NovelToon NovelToon
Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: JAYDEN AHMAD

LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.

Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.

Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.

DIA SALAH BESAR.

Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.

kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.

Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: JEJAK BAYANGAN DAN UJIAN KESETIAAN

Kemenangan kecil di pasar saham hanya memberikan jeda sesaat, seperti hening sebelum badai yang lebih besar.

Rizky tahu, GlobalNet tidak akan menerima kekalahan mereka begitu saja.

Mereka adalah predator yang terluka, dan predator yang terluka adalah yang paling berbahaya.

Hadiningrat Group berhasil menstabilkan harga saham, gugatan hukum telah dilayangkan, dan Phoenix Capital mulai diselidiki, namun Rizky merasakan ketenangan ini hanyalah ilusi.

Dua minggu berlalu dalam ketegangan yang mencekam. Tim Nusantara Connect bekerja siang dan malam, mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai titik.

Haryo dan tim intelijennya terus memantau setiap pergerakan GlobalNet, mencari tanda-tanda serangan berikutnya.

Bramantyo, yang kini menjadi bagian dari tim strategi inti, menunjukkan kinerja yang luar biasa.

Wawasannya tentang GlobalNet terbukti sangat akurat, membantu Rizky mengantisipasi beberapa manuver kecil yang coba dilancarkan lawan.

Namun, setiap kali Bramantyo memberikan saran, Rizky selalu merasakan bayangan keraguan.

Apakah ini murni kesetiaan, ataukah bagian dari permainan yang lebih besar?

Ketenangan itu pecah pada suatu pagi yang dingin.

"Tuan Rizky, ada masalah besar!"

Suara panik kepala divisi IT Hadiningrat Group memecah keheningan ruang kerja Rizky.

"Sistem data inti Nusantara Connect diserang. Ini bukan serangan DDoS biasa, ini... ini sangat canggih. Mereka mencoba merusak integritas data, mengubah koordinat lokasi, jadwal pengiriman material, bahkan data keuangan proyek!"

Rizky merasakan darahnya berdesir dingin. Ini adalah serangan yang jauh lebih berbahaya daripada manipulasi pasar saham. Jika data inti proyek terkontaminasi atau rusak, seluruh fondasi Nusantara Connect bisa runtuh. Kepercayaan publik, investor, dan pemerintah akan hancur.

"Seberapa parah?" tanya Rizky, bergegas ke ruang kendali IT.

"Kami berhasil mengisolasi sebagian besar server, Tuan Rizky, tapi beberapa data sudah terpengaruh," jelas kepala IT, jarinya menari-nari di keyboard.

"Yang paling mengkhawatirkan, ada jejak backdoor yang sangat tersembunyi, seolah-olah sudah ditanamkan jauh sebelumnya. Ini bukan serangan dadakan.

"Backdoor?" Rizky mengernyit. "Maksud Anda, ada penyusup di dalam sistem kita?"

"Kemungkinan besar, Tuan Rizky. Atau seseorang yang memiliki akses mendalam ke arsitektur sistem kita," jawab kepala IT, wajahnya pucat.

Ruangan itu dipenuhi ketegangan. Rizky segera memerintahkan tim IT untuk melakukan audit forensik menyeluruh, melacak setiap jejak, setiap anomali. Ia juga memanggil Haryo dan Bramantyo.

"Ini adalah serangan yang terencana dengan sangat baik," kata Rizky, menatap kedua pria itu.

"GlobalNet tidak hanya menyerang dari luar, mereka juga mencoba merusak dari dalam.

Bramantyo, dengan pengetahuan Anda tentang GlobalNet, apakah Anda tahu siapa yang mungkin bertanggung jawab atas serangan siber semacam ini di pihak mereka?"

Bramantyo terdiam sejenak, raut wajahnya serius. "GlobalNet memiliki divisi siber rahasia, Tuan Rizky. Mereka menyebutnya 'ShadowNet'. Dipimpin oleh seorang jenius peretas bernama 'Ghost'. Dia sangat sulit dilacak, dan dia dikenal karena menanamkan backdoor di sistem lawan jauh sebelum serangan utama dilancarkan.

"Ghost," gumam Rizky. Nama itu terdengar seperti hantu yang tak terlihat.

"Apakah ada cara untuk melacaknya? Atau menghentikannya?"

