NovelToon NovelToon
Kejar Tenggat

Kejar Tenggat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Honey Brezee

Gwen baru sadar bahwa menjadi dewasa itu tidak seasyik telenovela favoritnya. Tagihan menumpuk, kopi tidak pernah cukup, dan setiap pertemuan keluarga selalu berakhir dengan satu pertanyaan maut: “Kapan nikah?” Bisakah Gwen bertahan, menghindari pertanyaan itu, dan tetap mempertahankan kebebasannya—tanpa menyerah pada “dunia dewasa” yang penuh aturan absurd?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Honey Brezee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 - Cantik Versiku Sendiri

Sesampainya di lantai 14, Gwen keluar dari lift dengan langkah cepat. Mini dress kuning butternya kontras di tengah kantor yang sibuk. Beberapa orang sempat menoleh, tapi ia langsung menuju kubikelnya.

Belum sampai, Rara sudah berdiri di depan meja dengan mata melebar kagum.

“Gwen!!! Ya ampun, ini beneran lo?!” seru Rara antusias. Ia menatap Gwen dari atas ke bawah tanpa sungkan. “Dress kuning lo bagus banget! Bikin lo keliatan fresh. Cocok banget sama kulit lo!”

Gwen tersipu malu. “Makasih, Ra… Baru berani coba hari ini.”

Rara mendekat dan meraih tangan Gwen sebentar. “Serius deh, gue kaget. Biasanya lo selalu pakai hitam, abu-abu, atau navy doang. Hari ini lo keliatan lebih percaya diri, lebih hidup. Gue sukaaa! Terusin ya, lo emang cocok pakai warna cerah.”

“Wow, you look so gorgeous,” sela Leon dari kubikel sebelah sambil tersenyum lebar.

Gwen tersenyum malu-malu. “Makasih, Leon.”

Tak lama kemudian Mas Rama muncul di ujung lorong bersama Rio, keduanya berjalan cepat dengan ekspresi serius.

"Eh, eh, eh, rapat darurat di ruang konferensi, lima menit lagi," ucapnya tajam sambil bertepuk tangan sekali, keras. "Yang nganggur, ikut. Yang sibuk, tetap ikut. Ayo, bubar, bubar."

Rio di belakangnya mengedikkan bahu ke arah Gwen dengan tatapan maaf ya sebelum mengikuti bosnya yang sudah berbelok ke koridor lain.

bagus ga

Hari itu kantor benar-benar seperti medan perang. Proyek resort mewah milik Pak Raymond di Ubud memasuki fase krusial. Klien perfeksionis dari Singapura itu menuntut segalanya sempurna sebelum ia kembali minggu depan.

Gwen hampir tidak sempat bernapas. Meeting bertubi-tubi, revisi moodboard berkali-kali, koordinasi vendor batu alam dari Gianyar, kain upholstery dari Denpasar, hingga pencahayaan kolam renang infinity yang harus sesuai konsep “sunset luxury”. Meja kerjanya penuh sesak dengan swatch kain, katalog, dan print-out denah.

“Gwen, ini vendor lighting kirim opsi baru. Pak Raymond bilang yang kemarin terlalu cool tone, minta yang warmer,” kata Rara sambil meletakkan map.

“Gwen, meeting landscape dipindah ke jam 1.45, mereka sudah nunggu,” tambah Rio.

Gwen hanya mengangguk sambil mengusap pelipisnya yang mulai pusing, tapi ia terus bekerja tanpa henti.

Menjelang sore, saat Gwen sedang fokus merevisi proposal, Mas Rama muncul di samping kubikelnya.

“Gwen,” sapanya pelan.

Gwen menoleh. Mas Rama menatapnya lama, lalu tersenyum lembut.

“Kamu hari ini pakai dress kuning, ya… bagus sekali,” katanya tulus. “Warna itu benar-benar cocok sama kamu. Bright, fresh, dan bikin kamu kelihatan hidup. Aku senang kamu akhirnya berani pakai warna cerah. Dulu, berapa pun aku dan Tiara minta, kamu selalu pilih warna gelap karena takut kelihatan gemuk atau norak. Hari ini… kamu berani. Dan hasilnya bagus banget, Gwen. Kamu kelihatan lebih percaya diri.”

Gwen terdiam. Dulu, ia, Tiara, dan Mas Rama sangat dekat. Tiara selalu menyuruh Gwen untuk melawan ibunya, untuk lebih berani. Namun setelah mengetahui bahwa Tiara menjalin hubungan dengan Mas Rama, hubungan mereka perlahan menjauh. Gwen merasa bersalah—karena tidak menemani sepupunya di saat-saat terakhirnya. Ia berjanji pada dirinya sendiri, jika proyek ini selesai, ia akan pergi ke makam Tiara.

“Terima kasih, Mas. Jujur, masih agak aneh.”

Mas Rama mengangguk mengerti. “Wajar. Tapi ini langkah yang bagus. Ingat, Gwen… kamu cantik bukan karena warna yang kamu pakai, tapi karena kamu berani jadi diri sendiri. Tiara pasti bangga di atas sana.”

Gwen terdiam sejenak mendengar nama itu disebut. Dadanya terasa hangat sekaligus berat. Ia menunduk, memainkan ujung jarinya pelan.

“Semoga saja,” gumamnya lirih. “Aku… masih sering kepikiran dia.”

