NovelToon NovelToon
Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali

Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seorang Kaisar Abadi yang berkuasa dan ditakuti di seluruh alam semesta dikhianati dan dibunuh oleh orang-orang terdekatnya. Namun, alih-alih jiwanya hancur, ia terbangun kembali sebagai seorang pemuda tak berguna di sebuah klan kecil yang hampir punah, ribuan tahun di masa depan. Dengan semua ingatan dan pengetahuannya yang luas dari kehidupan sebelumnya, ia memulai kembali perjalanan kultivasinya. Kali ini, ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Dua Pecahan

Keheningan yang jatuh di ruang utama markas Ordo Pemburu Bayangan terasa lebih berat dari batu-batu yang menopang langit-langit gua. Semua mata tertuju pada liontin di telapak tangan Arga—liontin giok ungu gelap berbentuk lingkaran yang kini berdenyut pelan, seolah merespons kehadiran saudaranya yang berbentuk bulan sabit di atas meja batu.

Darmaji adalah yang pertama memecah keheningan. Suaranya rendah, nyaris seperti bisikan, tapi mengandung intensitas yang membuat semua orang di ruangan menegang.

"Sejak kapan kau memilikinya?"

Arga menatap liontin di tangannya. Denyutnya kini seirama dengan liontin bulan sabit—dua jantung yang terpisah namun berdetak dalam ritme yang sama. "Sejak ibuku meninggal. Dia menyembunyikannya untukku."

"Dan kau tidak pernah memberitahuku." Itu bukan pertanyaan.

"Kau sendiri yang bilang, semua orang di sini menyembunyikan sesuatu."

Darmaji tertawa kecil—tawa tanpa humor. "Benar. Aku memang bilang begitu." Ia berjalan mendekati meja, mengambil liontin bulan sabit, dan mendekatkannya ke liontin lingkaran milik Arga. Semakin dekat keduanya, semakin kuat denyutan mereka. Cahaya ungu redup mulai berpendar dari kedua liontin, menciptakan bayangan menari di dinding-dinding batu.

"Apa yang terjadi di lembah tadi?" tanya Sinta. Suaranya kembali datar, tapi ada ketegasan di dalamnya. "Saat kau menyentuh liontin itu, seluruh tempat berguncang. Itu bukan reaksi biasa."

Arga menimbang sejenak. Ia tidak bisa menceritakan semuanya—tentang reinkarnasinya, tentang kehidupannya sebagai Kaisar Langit. Itu terlalu berbahaya. Tapi ia juga tidak bisa sepenuhnya diam. Tidak setelah apa yang baru saja terjadi.

"Aku melihat sesuatu," katanya akhirnya. "Sebuah visi."

"Visi?" Darmaji menegakkan tubuhnya.

"Seorang wanita. Di puncak menara yang tinggi. Dia memegang tiga liontin—lingkaran, bulan sabit, dan bintang. Ketiganya menyatu menjadi satu bentuk." Arga menatap liontin di tangannya. "Lalu dia berkata, 'Aku harus memisahkan mereka. Demi keselamatan semua.' Setelah itu, cahaya membutakan, dan visi itu menghilang."

Ruang hening lagi. Dua tahanan dari Lingkaran Naga Hitam—yang masih terikat dan tersumpal—saling bertukar pandang. Ada sesuatu dalam mata mereka yang membuat Arga curiga mereka tahu lebih banyak daripada yang mereka tunjukkan.

"Wanita itu," Darmaji memulai perlahan. "Kau mengenalinya?"

"Wajahnya mirip dengan ibuku. Tapi lebih muda."

"Jadi leluhurmu." Darmaji meletakkan liontin bulan sabit kembali ke meja. "Menarik. Sangat menarik." Ia berjalan mengitari meja, tangannya terlipat di belakang punggung. "Lingkaran Naga Hitam memburu liontin ini. Mereka sudah memiliki peti berisi pecahan bulan sabit. Berarti mereka juga sedang mencari pecahan ketiga—bintang. Dan mereka tahu lebih banyak tentang liontin ini daripada yang kita ketahui."

Ia berhenti di depan dua tahanan. "Lepaskan sumpalan mereka."

Sinta melakukannya. Kedua tahanan itu—seorang pria dan seorang wanita, keduanya berusia sekitar tiga puluhan—menatap Darmaji dengan campuran takut dan menantang.

"Nama," kata Darmaji dingin.

Keduanya diam.

Darmaji menghela napas. "Aku tidak suka kekerasan yang tidak perlu. Tapi aku juga tidak sabaran. Sinta."

Sinta mencabut pedangnya. Bukan pedang kayu latihan—ini pedang sungguhan, bilahnya berkilat dalam cahaya obor kristal. Ia mendekatkan ujung pedang ke leher tahanan pria.

"Tunggu!" Tahanan wanita itu akhirnya bicara. "Aku akan bicara! Tapi hanya padanya!" Ia menunjuk Arga dengan dagunya.

Semua mata beralih pada Arga.

"Aku?" Arga mengernyit.

