Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
Lalu Keandra berkata kepada Nara "kalau begitu aku pinjam ya bukumu besok akan ku kembalikan, oh ya kemarin aku belum tahu siapa namamu" ucap keandra.
"Namaku Nara "jawab Nara.
"Terima kasih atas PertolonganMu kemarin" ucap Keandra.
"Itu bukan apa-apa ,kalau begitu aku pergi ke kantin dulu" jawab Nara.
Nara langsung bergegas berjalan menuju bangku Sisil "ayo kita pergi ke kantin "ucap Nara.
"Oke baiklah" jawab Sisil.
"Wah aku tidak menyangka dia memilih untuk duduk di sampingmu. Apa saja yang dia katakan kepadamu. Dan apakah dia berniat untuk membalas Budi tanya Sisil dengan cerewet.
"Dia hanya berterima kasih kepadaku itu saja" jawab Nara.
"Oke ,aku percaya "ucap Sisil.
Setelah Sisil dan Nara pergi Milka buru-buru menghampiri keandra.
"Apa kamu ingin pergi ke kantin Keandra, apa mau aku temani" ucap Milka.
"Tidak perlu ,aku bisa pergi sendiri" jawab Kiandra lalu bergegas meninggalkan Milka.
Milka yang dari tadi menahan emosi seketika langsung memukul meja. Lala dan Tasya yang mendengar Milka memukul meja langsung menghampirinya dan bertanya
"Ada apa Milka kenapa kamu terlihat begitu kesal "tanya mereka.
"Apa kalian tidak lihat tadi Keandra begitu sangat cuek kepadaku dan bersikap baik kepada Nara padahal aku jauh lebih cantik dan lebih unggul daripada dirinya. bisa-bisanya dia memperlakukanku seperti itu" ucap Milka
"Bagaimana kalau kita kasih pelajaran si wanita penggoda itu "ucap Lala.
"Bagaimana caranya" tanya Milka.
Lalu lala menyuruh Milka dan Tasya untuk mendekatkan telinga mereka . Jadi begini caranya Lala membisikkan rencana jahatnya kepada Lala dan Milka.
"Oooo ,sekarang aku mengerti kita ikuti saja rencananya" ucap Tasya'
"Benar juga kenapa aku tidak kepikiran ya" ucap Milka.
"Jika ada aku tidak akan ada yang bisa menyentuhmu atau menyinggung "ucap Lala.
"Kau memang teman terbaikku "Lala ucap Milka.
Tiba-tiba saja Nara dan Sisil masuk ke kelas sambil membawa makanan. Lalu Milka menyuruh Lala dan Tasya untuk diam.
"Hei diam orangnya sudah datang "ucap Milka.
Lalu mereka bertiga tersenyum jahat dan melihat ke arah Nara.
Sisil yang sadar akan tatapan dan senyuman, Milka dan teman-temannya pun langsung memberitahukan Nara.
"Hei menurutmu kenapa mereka melihat kita tadi seperti itu seperti mereka akan memakan kita" ucap Sisil.
"Lalu Nara dengan santainya menjawab pasti mereka ingin merencanakan sesuatu yang jahat lagi kepadaku, bukankah itu selalu terjadi "jawab Nara.
"Lalu kenapa kau diam saja ayo cepat pikirkan solusinya agar tidak terjebak oleh mereka" ucap Sisil.
"Tidak ada gunanya lebih bagus diam dan menunggu apa yang sebenarnya mereka sedang rencanakan" ucap Nara.
Lalu mereka duduk dengan santai di bangku mereka sambil berbincang-bincang.
Tiba-tiba Milka dan teman-temannya keluar dari kelas. Mereka menyuruh Alex untuk memanggil Nara ke gudang. Alex adalah sekretaris OSIS. Mereka menyuruh Alex yang melakukannya agar Nara tidak curiga bahwa itu adalah jebakan, jadi mereka menyuruh Alex untuk memanggil Nara.
"Alex "ucap Milka.
"Ada apa kenapa kau memanggilku "tanya Alex.
"Tadi aku bertemu dengan Bu Tiara dia menyuruhmu untuk memanggil Nara ke gudang untuk membantunya membersihkan gudang. hanya dia sendiri yang dipanggil katanya ada sesuatu yang ingin dibahas "ucap Milka.
"Kenapa bukan kamu yang memberitahukannya" tanya Alex.
"Kau tahu aku tidak suka dengan si buruk rupa itu mana sanggup aku berbicara dengannya "ucap Milka.
"Baiklah ,aku akan memanggilnya "sahut Alex.
