Aku mati karena terlalu percaya pada cinta dan persahabatan. Kini, aku terlahir kembali di dunia baru sebagai anak yang dibenci kerajaan. Mereka menyebutku sampah tanpa bakat? Silakan. Saat kalian memohon pada Dewa, aku melatih tinjuku untuk menghancurkan takhta kalian. Aku Arlan, dan kali ini, aku tidak akan membiarkan siapa pun hidup setelah mengkhianatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naramas_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tes Kemampuan Diruang Uji Utama
Langit di atas Ibu Kota Astra masih berwarna kelabu saat Arlan melangkah keluar dari rumahnya. Udara pagi yang sangat dingin tidak membuat tubuhnya menggigil sedikit pun. Berkat penguatan dari Gerbang Kehidupan dan teknik Napas Bumi yang dia latih setiap malam, suhu tubuh Arlan kini jauh lebih stabil daripada manusia biasa. Di tangan kanannya, dia memegang surat panggilan berwarna ungu dari dewan instruktur. Arlan tahu bahwa hari ini bukan sekadar tes fisik biasa. Ini adalah pengadilan rahasia untuk menentukan apakah dia akan dibiarkan hidup atau dianggap sebagai ancaman yang harus segera dimusnahkan.
Elena berdiri di ambang pintu rumah dengan wajah yang sangat pucat. Dia ingin menahan Arlan, namun dia tahu bahwa anaknya memiliki urusan besar yang tidak bisa dia campuri. Arlan hanya menoleh sejenak dan memberikan anggukan kecil sebagai isyarat bahwa semuanya akan baik baik saja. Arlan kemudian melesat pergi menuju jantung akademi, tepatnya ke arah Menara Gading yang merupakan tempat Ruang Uji Utama berada. Dia sengaja tidak menggunakan Teknik Tanpa Bayangan agar tidak memicu kecurigaan lebih lanjut dari para ksatria bayangan yang terus membuntutinya di balik bayang bayang bangunan.
Ruang Uji Utama adalah sebuah aula raksasa yang terletak jauh di bawah tanah Menara Gading. Dindingnya terbuat dari batu obsidian hitam yang dikenal mampu menyerap mana dalam jumlah besar. Di tengah ruangan, terdapat sebuah lingkaran sihir raksasa yang disebut sebagai Lingkaran Kejujuran Dewa. Lingkaran ini memiliki fungsi untuk mendeteksi setiap jenis energi, mulai dari mana elemen hingga energi kegelapan yang paling samar sekalipun. Saat Arlan masuk ke dalam aula tersebut, dia merasakan tekanan mana yang sangat besar menekan bahunya. Ruangan ini dirancang untuk membuat siapa pun yang masuk merasa kecil dan terintimidasi.
Di ujung aula, tujuh kursi tinggi telah diisi oleh dewan instruktur pusat. Lord Varick duduk di tengah dengan wajah yang sangat datar dan dingin. Master Eldrian dan Sir Alistair duduk di sisi kiri dan kanan dengan ekspresi yang jauh lebih cemas. Di sudut ruangan yang gelap, Arlan bisa melihat Profesor Silas sedang bersandar di dinding sambil melipat tangannya. Silas memberikan tatapan mata yang seolah olah berkata agar Arlan tetap tenang dan mengikuti permainan mereka.
"Arlan Vandermir, silakan berdiri di tengah lingkaran," suara Lord Varick bergema dengan sangat keras di aula yang luas tersebut.
Arlan berjalan menuju tengah lingkaran sihir itu. Begitu dia menginjakkan kaki di atas garis sihir berwarna biru, lantai di bawahnya mulai bercahaya redup. Arlan merasakan seolah olah ada ribuan jarum tak kasatmata yang sedang mencoba masuk ke dalam pori pori kulitnya untuk memeriksa aliran energinya. Dia segera memusatkan pikirannya, menggunakan teknik kontrol saraf tingkat tinggi yang dia pelajari dari buku kuno. Arlan menekan semua energi dari empat gerbang surgawi nya jauh ke dalam sumsum tulangnya, hanya membiarkan energi fisik murni yang berada di lapisan permukaan ototnya.
"Tes pertama adalah Pendeteksian Energi Terlarang," ucap Master Eldrian sambil mengaktifkan panel sihir di depannya. "Arlan, jangan mencoba menahan atau mengalirkan energi apa pun. Biarkan lingkaran sihir ini memindai tubuhmu sepenuhnya."
Cahaya di lantai berubah dari biru menjadi putih terang. Arlan merasa tubuhnya menjadi sangat panas. Ini adalah momen yang paling berbahaya. Jika lingkaran ini bisa mendeteksi energi Gerbang Keempat miliknya, Arlan mungkin akan langsung dianggap sebagai pengguna kekuatan iblis karena intensitas energi kehidupan tersebut yang sangat tinggi. Di kehidupan sebelumnya, Adit selalu bisa menyembunyikan laporan keuangan rahasianya di balik ribuan baris data yang terlihat legal. Arlan melakukan hal yang sama sekarang. Dia membungkus energinya dengan lapisan getaran fisik yang terlihat seperti kelelahan otot biasa.
