NovelToon NovelToon
Bangkit Dari Debu Menuju Takhta Keabadian

Bangkit Dari Debu Menuju Takhta Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia modern yang penuh hiruk-pikuk, seorang pemuda bernama Lin Xiao meninggal dunia karena kecelakaan tragis. Jiwa-nya yang kuat tidak lenyap, melainkan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang bocah yatim piatu berusia lima belas tahun bernama Xiao Lin di sebuah desa kecil di benua kultivasi bernama Benua Qingyun. Tubuh baru ini lemah, meridian-nya rusak, dan bakat kultivasinya hanya tingkat rendah sekali. Namun, Lin Xiao membawa serta ingatan lengkap kehidupan sebelumnya serta sebuah sistem warisan kuno yang tersembunyi di dalam jiwa-nya: “Cincin Reinkarnasi Abadi”.
Dengan pengetahuan modern, tekad besi, dan rahasia sistem yang memungkinkan ia menyerap energi langit bumi ribuan kali lebih cepat, Xiao Lin mulai perjalanan kultivasi yang tak terbayangkan. Ia akan membalas dendam atas kematian orang tua angkatnya, menghancurkan sekte-sekte tirani, menaklukkan kerajaan-kerajaan, melintasi lautan daratan, memasuki alam roh, alam dewa, hingga akhirnya menantang para dewa kuno dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Konfrontasi Darah di Gerbang Desa

Debu tebal mengepul di jalan setapak menuju Desa Batu Hitam. Suara derap kaki kuda dan teriakan kasar para bandit memecah ketenangan pagi. Gerombolan itu berjumlah dua puluh orang lebih, semuanya bersenjatakan pedang karat dan tombak runcing. Pemimpin mereka, seorang pria bertubuh besar dengan bekas luka di wajahnya yang disebut Kepala Bandit Huang, menunggang kuda hitam di depan. Matanya menyipit penuh keserakahan.

“Warga Desa Batu Hitam! Keluar semua! Bulan ini upeti dua kali lipat! Kalau kurang satu butir beras pun, kami bakar gubuk kalian satu per satu!” teriak Huang dengan suara menggelegar.

Warga desa berkerumun di balik gerbang kayu reyot. Anak-anak menangis ketakutan, ibu-ibu memeluk anak mereka erat-erat. Beberapa pemuda desa memegang garu dan kapak, tapi tangan mereka gemetar. Mereka tahu, tahun lalu ketika upeti kurang, tiga orang dibunuh di tempat, termasuk orang tua angkat Xiao Lin.

Xiao Lin berdiri di tengah-tengah kerumunan, kapak kayunya yang sudah diisi qi tergenggam erat. Tubuhnya masih kecil, tapi aura qi di sekitarnya mulai bergetar pelan. Ia melangkah maju, melewati warga yang terkejut.

“Xiao Lin! Mundur! Ini bukan urusanmu!” bisik seorang tetua desa.

Xiao Lin tidak menjawab. Ia berhenti tepat di depan gerbang, menatap langsung ke Kepala Bandit Huang. Ingatan lama membanjiri pikirannya: tiga tahun lalu, Huang-lah yang memenggal kepala orang tua angkatnya sambil tertawa.

“Hari ini… kalian tidak akan pulang hidup-hidup,” gumam Xiao Lin pelan, tapi suaranya cukup keras untuk didengar semua orang.

Huang tertawa terbahak-bahak. “Anak kecil kurus kering berani bicara? Kemarin kamu masih minta-minta makanan di desa! Sekarang mau jadi pahlawan? Bunuh dia dulu sebagai contoh!”

Dua bandit langsung melompat turun dari kuda. Mereka berlari menghampiri Xiao Lin dengan pedang terhunus. Qi mereka hanya tingkat rendah, tapi cukup untuk membuat warga desa mundur ketakutan.

Xiao Lin tidak mundur. Kakinya menapak tanah dengan mantap. Teknik Kultivasi Dasar Langit Abadi berputar cepat di dalam tubuhnya. Meridian yang baru terbuka kemarin pagi mengalirkan qi ke telapak tangan dan kapaknya.

“Teknik Langit Abadi – Langkah Angin Kilat!”

Tubuhnya bergerak seperti angin. Dalam sekejap, ia sudah berada di antara dua bandit itu. Kapak di tangan kanannya menyabet ke bawah dengan keras. Qi putih menyembur, membuat kapak biasa itu terasa seperti senjata roh tingkat rendah.

“Kraaaak!”

Pedang bandit pertama patah menjadi dua. Kapak Xiao Lin langsung membelah bahu bandit itu hingga tulangnya retak. Bandit kedua menyerang dari samping, tapi Xiao Lin memutar tubuh, tangan kiri menampar dada bandit itu. Pukulan qi menghantam seperti palu besi.

“Kahk!”

Bandit kedua terpental tiga meter ke belakang, muntah darah, dan tak bergerak lagi.

Semua orang terdiam. Huang mengerutkan kening. “Anak ini… punya qi? Mustahil! Dia cuma yatim piatu biasa!”