"Kau yang membawa liontin itu. Kau yang menyebabkan lembah berguncang. Kau... kau adalah keturunan Penjaga." Mata wanita itu berkilat dengan emosi yang sulit dibaca—antara takut dan kagum. "Hanya keturunan Penjaga yang bisa menyatukan liontin tanpa hancur."

Darmaji dan Sinta bertukar pandang. "Penjaga?"

"Tiga keluarga yang ditugaskan menjaga pecahan Liontin Langit," Arga menjelaskan. "Aku membacanya di kitab kuno."

Tahanan wanita itu mengangguk. "Keluargamu adalah salah satunya. Penjaga Lingkaran. Dua lainnya adalah Penjaga Bulan Sabit dan Penjaga Bintang."

"Dan Lingkaran Naga Hitam?"

" Mereka ingin menyatukan liontin. Membuka gerbang. Tapi bukan untuk mencapai Langit Kesepuluh." Suara wanita itu bergetar. "Mereka ingin membawa sesuatu keluar dari sana. Sesuatu yang dikurung oleh para Penjaga ribuan tahun lalu."

Arga merasakan darahnya mengalir lebih dingin. Sesuatu yang dikurung. Visi wanita di menara—"demi keselamatan semua"—kini mulai masuk akal.

"Apa yang dikurung?" tanya Darmaji.

"Aku tidak tahu." Wanita itu menunduk. "Hanya pemimpin tertinggi Lingkaran yang tahu. Kami hanya prajurit rendahan."

Darmaji menatapnya lama, lalu mengangguk pada Sinta. Pedang itu disingkirkan.

"Kau akan memberi kami semua informasi tentang Lingkaran Naga Hitam. Markas mereka. Pemimpin mereka. Apa pun yang kau tahu." Darmaji berbalik dan berjalan menuju Arga. "Dan kau... kita perlu bicara. Berdua."

---

Ruang arsip terasa lebih sempit dari biasanya. Darmaji menutup pintu batu di belakangnya, lalu duduk di kursinya. Arga tetap berdiri.

"Aku tidak akan menanyakan bagaimana ibumu mendapatkan liontin itu," Darmaji memulai. "Atau kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal. Itu urusanmu." Ia mencondongkan tubuh ke depan. "Tapi mulai sekarang, tidak ada lagi rahasia di antara kita. Setidaknya tentang liontin ini. Aku perlu tahu semua yang kau tahu. Demi keselamatan Ordoku."

Arga mengangguk. "Aku akan memberitahumu apa yang aku bisa."

Ia menceritakan tentang kitab warisan di dalam liontinnya. Tentang Benang Perak dan Benang Emas. Tentang teknik-teknik yang ia peroleh. Tapi ia tidak menceritakan tentang reinkarnasinya sebagai Kaisar Langit. Itu rahasia yang akan ia bawa sampai mati.

Darmaji mendengarkan tanpa memotong. Saat Arga selesai, ia bersandar di kursinya, matanya menerawang ke langit-langit batu.

"Jadi kau bukan sekadar keturunan Penjaga. Kau adalah seseorang yang telah membangkitkan warisan itu." Ia menatap Arga. "Itu menjelaskan banyak hal. Kecepatanmu berkembang. Kemampuanmu bertahan melawan Naga Bumi."

"Apa yang akan kau lakukan sekarang?"

Darmaji bangkit. "Pertama, kita amankan dua liontin ini. Mereka terlalu berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah." Ia berjalan ke rak dan mengambil sebuah kotak logam hitam. "Kedua, kita cari pecahan ketiga—bintang. Sebelum Lingkaran Naga Hitam menemukannya."

"Kau tahu di mana pecahan ketiga?"

"Belum. Tapi..." Darmaji membuka kotak itu. Di dalamnya, sebuah peta kuno tergulung. "...kitab-kitab di ruangan ini mungkin punya jawabannya. Dan kau akan membantuku mencarinya."

1
Mommy Dza
Lanjut💪
Mommy Dza
Tetap semangat Arga 💪
Mommy Dza
Cara memperkuat segel adalah
Mommy Dza
Bravo Arga 👍💪
BlueHeaven
Sekelas Penguasa Tertinggi kok sampe nggak tau sih, apalagi setetes demi setetes tiap harinya
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
Mommy Dza
Arga kembali 💪
Mommy Dza
Arga mau dimangsa 🥹 haddehh
hancurkan dia Arga
Mommy Dza
Memperbarui segel dan mengurung pemangsa 💪
Mommy Dza
Arga semakin kuat 💪
Mommy Dza
Nasib apa yg menunggunya 🥹
Mommy Dza
Lanjut thor
Mommy Dza
Wah ketemu pecahan kedua yah 💪
Mommy Dza
Siapa lagi yg muncul /Smug/
Mommy Dza
Bunuh dia Arga 💪
Mommy Dza
Deg degan aku Thor 😁
Lanjutt
Mommy Dza
Mungkin ini saatnya 💪
Mommy Dza
Semoga lekas sembuh 🤲
Mommy Dza
Maju Arga 💪
Mommy Dza
Kita baru saja mulai 💪🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!