Mas Rama tersenyum kecil. "Dia sayang kamu, Gwen. Selalu," ucapnya sambil mengacak pelan rambut Gwen — gestur yang dulu, bertahun-tahun silam, pernah membuat jantung Gwen berdebar tak karuan. Tapi sekarang... Gwen hanya merasakan hangat familiar di kulit kepalanya, dan kekosongan yang tidak bisa ia jelaskan di dadanya.

                 __KejarTenggat__

Sepanjang hari Gwen begitu sibuk hingga lupa mengecek ponsel. Begitu sempat melihat layar, sudah ada banyak pesan dari Aga.

Aga :

Baby udah selesai belum?

Aku kangen banget. Malam ini aku jemput ya

Baby! Cintakuuuu

Kamu tega! Aku kesepian di sini 😭

Lalu Aga mengirim foto spanduk kecil buatannya sendiri di atas kertas karton dengan tulisan tebal:

“GWEN PULANG CEPAT! CALON SUAMINYA KESEPIAN BANGET.”

Di bawahnya ada selfie Aga yang manyun dramatis sambil memegang spanduk itu.

Gwen tertawa kecil sambil menggeleng-geleng kepala. Tapi sebelum sempat membalas, Mas Rama muncul lagi.

“Gwen, dokumen untuk meeting sudah siap?” tanya Mas Rama sambil menyerahkan map.

“Sudah, Mas. Tinggal print slide-nya.”

Begitu Mas Rama pergi, Gwen cepat-cepat membalas chat Aga.

Gwen : Aku ada meeting jam 7 malam. Kamu gak usah jemput. Ayah yang jemput.

Tak lama kemudian, Aga mengirim voice note. Gwen memasang earphone dan memutarnya.

Suara Aga terdengar manja, sedih, dan dramatis sekaligus.

“Baby… kamu tega banget ngebiarin aku kesepian malam ini. Aku udah siap-siap jemput dari tadi, nungguin kamu keluar lift pakai dress kuning itu… eh malah Ayah yang jemput. Aku sedih banget, tau. Please… Bilang sama ayah kalau kamu mau dijemput pandji, Aku kangen peluk kamu.”

Gwen : Pandji lagi ke Jakarta, Nadine demam. Aku kerja dulu ya. Miss you.

Gwen menatap layar ponselnya sejenak sebelum menguncinya. Ia menarik napas pelan, lalu merapikan dress kuning yang masih terasa asing—namun kali ini tidak ia hindari.

Ia berdiri dan melangkah ke ruang meeting dengan lebih mantap. Beberapa pasang mata menoleh, tapi Gwen tidak lagi menunduk.

Ia tersenyum kecil.

Hari ini, ia tidak ingin bersembunyi.

Bukan lagi tentang terlihat lebih kurus, atau memenuhi standar siapa pun.

Hari ini… ia memilih menjadi dirinya sendiri.

Cantik, dengan versi dirinya sendiri.

1
mitha
Lanjut kak
lilyrose
syuukkurin 🤣
Honey Brezee: hihi 🤭
total 1 replies
lilyrose
to the point aman sih si hilman 😂😂😂
Honey Brezee: iy, hahaha 🤣
total 1 replies
Patrish
nyambung amat Bang
Honey Brezee: nyambung di next kak 🤣
total 2 replies
mitha
Ceritanya gak ngebosenin 😍
Anita
Ibu tiri 😭
Anita
Seruuuuuu 😍
Patrish
hati hayi anak muda jangan sampai kebablasan
Honey Brezee: tenang ada penjaga nya si pandji 🤣🤣
total 1 replies
Patrish
ini ibu kandung apa ibu tiri sih...
Patrish: 🤣🤣🤣🤣pokoknya dibuat sakit tapi jangan sampai menyusahkan anaknya🤣🤣🤣
total 4 replies
Patrish
setiap keputusan membawa resiko..(baik maupun buruk)..setiap pilihan menuntut keberanian
inilah inti perjalanan ke depan
Honey Brezee: makasih kak ❤
total 1 replies
Patrish
ini ceritanya mereka hidup di Bali...sedang ayah Gwen di jakarta....nadine tinggal di mana?
Honey Brezee: gwen di Bali kak, ayah gwen bolak balik ke jakarta karna ada kerjaan
total 1 replies
Patrish
aku gagal focus di sini..Pikirku Panji nganter Nadine ke luar kota...
Honey Brezee: nanti aku revisi 🙏
total 1 replies
Patrish
Panji....pinter ya
Patrish
mulai....ada bara menyala...
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "Pacar Melamar Mantan Menggoda" ✨️✨️
Silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata. Kudu baca kalau kalian suka drama yang deep dan dewasa 🤌
total 1 replies
lilyrose
keren banget..ga muter muter ceritanya
good job thor
lanjuttt
Honey Brezee: huhuhu..Thankyou 😭🙏❤
total 1 replies
lilyrose
baru nemu novel sebagus ini..keren banget
ga berasa baca marathon dari bab 1 - 15 tiba2 habis... 👍
Honey Brezee: makasih kak 🥺😭🙏❤
total 1 replies
Patrish
novel bagus gini...belum ada yang nemu....🤭🤭🤭🤭aku juga baru kemarin😀😀😀
Patrish: semoga segera banyak yang baca
total 2 replies
Patrish
sampai di sini...kalimatnya enak dinikmati....lanjuut aku...👍🏻👍🏻
Honey Brezee: terimakasih kak 🥺🙏❤
total 1 replies
Patrish
tapi kamu keren Gwen....seharusnya sejak kemarin kamu begitu...
Patrish
yoookkkk...lanjuuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!