Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harimau Bermata Biru
Setelah pintu masuk gua naga jatuh itu terbuka, semua orang menjadi sangat bersemangat untuk masuk kedalamnya.
Tidak ada dari mereka yang ingin mengalah dengan yang lain untuk masuk kedalam, semua saling berebutan giliran untuk masuk.
Namun meski lima keluarga besar tidak memiliki hak untuk memonopoli gua naga jatuh, namun semua ada aturan masuk dimana semua orang harus mengantre satu per satu.
Dari mulai area bagian timur gua naga jatuh, semua orang masuk kedalam satu per satu.
"Ini waktunya untuk masuk! Kali ini pasti akan mendapatkan kesempatan yang baik!"
"Dengan hal-hal baik di dalam sana, tidak mungkin untuk tidak tergoda mendapatkan hal yang sangat baik."
Semua orang bersemangat, dan diantara mereka semua, ada sebagian dari mereka pernah memiliki kesempatan untuk masuk kedalam gua naga jatuh di pembukaan sebelumnya.
Orang-orang itu terlihat cukup tua namun memiliki kultivasi yang tidak begitu tinggi. Jika dilihat dari hal itu, orang lain bisa menyadari kalau orang-orang itu, tidak terlalu berbakat.
Tempat ke seratus, itu adalah Yun Fei, dia mendapatkan tempat yang cukup baik dan memiliki giliran masuk yang cukup cepat.
"Aura dari pintu masuk ini, hampir mirip dengan aura Qi yang murni... Apa ini terbentuk dari energi murni, dan bukan hal lain..." Benak Yun Fei yang melompat masuk.
Ketika Yun Fei masuk, sekelilingnya tampak sangat gelap seperti tidak ada cahaya. Namun ketika kakinya menapak di tanah, dia baru bisa melihat apa yang ada dihadapannya.
Tempat dia berada itu adalah sebuah gua yang luas, dan dibelakangnya, itu adalah pintu masuk dimana dia datang.
Semua orang yang datang masuk ke gua naga jatuh pasti akan berada di dalam gua itu.
Yun Fei melihat dimana orang-orang itu berjalan masuk kedepan dimana cahaya matahari bersinar.
Tepat saat Yun Fei keluar dari gua itu, dia seperti melayang di udara dan tidak bisa mengontrol dirinya.
Wahhh!!!
Yun Fei sedikit panik. Dia mencoba menggerakkan tubuhnya namun itu sangat sulit.
Ketika dia sadar di sekelilingnya, Yun Fei berdiri di suatu tempat, dimana disekelilingnya itu adalah hutan.
"Ini???" Yun Fei terkejut. Dia langsung m mutar matanya dan melihat ke sekelilingnya.
Semua yang ada di pandangan matanya hanyalah pepohonan, di tengah hutan.
Saat seseorang masuk kedalam gua naga jatuh, dia akan masuk kedalam gua yang Yun Fei berada sebelumnya.
Namun setelah seseorang melewati dan keluar dari gua itu, ada sebuah kekuatan yang membungkus tubuh seseorang, yang lalu memindahkan orang itu secara acak di gua rahasia itu, yang seperti memiliki dunianya sendiri.
Namun jika melihat situasi yang ada di dalam gua naga jatuh, itu tidak seperti yang dipikirkan, meski saat itu seperti siang hari, namun di langit itu tidak ada sesuatu seperti matahari yang menerangi.
Cahaya yang dirasakan memang jelas jika itu cahaya sinar matahari. Namun di langit di, tidak terlihat matahari, dan hanya terasa seperti itu hanyalah pancaran dari dunia luar yang terefleksikan ke dunia di dalam gua naga jatuh.
Yun Fei tidak sembarangan untuk bergerak, dia melihat ke satu arah, merasakan hembusan angin yang lemah dari satu arah itu.
Tanpa menunggu lama, dia langsung bergerak ke arah hembusan angin itu.
"Di sebuah hutan yang tenang, belum tentu tidak ada bahaya di sana!" Gumam Yun Fei.
Selama ini pengalamannya hidup di desa dan keluar masuk hutan, telah membuat Yun Fei melatih instingnya, di hutan yang tenang dan tenang, tidak mungkin tidak ada bahaya yang bersembunyi di sana.
Karena hal itu dia langsung pergi ke arah dimana angin berhembus. Menurutnya, dimana angin berhembus itu mungkin tempat dimana yang aman.
.
Di suatu tempat di bawah gunung, sekelompok orang berjumlah empat berada di bawah gunung yang kecil.
Seorang gadis, dengan tiga orang laki-laki.
Gadis itu cantik dan mempesona, dia adalah Yan Ruyu.
