Putra konglomerat Liu ChengYan atau yang memiliki nama panggung A Yan adalah Idola solo baru yang kini tengah naik daun di Shanghai. Dengan kharisma ,ketampanan serta bakat nya mampu memikat para penggemar dalam waktu 1 tahun debutnya. Selain daripada bakat dan ketampanan yang dia miliki, A Yan memiliki rahasia besar terlibat dengan seorang gadis bernama Zhou Xiarui yang merupakan pekerja di perusahaan milik keluarga nya itu.
Bagaimana kisah A Yan Dan Xiarui ? Kita akan melihat bersama keasyikan kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dk_Hiday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#24 Kerinduan A Yan
Setelah menyelesaikan pertemuan yang membuat Mood A Yan semakin buruk , ia memutuskan untuk kembali ke agensi nya.
" Tn. Liang, kenapa aku merasa YQ sedang menipuku kontrak persetujuan tidak ada nama artis, dan tadi dia mendatangkan He Qingli di depanku. " Dengan Marah A Yan melampiaskan nya pada sang CEO.
" Pihak YQ hanya memberikan kontrak itu, Namun tidak bisa di batalkan atau mereka bisa menuntut kerugian kepada kita nanti. " Ungkap Tn. Liang
" Sialan,! " A Yan mengumpat dengan marah .
" A Yan, Chenghao menelpon ku hari ini katanya kau harus ke perusahaan nya malam ini ada hal penting yang ingin dia bicarakan. " Ungkap Sang CEO
" Ada apa lagi mereka benar-benar mengusik kehidupanku! " Dengan pikiran yang buruk A Yan meninggalkan ruang CEO.
A Yan menemui Qiaofeng .
" Kita urus orang-orang itu besok, aku harus ke tempat Chenghao sekarang! " Ucap A Yan dengan wajah yang marah.
Lalu mereka berangkat dengan cepat ke Perusahaan Chenghao.
Sesampainya di sana A Yan langsung bergegas ke dalam ruangan Chenghao.
Chenghao yang sedang berhadapan dengan komputer nya , nampak sang adik seperti sedang marah pun Chenghao mematikan layar di depannya.
" Duduklah A Yan! " Chenghao menyuruhnya duduk dengan tenang.
" Ada apa? cepatlah. aku harus pulang sekarang! " Ucap A Yan yang tak tenang memikirkan Xiarui.
" Ibu dan Huajin memintaku untuk menanyakan alamat rumah mu sekarang. mereka sangat khawatir pada istrimu. Kau jarang pulang dan menjaganya biarkan ibu dan Istriku yang menjaga nya. " Ucap Chenghao dengan serius. A Yan terdiam
A Yan memang sedang memikirkan bagaimana dia bisa tenang memikirkan istrinya yang sendirian. Mempercayakan kepada para pelayan belum cukup membuatnya tenang.
" Baiklah nanti akan ku kirim alamatnya. " Dengan nada dingin A Yan terpaksa menyetujuinya.
" Aku tau kau masih marah dengan Ayah, tapi Ayah pun di rumah hanya banyak diam setelah kau pergi. Hanya saja Ego Ayah besar. Biarkan saja, Kau boleh marah dengan Ayah tapi bagaimana pun Aku adalah kakakmu, aku akan bersamamu dan melindungi mu. Ibu dan Istriku juga sangat menerima Xiarui. Hanya saja Ayah yang keras kepala. " Chenghao mencoba membujuk sang adik untuk tidak benar-benar memutuskan hubungan keluarga.
A Yan masih terdiam.
" Banyak masalah yang akhir-akhir ini menimpa Xiarui dan aku sangat khawatir memikirkannya. Karena pekerjaan ku yang jarang ada untuknya. " Ungkap A Yan dengan wajah yang tadinya marah kini hanya menjadi cemas saja .
" Apa kau tidak sekalipun berpikir ingin mengganti profesi mu? " Chenghao menanyainya dengan serius.
Membuat A Yan terdiam mematung.
