NovelToon NovelToon
Pura-Pura Jadi Cewek

Pura-Pura Jadi Cewek

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Asmara / Orisinil / Komedi / Slice of Life
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Willy Tjokro anak dari owner TV swasta nekad berubah wujud jadi perempuan. Targetnya mendekati Summer Lidya, gadis incaran sejak masa SMA yang menolaknya mentah-mentah karena phobia laki-laki.

Definisi jodoh nggak kemana, mereka ditakdirkan berkuliah di satu kampus dan jurusan yang sama. Hal yang menjadi celah bagi Willy mendekati Summer lagi.

Namun, kali ini berbeda, bukan sebagai pria, tapi bestie cewek jadi-jadian yang mengerti isi hati Summer.

Akankah penyamaran Willy berhasil?

Story by Instragram & Tiktok @penulis_rain

Cover Ilustrasi by ig @iyaa_laa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Dua hari kemudian, Summer sudah kembali bersiap masuk kuliah, setelah dua hari sebelumnya kampus memang diliburkan karena sedang ada suatu acara yang hanya melibatkan anggota kepengurusan utama kampus.

Summer kembali memandang dirinya di depan cermin kecil yang tergantung di dekat lemari.

Ia memastikan pakaian dan riasan tipis yang ia gunakan tidak terlihat mencolok, dan tidak juga memperlihatkan sisi wajahnya yang pucat.

“Oke. Seenggaknya, gue nggak keliatan pucat gara-gara mimpi sama bayangan itu lagi,” gumam Summer pelan.

Setelah obrolannya dengan Giana malam itu, Summer mulai sering mimpi buruk.

Bayangan kejadian di rumah lamanya kembali muncul. Suara hujan. Petir. Bentakan ayahnya. Tangisan ibunya.

Bahkan dua malam lalu, Summer sempat terbangun sambil gemetar dan sesak napas sampai tubuhnya demam.

Untung saja sekarang kondisinya mulai membaik.

“Jangan sampe Giana tahu kalau gue demam gara-gara itu,” gumamnya lagi sambil menepuk pelan pipinya sendiri.

Summer menarik napas panjang sebelum akhirnya mengambil tas kuliahnya. Saat hendak keluar kamar, langkahnya sedikit melambat ketika matanya menangkap pintu kamar Willa yang masih tertutup rapat.

Sepi.

Tidak ada suara musik random. Tidak ada suara ocehan absurd, dan suara Willa yang biasanya ribut sendiri pagi-pagi.

Summer memandang pintu itu beberapa detik. Willa memang bilang kalau ia pulang ke rumah keluarganya selama libur dua hari ini. Tapi entah kenapa, suasana kost terasa jauh lebih sepi  tanpa gadis gila itu.

Summer mendecih kecil pada dirinya sendiri.

“Baru juga dua hari, kenapa gue kayak ketergantungan sama dia sih ah.”

Namun tetap saja terasa aneh. Biasanya tiap pagi Willa selalu muncul dengan rambut berantakan sambil ngomel karena telat. Atau ngoceh gak jelas, karena merasa kost bunga bangsa terlalu sepi, penghuni resek atau apapun yang membuat Willa tidak pernah kehabisan topik untuk membuat keributan pagi-pagi.

Atau kadang, dengan gilanya Willa datang pagi-pagi dengan tiba-tiba minta pinjam bedak karena katanya wajahnya “wajah gue berminyak bener deh ah, kayak bekas maskeran pake gorengan”.

Sekarang lorong kost malah terasa terlalu tenang. Summer menghela napas kecil lalu segera mengunci pintu kamarnya.

“Lebay banget sih gue,” gumamnya pelan sebelum akhirnya berjalan keluar kost.

Baru saja Summer menuruni dua anak tangga depan kost, tiba-tiba suara teriakan nyaring menggema dari arah gerbang.

“MERRRRR!!”

Summer refleks menoleh cepat, saat mendengar suara dari manusia yang baru saja ada dalam pikirannya.