"Sangat sulit, Tuan Rizky. Dia seperti bayangan," jawab Bramantyo.

"Tapi... Ada satu orang yang mungkin bisa menandinginya. Seorang mantan peretas etis yang pernah bekerja untuk GlobalNet, sebelum dia menghilang. Namanya... Adelia.

Rizky terkesima. Adelia? Mantan istrinya, yang kini ia yakini menyesali pengkhianatannya? Pikiran itu terasa absurd, namun juga memicu kilatan harapan yang aneh.

"Adelia?" Haryo menyela, tampak terkejut.

"Bukankah dia... tidak terlibat lagi dalam dunia siber?"

"Dia menghilang setelah Maheswari Corp diakuisisi," Bramantyo menjelaskan.

"Tapi sebelum itu, dia adalah salah satu yang terbaik. Dia pernah berhadapan langsung dengan Ghost dalam beberapa proyek internal GlobalNet. Jika ada yang tahu cara kerja Ghost, itu adalah Adelia.

Dilema baru muncul. Meminta bantuan Adelia berarti membuka kembali luka lama, dan juga menempatkan Hadiningrat Group pada posisi yang rentan. Namun, jika Bramantyo benar, Adelia mungkin satu-satunya harapan mereka.

"Haryo, cari Adelia," perintah Rizky, suaranya tegas. "Temukan dia, di mana pun dia berada. Dan Bramantyo, Anda akan ikut dengan Haryo. Anda berdua memiliki sejarah dengan Adelia, dan Anda tahu cara kerja GlobalNet. Saya butuh dia.

Sementara Haryo dan Bramantyo memulai misi pencarian Adelia, serangan GlobalNet tidak hanya berhenti pada siber.

Mereka mulai melancarkan kampanye disinformasi yang lebih terstruktur di media sosial, menargetkan proyek Nusantara Connect dengan narasi yang lebih personal dan emosional.

Mereka menyebarkan video-video yang diedit secara manipulatif, menampilkan "korban" penggusuran fiktif, dan "bukti" kerusakan lingkungan yang direkayasa.

"Tuan Rizky, opini publik mulai berbalik," lapor kepala divisi komunikasi, wajahnya muram.

"Video-video itu menjadi viral. Masyarakat mulai meragukan niat baik kita. Bahkan beberapa komunitas yang awalnya mendukung proyek kita, kini mulai menunjukkan resistensi.

Ini adalah pukulan telak. Rizky telah berusaha keras untuk membangun kepercayaan, untuk menunjukkan bahwa Nusantara Connect adalah proyek untuk rakyat. Kini, GlobalNet mencoba menghancurkan fondasi itu dengan kebohongan.

Di tengah kekacauan ini, konflik internal di dewan direksi kembali memanas. Pak Wijaya dan beberapa direktur senior lainnya melihat serangan siber dan kampanye disinformasi ini sebagai bukti kegagalan Rizky.

"Kita tidak bisa terus-menerus membakar uang dan reputasi kita, Tuan Rizky!" seru Pak Wijaya dalam rapat darurat.

"Proyek ini terlalu besar, terlalu berisiko. Kita harus menghentikannya, atau setidaknya menunda sampai situasi kondusif!"

"Menunda berarti menyerah pada GlobalNet!" Rizky membalas, suaranya meninggi. "Kita tidak akan membiarkan mereka menang dengan cara kotor seperti ini!"

"Tapi kita tidak punya solusi, Tuan Rizky!" Direktur lain menimpali. "Sistem kita diserang, publik meragukan kita. Kita butuh rencana yang konkret, bukan hanya semangat!"

Suryo Hadiningrat, yang biasanya tenang, kali ini tampak lebih serius. Ia menatap Rizky, seolah menguji ketahanan putranya. "Rizky, mereka benar. Kita butuh solusi. Apa rencana Anda?"

Rizky tahu, ini adalah ujian terberatnya. Ia harus menunjukkan bahwa ia tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga bisa membalikkan keadaan.

"Rencana saya adalah menemukan Adelia, "kata Rizky, menatap Suryo.

"Dia adalah satu-satunya yang bisa membantu kita melawan Ghost. Dan untuk opini publik, kita akan meluncurkan kampanye transparansi yang belum pernah ada sebelumnya. Kita akan membuka semua data proyek yang tidak sensitif, mengundang auditor independen, dan membawa jurnalis ke lapangan untuk melihat langsung pekerjaan kita.