" Aku sangat mencintai karier ku dan aku juga sangat mencintai Xiarui. Aku hanya bimbang takut tidak bisa menjalankan perusahaan sepertimu saja. " Ungkap A Yan yang kini hatinya melembek.
Membuat Chenghao tersenyum.
" Kau harus mempertimbangkan nya. Ya sudah pulanglah, Xiarui pasti sudah menunggumu. Jika ada apa - apa telepon aku saja. " Ucap Chenghao yang melihat waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.
" Baiklah, ! " A Yan pulang dengan rasa tenang sekarang.
...----------------...
" Qiaofeng, pergilah ke tempat itu urus mereka, tanyai sampai mereka mengaku. Tapi jangan sampai membunuh. Mereka adalah kunci kita menemukan pelakunya. " Ucap A Yan dalam perjalanan pulang.
Qiaofeng mengangguk paham.
Sesampainya di rumah A Yan langsung berlari mencari keberadaan istri tercintanya di kamar. Ketika pintu kamar terbuka ada perasaan lega melihat senyum terukir di wajah Xiarui .
" Sudah pulang,? " Xiarui meletakan buku yang sedang dia baca.
A Yan langsung memeluk erat istrinya dan menciumi seluruh wajahnya.
" Apa luka nya masih sakit,? " Melihat luka di perban di leher Xiarui.
" Tidak sakit, yang sakit perutku! " Xiarui mengadu mengeluh pada A Yan
A Yan langsung menyebabkan selimut dan mengangkat tubuh Xiarui.
" A Yan lepaskan, apa yang kau lakukan! " Xiarui terkejut.
" Perutmu sakit, kita kerumah sakit sepertiny bayinya akan keluar! " dengan wajah cemas A Yan membuat Xiarui tertawa keras.
Membuat Wajah A Yan di penuhi pertanyaan dan kebingungan .
" Kenapa tertawa, kau mengerjai ku? " A Yan terlihat sedikit kesal.
" A Yan, aku sakit perut karena anakmu menendang ku terus. Lihatlah sekarang pun dia sedang menendangku. " Xiarui Memperlihatkan perutnya yang sedang ada tendangan.
Mata A Yan berbinar dan segera mengelus lembut perut besar istrinya.
" Dia sepertinya merindukan goyangan Ayahnya, sayang. " Ucap A Yan tanpa rasa malu.
" Dasar tidak tahu malu, jangan berbicara seperti itu di depan anak kita. Sana mandi! " Xiarui mendorong A Yan menjauh dari tubuhnya.
" Sehabis mandi ya sayang, " A Yan dengan wajah tengilnya mengedipkan mata sebelah membuat Xiarui bergidik merinding.
" Ayahmu sangat mesum sayang jangan di dengarkan. " Ucap Xiarui pada bayi dalam perutnya. Tapi, Tendangan nya semakin terasa.
Xiarui yang ingin menghindari singa buas itu pun pura-pura tidur. A Yan yang melihat itupun segera mendekat setelah selesai membersihkan tubuhnya.
" Kau sangat seksi ketika ber pura-pura tidur. " Bisik A Yan pada istrinya, A Yan melihat mata yang selalu bergerak dalam keadaan tertutup menandakan Xiarui sedang bermain dengannya.
Melihat tak ada respon dari sang istri, A Yan pun segera menyibak an selimut
" Aku akan memasukimu langsung saja. " kekeh nya sambil mengambil ancang-ancang membuka handuk yang melilit di pinggang nya.
Membuat bola mata yang tadi terpejam mendadak melotot sempurna seperti melihat hantu .
A Yang tertawa kencang melihat respon Xiarui.
" Kau itu tidak pandai berbohong, sayang. " Ucap A Yan.
" Aku hanya becanda saja, " Xiarui menjawab nya dengan lembut.
" Kenapa ,takut aku masuki? Tidak rindu padaku? "Tanya A Yan dengan tatapan menyeringai.
" Rindu... rindu sekali sampai aku takut mengatakannya padamu. " Xiarui menundukan kepala nya.
