Jangan lupa follow Ig noer_azzura16 for visualnya ya.
Diandra menjadi sugar baby seorang pria dingin selama tiga tahun lebih ketika dia berada di luar negeri. Selain nama dan nomor ponselnya, Diandra sama sekali tidak tahu apapun tentang pria itu.
Namun, tiba-tiba ayahnya menyuruhnya kembali, setelah mengasingkannya selama 7 tahun, ketika adik tirinya akan bertunangan.
Diandra yang memang punya dendam pada ayahnya dan keluarga baru ayahnya itu. Memutuskan kembali, ada dendam yang harus dia tuntaskan.
Namun, siapa sangka. Jika tunangan sang adik tiri, ternyata adalah seseorang yang mengenal Diandra luar dan dalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24- MCI 24
Diandra sudah sampai di kantor catatan sipil. Dia sudah menunggu di ruang tunggu, dan tak lama Celine mengirimkan pesan. Seseorang yang akan menjadi calon suami pura-pura untuk Diandra.
"Lumayan" gumam Diandra pelan.
'Dia sudah ada di pintu depan. Pura-pura saja menabraknya'
Itu pesan dari Celine. Celine juga memberikan sebuah ide yang cukup bagus untuk Diandra.
Diandra pun segera keluar dari kantor catatan sipil itu, dia melihat pria dengan setelan jas dan kacamata hitam yang sedang bicara dengan seseorang melalui ponselnya. Skenario yang diberikan Celine memang seperti itu, pria itu menunggu calon istrinya yang ternyata tidak jadi datang, karena tadinya mereka sepakat menikah diam-diam, tapi akhirnya si wanita menyesal dan mengurungkan niatnya untuk menikah dengannya.
Diandra cukup lama memperhatikan pria berkacamata itu. Jika orang lain yang melihatnya, mungkin akan mengira Diandra yang tertarik lebih dulu dengan pria itu.
Setelah memperhatikannya beberapa saat, Diandra menghampiri pria itu. Dan sebenarnya, semua yang dilakukan oleh Diandra itu hanya akting. Dia sudah tahu kalau anak buah Raez mengawasinya, dia harus berakting senatural mungkin seolah dia menemukan pria itu di tempat itu kan? bukan orang yang sengaja di kirim oleh Celine.
Diandra berdiri di belakang pria itu dan menepuk punggungnya beberapa kali dari belakang.
"Permisi!"
Pria itu menoleh dan menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Iya nona..."
"Apa kamu datang untuk menikah?" tanya Diandra.
Dan seorang pria yang turun dari dalam mobil berjalan cepat ketika dia mendengar kata itu diucapkan oleh Diandra.
"Iya tapi, pacarku dia..."
"Bagaimana kalau menikah denganku... agkhh!"
Diandra tidak bisa menyelesaikan ucapannya ketika tangannya ditarik oleh Raez yang baru saja tiba di tempat itu.
"Lepaskan!" pekik Diandra mencoba memberontak.
"Maaf nona, sebaiknya aku pergi!"
"Hei, tunggu! jika pacarmu tidak datang, menikah saja denganku...!"
"Apa kamu sudah gilaa!" pekik Raez di depan wajah Diandra.
Diandra sampai memejamkan matanya. Bukan suaranya saja yang membuat angin berhembus kasar di wajah Diandra. Tapi udara itu bercampur dengan air.
Diandra berdecak kesal dan menyeka wajahnya.
"Air liurmu..."
"Bukan tidak biasa juga kita bertukar air liur. Hentikan kegilaanmu ini! kamu membuatku kehabisan kesabaran!"
"Memangnya hanya kamu yang punya kesabaran? memangnya aku tidak? kamu tidak mau menikahi ku, aku juga tidak boleh menikah dengan Max, aku mau menikah dengan pria yang cukup tampan itu juga tidak boleh. Kamu mau aku jadi simpananmu seumur hidup?" tanya Diandra yang wajahnya sudah memerah karena kesal setengah mati pada Raez.
