jam Kemudian...

Restu memenuhi janjinya. Di ruang rapat utama Rumah Sakit Metro yang sangat megah, seluruh dokter, perawat, dan staf manajemen berkumpul penuh. Mereka duduk rapat dengan wajah tegang dan hormat.

Di ujung meja panjang itu, duduklah Restu dengan wibawa yang luar biasa. Di sebelahnya berdiri Direktur yang siap menjalankan perintah.

"Selamat siang semuanya. Perkenalkan, saya Restu. Mulai hari ini, saya pemilik dan pemegang kendali penuh di rumah sakit ini," ucap Restu lantang.

Seluruh hadirin langsung berdiri dan membungkuk serentak.

"Selamat siang Pemilik!"

"Duduklah," perintah Restu tenang.

"Hari ini saya panggil kalian bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengingatkan. Pelayanan kesehatan itu adalah pengabdian, bukan tempat untuk mencari muka atau merendahkan orang lain hanya karena penampilannya."

Restu menatap tajam ke seluruh ruangan.

"Kalian lihat apa yang terjadi pada Dokter Rian? Itu adalah contoh nyata. Karena dia sombong dan meremehkan orang lain, dia kehilangan segalanya. Saya ingin di perusahaan saya, semua orang diperlakukan sama, kaya atau miskin, berjas atau berbaju lusuh, semua sama di mata kita."

"Siap Pak! Kami mengerti!" seru mereka serempak.

"Bagus. Bekerjalah dengan jujur dan ikhlas. Kalian bekerja dengan baik, kesejahteraan kalian akan saya pastikan jauh lebih baik dari sebelumnya. Tapi kalau ada yang berani main kotor atau meremehkan pasien, sama nasibnya dengan Rian. Keluar!"

hardik Restu tegas yang membuat semua orang merasakan kharismanya

Suasana menjadi hening dan penuh hormat. Semua karyawan kini sadar, mereka bekerja di bawah pemimpin yang sangat kaya raya namun juga sangat tegas dan bijaksana.

Rapat pun ditutup dengan keputusan-keputusan penting untuk memajukan rumah sakit tersebut.

Sementara itu Restu kembali ke ruang inap ayah mertuanya dan terlihat Meisya sudah ada di sana dan juga Maya yang masih pakai baju sekolah, langsung menagih uang ojek online kepada papanya

"Pa, uang Maya habis karena ongkos ojek online dari sekolah kemari itu mahal jadi tambahi uang untuk ongkos pulang nanti"

"Meisya juga Pa"

Restu tersenyum mendengar kata-kata kedua anaknya sambil melihat Rina istrinya yang juga tersenyum

"Nanti pulangnya sama papa saja naik mobil kantor jadi uangnya bisa di hemat"

"Ya naik mobil kantor.....pasti mobil jelek tapi tidak apalah untuk menghemat tapi Maya tetap minta uang ongkosnya yang sudah terpakai pa"

"Loh......nantikan kita naik mobil kantor jadi kalian berdua tidak butuh uang ongkos ojek online lagi..."

"Papa pelit.....ya kan ma"

Maya terlihat kesal sambil mendekati mamanya namun Rina malah mengiyakan kata-kata suaminya

"Betul itu kata papa nak, biar kita hemat dan tidak boros"

"Lo mama sekarang bela papa ya biasanya bela Maya"

"Bukan membela papa tapi kata-kata papa itu benar jadi kita harus hidup hemat apalagi suasana saat ini yang apa apa mahal"

"Betul itu"

Restu langsung mengiyakan kata-kata istrinya terhadap anak bungsunya ini

"Jadi mulai besok, Maya akan diantar jemput sama papa naik mobil kantor saja jadi papa tidak perlu kasih uang ojek lagi"

"Apa?, ya ini benar-benar hemat kali....."

"Ya sudah, sekarang kita pulang ke rumah dulu dan besok kita kemari lagi dan papa sudah telepon mobil kantor untuk jemput kita"

"Ai.....naik mobil kantor... "

Bayangan Maya mobil kantor adalah mobil bus karyawan hingga Maya malas kali namun ketika mobil yang ditunggu datang, Maya langsung terkejut

"Ini mobil kantornya ya Pa......ini mobil mewah pa kalau ini Maya mau"

Terlihat Restu tersenyum saja melihat perubahan sikap Maya sedangkan supir membukakan pintu mobil untuk Maya dan Meisya Masuk

"Ah leganya, baru kali ini naik mobil mewah...."

1
@Yayang Suami Ris4
Kejam bapak yang menabrak Restu memfitnah Restu
@Yayang Suami Ris4
Restu istrimu maunya menang sendiri
@Yayang Suami Ris4
Restu kamu kasihan banget ya
Yayang Suami Risa
Rina kenapa langsung memarahi Restu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Restu kamu malah cuma di hina
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Rina ngga usah menyalahkan Restu deh
@Yayang Risa Couple Happy
Rina kamu istri durhaka banget
@Yayang Risa Couple Happy
Restu kejar cita citamu
@Me and You Married
Kenapa istrinya Restu menyalahkan Restu
@Me and You Married
Restu ngga usah punya pikiran bunuh diri
ANDANA
Hai sobat baca
tinggalkan jejak sobat ya
makasi
Ya Ris Tak Terpisahkan
Restu istrimu ngga dengarkan penjelasanmu
@ Yayang Risa Selamanya
Restu kamu hidupnya selalu di tindas orang
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan badannya Restu penuh luka malah jalan kaki
Risa Virgo Always Beau
Restu kasihan banget kamu ya
Yayang Lop3♡ Risa
Ternyata motornya Restu itu di sita
You And Me Cinta Abadi
Istrinya Restu ngga iba ke Restu sama sekali
Aku kamu tak terpisahkan
Restu korban dan kamu yang salah malah menyalahkan Restu
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Maya teriak membuat Restu sedih
Risa Yayang Cinta Sejati
Istrinya Restu ngga percaya ke Restu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!