Lalu Alex buru-buru pergi ke kelas Nara untuk memberitahukannya. Sesampainya Alex di depan pintu ia melihat Nara yang sedang berbincang dengan Sisil lalu ia memanggilnya.
"Nara" Ucap Alex.
Nara dan Sisil yang tadi berbincang langsung terdiam dan menoleh ke arah pintu.
"Ada apa kenapa Kamu memanggilku "ucap Nara.
"Aku tadi bertemu Bu Tiara dia menyuruhmu ke gudang katanya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan denganmu hanya kau sendiri" ucap Alex.
"Kenapa tumben Bu Tiara mengajakku bertemu di gudang ,kenapa bukan di ruang guru" batinnya.
"Baiklah, aku pergi dulu asalkan aku telah menyampaikan pesan ini kepadamu "ucap Alex.
Lalu ia pergi meninggalkan Sisil dan Nara dan pergi ke kelasnya.
"Hei Nara kenapa tumben Bu Tiara mengajakmu bertemu di gudang, bukankah biasanya di ruang guru" tanya Sisil.
"Aku juga tidak tahu Sisil ,mungkin saja ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Bu Tiara" jawab Nara.
"Baiklah, aku akan pergi ke sana dulu" ucap nara.
"Baiklah ,hati-hati Nara "ucap Sisil.
Lalu Nara bergegas menuju gudang sekolah di lorong sekolah ia berpapasan dengan Keandra dan teman-temannya.
"Kenapa Nara menuju ke gudang sekolah" batin Keandra.
Karena desakan Bryan dan Fernando, Keandra tidak punya pilihan selain ikut dengan mereka ke kantin.
"Ayolah Keandra, kenapa masih bengong di sana nanti masuk loh "ucap Brian.
"Iya ,ayolah kau sedang menatap siapa" ucap Fernando.
"Bukan siapa-siapa "ucap Keandra.
Lalu mereka pun pergi ke kantin.
Di sisi lain Nara yang telah sampai di gudang masih merasa bingung ,tetapi dia tetap memberanikan diri untuk masuk ke gudang. setelah ia masuk Nara melihat tidak ada orang di dalam gudang. Nara mencoba untuk berteriak memanggil nama Bu Tiara.
"Bu Tiara ! Bu Tiara apa ibu ada di dalam 'ucap Nara.
Tiba-tiba saja pintu gudang tertutup.
"Brakkk"
Nara tiba-tiba kaget karena pintu gudang tiba-tiba tertutup. Iya segera berlari ke dekat pintu gudang lalu mengetuk-ngetuk pintu gudang itu.
"Hei, apakah ada orang" ucap Nara tetapi tidak ada yang menyahut.
Nara yang panik langsung berteriak minta tolong.
"Tolong ! tolong apakah ada orang di luar tolong aku aku masih terkunci di sini "ucapnya sambil mengetuk-ngetuk pintu.
"Nara memiliki trauma dengan ruangan yang begitu gelap, ketika ia berada di tempat yang gelap ia akan merasa begitu sangat ketakutan bahkan bisa sampai pingsan. Nara masih berusaha berteriak dan meminta tolong tetapi tak ada satupun orang yang menolongnya.
Sementara di luar gudang Milka dan teman-temannya tersenyum sinis.
"Ini akibatnya jika berani melawan kita" ucap mereka.
Lalu mereka pergi tanpa menghiraukan Nara. Mereka buru-buru kembali ke kelas agar tidak ada yang curiga.
Sementara di kelas Sisil masih gelisah menunggu Nara kembali tetapi tidak kembali kembali. Lalu Krandra bertanya kepada Sisil.
"Bukannya kamu teman baiknya Nara di mana dia "tanya Keandra.
"Tadi Bu Tiara memanggil Nara ke gudang ,tapi sampai sekarang belum kembali kembali" jawab Sisil.
"Kenapa Bu Tiara memanggilnya ke gudang" tanya Keandra.
"Katanya ingin membahas sesuatu" jawab Sisil.
"Bukannya jika membahas sesuatu yang penting itu harus di ruang guru 'batin Keandra.
Sepertinya ada yang aneh pikirannya.
Keandra belum tahu bahwa Nara ini sering di-bully di sekolah .dia hanya tahu bahwa Nara hanya diejek oleh teman-temannya saja. dia tidak tahu bahwa Nara sering mengalami diskriminasi dan lain-lainnya. Setelah ia mendapat jawaban dari Sisil ia pergi ke tempat duduknya. Belum lama Keandra duduk tiba-tiba bel masuk pun berbunyi.