"Kak, kemana kita selanjutnya?" Tanya Yan Ruyu yang melihat kesana-kemari.
Laki-laki yang tinggi dan memiliki rasa hormat dari ketiganya, dia adalah Yan Feng, kakak laki-laki Yan Ruyu, dan juga jenius dalam keluarga Yan.
Sesuatu yang tidak disadari oleh semua orang dan hanya kelima keluarga besar, dimana kekuatan yang mengirim orang secara acak, bisa dimanipulasi.
Jika sekelompok orang yang hendak meninggalkan gua itu mereka berpegangan tangan dan tidak melepaskan, kekuatan yang membungkus mereka dan akan mengirim mereka ke tempat yang acak, akan mengirim mereka bersamaan dan tidak terpisah.
Hal yang sederhana, namun bisa memanipulasi kekuatan yang mengirim setiap orang secara acak di gua naga jatuh.
Yan Feng menoleh kesana-kemari, dia juga mengeluarkan sebuah peta ditangannya.
"Ini adalah salah satu gunung yang ada di dalam peta,..." Yan Feng melihat dengan teliti pada peta.
Peta itu adalah hasil dari kerja keras keluarga Yan, yang berhasil memetakan berbagai hal di dalam gua naga jatuh, setelah sekian kali keluarga Yan mengirim orang masuk kedalam.
Lalu laki-laki yang wajahnya terus seperti memikirkan sesuatu, dia adalah Yan Shui, sepupu Yan Ruyu.
Lalu laki-laki dengan pedang di tangannya, dia sangat serius dan memiliki alis yang seperti pedang, Yan Changkong.
Sebetulnya, dari awal Yan Ruyu tidak ingin untuk datang dan ikut masuk kedalam gua naga jatuh. Dia terlalu takut akan bahaya, dan juga tidak ingin merepotkan orang-orang disekitarnya.
Dengan kondisinya yang tidak bisa berkultivasi dan memiliki penyakit hawa dingin yang selalu membuatnya ingin menyerah, Yan Ruyu tidak memiliki keinginan akan hal itu.
Namun ayahnya, Yan Zutian memiliki rencana lain yang ingin dia coba, dengan memaksanya ikut bersama dengan Yan Feng dan yang lainnya.
Yan Feng melihat pada satu arah dan memastikan kembali dengan peta di tangannya. "Seharusnya di arah sana, tempat dimana pohon buah matahari."
Yan Shui menatap jauh ke arah yang di perkirakan Yan Feng. "Kak Feng, melihat dimana letak pohon buah matahari itu berada dan dimana kita berada sekarang, jika kita berlama-lama, kemungkinan besar tempat itu akan didatangi oleh orang lain duluan."
Yan Feng mengangkat alisnya sesaat lalu mengangguk, dia setuju dengan pendapat Yan Shui. Jika mereka menginginkan pohon buah matahari yang menjadi salah satu tujuan mereka, akan lebih baik jika mendapatkan hal itu lebih cepat.
Dengan banyaknya orang yang datang kali ini, Yan Feng tidak yakin jika mereka bisa mendapatkan hal itu dengan mudah jika berlama-lama.
"Ru'er, ini adalah sesuatu yang kau butuhkan. Jika pohon buah matahari ini adalah sebuah harta yang sangat baik, kemungkinan ini akan menjadi hal yang membantumu menyingkirkan hawa dingin di tubuhmu." Yan Feng menatap serius pada adiknya Yan Ruyu.
"Mm, baik kak..." Yan Ruyu hanya mengangguk tanpa mengatakan banyak hal.
Setelah semua diselesaikan, Yan Feng lalu memimpin Yan Ruyu, Yan Shui, dan Yan Changkong pergi ke arah yang telah dia pastikan.
.
Yun Fei telah melihat dari pohon yang tinggi, melihat dimana dia berada.
Dia kemudian berjalan ke satu arah dan hampir keluar dari hutan itu.
"Apa ini arah yang bagus?" Yun Fei memandang melihat ke kejauhan.
Pada saat dia berdiri disana, ada suara langkah kaki yang pelan, namun itu bukanlah langkah kaki dari manusia, itu adalah seekor binatang buas, harimau dengan warna yang cukup menyala, dengan mata berwarna biru.
Roarr!!!
Auman keras harimau itu.
Suaranya sangat keras sampai memekakkan telinga.
Yun Fei terkejut mendengar itu, dia langsung berbalik dan melihat kedatangan harimau itu.
"Binatang buas! Terlebih lagi ini harimau!"
"... Tapi sepertinya, dari aura yang berasal darinya ini..."
Yun Fei tanpa sadar dia memiliki posisi yang bersiap untuk serangan.
Roarr!
Harimau itu melompat menerjang kedepan pada Yun Fei.