NovelToon NovelToon
Sepupuku Suamiku.

Sepupuku Suamiku.

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: selvi serman

Kepergok berduaan di dalam mobil di daerah yang jauh dari pemukiman warga membuat Zaliva Andira dan Mahardika yang merupakan saudara sepupu terpaksa harus menikah akibat desakan warga kampung yang merasa keduanya telah melakukan tindakan tak senonoh dikampung mereka.

Akankah pernikahan Za dan Dika bertahan atau justru berakhir, mengingat selama ini Za selalu berpikir Mahardika buaya darat yang memiliki banyak kekasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baba 35.

"Terima kasih banyak tumpangannya nak Yuli. Untuk permintaan Tante tadi, Tante harap bisa kamu pertimbangkan dengan baik! Percayalah, anak Tante adalah pria yang bertanggung jawab." Ujar Mama Livia setelah mobil dokter Yuli tiba di depan gerbang kediamannya. Ya, hanya kata bertanggung jawab yang berani dikatakan mama Livia, karena ia sendiri belum yakin Abil bisa jatuh cinta pada dokter Yuli, mengingat seperti apa besarnya rasa cinta Abil kepada mendiang istrinya.

"Tante...." Dokter Yuli seperti ingin mengatakan sesuatu, akan tetapi terlihat ragu.

"Katakan nak, apa yang ingin kamu katakan, jangan ragu!." pinta mama Livia, kini wanita paruh baya tersebut meraih tangan dokter Yuli, membawanya ke dalam genggaman.

"Bagaimana dengan tuan Abil, apa beliau bersedia menikahi saya?." Mengingat yang meminta hanyalah mama Livia dan Zaki maka sudah sewajarnya dokter Yuli menanyakan kesediaan Abil.

Mama Livia tak langsung menjawab, wanita itu diam sejenak, seperti sedang berpikir.

"Setelah istrinya meninggal dunia, anak Tante tidak pernah memikirkan untuk menikah lagi. Tetapi, Tante yakin jika ini merupakan permintaan putranya, Abil pasti bisa merubah cara berpikirnya, anak Tante pasti tidak tega terus menolak permintaan putranya."

Deg

Di satu sisi dokter Yuli merasa mendapat solusi dari permasalahannya, namun di sisi lain ia merasa hanya mama Livia dan Zaki yang menginginkan dirinya, tidak dengan Abil.

"Nanti Yuli akan memikirkannya, Tante." Jawaban dokter Yuli setidaknya memberi sedikit harapan bagi mama Livia.

Setelahnya, mama Livia pun turun dari mobil, dan dokter Yuli pun melanjutkan perjalanannya.

*

Malam harinya.

Mama Livia kembali ke rumah sakit bersama sang suami. Ia mendapati putranya tengah mengupaskan buah jeruk untuk cucunya. Sedangkan Oma sedang duduk di sofa.

"Abil...."

"Iya, mah." Abil menolehkan pandangan pada mama Livia.

"Boleh mama bicara sama kamu sebentar, nak!."

Abil mengangguk, mengiyakan.

Mengingat putranya itu belum sempat makan malam, mama Livia Lantas mengajak Abil untuk makan malam di restoran yang lokasinya tidak begitu jauh dari rumah sakit, sekaligus ingin membicarakan hal penting kepada putranya itu.

"Memangnya apa yang ingin mama bicarakan pada Abil?." tanya Abil setelah membuat pesanan pada pelayan restoran.

"Sebaiknya kamu makan saja dulu!." Mama Livia tidak ingin sampai pembahasan mereka nanti malah menghilangkan selera makan Abil. Pasalnya, Abil kurang senang setiap kali di minta untuk menikah lagi.

"Baiklah." Abil setuju, biarlah mengisi perutnya yang lapar terlebih dahulu baru kemudian membicarakan entah apa itu, bersama ibunya.

Singkat cerita, tiga puluh menit kemudian Abil sudah selesai menyantap makanannya.

"Sebenarnya apa yang ingin mama bicarakan pada Abil?."

"Nak..... Sekarang mama ingin memberikan dua pilihan buat kamu, yang pertama kamu harus merelakan Zaki ikut bersama mama dan papa ke Amerika, atau yang kedua bersedia menunaikan janji kamu pada putramu untuk memberinya seorang ibu. Bebas, kamu mau pilih yang mana!."

