NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:748
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 29

Bab 29

Bebehari kemudian setelah pertemuan bianca dengan rekan kerja jonathan,yaa bianca masih menganggap rekan karna sampai saat ini ia tidak siapa sebenarnya jonathan.

Pagi ini terlihat 4 orang pria memasuki apartemen milik bianca dengan membawa box-box kosong yang akan di gunakan untuk membawa beberapa barang bianca yang akan di pindahkan ke apartemen jonathan.

Setelah berminggu-minggu bianca menolak permintaan jonathan untuk menjual apartemennya kali ini akhirnya menuruti.

Jonathan sendiri sudah berjanji setelah apartemen miliknya terjual,nama pemilik apartemen jonathan pun akan berubah menjadi namanya.

"Bagaimana bisa dia merelakan apartemen mewah ini dan memberikanku secara cuma-cuma.."

"Bagaimana kalau nantinya aku diam-diam menjual dan melarikan diri darinya.."

Gumamnya dengan nada serius tapi dengan menahan tawa memikirkan niat bodohnya itu.

Bianca pun menerima saran dari jonathan bahwa ialah yang akan memantau beberapa orang tersebut,dan menyuruhnya untuk bekerja.

Dengan alasan jonathan tidak mau jika ia berdiam diri dengan mengawasi ke 4 pria.

"Bukankah lebih baik aku yang dirumah.."

"Bagaimana dengan barang-barang antikku..kalau pecah gimana.."

"Dan juga bagaimana dengan pakaian.."

"Ahh aku menyesal sekarang kenapa menuruti ucapannya.." gerutu bianca seorang diri di dalam ruang kerja miliknya.

"Suuutt suuutt.."

"Astagaa..renooo.." kini dia mendelik melihat reno yang sudah berada disudut bawah mejanya.

"Ngapain di sini sihh.."

"Aduh aduh sakit tauuu.."

"Jangan pukul-pukul begitu ah.." reno sedikit kesal karna bianca memukul bahunya beberapa kali.

"Hiiss gitu aja sakit.."

"Mau ngapain kesini..memangnya kamu ga ada kerjaan?.."

"Engga ada,pak jo ga masuk jadi ga bakal ada yang diam-diam menatap dingin.."

"Lama-lama di perhatiin dari jauh serem tau.." reno mengingat ia pernah sekali di lihat oleh jonathan dengan tatapan super tajam.

Reno kala itu berfikir mungkin karna ia justru bercanda di jam kerja,

Sedangkan maksud tatapan jonathan waktu itu adalah karna reno terlalu menempel kepada bianca.

"Emang..dia orangnya dingin banget.."

"Kadang aku juga sebel.." bianca menambahi penilaian reno terhadap jonathan.

"Eh waktu itu aku kayanya pernah ketemu pak jo di mall.."

"Dia gandeng perempuan.."

"Dan inget ga pas hari itu banyak sekali tanda merah di lehernya.."

"Aku yakin pasti si perempuan itu yang melakukannya.."

"Hahh apa.."

"Ketemu dimana??.." bianca kini sedikit kikuk,namun ia masih ingin terlihat pura-pura tidak tau.

"Benerr..aku liat dari kejauhan pak jo menenteng paperbag belanjaan.."

"Mau tau paperbag apa?.."

"Iyaa..VICTORIA'S SECRET.."

"Tapi aku ga liat jelas perempuannya.."

Bianca kini bernafas lega,karna setidaknya reno tidak mengenalinya.

Memang benar beberapa hari yang lalu ia dan jonathan pergi dan membeli beberapa set pakaian tidur.

"Pengen banget aku ikutin.."

"Terus pura-puranya ketemu secara ga sengaja.."

"Hahahaha seru banget pasti..mergokin atasan yang dingin tapi kalah sama perempuan.."

"Ehemm.."

Bak tersambar petir disiang bolong,reno dan bianca sontak langsung berdiri begitu melihat seseorang muncul di ambang pintu ruangan bianca yang tidak di tutup.

"Ah siang pak jo.." ucap keduanya secara bersamaan.

"Kalian ga ada kerjaan sampai terlihat asik sekali mengobrol dijam kerja seperti ini.."

"Mau saya yang memberi kalian pekerjaan.."

"A oo tidak pak..tadi saya sedang menanyakan sesuatu kepada..."

"Yasudah sana kembali kemeja,dan bianca silahkan keruangan saya.." jonathan langsung berlalu meninggalkan ruangan bianca.

"Aduuhh gimana ini.." reno kini berkeringat karna panik.

"Udah tenang..semoga tadi pak jo ga mendengar obrolan kita.."

"Aku keruangannya dia dulu yaa.."

"Doain semoga ga kena omel.."

Bianca berjalan kearah ruangan jonathan yang berjarak lumayan jauh dari ruangannya,

Sepanjang jalan ia bergumam "katanya cuti tapi kok.."

"Terus apartemen gimana?.."

"Pak jo di dalam ri.." tanya bianca yang kini sudah berada di depan meja riana.

Krriiing krriiing

"Tunggu sebentar.." ucap riana kini mengangkat telfon kantor yang berdering dimejanya.

Sesaat kemudian riana meletakkan gagang ponselnya dan berkata "sudah di tunggu pak jo di dalam.."

Bianca mengernyitkan dahinya lalu masuk kedalam ruangan jonathan.

"Katanya cutii..kok tiba-tiba dateng ke kantor.."

"Terus yang di apartemen siapa?.."

Jonathan tak menjawab pertanyaan bianca,dengan sekali gerakan ia memutarkan layar tabnya.

"Oh yasudah.." ucap bianca setelah melihat cctv apartemennya.

"Lalu?.."

"Untuk apa memintaku kesini.."

Jonathan menghampiri bianca lalu memeluknya erat.

"Terimakasih sudah menuruti permintaanku.."

"Sebagai gantinya kamu boleh minta apa saja dariku.."

Bianca menadahkan tangannya kearah wajah jonathan.

"Minta uang.."

Jonathan terkekeh mendengar permintaan bianca,dengan segera ia mengeluarkan dompetnya dan memberinya uang sebesar dua ribu rupiah.

"Hah parkir mobil aja lima ribu.."

"Udah ah aku mau kerja.."

Jonathan kembali mendekap tubuh bianca dan mencium pipinya.

"Apapun yang kamu mau akan aku berikan.."

"Termasuk tubuhku ini.."

Buuug

Bianca dengan sedikit kekuatan memukul dada jonathan.

"Dasar mesum.."

Hai readers..

Selamat datang di karya pertamaku.

Aku sangat berantusias untuk menyelesaikan ceritaku ini..

Aku berharap dukungan dari kalian yang sebesar-besarnya agar aku semangat terus.

Jangan lupa untuk memberikan tanggapan-tanggapannya juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!