NovelToon NovelToon
Purdeb

Purdeb

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Singkirkan tatapan menantangmu itu, Mahasiswa Baru. Kau terlalu sombong hanya karena dari Harvard," desis Amieyara Walker, matanya menghujam sedingin es di koridor sepi.

Maximilian Valerio hanya menyunggingkan seringai tipis yang sarat akan provokasi. "Dan kau? Merasa bisa mengaturku karena memegang gelar Asisten profesor, Nyonya Janda Satu Malam?"

"Jaga mulutmu, Valerio! Jangan menguji batas kesabaranku jika kau tidak ingin hancur di kampus ini!"

"Oh, silakan coba, Yara. Aku tidak takut dengan ancaman kosong dari wanita yang bahkan tidak bisa mempertahankan suaminya sendiri."

Dua jiwa angkuh yang sama-sama terluka, terjebak dalam lingkaran makian dan harga diri yang tinggi.

Tidak ada ruang untuk romansa lembut di antara mereka; yang ada hanyalah benturan ego, dendam, dan obrolan penuh permusuhan yang justru mengikat mereka dalam ketertarikan yang berbahaya dan mematikan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23

Sore hari yang mulai beranjak senja membawa Amieyara Walker ke sebuah kompleks hunian vertikal di sudut distrik yang lebih tenang.

Unit apartemen barunya terletak di lantai tujuh, tidak terlalu mewah seperti penthouse megah milik Maximilian Valerio yang berisiko memancing kecurigaan sang ayah, namun juga jauh dari kesan sederhana yang memprihatinkan.

Tempat itu pas. Desain interiornya bernuansa minimalis dengan dominasi warna putih, abu-abu muda, dan sentuhan kayu alami yang memberikan kesan hangat dan bersih.

Sebuah jendela besar di ruang tengah menyuguhkan pemandangan siluet gedung-gedung tinggi kota yang mulai menyalakan lampu pendar mereka.

Namun, ada satu hal yang di luar rencana Yara sore itu.

Bocah urakan dari Boston itu ternyata benar-benar mengikutinya. Alih-alih tetap tinggal di singgasana mewahnya atau pergi minum bersama Demon dan Carter untuk merayakan rumor gila di kampus, Max justru bersikeras menjadi supir sekaligus kuli angkut dadakan untuk memindahkan tiga koper besar milik Yara dari bagasi mobil.

"Letakkan saja koper itu di dekat sofa, Max. Aku bisa merapikannya sendiri nanti," ucap Yara sembari meletakkan tas kerjanya di atas konter dapur bersih.

Dia melepas blazer resminya, menyisakan kemeja sutra tipis yang melekat pas di tubuh rampingnya, lalu menggulung lengannya hingga ke siku.

Max tidak mendengarkan. Pemuda itu justru dengan santai menyeret koper terberat langsung masuk ke dalam kamar utama Yara.

Dia melepas jaket denimnya, menyisakan kaos dalam hitam ketat yang mencetak jelas lekuk otot dada dan lengannya yang dipenuhi tato geometris. Dengan gerakan yang teramat sangat telaten, Max membuka ritsleting koper, lalu mulai mengeluarkan tumpukan pakaian Yara satu per satu.

Yara yang menyusul masuk ke dalam kamar seketika menghentikan langkahnya di ambang pintu, bersedekap dada sembari menatap pemandangan itu dengan alis yang bertaut halus.

Ada letup-letup kehangatan yang asing yang mendadak menyusup ke dalam dadanya melihat bagaimana seorang Valerio yang biasanya memerintah orang, kini justru sibuk menata gantungan baju wanita di dalam lemari kayu yang baru dibeli.

Max menoleh sedikit, menyunggingkan seringai tengil terbaiknya saat mendapati Yara sedang memperhatikannya tanpa berkedip.

"Kau tahu, Baby? Suasana sore ini terasa sangat familier," ujar Max, suaranya bariton rendah, sarat akan riak keisengan yang selalu berhasil memicu detak jantung Yara berirama tidak beraturan.

Dia memasukkan beberapa potong kemeja kerja Yara ke dalam gantungan. "Kita sudah terlihat persis seperti pasangan pengantin baru yang baru saja pindah ke rumah pertama mereka. Menata ruangan bersama, menyimpan baju-baju cantikmu di dalam lemari..." Max sengaja menjeda kalimatnya, berbalik sepenuhnya menghadap Yara dengan binar mata nakal yang berkilat jenaka. "... dan ehem, aku juga tidak keberatan jika kita mandi keringat bersama setelah semua urusan melelahkan ini selesai."

Yara seketika memutar bola matanya malas, sebuah dengusan kasar lolos dari hidungnya yang bangir untuk menutupi rasa salah tingkah yang kembali menyerang. Dia melangkah mendekati lemari, merebut paksa sepotong pakaian dari tangan Max.

