NovelToon NovelToon
Si Kembar Yang Tak Diakui

Si Kembar Yang Tak Diakui

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sindya

Anak yang semula dipinta untuk diaborsi saat mengetahui menderita penyakit bawaan, ternyata tumbuh dengan baik. Dengan kejeniusan si kembar membalas dendam perlakuan ayah mereka dengan mengambil alih perusahaan ayahnya diusianya 10 tahun.


"Gugurkan mereka....! Aku tidak sudi membesarkan anak penyakitan!" titah Rama.



"Tidak. Mereka darah daging kita. Jika kamu tidak menginginkan mereka. Aku sanggup membesarkan mereka!" tegas Alea.



"Ayo kita cerai!"

Saat mengetahui istrinya berhasil hamil, Rama begitu bahagia. Namun sayang, ketika kehamilannya mencapai lima bulan, kandungan Alea yang hamil kembar ini mengalami masalah.


"Maaf nona! sepertinya calon bayi kembar anda memiliki kelainan. Sebaiknya anda melakukan aborsi sebelum mereka berhasil dilahirkan. Jika bertahan, mereka akan tumbuh dengan penyakit bawaan," ucap dokter membuat langit seakan runtuh seketika.


Rama tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dan langsung beranjak meninggalkan Alea yang masih mematung di tempatn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Demam

Persyaratan yang diajukan oleh Alea membuat Mark merasa keberatan. Jika dituruti permintaan Alea maka pernikahan mereka akan terus tertunda. Ia akhirnya memutuskan untuk menikah dulu dengan wanita ini, baru meminta restu itu kemudian.

"Alea...! Apakah kamu tidak mempercayai aku? Apakah kita tidak bisa menghalalkan sesuatu yang baik demi Ridho Allah?" tanya Mark dengan perasaan sendu.

"Aku takut Mark. Aku takut menerima penghinaan lagi. Setelah itu dicampakkan seperti sampah," ujar Alea dengan suara serak.

"Setidaknya kita halalkan dulu hubungan kita, setelah itu kita akan menemui kedua orangtuaku. Aku mempunyai ayah tiri. Ia juga mendapatkan ibuku janda sepertimu dengan anak satu yaitu aku sendiri.

Kehidupan si kembar tidak jauh berbeda dengan hidupku. Sama-sama diingkari oleh seorang ayah. Itulah mengapa aku sangat mencintai si kembar dan juga...-" Mark sengaja tidak meneruskan kalimatnya karena Alea terlihat menunggu jawaban terakhir darinya.

"Dan juga apa Mark?" akhirnya Alea terlihat penasaran pada Mark yang selalu mengerjai dirinya.

"Dan juga mencintai ibunya. Lebih dari kata cinta itu sendiri," sahut Mark membuat Alea membuang mukanya ke segala arah.

"Dasar pria bunglon...!" hati Alea berbunga-bunga walaupun ia tidak ingin menunjukkannya kepada Mark yang menatapnya penuh damba.

"Bagaimana sayang? Kau mau kan kita menikah secepatnya ya sayang?!" tanya Mark sedikit mendesak Alea yang merasa sangat bimbang.

"Beri aku waktu Mark...! Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu sekarang," ucap Alea bergegas bangun ketika melihat arlojinya hampir pukul sepuluh malam.

"Biar aku yang mengantarkan kamu pulang!" ujar Mark meminta kunci mobilnya pada Barack yang langsung memberikan kunci mobil itu pada Mark.

Di sepanjang jalan, Alea terlihat lelah hingga tidak sadar iapun terlelap hingga kepalanya mau hampir jatuh ke samping. Mark yang sigap menahan kepala Alea sambil memegang setir dengan satu tangannya.

Tapi lama kelamaan Mark merasakan kalau suhu tubuh Alea terasa lebih hangat hingga ia mengusap keningnya untuk membedakan dengan suhu tubuh Alea.

