NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Di kediaman utama, suasana berubah mencekam. Bau obat-obatan herbal yang menutupi aroma anyir dari luka yang mulai membengkak di wajah Li Mei dan Ibunya.

"Tabib bodoh! Kenapa wajahku makin panas?!" jerit Li Mei. Tangannya yang gemetar berusaha menjangkau cermin, namun ia langsung menjerit histeris melihat wajahnya yang biasanya mulus kini penuh bintik merah bernanah yang berdenyut-denyut.

Li Mei sangat tersiksa menahan diri untuk tidak menyentuh wajahnya yang teramat gatal. Semakin di rasakan, gatal itu semakin menjadi, wajahnya y awal mulus, kini justru hancur lebih buruk dari jerawat batu.

Selir juga sama tersiksanya, tangannya yang tidak tahan untuk menyentuh kulit wajahnya. Tapi justru memperburuk keadaan, rasanya sangat panas dan perih bahkan darah langsung mengucur.

Hingga membuat selir Hu jatuh pingsan, sedangkan menteri Li sendiri, enggan untuk mendekat pada selirnya, ia terlalu jijik melihatnya.

Tabib keluarga Li bersujud hingga dahinya menyentuh lantai, tubuhnya menggigil hebat. Lalu berkata dengan penuh ketakutan, "Maafkan hamba, Tuan Menteri! Hamba sudah memberikan penawar racun terbaik. Tapi... Tapi sepertinya ini bukan racun biasa. Semakin hamba oleskan salep, energinya justru semakin mengganas. Ini seolah-olah... racun ini memiliki nyawa!"

Menteri Li menggebrak meja hingga cangkir tehnya pecah berantakan, menteri Li berkata dengan penuh amarah, "Lalu apa gunanya aku menggajimu?!"

Menteri Li melirik para pelayan dan berkata dengan dingin, "Urus Nyonya dengan benar. "

Empat pelayan segera mendekat, termasuk Cui Ma yang tangan sudah lumpuh, ia semakin curiga dengan paviliun reot itu. Tapi Cui Ma tidak berani berkata, karena tidak ada yang mempercayainya.

Selir sudah di bawa ke kamarnya, begitu juga dengan Li Mei yang sangat tersiksa sedang bersembunyi di kamarnya, setiap ucapan yang terlontar, adalah sebuah hinaan untuk para pelayanannya.

Menteri Li duduk termenung menyaksikan suasana kediaman yang menurutnya sangat mengerikan, kepalanya berdenyut, memikirkan nasib putrinya. Menteri Li melirik dua tabib kediamannya yang tidak berguna itu.

" Putriku akan menikah dengan Tuan Muda Wang tidak sampai sebulan lagi! Jika wajahnya seperti monster begini, keluarga Wang akan membatalkan pernikahan dan mempermalukan namaku!" ujar menteri Li dengan prustasi.

Di tengah kepanikan itu, seorang pengawal senior melangkah maju dengan ragu. "Tuan... hamba mendengar kabar yang sedang geger di kalangan bangsawan dan pasar gelap."

Menteri Li menoleh tajam, dan berkata dengan nada membentak, "Katakan!"

"Ada seorang Tabib Agung misterius. Dia dikatakan bisa menghidupkan orang mati dan menetralkan racun paling mematikan sekalipun. Kabarnya, Tabib agung menyembuhkan seorang jenderal yang tangannya membusuk. Tapi..." pengawal itu menelan ludah.

Lalu kembali berkata," Dia sangat misterius. Dia hanya muncul di pasar gelap saat malam hari dalam wujud kakek petapa, dan menghilang tanpa jejak saat siang. Tak ada yang tahu di mana kediamannya."

Menteri Li mengepalkan tangan dan berkata dengan suara menggelegar, "Cari dia! Tawarkan emas sebanyak yang dia mau! Bawa dia ke sini hari ini juga!"

Pengawal mengangguk dan membawa beberapa pengawal lainnya untuk mencari keberadaan tabib Agung.

Sementara itu, di paviliun reotnya, Li Zie sedang duduk santai sambil menyesap teh dari ruang dimensinya. Ia bisa mendengar suara ricuh dari kediaman utama yang terbawa angin.