Dan benar saja, sesosok manusia dengan hoodie krem oversized, masker yang diturunkan setengah, serta rambut sedikit berantakan langsung melambai heboh sambil setengah berlari ke arahnya.

Di tangannya ada dua kotak kecil kue dan satu kantong plastik minuman.

“Anjir...” Summer langsung memegang dadanya sendiri karena kaget. “Lo ngagetin banget sih!”

Willa malah menunjukkan cengiran lebar tanpa rasa bersalah.

“HAHA! Kaget ya? Kaget ya?”

“Lo kenapa teriak pagi-pagi kayak emak-emak nagih duit kost sih?”

“Karena gue rindu berat sama penghuni kamar samping gue yang pasti tercantik sedunia,” jawab Willa dramatis sambil membuka tangan lebar.

“Najis.”

Namun sebelum Summer sempat menghindar, Willa sudah lebih dulu nyelonong mendekat lalu menyodorkan kotak kecil di tangannya.

“Taraaa. Nih.”

Summer mengernyit.

“Apaan nih?”

“Kue favorit lo.”

Summer langsung melihat isi kotak itu.

Kue balok coklat, atau sejenis kue brownis yang didalamnya terdapat coklat yang masih terlihat lumer.  Dan itu memang makanan esukaannya.

Kening Summer langsung berkerut heran.

“Lo beli ini?”

“Iya lah.”

“Tumben.”

“Apaan tumben? Gue tuh perhatian tahu.”

Summer menatap Willa beberapa detik. Entah kenapa, dadanya terasa sedikit hangat cuma gara-gara hal kecil seperti ini.

“Lo pulang cuma dua hari doang kenapa bawain oleh-oleh dah?”

“Karena gue anak baik.”

“Bohong.”

“Karena gue takut lo kurus pas gue tinggal. Lo kelaperan, terus nanti lo mati, gue di gentayangin, terus…”

“Terus gue nggak bisa lagi liat orang pake sempat Spongebob,gitu?” sela Summer menahan tawa, membuat Willa seketika mengerucutkan bibir dan menyipitkan matanya.

“Si anjir, malah dibahas lagi itu sempak. Sialan, lo.”

Summer terkekeh, lantas membuka salah satu kotak kue yang diberikan Willa barusan. Ia mengambil satu potong kue, dan memasukkannya kedalam mulut.

“Enak banget,” puji Summer, saat coklat dari kue balok tersebut meleleh dimulutnya.

“Nah gitu dong di makan, biar lo nggak keliatan kurus.”

“Emang sebelumnya gue gemuk?”

“Enggak sih. Tapi muka lo makin mirip tisu bekas akhir-akhir ini.”

“WILLA!”

Willa langsung ngakak sambil menghindar.

“Hehe, bercanda. Tapi serius lo agak pucet.”

Deg.

Summer refleks langsung menyentuh pipinya sendiri.

“Ha? Pucat?”

“Iya dikit, lo nggak kenapa-kenapa kan selama gue tinggal? Apa ada yang bikin lo sakit? Atau ada yang bikin lo gak nyaman?”

Summer langsung berdeham kecil lalu mengalihkan wajahnya.

“Enggak ah. Perasaan biasa aja.”

Willa memperhatikan Summer beberapa detik lebih lama. Jujur saja, Willy memang sadar wajah Summer sedikit lebih lelah dari biasanya. Walaupun gadis itu sudah menutupi dengan bedak tipis, tetap ada bekas kurang tidur di matanya. Namun Willa memilih tidak membahasnya dulu.

“Nih minumnya juga buat lo,” katanya akhirnya sambil menyerahkan kantong plastik.

Summer menerimanya pelan.

“Lo abis dari mana emang?”

“Dari toko kue langganan nyokap gue.”

“Pagi-pagi banget?”

“Ya iyalah. Gue kan baru sampe tadi subuh.”

Summer menoleh cepat.