"Astaga...! Kenapa dia tiba-tiba demam?" Mark menepikan mobilnya

Mengambil perlengkapan kedokterannya untuk memeriksa keadaan Alea. Setelah dipasang termometer dibawah ketiak alea dan ternyata suhunya mencapai 42 derajat celsius.

"Sebaiknya aku membawamu ke rumah sakit," lirih Mark sedikit gugup karena ia tidak menyangka Alea akan mengalami demam tinggi.

"Aku bisa membesarkan mereka! aku bisa menyembuhkan penyakit yang anak kembarku derita. Aku yakin aku bisa. Aku tidak butuh bantuanmu. Jika aku tidak berhasil, aku akan mati bersama mereka. Aku bisa ..! Aku bisa...!" gumam Alea yang sedang mimpi buruk.

Ia kini berdebat dengan mantan suaminya yang menertawakan dirinya karena gagal membuat Abrar bisa berjalan.

"Pergi...pergi ..pergi..! Aku bisa...aku akan buktikan kepadamu bahwa anak-anakku akan tumbuh dengan sangat baik," lirih Alea sambil terisak.

"Ya Allah..! Jadi dia masih memikirkan putranya yang belum bisa berjalan? Itukah yang ia pendam selama ini sendirian? ia terlihat baik-baik saja di depan umum tapi tidak di saat dia sendirian.

Ia menangis seorang diri karena tidak bisa mewujudkan impiannya untuk melihat Abrar bisa berjalan normal," gumam Mark bermonolog dengan dirinya sendiri.

Tiba di rumah sakit. Mark menggendong Alea yang terlihat sangat lemah. Para dokter dan suster yang ada di ruang IGD menyambut bos mereka dengan heran.

"Ada apa dengan nyonya Alea tuan?" tanya dokter Miranda.

"Tiba-tiba terserang demam tinggi. Suster..! pasang jarum infus dan periksa tekanan darahnya dan juga saturasi nya...!" titah Mark membuat tenaga medis di ruang IGD itu menjadi sibuk membantu tuan Mark menangani Alea.

"Tekanan darahnya sangat rendah. Dan saturasi nya dibawah normal," ucap suster Anabelle.

Setelah dipasang cairan infus yang dibutuhkan Alea sesuai dengan kondisinya saat ini, Alea baru dipindahkan ke kamar inap.

Tuan Mark menemani Alea semalaman. Sebelumnya itu ia sudah meminta Barack untuk menghubungi bibi Sari kalau Alea lagi dirawat. Barack melakukan apa yang di minta tuan Mark walaupun awalnya ia sangat bingung karena sebelumnya Alea keluar dari unit kamar apartemen Mark ini baik-baik saja.

"Ada apa dengan nyonya Alea? Bukankah tadi dia masih terlihat segar bugar?" lirih Barack usai mengabari kondisi Alea pada bibi Sari.

Di rumah sakit, tepatnya di kamar inap VVIP, tuan Mark menemani Alea sambil mengerjakan tugasnya di laptop miliknya di kamar Alea sambil memantau keadaan Alea.

Sesekali ia melirik Alea yang tampak terlelap walaupun sesekali Alea mengigau memanggil putranya Abrar seperti saat ini.

"Abrar. Maafkan bunda nak..! Bunda sudah melakukan apa saja untuk bisa membuat kamu sembuh dan bisa berjalan lagi. Bunda sudah gagal sayang. Bunda tidak bisa mewujudkan impian bunda yang ingin melihatmu berlari memeluk bunda setiap kali bunda pulang kerja...hiks...hiks!" Alea seakan sedang bicara dengan putranya di dalam tidurnya.

Alam bawah sadarnya yang terlihat sangat tersiksa yang tidak pernah orang tahu tentang Alea yang tegar dan tetap tersenyum kala berhadapan dengan banyak orang.

"Kau hanya menyiksa dirimu sendiri, sayang. Karena ingin membuktikan kepada pria berengsek itu yang membuat kamu berhutang janji padanya atas rasa kecewamu padanya," gumam Mark lirih.

Ia menghampiri Alea dan mengusap lagi kening wanita itu untuk kesekian kalinya namun demam Alea masih belum turun.

