NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Untuk sampai ke Dakrossa bukanlah hal mudah, terkadang orang yang datang mengunjungi tahanan berhenti di separuh jalan sehingga pada hari khusus kunjungan begitu sepi. Banyak penyebabnya, pertama jalan berudak serta terjal membuat kondisi mereka memburuk bahkan rawan kecelakaan; kedua, banyaknya bandit; ketiga, serangan monster; dan terakhir tersesat di dalam lembah atau hutan yang tampak seperti labirin tak berujung. Maka dari itu, orang luar yang hendak ke Dakrossa harus mengorek lebih banyak biaya dan tenaga jika ingin memastikan diri sampai di sana. Seperti harus menyewa pengawal atau prajurit bayaran kompeten.

Lalu bagaimana Hestia bisa sampai ke Dakrossa?

Sekarang itu jadi pertanyaan besar bagi Ilyar yang kini duduk di ruang kunjungan. Memandangi seorang wanita berdiri canggung di balik jeruji besi vertikal tebal yang berperan sebagai pemisah antara tahanan dan pengunjung.

Hestia mengenakan blus krem dipadu rok cokelat tanah liat, kemudian kedua tangannya yang terlipat diperut mendekap topi hitam bertepi lebar.

Dia adalah mantan pelayan pribadi Ilyar dan lima tahun lebih tua dari gadis itu.

"Saya senang melihat Anda," ungkap Hestia, kepalanya tertunduk.

Ilyar mengembuskan napas. Perkataan Hestia sungguh kontradiktif dengan raut wajah yang terlihat sedih begitu. Berusaha menyembunyikan air mata berlinang di pelupuk mata.

"Padahal sudah kukatakan agar kamu hidup dengan tenang. Kenapa malah datang kemari, Hestia?" Ilyar melipat tangan depan dada, nada bicaranya terkesan marah.

Kepala Hestia segera terangkat. Ditatapnya Ilyar tanpa berkedip dan setengah terkejut. Nada bicara dan raut wajah yang ditunjukkan nonanya seperti orang lain.

"Uang yang kuberikan seharusnya kamu gunakan sebaik mungkin. Tinggalkan Tyraven lalu menikahlah dengan pria baik, tapi kamu malah menyia-nyiakan kesempatan dengan datang kemari!"

Hestia nyaris terjungkal sangking terkejutnya. Ini pertama kali Ilyar berujar dengan nada tinggi dibarengi ekspresi geram. Sungguh diluar bayangannya.

"Hah!"

Ilyar mengusap wajah kasar sementara Hestia masih terkejut sampai sulit berkata-kata, meski demikian dia tahu bahwa Ilyar

mengkhawatirkannya. Ada yang berubah dan ada juga masih berada di tempatnya.

"Mereka pasti tahu kamu datang melihatku dan mereka pasti tidak akan tinggal diam," ucap Ilyar pelan.

Hestia mendekat kemudian menjulurkan tangan di antara cela jeruji sempit tersebut. "Boleh saya menyentuh Anda?"

Ilyar terkesiap lalu tanpa sepatah kata, ia meletakkan tangan di bawah ujung jemari Hestia.

Ujung telunjuk Hestia menyentuh punggung tangan Ilyar. Terasa hangat dan sedikit kasar, tidak halus dan lembek seperti terakhir kali.

Hestia tersenyum getir. "Pasti sulit bertahan di sini." Suaranya agak bergetar, menahan tangis.

"Awalnya memang sulit, tapi bagiku saat ini, Dakrossa yang terbaik. Jujur saja, aku rasa akan merindukannya jika terbebas suatu hari nanti," ungkap Ilyar.

"Ya?"

Air mata Hestia seperti tersedot kembali setelah mendengar perkataan Ilyar, berpikir mungkin dia salah dengar, tapi saat menatap gadis itu, dia malah mendapati cengiran khas Ilyar saat suasana hati sedang senang. Nonanya tidak berbohong.

"Maka dari itu, jangan cemas dan hiduplah dengan baik! Jangan menyia-nyiakan tabunganmu!" Ilyar berkata mantap, tidak ada raut-raut menderi atau kesedihan terpamcar darinya sehingga Hestia makin kebingungan.

Sebenarnya apa yang sudah dilalui Ilyar selama tiga tahun terakhir di Dakrossa?

"Nona jangan khawatir. Saya sama sekali tidak menggunakannya karena tahu pasti Nona akan mengatakan ini. Yah, meski tidak saya sangka cara penyampaian Anda sangat... tidak biasa," ucap Hestia, nada bicaranya kian pelan di akhir.

