NovelToon NovelToon
Mengasuh Bos Gila!

Mengasuh Bos Gila!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.

Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.

Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.

Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.

Rayan - si culun yang pemalu.

Bram - Ketua Geng motor rahasia.

Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23- Pergi Dinas

Riana sampai di rumah Zayn sekitar pukul delapan malam. Ternyata Pria itu tengah duduk di meja makan sambil menyantap makan malam.

“Kau sudah datang, baguslah. Bantu aku menghabiskan makanannya,” ucapnya sambil menyuapkan makanan ke mulutnya tanpa menatap Riana.

“Saya sudah makan diluar tadi Pak,” tolak Riana, dia hendak berlalu, namun ucapan Zayn membuat langkahnya urung.

“Kamu nolak perintah Bos kamu? Kamu tahu berapa uang yang saya keluarkan untuk makanan ini?” ujarnya, kali ini matanya menatap datar.

“Saya kan gak minta bapak nyiapin makanan buat saya,” keluh Riana.

“Kalau kamu gak makan, saya potong biaya yang saya keluarkan untuk makanan ini dari gaji kamu,” selorohnya tanpa dosa.

“Lah ko gitu Pak, itu mah gak adil buat saya,” protes Riana tak terima, dia gak minta tapi dia yang harus bayar gimana sih.

Zayn tersenyum menyebalkan, “suka-suka saya. Saya kan bosnya,” ucapnya tak peduli sambil makan dengan gaya ala-ala bangsawan, rapi dan tertata, penuh dengan tatakrama.

Riana mendengus jengah, terpaksa dia duduk di meja makan dan mengisi piring dengan secentong nasi dan lauk pauk sedikit-sedikit hanya untuk menjalankan perintah telak sang Bos.

Baru saja satu suapan masuk ke mulut Riana, Zayn justru menyudahi acara makannya, mengelap mulut pelan menggunakan tisu, “habiskan. Jangan tersisa satu butir nasi pun,” ucapnya seraya beranjak.

“Apa? Bapak mau bunuh saya pake makanan, ampun Pak. Saya gak sanggup,” Riana mengatupkan kedua tangannya di dahi.

“Heh siapa suruh kamu makan di luar,” Ujarnya pelan, namun yang terlihat oleh Riana hanya kedutan tipis di bibir Zayn.

***

“Ada masalah di pabrik. Bahan-bahan yang datang ternyata sudah kadaluarsa dan kerugian yang kita alami diperkirakan puluhan juta Pak,” jelas Riana.

“Ck sialan. Gimana cara kerja orang-orang itu,” gerutunya sambil berjalan cepat, membuat Riana harus berlari kecil untuk mengimbangi langkahnya.

“Kembalikan barangnya dan minta ganti rugi, lalu putuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan mereka,” putusnya telak.

Suasana kantor kembali suram seperti semula, tegang, seperti sedang melakukan persiapan berperang.

“Riana suruh Ibu nyiapin barang-barang kita. Sore nanti kita akan pergi Bandung, untuk meninjau langsung kantor cabang dan pabrik yang ada disana,” titahnya.

“Baik Pak.”

***

“Permisi, saya mau pesan dua kamar standar,” ucap Riana pada resepsionis hotel.

“Maaf Mbak, di hotel kami hanya tersisa satu kamar tidur, tidak ada kamar kosong lagi,” sahutnya.

“Hah, masa sih Mbak. Coba di cek lagi deh, siapa tahu ada yang baru keluar,” pinta Riana, perasaannya tiba-tiba tak enak.

“Maaf Mbak, benar-benar hanya tersisa satu kamar,” wanita itu mengatupkan kedua tangannya di dada, tanda permohonan maaf.

Riana berdecak pelan, di melihat Jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jarum jam menujukkan pukul 22:45.

“Sial, aku harus nyari kemana lagi hotel yang kamarnya masih kosong,” gumamnya pelan.

“Ada apa?” tanya Zayn, dia berjalan menghampiri karena Riana tak kunjung membawa kartu kamar mereka.

“Kamarnya cuma sisa satu Pak, kita harus cari hotel lain,” ucap Riana.

“Nyari hotel lain jam segini, saya sudah lelah Riana. Mbak, kita ambil kamar itu, tapi saya minta tambahan tempat tidur,” ujarnya.

“Tapi Pak–,”

“Kalau kamu gak mau ya sudah, cari hotel lain sana. Saya mau tetap disini, saya capek,” ucapnya seraya berlalu.

Riana mendengus kasar, mau tak mau dia berjalan mengikuti Zayn menuju kamar mereka.

1
Susi Akbarini
gak aneh..
riana kan pawang zayn..

🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
Susi Akbarini
lanjutttt...
❤❤❤😍😍😍
Susi Akbarini
waaahhh..
itu bukan ketergantungan..
tapi ..

cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
Susi Akbarini
lanjuttttttt..

😍😍❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
cie3..
zayn cemburuuuu..

😄😄😍❤💪💪
Susi Akbarini
waduhhh..
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..

😍😍❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
cie2..
jadi senyum2 bacanya..

😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
waaahhhh..
zayn mulai ada rasa..

mereka berdua deh..

😄😄😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
lanjutttt..

😍😍❤💪💪
Susi Akbarini
waahhhh..
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
Susi Akbarini
Apakah zayn takut melepas gelar anak org kaya nya...
klai gk takut..
minggat aj azayn..

😄😄❤❤💪💪
Susi Akbarini
swtelah sekian laa rayyan baru muncul ..
❤😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
lanjuttttt...
❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh..

spesies baru lagi ini..

😄😄😄😄❤❤😍💪1
Susi Akbarini
lanjuttttt...

❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
akankah rara membocorkan rahasia riana dan zayn..

🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
Susi Akbarini
kasihan zayn...
❤❤😍😍💪
Susi Akbarini
tak kirimi kopi biar gk ngantuk...

🤣🤣😄❤❤😍💪
Whidie Arista 🦋: maacih, author emang lagi ngantuk, auto seger langsung ✌️🤣
total 1 replies
Susi Akbarini
kok aurin..

bukan aruna ya kak..

😄❤😍💪
Whidie Arista 🦋: typo kayanya kak, wkwk 🙏 otw benerin makasih dah kasih tahu😆
total 1 replies
Susi Akbarini
mingkin gk suka ama aruna...

😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!