NovelToon NovelToon
SENTUHAN SANG MAFIA

SENTUHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

"Jika besok pria tua itu datang lagi untuk menagih jawabanmu, katakan padanya kau lebih memilih membusuk di sel ini," suaranya rendah, nyaris seperti desisan yang berbahaya.

Aku tersentak, mencoba mencerna kalimatnya. "Apa? Kau... kau menyuruhku tetap di penjara ini?"

"Ya," sahutnya pendek. "Aku tidak ingin menikah. Terlebih lagi, aku tidak ingin menikah denganmu. Kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi jika melangkah masuk ke mansion utama sebagai istri seorang Grisham. Di sana, kau tidak akan hanya melihat darah, tapi kau akan mandi di dalamnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3.

Keheningan yang mencekam kembali menyelimuti ruangan. Pria di sel sebelahku sudah tidak lagi merintih; kepalanya terkulai lemas dengan tubuh yang terkulai di rantai besi. Dia tidak sadarkan diri, atau mungkin lebih buruk dari itu.

"Cukup," perintah Erlan dingin sambil mengibaskan tangannya. "Bawa dia ke ruang medis. Jangan biarkan dia mati dulu, aku masih butuh mulutnya."

Para pengawal segera melepas rantai pria itu dan menyeret tubuhnya keluar dari ruangan. Erlan menatapku sekilas dengan tatapan penuh kemenangan sebelum ia pun melangkah pergi diikuti rombongannya. Kini, hanya tersisa aku, kegelapan, dan aroma kematian yang tertinggal.

Aku baru saja hendak memejamkan mata, mencoba melarikan diri dari kenyataan, ketika suara langkah kaki lain terdengar. Langkah ini berbeda—lebih ringan, teratur, namun tetap terasa penuh wibawa.

Seorang pria muncul dari balik bayangan lampu remang-remang. Ia mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku. Wajahnya tegas, dengan rahang yang kokoh dan sepasang mata tajam yang seolah bisa menembus pikiranku. Aku terpaku. Wajah itu... terasa sangat familiar. Ada sesuatu pada garis wajahnya yang memicu ingatan samar di kepalaku, tapi aku terlalu takut untuk mengingatnya.

Ia berhenti tepat di depan selku. Matanya menatapku dari ujung kepala hingga ujung kaki, bukan dengan tatapan mesum, melainkan tatapan menilai yang sangat dingin.

"Buka pintunya," perintahnya pada pengawal yang berjaga di sudut.

"Tapi Tuan Muda, Tuan Besar Erlan memerintahkan—"

"Aku tidak suka mengulang perintah," potongnya pendek. Suaranya rendah, namun mengandung otoritas yang tidak bisa dibantah.

Pengawal itu dengan gemetar segera membuka gembok selku. Pria itu masuk, sementara seorang pelayan wanita mengekor di belakangnya sambil membawa nampan berisi makanan hangat yang aromanya sangat kontras dengan bau amis di tempat ini.

"Letakkan di sana," ucap pria itu menunjuk lantai beton di depanku. Setelah pelayan itu pergi, ia tetap berdiri di sana, menjulang tinggi di depanku.

"Makanlah," katanya datar.

Aku mendongak, menatapnya dengan sisa keberanianku. "Siapa kau?"

Pria itu terdiam sejenak, menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kau belum tahu? Aku adalah alasan kenapa kau diseret ke neraka ini. Aku Darrel Alaric Grisham."

Jantungku berdegup kencang. Jadi ini pria yang ingin dijodohkan denganku? Darrel. Pria yang tampak lebih seperti malaikat maut daripada seorang calon suami.

"Aku tidak mau makan makanan dari keluarga pembunuh," bisikku sambil memalingkan wajah.

Darrel berjongkok di depanku, membuat jarak kami begitu dekat hingga aku bisa mencium aroma parfum kayu cendana yang mahal darinya. Ia menarik daguku dengan jarinya, memaksaku menatap matanya.

"Dengarkan aku, Lily," suaranya nyaris seperti bisikan, namun sangat tajam. "Jika kau tidak makan, kau akan lemas. Dan jika kau lemas, kau tidak akan punya tenaga untuk bertahan hidup di sini. Ayahku adalah pria yang sabar, tapi kesabarannya punya batas yang sangat berdarah. Makanlah, atau aku sendiri yang akan memaksanya masuk ke tenggorokanmu."

Aku gemetar di bawah sentuhannya. Sentuhannya dingin, namun ada sesuatu yang aneh—seolah-olah ada kilat pengenalan di matanya yang ia sembunyikan rapat-rapat.

"Kenapa kau melakukan ini?" tanyaku parau. "Kenapa kau setuju menikah dengan orang asing sepertiku?"

Darrel melepaskan daguku dan bangkit berdiri. Ia menatap ke arah luar sel dengan pandangan kosong. "Siapa bilang aku setuju? Aku hanya melakukan apa yang perlu kulakukan untuk mengakhiri kegilaan ini. Makanlah. Besok, hidupmu akan jauh lebih sulit dari sekadar mendekam di sel ini."

***

Darrel berhenti tepat di ambang pintu sel yang masih terbuka. Punggungnya yang lebar tampak tegang, dan tangannya mengepal kuat di sisi tubuh. Ia tidak berbalik, pandangannya lurus menatap lorong gelap markas bawah tanah yang suram itu, seolah-olah ia sedang bicara pada dinding beton, bukan padaku.