Sebelah alis Ilyar terangkat. "Lalu bagaimana caramu bisa sampai ke sini?"

"Saya datang bersama Toran dan seorang pemandu," jawab Hestia.

Toran? Dia adalah pengawal pribadi Ilyar. Salah satu lulusan terbaik dari akademi militer di Tyraven sekaligus orang paling dramatis ketika dia diseret ke Dakrossa. Ilyar ingat bagaimana raut wajah Toran dipenuhi air mata dan lendir dari hidung. Hestia dan Toran adalah orang-orang paling loyal miliknya. Menyayangi dan melayaninya dengan tulus dan penuh kehormatan.

"Kalau begitu wajar kamu bisa sampai ke Dakrossa." Ilyar angguk-angguk kepala.

"Jika hari itu tiba, mohon panggil kami untuk berdiri di sisi Anda lagi, Nona!" Hestia membungkuk.

Senyum Ilyar terulas seraya melirik jam pasir, waktu kunjungan sudah hampir habis jadi dia berdiri dari kursi dan menatap Hestia lekat seraya berkata, "Ya, tunggu aku meski masih butuh beberapa tahun lagi."

Setelah berkata demikian, penjaga mengakhiri pertemuan mereka dan Hestia keluar, menghampiri pemuda gagah berambut jeruk berdiri tegap dengan pedang tersampir pada pinggang.

"Hestia!"

Dia buru-buru menghampiri Hestia, meraih sepasang bahu wanita itu lalu bertanya, "Bagaimana kondisi nona? Apa dia terlihat baik-baik saja?"

Hestia melirik ke arah pintu keluar yang tertutup lalu mamdangi pria yang dua tahun lebih tua darinya. "Dia terlihat sangat menikmati kehidupannya di dalam sana."

"Hah? Kamu bercanda, ya?"

Hestia menggeleng kuat lalu menangkup rahang tegas rekan seperjuangan sekaligus kekasihnya itu. "Sayang sekali hanya satu orang yang bisa masuk saat kunjungan. Jika kamu melihatnya secara langsung, kamu mungkin akan pingsan karena nona jadi lebih keren!"

"Ya?" Toran berkedip dua kali. Tak mengerti.

"Akan kuceritakan selagi kita kembali," kata Hestia.

***

Terkuat nomor dua di lantai sepuluh adalah Ilyar, sementara posisi pertama ditempati Graven, tapi sekarang pemuda itu sudah terbebas sehingga puncak berada dalam kendali Ilyar.

Tidak ada yang menentangnya, bahkan si pendatang baru memahami itu setelah menerima pukulan bertubi-tubi. Namun, suasana lantai sepuluh jadi membosankan karena Ilyar tidak lagi tertarik untuk bertarung dan tahanan lain enggan mencari penyakit.

Aku akan membereskannya dalam waktu dekat, sebelum itu apakah dia bisa melampaui harapan kita?

Solomon melirik pertanyaan pada baris terakhir dalam surat yang datang dari Graven.

Sudut bibir kepala penjara Dakrossa tersebut terangkat culas kemudian telunjuknya mengarah pada gerombolan kunci borgol yang bergelantungan pada gesper komandan penjaga elit miliknya.

"Biarkan satu atau dua tahanan mengamuk dengan sungguh-sungguh," kata Solomon.

"Berbahaya, Tuan."

Solomon menyeringai sembari menyandar pada punggung kursi dengan sepasang kaki diselonjorkan di atas meja kerja.

"Ikuti saja perintahku."

"Bagaimana jika mereka mengamuk? Kami har_"

"Bukan kalian yang akan menangani mereka, tapi bocah itu."

"Putri Ilyar?"

"Ya, kamu juga harus membuka borgolnya karena hanya dia yang tidak punya niatan kabur meski kedua kaki dan tangannya tidak dijerat apa pun. Ditambah dia tidak akan membiarkan para penjahat di sana keluar dari Dakrossa sebelum bertobat, hahaha!"

Komandan penjaga penjara sampai bergidik ngeri mendengar tawa menggelegar Solomon. Lantas dia bergumam amat pelan. "Bagaimana jika Anda salah?"

"Salah?" beo Solomon.

Komandan tersebut tersentak, buru-buru geleng kepala dan minta maaf.

Solomon mendengkus seraya menjawab,

"Karena aku sudah mengamatinya sejak pertama kali masuk ke Dakrossa. Dia memang tampak akan melewati batas kapan saja, tapi setiap tindakannya penuh pertimbangan. Perhatikanlah apa yang akan dilakukannya besok."

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!