Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Curiga?
" Kenapa ma Bunga? " Tanya Muis yang baru saja pulang dari kantor sekarang sudah pukul sebelas malam, Ia menatap sang mama yang menatapnya sebaliknya.
" Bunga kumat tadi, dia jerit-jerit sampai pecahkan kaca. Mama benar-benar kasihan sama Bunga mama ngga mau kandungan menantu mama kenapa-kenapa " Jelas Cindy dengan suara penuh kecemasan
Muis menatap mamanya dengan kerutan dahi, ia menghampas bobotnya di sofa. " Maksud mama. Kumat kaya gimana? " Tanya Muis
" Kumat dia teriak-teriak, bilang dia bukan anak buangan dan dia pukul-pukul kepala dada nya mama benar-benar takut Muis! "
" Terus sekarang? " Tanya Muis penuh kecemasan entah kenapa dirinya sangat takut bila istrinya kenapa-kenapa, apalagi di dalam tubuh Bunga sekarang ada anaknya.
" Sudah tenang tadi, di tangani psikiater "
" Aku ke kamar dulu ma, mau lihat Bunga.. Takut dia kumat lagi! " Muis beranjak dari tempat duduknya ia bergegas masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai satu. Semenjak Bunga di nyatakan hamil Cindy langsung mengubah kamar tidur mereka,
Jadi di lantai satu agar kalau kenapa-kenapa, langsung keluar rumah saja apalagi nantinya Bunga akan kesulitan naik turun tangga. Hatinya menghangat kala melihat sang istri tertidur pulas dalam ketenangan,
Ia bergegas membersihkan tubuhnya, selepas itu ia kembali ke dalam kamarnya. tatapannya kini tertuju pada benda pipih milik Bunga yang dari tadi bergetar. Membuatnya tergerak untuk mengambil ponsel tersebut,
" Apa si Raihan chat Bunga?, ngancam dan lain-lain nya? " Gumam Muis
Tangannya bergerak cepat, meraih benda pipih tersebut ia segera menyalakan nya. Berulangkali Muis mencoba untuk membuka pasword ponsel itu namun tidak bisa.
Tetiba ide cemerlang muncul di kepalanya, ia dengan hati - hati mengambil tangan Bunga lalu menempelkan jemari telunjuk wanita itu ke ponselnya dan yap terbuka.
Tring!
Muis tersenyum lebar, lalu ia segera membuka aplikasi WhatsApp yang begitu banyak sekali pesan-pesan dari orang. Membuat Muis berkerut dahi
" Bunga kan, otaknya stuck di usia delapan tahun kenapa dia dapat pesan dari orang-orang?.. Apa dia bisa balas nya? " Tanya Muis
Namun pertanyaan itu, tidak memdapat jawaban yang pasti ia scrol layar tersebut. Tetiba jemarinya berhenti di kontak ' Areta' ia meng— klik kontak tersebut.
Ka Areta
𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘭𝘰 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘺𝘢
𝘓𝘰 𝘴𝘶𝘳𝘶𝘩, 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘭𝘰 𝘪𝘵𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘱𝘢!
𝘐𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘭𝘰 𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢?
𝘚𝘈𝘔𝘈 𝘗𝘈𝘗𝘈 𝘔𝘈𝘔𝘈 𝘎𝘜𝘌𝘌!
𝘓𝘰 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘬, 𝘬𝘢𝘺𝘢 𝘨𝘪𝘵𝘶!
𝘉𝘰𝘥𝘰𝘩!, 𝘨𝘶𝘦 𝘴𝘶𝘮𝘱𝘢𝘩𝘪𝘯 𝘭𝘰 𝘤𝘦𝘳𝘢𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘢. 𝘔𝘶𝘪𝘴!
( 𝘈𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘭𝘰𝘬𝘪𝘳 𝘬𝘰𝘯𝘵𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘪 )
Pesan dari Areta Muis hapus, lalu ia memblokir kontaknya ia tidak ingin Bunga yang membacanya tetiba jemarinya tidak sengaja meng-klik sebuah kontak tidak ada namanya.
" Ck!, kepencet! " Kata Muis saat ia. Mau keluar dari kontak tersebut tetiba pesan yang dikirim kontak tersebut. Membuat matanya terbelalak,
\+62881383.....
𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪, 𝘜𝘚𝘎 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘳𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘑𝘢𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘳𝘪𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭
Tatapan Muis kini beralih, ke Bunga yang sedang tertidur " Ngga hamil?, maksudnya? " Ia menggeleng kan kepalanya. Pesan itu menghantui kepalanya,
Dengan cepat Muis, menggoyang kan tubuh Bunga membuat sang empunya terganggu.
" Jelaskan! " Tuntut Muis kepada Bunga yang sedang mengucek kedua matanya,
" Kenapa sih bang?, aku lagi bobo Abang kan tahu! "Kata Bunga dengan suara serak khas orang bangun tidur.
" Ini jelas kan, kenapa orang ini kirim. Pesan ini ke. Kamu! " Cakap Muis dengan suara penuh kemarahan. Bunga terbelalak melihat pesan tersebut ia meneguk ludahnya kasar,
" Bang, ini salah kirim abang ngga baca di bawahnya! " Kata Bunga menyerahkan ponselnya ke Muis. Manik Muis turun naik membaca pesan tersebut,
" 𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢 𝘮𝘣𝘢𝘬, 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘳𝘪𝘮 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘏𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘢𝘴𝘪𝘦𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶 " Kata itu membuat Muis tenang walaupun kecurigaan masih bersarang di dadanya.
" Maaf sayang " Kata Muis sembari menaruh ponsel tersebut di ranjangnya. Bunga menganggukkan kepalanya ia tanpa di minta langsung berbaring di paha Muis membuat Muis tersenyum manis, Ia mengusap lembut Perut Bunga
" Bang! "
" Kenapa? " Tanya Muis
Bunga mendongakkan kepalanya, " Tadi aku kan ikut bibi belanja, aku ketemu sama suaminya ka Areta dia lagi sama perempuan. Bukan Ka Areta " Adu Bunga
" Terus? "
" Aku semparin, dan terus aku bilang aku bakal bilangin ke ka Areta tapi. Dia malah dorong aku dan bilang aku anak bodoh! Sampe pengunjung supermarket hina aku bang " Adu Bunga layaknya. Anak kecil
" Shitt.. " Geram Muis rahangnya mengertat penuh emosi " Kamu ngga apa-apakan? "
" Ya, aku baik-baik aja untung bibi sama mama cepat datang kalau ngga aku udah di rundung sama mereka! " Kata Bunga lalu tersenyum manis
" Siapa nama suaminya Areta? "
" Ka Andi, katanya dia itu pemilik perusahaan Samudra indah loh bang yang terkenal itu! "
" Ck!, milik dia?? Milikku juga. Dia itu hanya manager! " Gumam Muis yang mampu di tangkap Bunga "𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴 𝘪𝘯𝘪, 𝘈𝘯𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘤𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘔𝘶𝘪𝘴. 𝘋𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘭𝘢𝘤𝘬𝘭𝘪𝘴𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘢𝘯, 𝘈𝘳𝘦𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘯𝘨𝘴𝘢𝘳𝘢𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘮𝘶! " Batin Bunga dengan sebuah senyuman misteri!