Xiao Lin tidak memberi kesempatan. Ia melompat maju, menuju kelompok bandit. Kapaknya berputar seperti badai. Setiap sabetan disertai hembusan qi yang semakin kuat. Dua bandit lagi jatuh dengan luka dalam. Darah menyembur ke tanah desa.

Suara sistem bergema di dalam pikirannya:

“Selamat! Anda membunuh Kultivator Tingkat Rendah (Bandit Tingkat 1). Energi Qi +40. Poin Pengalaman +120. Esensi qi musuh berhasil diserap. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Awal Tingkat 2!”

Energi hangat membanjiri tubuh Xiao Lin. Meridian ketiganya terbuka dengan cepat. Kekuatannya melonjak. Kapak di tangannya kini terasa ringan seperti bulu, tapi mematikan.

Huang akhirnya turun dari kuda. Wajahnya merah padam. “Berani sekali! Semua serang! Bunuh anak itu!”

Sepuluh bandit langsung menyerbu sekaligus. Tombak dan pedang menyambar dari segala arah. Xiao Lin bernapas dalam-dalam. Ia ingat pelajaran dari kehidupan sebelumnya: jangan pernah panik di tengah kerumunan musuh. Gunakan kecepatan dan presisi.

“Teknik Langit Abadi – Perisai Angin!”

Qi-nya membentuk lapisan tipis di sekitar tubuh. Tombak yang mengenai perisai itu terpantul. Xiao Lin berputar, kapaknya menyabet tiga kali dalam satu hembusan napas. Tiga bandit jatuh dengan luka parah di dada dan leher.

Pertarungan semakin sengit. Darah tumpah di tanah desa. Warga desa yang tadinya ketakutan kini berteriak-teriak memberi semangat. “Xiao Lin! Kalahkan mereka! Balas dendam orang tuamu!”

Huang tidak tinggal diam. Ia mengeluarkan pedang panjang berwarna hitam dan menyerang sendiri. Qi-nya lebih kuat, tingkat tiga tahap awal. Pedangnya menyabet dengan angin menderu.

Xiao Lin menghindar dengan langkah lincah. Kapaknya bertemu pedang Huang. “Clang!” Percikan api menyembur. Tangan Xiao Lin sedikit kesemutan, tapi ia tersenyum. “Kau yang membunuh ayah angkatku tiga tahun lalu. Hari ini, aku ambil nyawamu sebagai bunga pertama balas dendamku.”

Huang terkejut. “Kau… anak itu? Masih hidup? Bagus! Aku akan selesaikan yang tertunda!”

Pertarungan satu lawan satu dimulai. Pedang Huang menyabet ganas, tapi Xiao Lin menggunakan kecepatan qi-nya yang baru naik. Setiap kali ia menghindar, ia membalas dengan pukulan qi ke titik lemah Huang. Lutut, siku, dada.

Setelah sepuluh jurus, Huang mulai terengah-engah. Xiao Lin melompat tinggi, qi terkonsentrasi di kapaknya.

“Teknik Langit Abadi – Pukulan Langit Runtuh!”

Kapak itu jatuh seperti meteor kecil. Huang mengangkat pedang untuk menangkis, tapi terlambat. Kapak menghantam bahu kanannya dengan keras. Tulang retak, darah menyembur deras.

Huang mundur sambil berteriak, “Mundur! Mundur semua! Anak ini monster!”

Bandit yang tersisa langsung kabur ke hutan, meninggalkan lima mayat dan beberapa yang terluka parah. Huang sendiri menaiki kuda dan melarikan diri dengan bahu berdarah.

Xiao Lin berdiri di tengah genangan darah, napasnya masih teratur. Tubuhnya kini penuh keringat, tapi matanya berbinar penuh kemenangan.

Suara sistem kembali:

“Selamat! Anda mengalahkan gerombolan bandit. Poin Pengalaman +450. Energi Qi +180. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Awal Tingkat 3. Bakat meridian meningkat ke Tingkat 3 (Pulih Sebagian). Warisan baru terbuka: Jurus Pedang Dasar Langit Abadi (Tingkat Manusia).”

Warga desa berlarian mendekati Xiao Lin. Mereka menatapnya seperti melihat dewa. Tetua desa berlutut. “Xiao Lin… kau menyelamatkan kami semua. Mulai hari ini, kau adalah pahlawan Desa Batu Hitam!”

Xiao Lin hanya mengangguk pelan. Ia menatap ke arah hutan utara tempat Huang melarikan diri. “Ini baru permulaan. Gerombolan bandit itu masih punya markas di bukit batu. Besok… aku akan habisi mereka sampai ke akar-akarnya.”

Malam itu, di gubuk reyotnya, Xiao Lin duduk bersila dan menyerap qi dari pil darah bandit yang ia kumpulkan. Tubuhnya semakin kuat. Tapi di dalam hatinya, api dendam semakin menyala.

Desa Batu Hitam kini aman, tapi kabar tentang “bocah yatim piatu yang membantai bandit” akan segera menyebar ke luar. Dan dengan itu, datanglah mata-mata dari sekte-sekte kecil di sekitar.

1
abyman😊😊😊
Lanjutkan 💪💪💪
abyman😊😊😊
💪💪💪
abyman😊😊😊
Lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!