"Mah....." seruan Abil terdengar berat, raut wajahnya pun menunjukkan seolah enggan membahas tentang hal ini.

"Nggak bisa begitu, Abil. Kamu harus memilih salah satunya!." tegas mama Livia.

"Kalaupun Abil bersedia menikah lagi, Abil mau menikah dengan siapa mah? Mamah sendiri kan tahu kalau_."

"Dokter Yuli." potong mama Livia, sehingga Abil tak sempat menuntaskan kalimatnya.

"Jangan bercanda mah!."

"Mamah tidak sedang bercanda, mama serius, Abil."

"Mah, Abil baru mengenal wanita itu. Tidak mungkin Abil menikah dengannya. Lagipula belum tentu dokter itu bersedia menikah dengan Abil, mah." Tentu saja semua perkataan Abil hanya sebagai bentuk penolakan secara halus.

"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu! Lagian Mama sudah membicarakan hal ini dengan dokter Yuli. Secara tidak langsung, mama telah melamar dokter Yuli buat jadi menantu sekaligus calon mama buat Zaki."

Abil mengusap wajahnya Frustasi, tidak habis pikir ibunya bisa melakukan semua itu tanpa menanyakan kesediaannya terlebih dahulu.

"Sekarang mama minta sama kamu untuk mendekati dokter Yuli secara personal, yakinkan dia bahwa kamu juga menginginkan dia menjadi istrimu, bukan hanya mama dan juga Zaki!." tegas mama Livia tak ingin mendengar bantahan. "Jika kamu masih ingin melihat putramu berada di tanah air, maka lakukan apa yang mama minta!." imbuh mama Livia.

*

Dua hari kemudian.

"Lain kali nggak boleh mengkonsumsi ice cream atau makanan yang dingin-dingin lagi ya anak ganteng, biar nggak sakit lagi!." pesan dokter Yuli.

"Zaki janji nggak bakal makan ice cream lagi, Bu dokter." Patuh Zaki.

"Anak pinter." Puji dokter Yuli seraya mengelus puncak kepala Zaki.

Setelah sesi pemeriksaan selesai dan Zaki di perbolehkan untuk pulang hari ini, dokter Yuli lantas pamit dari kamar perawatan tersebut.

"Apa malam ini anda sibuk, bu dokter?." tanya Abil yang tengah mengantarkan dokter Yuli sampai ke depan kamar perawatan putranya.

"Kebetulan tidak, tuan."

"Boleh kita bertemu di restoran XXX malam ini? Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda." Abil merasa sudah waktunya ia bicara empat mata dengan dokter Yuli, setelah dua hari berpikir dengan matang.

"Baik, tuan." dokter Yuli pun mengiyakan ajakan Abil untuk bertemu malam nanti.

Merasa sudah tidak ada lagi yang akan dibahas, dokter Yuli lantas pamit pada Abil untuk lanjut melakukan visit pada beberapa pasien lainnya. Sepeninggal dokter Yuli, Abil pun kembali ke kamar perawatan Zaki. Membantu mama Livia dan Oma Mengemas beberapa barang milik Zaki sebelum pulang ke rumah.

"Oma....Eyang...Apa setelah meninggalkan rumah sakit Zaki tidak akan bertemu lagi dengan Bu dokter?." pertanyaan bocah itu berhasil membuat Abil menghela napas berat. Sudah dua hari terakhir Zaki terus menanyakan hal serupa.

"Memangnya kenapa Zaki bertanya seperti itu, sayang?." tentu saja pertanyaan tersebut sengaja di lontarkan mama Livia untuk melihat respon Abil mendengar jawaban putranya.

"Oma...."

"Iya, sayang."

"Apa Zaki ini bandel ya Oma, sampai Bu dokter nggak mau jadi mamahnya Zaki?."

"Zaki tidak bandel kok, mungkin papanya Zaki saja yang tidak berjodoh dengan Bu dokter, sayang." Kali ini ketimbang melihat reaksi Abil yang menurut mama Livia sangat menyebalkan, tidak ada perkembangan, mama Livia memilih menghibur hati cucu kesayangannya itu. Mama Livia sudah putus asa memaksa putranya yang masih tetap kekeuh dengan pendiriannya, tak ingin mengkhianati cinta istrinya dengan menikah lagi dengan wanita lain.