"Dan jika Adelia menolak?" tanya Suryo.

"Dia tidak akan," jawab Rizky, dengan keyakinan yang ia sendiri tidak tahu dari mana datangnya.

"Dia tahu apa yang dipertaruhkan. Dia tahu GlobalNet adalah ancaman bagi semua yang ia yakini.

Sementara itu, Haryo dan Bramantyo melacak Adelia hingga ke sebuah desa terpencil di kaki gunung, jauh dari hiruk pikuk kota.

Adelia hidup sederhana, mengajar anak-anak desa dan membantu masyarakat mengembangkan kerajinan tangan. Ia tampak berbeda, lebih tenang, namun sorot matanya masih memancarkan kecerdasan yang tajam.

"Adelia," Bramantyo memulai, saat mereka bertemu di sebuah warung kopi sederhana.

"Kami butuh bantuanmu."

Adelia menatap mereka berdua, ekspresinya datar. "Aku sudah tidak terlibat lagi dalam dunia itu.

Haryo menjelaskan situasi yang dihadapi Hadiningrat Group, serangan siber GlobalNet, dan ancaman terhadap Nusantara Connect. Ia juga menyebut nama "Ghost".

Mendengar nama itu, ekspresi Adelia berubah. Ada kilatan kemarahan di matanya. "Ghost... dia masih berulah?"

"Dia menyerang Nusantara Connect, Adelia," kata Bramantyo. "Dia menanamkan backdoor di sistem mereka. Hanya kamu yang bisa menghentikannya.

Adelia terdiam, memikirkan masa lalunya, pengkhianatannya, dan kini, kesempatan untuk menebusnya. Ia melihat ketulusan di mata Haryo, dan ia melihat urgensi di mata Bramantyo.

"Aku akan membantu," kata Adelia akhirnya, suaranya pelan namun tegas.

"Tapi ada syaratnya. Aku tidak akan bekerja untuk Rizky. Aku akan bekerja untuk Nusantara Connect. Dan aku ingin akses penuh ke sistem, tanpa campur tangan siapa pun.

Haryo dan Bramantyo saling pandang. Ini adalah risiko, tetapi mereka tahu Rizky akan setuju.

Kembalinya Adelia ke Jakarta adalah kejutan besar bagi tim IT Hadiningrat Group. Namun, kecerdasannya yang luar biasa segera terbukti. Ia bekerja tanpa henti, menganalisis jejak digital Ghost, mencari celah, dan memperkuat pertahanan sistem.

Di tengah semua ini, Rizky menerima laporan dari Haryo. "Tuan Rizky, kami menemukan sesuatu yang aneh. Selama audit forensik, kami menemukan jejak akses yang tidak sah ke sistem internal Maheswari Corp, jauh sebelum akuisisi. Jejak itu mengarah ke... Bramantyo.

Rizky merasakan pukulan telak. Bramantyo. Pedang bermata dua itu. Apakah ini bagian dari permainan yang lebih besar? Apakah dia menanamkan backdoor itu sendiri, ataukah dia adalah pion yang tidak sadar?

Ia menatap Bramantyo, yang kini duduk di samping Adelia, berdiskusi intens tentang arsitektur siber GlobalNet. Senyum tipis Bramantyo, yang dulu ia anggap sebagai ambisi, kini terasa seperti topeng.

Pertempuran ini memang belum usai. Rizky telah menemukan sekutu tak terduga dalam diri Adelia, tetapi ia juga menemukan potensi pengkhianatan baru di lingkaran dalamnya. Badai ini tidak hanya menguji akar Hadiningrat Group, tetapi juga menguji batas kepercayaan Rizky sendiri. Ia harus menghadapi Ghost, GlobalNet, dan kini, bayangan keraguan yang menyelimuti Bramantyo.

1
AHMAD SAEPUDIN
Mohon dukungannya yah warga NOVELTOON 🥰
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️
Gio Raraawi
suka cerita nya
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙏 seneng banget kakak suka ceritanya, ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Ngeju Aroma
joss
Ngeju Aroma
💪💪
Ngeju Aroma
semangat kak💪💪
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙌 sering-sering mampir ya, biar makin rame 😁☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!