"Ji Yu, dengar itu?" Li Zie tersenyum tipis, matanya berkilat penuh kemenangan. "Umpannya sudah dimakan. Sekarang kita hanya perlu menunggu mereka merangkak mencari 'si kakek petapa'."

Ji Yu yang sedang asyik memoles pedangnya ikut menyeringai, dan berkata, "Guru, kira-kira berapa harga yang akan kita patok untuk wajah 'buruk rupa' mereka malam nanti?"

"Harga?" Li Zie meletakkan cangkirnya dan kembali berkata, "Tentu saja lebih tinggi dari yang lain. Tapi hahaha....Aku ingin menyiksa Li Mei sedikit."

...****************...

Sore hari para pengawal yang di utus kembali dengan tangan kosong, mereka tidak bisa menemukan tabib Agung yang misterius itu, mereka sudah berusaha sekuat tenaga. Tapi tidak ada jejak yang di tingalkan sedikitpun. Seperti di telan bumi.

Li Mei masih meraung dengan suaranya yang parau, ia benar-benar tersiksa, oleh rasa gatal yang menyiksa, air matanya seakan kering, Ia sudah tak bisa lagi mengeluarkan air mata.

Menteri Li berdiri di kediaman utama, wajahnya nampak lebih tau beberapa tahun, saat melihat para pengawalnya datang dengan ekspresi seperti itu. Menteri Li tahu betul jika mereka gagal menemukan tabib Agung.

"Dasar tidak berguna! apa saja yang kalian lakukan, hah?! " sura menteri Li menggelegar, membuat Li Mei semakin prustasi hampir gila di kamarnya.

"Tuan, kami sudah mencari keseluruhan pegunungan. Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Tabib Agung.... Dan kami juga mendengar kabar jika tabib Agung hanya bisa di temukan di pasar gelap, ia akan datang sendiri. " ujar ketua pengawal.

"Baiklah, nanti malam seret tabib Agung ke kediaman ku. Tapi ingat jangan sampai rahasia memalukan ini di ketahui orang. Apa lagi keluarga wang, " ujar menteri Li memperingati para pengawal nya.

1
ilensya
wang apakah kamu ber uang
ilensya
go go go
ilensya
emang enakkkk ibu dan adik tiri dikerjain🤣
CaH KangKung,
katany emas no.1...harga diri no.2...tp setelah aq perhatikan...kok...mlh makanannn yg pling...nomor 1.....🤣🤣🤣
ilensya
akhirnya up lagi yg di tunggu tunggu
CaH KangKung,
astagaaa...🤣🤣
CaH KangKung,
lanjut
CaH KangKung,
👣
Cty Badria
masal dikasih setengah potong ceritanya..ah g acik
Dewi Sulistiyani
lagi... lagi....
Nurhayati Sobana
Sebentar lagi Li Zie pasti kelaparan, awas Liyu nanti kamu di makan Li Zie
Zeny Zen
Thor aku suka ceritamu 👍
Cty Badria
/Rose//Rose/ untuk 2 up nua
Fitria: Thanks, kk
total 1 replies
Sribundanya Gifran
mantap thor😍😍😍😍😍💪💪💪💪
Fitria: Thanks, Kak
total 1 replies
Cty Badria
👍👍👍👍
Sekar
lanjut thor
Fitria: Siap kak
total 1 replies
Nurhayati Sobana
Kasihan pengawal Feng dikadalin oleh Li Zie, mau menyelidiki Li Zie malah gak dapat apa2 kecuali capek 🤭😄😄
Fitria: Biarin aja Kak. Jangan di bantuin si Feng nya
total 1 replies
MelodyStar
lanjut 😭
Fitria: Ih kok nangis, kak?
total 1 replies
Dewi Sulistiyani
thor tak kasih hadiah terus sehari up 4 kali y
Fitria: iya, tuh author up lagi 1
total 1 replies
Nurhayati Sobana
lanjut thor, apakah kaisar jodoh Li Zie ditunggu kelanjutannya
Fitria: Siap, Kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!