"Oh iya sayang, dua bulan mendatang Oma dan Opa mau ke luar negeri, Zaki ikut sama Oma dan Opa ya!! Kita tinggal di sana! Pasti Zaki punya banyak teman di sana nanti." Mama Livia berpikir sudah tidak ada harapan lagi untuk memaksakan kehendaknya kepada Abil, karena Putranya itu masih saja memiliki seribu satu alasan untuk menolak. Sekarang mendingan ia menyampaikan rencananya tersebut kepada Zaki.

"Nanti malam rencananya Abil akan bertemu dengan dokter Yuli."

Baik Oma, dan mama Livia serta Zaki, kompak menolehkan pandangan pada Abil.

"Kamu serius, Abil?." tanya Mama Livia memastikan. Seperti mimpi rasanya, putranya itu bersedia bertemu dengan dokter Yuli padahal sudah dua hari ia terus membujuknya, namun Abil tetap saja menolak.

Abil menjawab pertanyaan mama Livia dengan anggukan sekilas.

1
Ning Suswati
tepat sekali dugaan bathin za, dan hilda dg bimo, nantinya menyusul belakangan🤭
Ning Suswati
nah yg ini kayanya jodohan bimo sama sus hilda, kan mereka hidup di dalam.pulau terpencil sehingga gk ada manusia lainnya yg jadi penghuni
Ning Suswati
hhhh jgn2 rasa terpaksa dan bicara lantang masih mencintai mendiang isterinya, dia sendiri nanti yg nyosor, menjilat ludah sendiri
Ning Suswati
masih ada gk satu lagi stok laki setia, yg gk neko2, paling sebelas dua belaslah sama tuan abil dan tuan dika🤭
Ning Suswati
hhhhh udah kaya gitu alur ceritanya
Ning Suswati
kayanya taqdir sdh menuju landasan pacu, laki2 ditinggalm isteri menjadi duda, mana bisa laki2 melakukan semuanya bersamaan, jelaslah anak akan merasakan kekurangan kasih seorang ibu, laupun katanya setia sampai mati, tp orang hidup akan terus berlanjut
Ning Suswati
sekarang ditinggal sebentar oleh paksu aja sdh selimpungan, gk ingat awalnya, mau kaburlah, mau minta cerai lah, uhuuuyy, makan omongan sendiri
Ning Suswati
wah beruntung sekali za dapat sepupu kiriman dari surga
Ning Suswati
hhhh kayanya dokter yuli calon ibu sambung zaki🤭
Ning Suswati
maaf y athor, aq nya masih bingung silsilah sepupuan za dg dika, lewat jalur mana, padahal aq cukup baca ngikuti alurnya aja, kok jadi kepikiran ttg sepupuan🤣🤣🤣
Ning Suswati
dasar otak manusia, masalah cinta pertama aja bikin hidup ngoyo, sampai2 harus menentang taqdir
Ning Suswati
dokter sinting, mencintai laki2 yg jelas2 tdk menoleh dan menanggapi walau sedikit, dasar murahan, kaya gk laku, jual aja seribu tiga dipasar loak.
Ning Suswati
kaya gk laku aja, mengejar yg tak pasti, sekolah tinggi2 spesialis lagi, berarti otaknya ada yg konslet, memalukan, napa.gk jadi jalangkung aja jangan jadi dokter
Ning Suswati
nah gitu dong masa sdh sah jadi suami isteri kaya tikus dan meong, sosor aja napa, kan sdh sah sah aja
Ning Suswati
cihuyyyyy, za ketemu pacar, malu2 meong
Ning Suswati
bosnya baru mencetak gol, malah dua kosong, mendapat kemenangan, wajar kalau sumeringah
Ning Suswati
iiihh kelamaan sih gol.nya
Ning Suswati
kayanya sengaja deh, ini pasti perbuatan tuan penguasa, yg bertindak untuk memberikan ruang anak dan menantu menata hidup rumah tangganya
Ning Suswati
dasar dokter sedeng kali otaknya, sebentar mau kabur sebentar takut jadi janda, kayanya modus deh bibi yg mematikan lampu atas perintah sang penguasa alam🤭🤭
Ning Suswati
mereknya aja dokter tapi otaknya gk nyampe, cuma jln di tempat, mau cari laki preman kali y, biar di kdrt, sok belagu, gk tau aja siapa suaminya, sepuou kok gk saling kenal, aneh aja sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!