"Jangan pernah berharap, Maximilian," jawab Yara dengan nada suara yang ditegaskan, meskipun sebuah senyuman tipis yang manis kini tak lagi bisa dia sembunyikan dari sudut bibirnya.

"Aku adalah wanita yang memegang teguh prinsip hidup. Aku tidak akan pernah mau melakukan hubungan fisik yang terlampau jauh sebelum ada sumpah resmi yang diucapkan di depan altar gereja. Jadi, simpan fantasi mesummu itu di dalam kepalamu yang urakan itu."

Mendengar penolakan tegas yang sarat akan kesucian itu, Max tidak tampak kecewa atau tersinggung.

Sebaliknya, senyuman di bibirnya justru melebar, binar matanya berubah menjadi begitu hangat dan penuh kekaguman mutlak.

Fakta yang dia ketahui tadi siang—bahwa dialah pria pertama yang beruntung menyentuh bibir suci wanita ini—membuat Max rela melakukan apa saja demi menjaga kehormatan tersebut.

Max melangkah maju satu tapak, merapatkan tubuh tegapnya hingga Yara bisa merasakan kehangatan yang menguar dari dada bidang pemuda itu. Max menundukkan kepalanya sedikit, menatap lurus ke dalam manik mata Yara yang indah di balik kacamata tipisnya.

"Maka tunggu aku dua tahun lagi, Baby," ucap Maximilian, suaranya mendadak berubah menjadi sangat serius, dalam, dan bergetar oleh komitmen yang mutlak.

"Dua tahun lagi, setelah aku menyelesaikan studi bisnis ini dan mengambil alih kendali Valerio Group sepenuhnya dari tangan ayahku... kau harus menikah denganku. Aku yang akan membawamu berdiri di depan altar itu."

Yara tertegun selama beberapa detik, membiarkan untaian kalimat sakral itu meresap ke dalam sistem sarafnya.

Jantungnya berdegup begitu kencang laksana genderang perang yang bertalu-talu. Menatap keseriusan di wajah tampan Max yang biasanya dipenuhi topeng kepalsuan, Yara merasakan sebuah getaran emosi yang teramat pekat.

Namun, untuk mencairkan atmosfer yang mendadak berubah menjadi terlampau intim dan serius itu, Yara sengaja mendongakkan wajahnya, memberikan sebuah senyuman tipis yang menantang.

Yara mengangguk samar, lalu berkata dengan nada mengejek, "Dua tahun itu terlalu lama, Bodoh. Siapa yang bisa menjamin kau tidak akan tergoda oleh gadis-gadis muda di luar sana selama dua tahun itu?"

Max menaikkan sebelah alisnya, seringai nakalnya kembali muncul dalam sekejap karena tertantang oleh ucapan Yara. "Oh, jadi kau merasa tidak sabar, hm? Baiklah... kalau begitu, bagaimana kalau kita menikah sekarang saja, Yara? Kita bisa mengurus berkasnya ke catatan sipil sore ini juga jika kau mau."

"Panggil aku Kakak, Brengsek! Aku ini lebih tua darimu!" ucap Yara sembari tertawa renyah, sebuah tawa lepas yang teramat sangat cantik yang jarang dia perlihatkan di lingkungan kampus.

Tangan lentiknya bergerak naik, dengan gemas mengacak-acak rambut hitam Max yang semula tertata rapi hingga menjadi berantakan, sebagai bentuk hukuman atas kelancangan mulut pemuda itu.

Max tidak menghindar, dia justru membiarkan tangan Yara bermain di rambutnya sembari memejamkan matanya sejenak menikmati sentuhan lembut yang terasa laksana candu baru baginya.

Setelah Yara menurunkan tangannya, Max tersenyum lebar, lalu dengan gerakan yang teramat santai, dia membalikkan badannya dan menjatuhkan tubuh tegapnya ke atas ranjang berukuran queen size milik Yara yang baru saja dilapisi sprei abu-abu bersih.

BUK.

Max merebahkan diri telentang, meletakkan kedua lengannya di bawah kepala sebagai bantalan, lalu memejamkan matanya sembari menghirup dalam-dalam aroma detergen dan parfum vanilla yang menguar dari atas kasur tersebut.

"Yara..." panggil Max dengan suara bariton yang terdengar sangat manja dan serak, membuka sebelah matanya untuk menatap Yara yang masih berdiri di tepi ranjang. "Kasur barumu ini empuk sekali. Luar biasa nyaman... mau mencobanya sekarang bersamaku?"

Yara mendengus pelan, melipat kedua tangannya di depan dada sembari melemparkan tatapan mencemooh yang jenaka. "Itu adalah ranjangku, Tuan Valerio. Tentu saja aku sudah mencobanya saat membelinya di toko furnitur. Jadi kau tidak perlu memamerkannya padaku."