A Yan tanpa menjawab lagi langsung menc*um brutal bibir yang sangat dia rindukan. mengendus setiap jengkal bau tubuh Xiarui yang baginya adalah candu yang tak pernah hilang.
" Bibir mu sangat manis, sayang. " A Yan tak memberi waktu Xiarui menjawab dan langsung melahap benda kenyal di depan matanya.
Xiarui menepuk-nepuk punggung A Yan karena kehabisan nafas.
" Hah, A Yan kau benar-benar gila. Aku tidak bisa bernafas. " Kesal Xiarui
A Yan hanya tersenyum mendengarnya.
" Maaf sayang, aku akan pelan -pelan . " A Yan kembali menjelajahi bibir seksi istrinya dan mencium setiap inci dari tubuhnya, sampailah ke gunung kem*ar yang membusung di bawah tubuhnya.
A Yan meremas pay*dara Xiarui yang membesar.
" Semakin Mont*k saja kamu sayang. "ucap A Yan sambil menciumi bagian dada Xiarui.
" Jangan mengejekku gendut, ini semua karena benih yang kau tanam jadilah anak di perutku. " Ucap Xiarui dengan sadis. Itu membuat A Yan hanya terkekeh dan melanjutkan aktifitas ranjangnya.
Semakin turun kebawah dan sampai pada area Sens*tif milik Xiarui. Membelai nya dengan perasaan dan lembut. Memainkan bagian kecil yang menonjoldi bawah sana membuat Xiarui tak bisa menahan des*han nya.
" Suka sayang? " A Yan melihat Istrinya mend*sah dengan hal yang dilakukannya.
Xiarui melebarkan Kaki nya dengan spontan karena rasa ni*mat yang suaminya lakukan.
A Yan membuka lilitan handuk di pinggang nya dan terpampang nyata ular cobra nya sudah siap menerkam.
A Yan mengambil posisi dan melebarkan kaki Xiarui.
Sekali hentakan membuat Xiarui membusungkan dada ke depan dengan desahan yang tak bisa dirinya kendalikan lagi.
A Yan mempermainkan nya, dia sengaja hanya menghentak dan mencab*t nya dengan pelan . Membuat Xiarui tak tahan.
" A Yan jangan bermain-main denganku, cepatlah! " Xiarui yang sudah terbakar nafsu pun tak tahan dengan aksi yang A Yan lakukan.
" Minta apa sayang katakan pada suamimu? " A Yan menenggelamkan miliknya sepenuhnya di dalam l*bang Xiarui.
" Cepat, aku ingin yang cepat! " Xiarui memejamkan mata sambil menahan gejolak gairah yang kini melanda nya.
Dengan senyum smirk nya A Yan langsung menghentak keras miliknya kedalam.
" Ahhh, A Yan! " Xiarui meracau ketika A Yan memegang erat pinggul nya dan menggoyangkan badannya dengan cepat.
" Sangat sempit, kau menjepit ku sayang! " A Yan mengerang di atas kenik*atan yang sedang melandanya.
Pacuan semakin cepat A Yan lakukan desahan demi desahan bersahutan.
Berkali - kali Xiarui menggelinjang menandakan dirinya berkali-kali berhasil mencapai puncak keni*matan.
" Ah, Sayang tahan ya! " A Yan memegang erat2 pinggul Istrinya dan membuat pacuan yang semakin menggila membuatnya mengerang berkali kali.
" Ahh, sayang aku keluar, ah! " A Yan mengh*ntak dengan keras dan mencab*t miliknya dan mengeluarkan cairan di atas perut seperti biasa untuk tidak membuat bayi nya dalam bahaya.
"Sayang, makin hari kau makin seksi aku tidak bisa berhenti membuatmu mendesah di bawahku. " Ucap A Yan yang masih melihat ular cobra nya masih berdiri tegak.
A Yan mengubah posisi Xiarui di atas nya dan permainan itu berlanjut sampai kedua insan itu benar-benar mandi keringat di malam hari.
BERSAMBUNG