"Hmm..!" Mark mendengus lalu menatap wajah cantik Alea yang terlihat jelas menyimpan banyak luka.

"Rasanya sulit obatnya bereaksi pada tubuhmu jika jiwamu kamu terlihat sangat sakit," lirih Mark mencoba menenangkan Alea dengan menggenggam tangan wanita itu untuk menyalurkan kekuatan seakan mengatakan," jangan takut! ada aku di sini. Kita akan melewati semua ini bersama. Aku akan pastikan Abrar akan bisa berjalan. Aku janji padamu Alea," janji Mark.

Menjelang subuh. Alea merasa tubuhnya sangat sakit hingga ia kesulitan untuk bangun hanya sekedar untuk duduk. Ia mengerjapkan matanya dan melihat Mark yang masih berkutat dengan pekerjaannya.

"Kenapa aku tiba-tiba ada di sini?" tanya Alea masih berusaha untuk bangun karena ingin pipis.

"Augghtt...!" Alea mengerang kesakitan.

"Ada apa sayang?" tanya Mark buru-buru bangun menghampiri Alea.

"Aku mau pipis tapi tubuhku terasa sangat sakit, jadi sulit untuk bangun," keluh Alea.

Tanpa bertanya pada Alea, Mark mengangkat botol infus dari tiangnya dan menggendong Alea untuk di bawa ke kamar mandi.

"Mark...kau ..!" gumam Alea tidak enak hati dan juga kurang nyaman.

"Kau masih butuh seorang suami untuk membantumu di saat seperti ini. Kau sakit dan tidak berdaya. Sementara si kembar masih kecil untuk mengurus mu," nasehat Mark langsung menyentuh hati Alea yang terdalam.

Deggggg...

"Apa yang kamu katakan sangatlah benar Mark. Aku butuh kamu di sampingku. Tapi, aku takut sekali untuk bermimpi lagi karena akan jatuh dalam luka yang sama," batin Alea.

Mark menunggu diluar kamar mandi agar Alea bisa menyelesaikan urusannya.

1
Titi Purnawati
sebenernya sy suka akan cerita ini tp sy kesel dgn iklannya ...jadi males jadinya ...iklannya lm banget seperti nonton iklan
Joey Joey
,😭😭😭😭😭😭😭😭
Lies Atikah
jangan membaca buku X Alea karna kamu sudah tahu aghir cerita nya si Mark plin plan gak tegas dengan perasaan nya kalau pun ia yakin dengan hati nya pasti dia selesei kan dulu masalah dia jangan mau Alea cinta boleh tapi bodoh jangan 🙏
Lies Atikah
GA. JE banget loh Mark empat thn ngapain aja sama perasaan loh
Lies Atikah
dasr laki peko gak peka
Joey Joey
sindiran yg halus
Maulidia Okta
si bunglon bucin abis
Joey Joey
OPO bos mu mafia
Isabela Devi
mantebs azira dan abrar
Isabela Devi
Rama sadar diri dikitlah
Isabela Devi
tuan Rama bagaimana, apakah sekarang menyesal, pastilah menyesal Krn anak yang dulu kamu buang Uda terkenal
Isabela Devi
tuan Rama tunggu kehancuranmu
Isabela Devi
💪
Isabela Devi
sebut mark bunglo tapi Alea juga ada rasa sama dokter ganteng itukan 🤭
Isabela Devi
keren si kembar Uda bisa baca dan menghitung apa lagi ga ada yang ngajarin, itu mah anak ajaib
Isabela Devi
rumah belum di renovasi juga ngapain kembali ke rumah dinas itu, lebih baik tetap tinggal di apartemen itu demi kesehatan si kembar
Isabela Devi
tuam mark Uda mulai naksir itu Alea
Isabela Devi
se mm oga dokter bisa sayang juga dgn baby abrar
Isabela Devi
siapa tau jodohnya alea
Isabela Devi
semoga nasib baik selalu menghampiri dirimu dan si kembar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!