Max mendengus kesal, memutar tubuhnya menjadi miring menghadap ke arah Yara, menopang kepalanya dengan sebelah tangan dengan pose yang sengaja dibuat seseksi mungkin untuk menggoda sang asisten dosen.

"Maksudku bukan mencoba sendirian, Yara..." Max menyunggingkan senyuman nakal yang sarat akan makna terselubung, matanya mengerling jenaka ke arah ruang kosong di samping tubuhnya.

"Kita kan belum mencoba bersama-sama... bagaimana kekuatan dan ketahanan ranjang baru ini jika menahan beban kita berdua. Kau tahu lah... untuk memastikan kualitasnya jangka panjang."

Wajah Yara yang baru saja sedikit mendingin seketika kembali memerah sempurna laksana tomat matang mendengar kelanjutan kalimat mesum yang meluncur tanpa sensor dari mulut pria berusia dua puluh tahun itu.

Dia menyambar sepasang bantal kecil dari atas kursi rias, lalu melemparkannya tepat ke arah wajah tampan Max dengan sentakan keras.

"Dasar mesum pikiran kotor! Kau benar-benar sudah tidak tertolong, Maximilian!" teriak Yara ketus, meskipun di dalam hatinya, rasa hangat dan bahagia yang teramat sangat mendalam kini telah resmi mengakar, menyadari bahwa di dalam ruangan apartemen menengah yang sunyi ini, dia akhirnya menemukan sebuah tempat perlindungan yang nyata di balik tubuh tegap sang berandalan Harvard.

1
sitanggang
kukira Valeri kuat ternyata oncom belaka, masa sama 2 cewek bego bisa kalah🤣🤣 parah jalan ceritanya hadeuhh🫣
Ros 🍂: hehhe ceritanya nyambung sama Cerita yang sebelah Ya kak, judulnya "Fi A Ti"
ada Ceritanya sendiri 🫶🥰
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
ceritanya menegangkan dsn selalu membuat penasaran,semoga masih ada lanjutannya Thor 😁
Ros 🍂: Ma'aciww Sudah mampir kak🥰
jangan lupa baca Cerita ku yang lain kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Satu kantin kena prank emmie🤣🤣,,
Ros 🍂: Hahah 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes Amieyara Walker-nya cie udah diklaim mutlak nie ceritanya bang😍😍😍😍
Ros 🍂: Nggak klaim Malu Soalnya kak🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
absen dulu kak othor😍😍😍
Ros 🍂: Fanbase Setia 🫶😁🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max tembak langsung😍😍😍biar GK jomblo dan dibilang gamonin si kulanak🤣🤣tumben kak cuma satu
Ros 🍂: tumben satu apa kak?🤭
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
duo kuntilanak yg kegatelan🤭
Ros 🍂: Ketemu mereka kak🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max buat selidikin asdos cantik
Ros 🍂: hehe iya kak🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pengen dengerin kekehan sexi bang max juga aku thor sesexi apa sich jadi penasaran?🤭
Ros 🍂: kak 🤭 nanti tak suruh max kekeh sampe nembus layar yaa🤣🫶
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
dih si kuntilanak sok Sokan yg paling tersakiti padahal dirinya sendiri jalang,ayo bang max tunjukan pesona kegendengan klan Valerio🤣🤣
Ros 🍂: hihihi kak basmi kuntilanak 🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waoooh Bella mengerikan jauhkan babang max dari kuntilanak thorr🤭GK rela daku MBK asdos tolong kekepin bang max jauhin dari si kuntilanak🤭🤣🤣🤣
Ros 🍂: Bell Kuntilanak🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
duh,,,bawa pulang aja bang max kasian banget😭😭😭😭
Ros 🍂: huhuhu bantu angkut kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max jangan galak gitulah entar kecintaan gimana coba🤭
Ros 🍂: Aaa🫶🫶🫶 Ma'aciww kak 🥰
Terharu 🤩
total 5 replies
Zahra Alifia Hidayat
yaah,,,,, kak kok Caca sich itu nama panggilan aku tega banget kaaaak😭😭😭😭😭😭 padahal aku anaknya baik,rajin belajar dan suka menabung🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Kak 😭 sorry ... 🤣🤣🤣🙏🏻
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waooh,,,,,pertemuan pertama yg sangaatt- sangaattt😍😍😍
Ros 🍂: Hihihi meresahkan ya kak ? 🤣🤣🙏🏻
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max i am coming di tunggu kegendengannya🤭🤣🤣
Ros 🍂: Hahaha Max tunggu kak 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
fanbase nomer satu absen dulu,,,,😍😍😍😍😍
Ros 🍂: Hallo kak 🫶🥰 Happy Reading ❤️
total 1 replies
winpar
ceritanya keren💪
Ros 🍂: Ma'aciww jejaknya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!