“Hah? Lo baru sampe?”

“Iya.”

“Terus lo gak tidur?”

“Tidur bentar di mobil.”

“Lo aneh banget.”

“Makasi.”

“Bukan pujian.”

“Iya tau.”

Summer menggeleng kecil sambil menahan senyum tipisnya sendiri. Dan anehnya, baru beberapa menit Willa muncul lagi, suasana kost yang tadi terasa sepi langsung kembali ribut seperti biasa.

Persis seperti yang Summer pikirkan tadi. Makhluk satu itu memang terlalu berisik untuk diabaikan keberadaannya.

“Haha, gue akuin…ternyata kalau gak ada lo, kost jadi sepi ya. Sekarang, rame bener.”

“Iya lah, Willa si cantik paripurna dari khayangan ini, akan selalu menjadi sesuatu yang nomor satu buat di kangenin dan bikin suasana itu meriah, megah dan paripurna.”

“Anjir, mual gue dengernya.”

“Terima kasih pujiannya, by the way.”

“Sama-sama,” kekeh Summer, saat melihat raut sedikit kesal dari Willa.

Summer akui, memang setiap kali bersama Willa, ia justru merasa lebih lepas dan lebih nyaman apalagi saat bertingkah konyol seperti ini. Dan mungkin, ini juga yang bikin Summer ngerasa sepi pas Willa belum pulang.

“Eh bentar,” ujar Willa tiba-tiba sambil menyipitkan mata curiga. “Lo habis sakit ya?”

Summer langsung tersedak ludah sendiri.

“Apaan sih, tadi kan udah gue bilang enggak. Kenapa diulang sih?”

“Boong.”

“Enggak.”

“Lo pucet.”

“Kurang tidur aja.”

“Mata lo sembab.”

Summer langsung memalingkan wajah cepat.

“Salah lihat.”

“Suara lo juga beda.”

“Willa sumpah lo cerewet banget.”

Willa malah makin mendekat dengan tatapan menyelidik.

“Demam?”

“Enggak."

“Pilek?”

“Enggak.”

“Abis nangis?”

“WOI."

1
SANG
Lucu, lucu habis💪👍
hyungnimsoo
udahh Mer jgn jutek2 lg🤭
Fitri Pujianti
Ini mba Summer ga ada kpikiran balas dendam sma bapak kah tor
Yerim Naira
Duh mana bapaknya! udah bkin anak gadisnya trauma😒
Nurani Putri
😒 Untung ngga tinggal lg sma bapaknya
Sandriyanah
😒😒 bokapnya ngeselin bgt
SuryaNingsih
Hmm sedih bgt pasti jd summer, wajar aja dy jd tkt sma laki
Rosalina Ayyaee
Kayanya sumber ketakutan Summer dy anak broken home ya
Rain: Iyapp
total 1 replies
Wulandarry
alasan dia trauma krn bokapnya toh yg kdrt😒
ainnuriyati
Ya ampun galak bgt bapaknya Summer😒 ngeselin pantes aj mbak summernya trauma ama laki
Hardy Greez
Dia itu ada trauma krn ortunya
Hardy Greez
bisa ktawa lepas cuma dgn si willy eh willa
hyungnimsoo
iya Summer trbukq nya sma Willa ya🤣
Fitri Pujianti
hmm berkaitan sma,apa ya😒 kluarga?
Yerim Naira
Haduhh smg cpt ilang traumanya summer ya
Nurani Putri
Kasian ya hidupnya mba summer ini prnuh cobaan bgt udh ma tmen nya jadi2an
SuryaNingsih
Ini pasti si Summer tu ada trauma gitu brkaitan dgn masalalu
Rosalina Ayyaee
setakut kah itu, ksian jdnya liat summer ini
Wulandarry
Ini Summer tu cuma pendiem tp krn muka nya jutek jd pada salah arti ya?🤣
ainnuriyati
knapa ya😒 apa dy prnah di pukul wktu petir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!