Raez melepaskan tangannya dari Diandra. Pria itu terdiam.
Melihat tangannya dilepaskan, Diandra kembali ingin membuat Raez merasa kesal.
"Kamu tidak punya perasaan padaku! kenapa tidak memperbolehkan aku menikah? sebenarnya apa yang ada di pikiranmu? aku saja harus diam saat kamu besok bertunangan dengan Genelia. Lalu satu bulan kemudian kamu juga akan menikah dengannya. Lalu kenapa kamu tidak bisa diam aku menikahi orang lain?"
Bahu Raez naik turun. Pria itu diam, tapi dia menahan emosinya.
"Jangan egois tuan Raezwell Dave Mahendra! kamu ingin aku jadi penghangat ranjangmu? sampai kapan? sampai kamu bosan, dan saat itu tidak ada yang akan menerimaku! apa memang itu maumu? apa karena kamu menikah dengan Genelia. Kamu juga jadi sepertinya. Kamu juga ingin aku selalu menderita seperti dia dan ibunya?"
Air mata Diandra menetes perlahan.
"Kalian hanya ingin apapun yang kalian inginkan aku turuti! apa kalian tidak pernah berpikir, aku juga punya hati! aku juga punya keinginan. Kenapa kalian semua boleh egois, sedangkan aku tidak?"
Diandra mundur beberapa langkah dari Raez yang masih tampak diam dan berpikir.
"Tolong lepaskan aku! jika kamu tidak mau menikahi ku!"
Diandra mengatakan itu, lalu berbalik. Dia melangkah beberapa langkah. Langkahnya sengaja diperlambat.
'Pikirkan itu baik-baik Raez. Jika Celine benar, kamu menyukaiku. Maka kamu benar-benar tidak punya pilihan lain!' batin Diandra.
Diandra terus berjalan ke arah pintu masuk kantor catatan sipil itu. Dia tetap pada keputusannya. Hari ini juga dia akan menikah, entah itu dengan Raez atau bukan? entah itu akan menghancurkan hidupnya atau tidak. Diandra akan menikah hari ini. Jika dia menikah dengan Raez, maka Genelia akan hancur. Jika dia tidak menikah dengan Raez, maka dirinya dan Max yang akan hancur. Dan hal itu juga akan mempengaruhi Raez. Intinya, dia tidak akan membuat Genelia hidup tenang.
Tangan Diandra sudah terangkat, dia sudah memegang gagang pintu baja yang terkait dengan pintu kaca ukuran besar itu.
"Diandra..."
Gerakan tangan Diandra berhenti. Saat dia akan menoleh, terdengar suara Raez..
"Maafkan aku!"
Bugh
Diandra dipukul dari arah belakang oleh Raez, hingga Diandra tak sadarkan diri.
Brukk
Raez menangkap tubuh Diandra, menggendongnya ke arah mobilnya. Dan membawa Diandra pergi dari tempat itu.
Beberapa puluh menit berlalu, mobil yang di kemudikan Raez berhenti di sebuah villa. Villa yang tampak sepi, tapi begitu pagar terbuka, ada beberapa orang terlihat. Penjaga kebun, dan beberapa pengawal disana.
"Tuan..."
Seorang penjaga menyapa ketika Raez membuka pintu mobil.
"Kamar nyonya sudah siap?" tanya Raez.
"Sudah tuan!"
Raez pun segera membawa Diandra masuk ke dalam rumah. Membaringkannya ke tempat tidur dan menyelimuti Diandra sampai perutnya.
Raez terlihat menghela nafas panjang.
"Seharusnya tidak perlu sampai seperti ini, jika kamu menurut, Diandra!" gumam Raez.
***
Bersambung...
Tak ada kah yg mendengar kata² Kamila itu..? 🤔
Ternyata Raez sudah tau jika Diandra berbohong soal hamil palsu.. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ucapan Diandra bikin ngakak.. Raez lagi esmosi, bisa² nya di ngelece..🤣🤣🤣🤣🤣
Takdir mereka di tangan author, aku mah pasrah aja bacanya 🤣