"Jika besok pria tua itu datang lagi untuk menagih jawabanmu, katakan padanya kau lebih memilih membusuk di sel ini," suaranya rendah, nyaris seperti desisan yang berbahaya.

Aku tersentak, mencoba mencerna kalimatnya. "Apa? Kau... kau menyuruhku tetap di penjara ini?"

"Ya," sahutnya pendek. "Aku tidak ingin menikah. Terlebih lagi, aku tidak ingin menikah denganmu. Kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi jika melangkah masuk ke mansion utama sebagai istri seorang Grisham. Di sana, kau tidak akan hanya melihat darah, tapi kau akan mandi di dalamnya."

Aku merangkak sedikit mendekat, meski masih menjaga jarak. "Tapi ayahmu."

Darrel akhirnya menoleh sedikit, hanya separuh wajahnya yang terlihat di bawah cahaya remang. Tatapannya sangat dingin, namun ada secercah perlindungan yang aneh di sana.

"Ayahku hanya menggertak. Selama kau berada di dalam sel ini bawah pengawasanku, tidak akan ada satu pun pengawal yang berani menyentuhmu, termasuk Erlan," tegasnya. "Aku yang akan menjamin keselamatanmu. Aku akan memastikan kau tetap hidup tanpa harus terikat kontrak pernikahan yang menjijikkan itu."

"Kenapa kau membantuku?" tanyaku ragu. "Bukankah kau calon pemimpin klan ini? Bukankah kau seharusnya menuruti perintah ayahmu?"

Darrel memutar tubuhnya sepenuhnya, menatapku dengan sorot mata yang sulit dibaca. "Karena aku benci dipaksa. Dan karena melihatmu di sini..." ia menggantung kalimatnya, matanya menyipit seolah sedang menahan sesuatu yang menyakitkan. "...melihatmu di sini jauh lebih baik daripada melihatmu hancur di tangan klan ini setelah kita menikah nanti."

Ia melangkah keluar dan memberi isyarat agar pengawal mengunci kembali selku.

"Makanlah makanan itu," perintahnya sekali lagi sebelum benar-benar pergi. "Dan ingat pesanku. Jangan pernah katakan 'ya' pada Erlan, apa pun yang dia janjikan padamu. Tetaplah di sini, di bawah perlindunganku yang tidak terlihat, sampai aku menemukan cara untuk mengeluarkanmu dari kegilaan ini."

Suara langkah kakinya menjauh, meninggalkan aku dalam keheningan yang baru. Aku menatap nampan makanan di lantai. Siapa sebenarnya Darrel Alaric Grisham? Dia pria yang kejam di depan anak buahnya, tapi kenapa dia justru mencoba menyelamatkanku dari takdir yang diinginkan ayahnya sendiri? Dan yang lebih penting, kenapa hatiku merasa bahwa aku bisa mempercayai pria asing yang baru saja mengancam akan mencekokiku dengan makanan ini?

***

Bersambung...

1
Syarwiti Aulia
episode ny sdikit,,bttul Nungguin ny lma bnget
MissSHalalalal: baik, Author usahakan lebih banyak lagi. 🙏
total 1 replies
Mia Camelia
semangat thor😄👍
makin seruu dan bikin penasaran🥰
double up dong biar makin puas 😂
Tuti Handayani
bagus banget
MissSHalalalal: terimakasih kk🙏
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰🥰🥰
Mia Camelia
thor ceritaiin dong siapa ortu nya liliy???? kepoo nih thor🥰🥰🥰🥰
Mita Paramita
lagi Thor update 🔥🔥🔥
apakah Lily juga anak dari klan mafia juga? jadi penasaran 🤨🤨🤨
Vanni Sr
semkiin kereen yaaaa , mungkin lily ank angkt org tua nya dlu py kuasa
Mia Camelia
darel kejam gak mau denger penjelasan lily😔
Nanik Arifin
mengertilah Lily, Darrel hanya ingin melindungimy. dr awal hanya itu yg ingin Darrel lakukan, tapi kamu aj yg keras kepala, pakai acr kabur segala. sepertinya Darrel ingin memutus generasi klan ini. sepak terjang klan ini tak sejalan dg rasa kemanusiaan Darrel yg begitu besar. nyata dia seorang dokter yg empati & jiwa menolongnya tinggi.
Lily ikuti kata Darren, cukup kamu tersiksa 30 hari + 9 bulan. setelahnya kamu bisa bebas ( mungkin 🤔)
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Mia Camelia
semangat thor, 🥰🥰🥰
Erna Tazmania
seru..semangat tor
Mita Paramita
lagi Thor update lagi 😘😘😘
seru banget ceritanya
Vanni Sr
kereeeen darrel mulai cmburuu
Mia Camelia
gak sabar mau ngliat pesta nya , mpe lily merasa tertekan😂
Mia Camelia
ceritaiin sedikit thor tentang kaka nya darel ky gimana ??? jdi penasaran😂
Mia Camelia
seru banget thor🥰, ayoo update lgi yg banyak☺😄
Mita Paramita
lagi Thor 🤣🤣🤣seru banget ceritanya
Mia Camelia
seru banget ini👍🥰😄
Fariza Imut: seru aku suka ceritanya
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut lagi double up 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!