Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedikit Tentang Moon
Semuanya berawal dari pembunuhan yang terjadi di bangunan tersebut, bangunan yang dulunya bekas sebuah bisnis catering. Tak terlalu besar memang, namun memiliki tanah kosong yang lumayan luas.
Pemilik catering merupakan wanita single parent, memiliki 3 anak laki-laki. Paling besar berusia 10 tahun, yang tengah 7 tahun dan yang bungsu 4 tahun.
Wanita itu bernama Aisyah Marwanti, harus menjadi janda di usia 30 tahun. Suaminya menceraikan dia, karena mendapatkan selingkuhan yang masih muda. Seorang mahasiswi, yang magang di perusahaan tempatnya bekerja.
Aisyah di usir, tanpa di berikan uang sepeser pun. Tanpa harta gono gini, hanya memberikan ketiga putranya. Aisyah tak mempermasalahkan hal itu, karena ia masih memegang uang tabungan. Di saat suaminya masih waras, memberikan uang bulanan.
Aisyah selalu menyisihkan uangnya setiap bulan, karena Aisyah sangat pintar mengaturnya. Saat itu, uang di tabungannya cukup untuk membeli rumah kecil dan membuka usaha kue basah.
Setahun dari Aisyah membuka usaha, keuntungannya bisa membeli tanah di dekat rumahnya. Ia merenovasi rumah tersebut, bahkan bisa mengajak tetangga menghasilkan uang sendiri.
Aisyah, merupakan panutan ibu-ibu di tempatnya tinggal. Banyak yang ingin bekerja di tempatnya, karena Aisyah sangat lah royal. Berasal dari jualan kue basah, Aisyah mencoba mengembangkannya menjadi sebuah bisnis catering.
Namun sayang, baru sebentar ia mengecap kebahagiaan hasil keringatnya sendiri. Mantan suami Aisyah, merusak semuanya. Ia datang memohon untuk kembali, namun Aisyah menolaknya. Mantan suaminya benar-benar terpuruk, di pecat dari pekerjaan dan di tinggalkan oleh selingkuhannya.
Tek terima di tolak, mantan suami Aisyah datang dengan membawa senjata api. Ia menerobos tempat usaha Aisyah, menembaki siapapun yng ada di depan matanya. Yang menjadi korban pertama adalah.... Ketiga anaknya, yang sedang bermain di teras depan.
Pria itu menembaki putranya, tanpa ada belas kasih. Ia menembak ketiganya, tepat di dahi. Senjata apinya yang di pasang peredam, membuat Aisyah dan pekerjanya tak mendengar suara letusan pistol. Tambah lagi, dengan ibu-ibu yang bekerja sambil berbincang ramai. Alat masak yang juga mengeluarkan suara, yang tak kecil.
Saat mantan suami Aisyah masuk, ia langsung memberondong senapannya. Untuk menembaki semua orang, yang sedang bekerja di tempat Aisyah. Aisyah yang tertembak di dada, menatap marah dan benci pada mantan suaminya.
Bukan hanya menghabisi nyawanya, ia yakin ketiga putranya pun telah di habisi. Bahkan orang-orang tak bersalah pun, harus ikut menjadi korban.
'Maaf' ucap Aisya sebelum ia menutup mata, merasakan penyesalan yang teramat besar. Karena orang lain, harus menjadi korban masalah pribadinya.
Hari itu merupakan tragedi, yang sangat menyayat hati. Keluarga korban marah, langsung menghajar mantan suami Aisyah. Sampai ia pun, menghembuskan nafas terakhir.
Sejak itu, bangunan usaha milik Aisyah terkenal angker. Banyak yang melihat penampakan atau mendengar suara-suara aneh, setiap melewati bangunan tersebut.
Setiap kali di jual, ada saja yang terjadi pada pemilik baru. Bahkan, ada yang sampai masuk ke ruang ICU. Karena terjatuh dari lantai 2, kepalanya membentur batu besar di bawah. Sampai akhirnya bertahun-tahun kemudian, Moon yang baru bukan mata terkejut. Karena ia melihat hantu di sekitarnya, tanpa ia sadari bila dirinya sama dengan mereka.
Moon tersadar, saat ia berteriak
'KYAAAAAAA..... HANTUUU... HANTUUUU.... TOLOOOONG, ADA HANTU!!!'
KRIK KRIK KRIK
Semua arwah di bangunan itu, menatap malas Moon. Membuat Moon yang tadinya ketakutan, jadi salah tingkah.
GLEK
'Kamu berteriak ketakutan melihat kami, apa kamu tidak sadar... kalo kamu adalah bagian dari kami?' ucap salah satu hantu, yang memakai baju putih dan rambut yang terurai panjang.
