NovelToon NovelToon
Brine Dan Marine Garis Takdir

Brine Dan Marine Garis Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Di bawah langit Jakarta yang lembap dan aroma melati yang pekat, Nikolai Brine tidak pernah menyangka akan menemukan kelemahannya. Sang predator berdarah Dubai-Rusia ini datang ke Indonesia untuk menghancurkan musuh, namun ia justru terpaku pada Clara Marine.
Pertemuan tak terduga itu memicu obsesi liar yang membawa Clara dari hangatnya tanah tropis menuju dinginnya benteng baja di Moskow. Nikolai tidak hanya menculik seorang wanita; ia menculik takdirnya sendiri. Di antara dinding es Rusia, sang mafia yang kejam harus belajar bahwa satu-satunya cara memiliki Clara adalah dengan bertekuk lutut pada kelembutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jamuan di mulut serigala

Nikolai Brine tidak membawa Clara ke kantor atau ke pemukiman kumuh yang akan digusur. Mobil Rolls-Royce itu berhenti di depan sebuah butik eksklusif di kawasan Menteng yang tertutup untuk umum.

"Turun," perintah Nikolai singkat.

Clara menatap bangunan itu dengan sangsi. "Untuk apa? Saya harus kembali ke perpustakaan."

"Perpustakaan itu sudah tutup untuk renovasi mendadak selama tiga hari ke depan. Aku yang mengaturnya," ucap Nikolai tanpa rasa bersalah. "Malam ini ada jamuan makan malam bisnis dengan beberapa investor dari Eropa. Aku butuh pendamping yang bisa berbahasa Belanda dan Rusia. Kau memenuhi kriteria itu."

Clara tertegun. Nikolai sudah tahu lebih banyak dari yang ia duga. Tanpa banyak argumen, Clara keluar dari mobil. Di dalam butik, para pelayan langsung sibuk mendandani Clara atas instruksi Sebastian Reef.

Satu jam kemudian, Clara keluar mengenakan gaun sutra hitam minimalis yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Tidak ada perhiasan mencolok, hanya seuntai kalung mutiara kecil. Namun, saat ia melangkah, aura elegan yang selama ini ia sembunyikan memancar kuat. Nikolai yang sedang menyesap espresso-nya berhenti sejenak, matanya menelusuri penampilan Clara dari atas ke bawah.

"Pilihan yang bagus, Sebastian," gumam Nikolai. "Ayo, Clara. Waktu adalah uang."

Acara tersebut diadakan di ballroom hotel mewah milik keluarga Brine. Nikolai menggandeng lengan Clara dengan posesif. Di sana, para pengusaha kelas atas dan beberapa wajah yang tampak seperti tokoh bawah tanah berkumpul.

Clara berusaha menundukkan kepala, tapi ia tahu ini berbahaya. Banyak rekan bisnis ayahnya, Arthur Ocean, sering berkunjung ke Jakarta. Jika salah satu dari mereka mengenalinya, sandiwara "gadis miskin" ini akan hancur dalam sekejap.

"Tuan Brine! Senang melihatmu," seorang pria paruh baya dengan aksen Belanda yang kental menghampiri mereka.

Clara membeku. Itu adalah Tuan Van der Holt, salah satu mitra logistik ayahnya di Amsterdam.

"Ah, Van der Holt. Perkenalkan, ini asisten pribadiku, Clara," Nikolai memperkenalkan dengan nada datar, namun matanya terus mengamati reaksi Clara.

"Senang bertemu dengan Anda, Nona Clara. Wajah Anda... terasa sangat familiar. Apakah kita pernah bertemu di Den Haag?" tanya Van der Holt sambil menyipitkan mata.

"Saya rasa tidak, Tuan. Saya hanya penduduk lokal yang beruntung bisa bekerja untuk Tuan Brine," jawab Clara dalam bahasa Inggris dengan aksen yang sengaja ia buat sedikit berantakan.

Nikolai tersenyum tipis, tapi itu bukan senyum ramah. Ia bisa merasakan denyut nadi Clara yang cepat di lengannya.

Saat jamuan makan malam berlangsung, Nikolai ditarik oleh beberapa kolega untuk pembicaraan serius di sudut ruangan. Ia memberi isyarat pada Sebastian untuk mengawasi Clara dari jauh.

Clara memutuskan untuk pergi ke toilet demi menenangkan diri. Namun, saat ia melewati lorong sepi menuju area privat, sebuah tangan kekar menariknya masuk ke dalam ruang penyimpanan alat kebersihan.

Clara hampir berteriak sebelum sebuah tangan lain membungkam mulutnya.

"Sstt, ini aku," bisik suara yang sangat ia kenal.

Clara membelalak. Di depannya berdiri seorang pria dengan setelan pelayan hotel, namun tatapan matanya tajam dan waspada. Itu adalah Julian Tide, kepala keamanan pribadi keluarga Marine yang seharusnya berada di Belanda.

"Julian? Apa yang kau lakukan di sini?" desis Clara setelah bungkamannya dilepas.

"Tuan Silas sudah tidak bisa sabar lagi, Nona. Nikolai Brine bukan sekadar mencari informasi. Dia sedang diburu oleh kartel saingannya dari Rusia, dan dia menggunakan Anda sebagai tameng hidup malam ini," jelas Julian cepat. "Kita harus keluar dari sini sekarang."

"Aku tidak bisa lari begitu saja, Julian. Nikolai akan curiga dan mencari tahu lebih dalam tentang keluargaku."

"Terlambat, Nona. Ada plot twist yang tidak Anda ketahui," Julian menarik sebuah foto dari sakunya. Foto itu menunjukkan Nikolai sedang berjabat tangan dengan ayah Clara, Arthur Ocean, di sebuah kapal pesiar tiga tahun lalu.

Clara terpaku. "Ayah... mengenal Nikolai?"

"Bukan sekadar kenal. Nikolai Brine adalah anak tiri dari musuh bisnis lama ayah Anda yang kini bekerja sama untuk menjatuhkan dominasi keluarga Marine di Asia Tenggara. Pertemuan Anda dengannya di perpustakaan... itu bukan kebetulan. Dia sudah tahu siapa Anda sejak awal."

Dunia seakan berputar bagi Clara. Jadi, selama ini Nikolai hanya sedang memainkannya? Rasa takutnya berubah menjadi amarah yang dingin.

Tiba-tiba, pintu ruangan itu terbuka dengan kasar.

Nikolai Brine berdiri di sana, memegang pistol dengan peredam suara. Di belakangnya, Sebastian sudah melumpuhkan dua pengawal Marine lainnya di lorong.

"Reuni yang mengharukan," ucap Nikolai dengan nada mengejek. "Tapi aku kecewa, Clara. Aku berharap kau bertahan sedikit lebih lama dengan akting gadismu yang menyedihkan itu."

Nikolai melangkah maju, menodongkan senjatanya ke arah Julian. "Sekarang, Clara Marine... atau haruskah kupanggil 'Putri Mahkota Logistik'? Katakan pada saudaramu, Silas, bahwa kau akan tinggal bersamaku sedikit lebih lama. Sebagai jaminan hutang ayahmu yang belum lunas."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Mega Maharani
lanjut thor ditunggu update bab selanjutnya
olyv
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!