'APA?! AKU... HAn.. tu...' Moon mengangkat kedua tangannya, yang ternyata samar-samar tembus pandang. Bahkan ia bisa melihat lantai, tanpa harus menyingkirkan tangannya.
'Aku... sejak kapan jadi hantu? Lalu... ini dimana? Kenapa aku bisa ada di sini? Aku....' Moon menutup kedua matanya, mencoba untuk mengingat. Namun nihil, ia tak ingat apapun.
'Jadi... aku itu hantu, terus kenapa aku harus takut melihat kalian?' gumam nya, para arwah menggelengkan kepala
'Kamu anak baru di sini, siapa nama mu?' tanya hantu anak kecil, Moon menggelengkan kepala
'Aku tidak tau, aku tidak ingat. Aku saja kaget, kenapa aku bisa jadi hantu dan ada di sini.' jawab Moon
'Benar-benar tidak ingat apapun? Kenapa kamu mati dan latar belakang kamu, keluargamu?' Moon menggelengkan kepalanya, para hantu saling tatap.
'Sepertinya, kamu mati dalam keadaan shock. Sehingga membuat otak kamu, langsung mengunci ingatanmu. Dan arwah mu, terlempar sampai ke sini.' ucap hantu yang menggunakan baju dokter
'Entahlah, aku benar-benar tak ingat sama sekali. Mohon bimbingannya, semoga aku bisa jadi hantu yang sukses.' balas Moon, yang langsung mendapat kan toyoran dari hantu kunti
'Sukses apa? Jadi hantu, ya hantu aja. Kamu berharap kaya, mau pake uang hantu? Kita bisa tinggal di mana saja, keluyuran kemana saja.' Moon tersenyum, seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal
'Kalo di lihat dari wajahmu, sepertinya kamu bukan orang miskin. Wajahmu juga terawat, jangan-jangan kamu anak orang kaya. Harusnya kamu ingat, nanti aku ke rumahmu untuk mengambil uang.' ucap hantu kecil
'HEH TUYUL, KATANYA TOBAT GA AKAN NYURI LAGI' ucap om wowo
'Maaf maaf... kebiasaan karena profesi.' Moon tertawa, ternyata di dunia hantu seru juga. Tak ada yang namanya pem bully an, hah? bully? Apa aku korban bully? Semakin memaksa ingat, malah semakin lupa.
'Sudahlah, mungkin nanti juga ingat.' ucapnya dalam hati
Moon pun mulai bisa menyesuaikan diri, tak terasa sudah 2 tahun dia ada di bangunan itu. Sampai Ghaffar datang, ia membantu para arwah yang memang harus kembali. Begitu juga dengan arwah Aisyah dan ketiga anaknya, meski agak sulit. Karena dendam yang begitu besar, membuat para arwah ikut merasakannya. Dengan bantuan kiyai Ummar, akhirnya kemarahan Aisyah teredam dan mau untuk kembali pulang.
Meski ada beberapa Arwah, yang meminta untuk tinggal. Seperti Moon, yang memang tidak bisa pulang. Karena ia tak ingat masa lalunya, ia pun tak ingat dimana jenazahnya. Sedangkan arwah lain, memang tak di terima. Karena bunuh diri, atau pun pernah di jadikan tumbal. Mereka janji, tidak akan mengganggu manusia. Akhirnya Ghaffar mengijinkan, dengan syarat menjaga kafe nya di malam hari.
Boleh menerima hantu-hantu yang tersesat, dan Ghaffar yang akan membantu mereka untuk pulang. Moon menjadi tangan kanan Ghaffar, sampai sekarang.
.
.
"Abang benar-benar tak menyangka, lagi-lagi kasus besar selesai karena bantuanmu Ghaff. Terima kasih.." ucap bang Abraham
Seraya menatap anak buahnya, yang tengah sibuk mengevakuasi mayat para korban. Ternyata benar, mereka adalah orang-orang yang di laporkan hilang oleh keluarganya. Saat Ghaffar mencocokkan arwah dan foto korban, tentu membuat bang Abraham tak bisa berkata-kata. Sepertinya, dimana ada Ghaffar, maka di situ pula ada kasus besar terselesaikan.
"Apa kamu juga tau, siapa pelakunya?" tanya bang Abraham
"Untuk korban terakhir, Ghaffar tau bang. Tapi Ghaffar rasa, pelaku ada hubungannya dengan pelaku pembunuhan berantai korban sebelumnya....
.
"M-Maaf...
...****************...
Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰
dari emak yang ngegantungin caritana
🤣🤣🤣
aamiin
Al Fatihah..