Satu menit berlalu dalam kesunyian yang mencekam. Cahaya putih itu perlahan lahan meredup dan kembali menjadi biru. Master Eldrian melihat ke arah layar proyeksi sihir di depannya dan menghela napas lega.
"Hasilnya negatif," ucap Master Eldrian. "Tidak ada jejak energi kegelapan, tidak ada kontrak iblis, dan tidak ada penggunaan artefak sihir eksternal. Tubuhnya benar benar murni dari mana elemen mana pun."
Mendengar hal itu, beberapa instruktur lain tampak saling berbisik dengan wajah tidak percaya. Lord Varick tetap tidak menunjukkan perubahan ekspresi. "Jika dia tidak memiliki mana dan tidak menggunakan sihir hitam, maka kita harus menguji kekuatan fisiknya secara langsung. Sir Alistair, silakan lakukan pengujian tahap kedua."
Sir Alistair berdiri dari kursinya dan berjalan turun menuju arena. Dia membawa sebuah pelat baja setebal sepuluh sentimeter yang telah diperkuat dengan mantra perlindungan fisik. Alistair meletakkan pelat baja itu di atas sebuah penyangga kayu yang kokoh di depan Arlan.
"Arlan, aku ingin kamu memukul pelat baja ini dengan kekuatan penuh mu," ucap Sir Alistair dengan suara yang serius. "Gunakan teknik yang kamu gunakan untuk menjatuhkan Valen kemarin. Kami ingin melihat bagaimana struktur tubuhmu bekerja saat melepaskan serangan."
Arlan menatap pelat baja itu. Dia menyadari bahwa ini adalah jebakan untuk melihat bagaimana dia mengalirkan energinya. Jika dia memukul dengan cara biasa, kekuatannya tidak akan cukup untuk merusak baja tersebut. Namun jika dia memukul dengan energi gerbang secara terbuka, rahasianya akan terbongkar. Arlan memutuskan untuk menggunakan teknik Pukulan Getaran Internal. Teknik ini didasarkan pada prinsip fisika murni, yaitu menyinkronkan frekuensi pukulan dengan frekuensi benda yang dipukul.
Arlan menarik napas panjang, melakukan teknik Napas Bumi untuk menarik energi dari lantai obsidian. Dia mengepalkan tangannya dengan sangat erat hingga buku jarinya memutih. Dia tidak melakukan gerakan besar atau kuda kuda yang mencolok. Dia hanya melancarkan pukulan lurus yang terlihat sangat sederhana ke arah tengah pelat baja tersebut.
Dugh!
Suara hantamannya tidak keras, justru terdengar sangat tumpul. Namun, sesaat setelah pukulan itu mendarat, sebuah retakan kecil mulai muncul di titik sentuh. Retakan itu menyebar dengan sangat cepat ke seluruh permukaan pelat baja seperti jaring laba laba. Detik berikutnya, pelat baja tebal itu pecah berkeping keping menjadi ribuan serpihan logam yang jatuh ke lantai.
Seluruh dewan instruktur berdiri dari kursi mereka dengan wajah yang sangat terkejut. Menghancurkan baja yang diperkuat mantra tanpa menggunakan mana adalah sesuatu yang dianggap mustahil oleh hukum sihir saat ini. Sir Alistair mengambil salah satu serpihan baja dan memeriksanya. Dia melihat bahwa struktur internal baja itu telah hancur total karena getaran yang sangat kuat.
"Luar biasa," gumam Sir Alistair. "Ini bukan kekuatan otot biasa. Ini adalah penguasaan atas resonansi fisik. Arlan, bagaimana kamu mempelajari teknik ini?"
Arlan menatap dewan instruktur dengan wajah yang tetap tenang. "Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya berlatih di hutan selama bertahun tahun. Saat Anda tidak memiliki mana untuk menebas pohon, Anda belajar cara memukulnya hingga hancur dari dalam. Jika Anda terus melakukannya ribuan kali setiap hari, tubuh Anda akan beradaptasi. Itulah yang saya sebut sebagai evolusi fisik manusia."
Lord Varick tampak sangat terganggu dengan jawaban Arlan. Dia menyadari bahwa Arlan adalah bukti nyata bahwa ketergantungan manusia pada dewa melalui mana bisa dipatahkan oleh latihan fisik yang ekstrim. Ini adalah ideologi yang sangat berbahaya bagi struktur sosial kerajaan yang dipimpin oleh para penyihir bangsawan.
"Tes terakhir," suara Lord Varick terdengar lebih berat. "Pengujian Ketahanan Saraf. Arlan, kamu harus menahan tekanan mana tingkat ksatria agung selama tiga menit tanpa jatuh pingsan. Jika kamu berhasil melewati ini, kami akan menyatakan mu lulus dari investigasi ini."
Ini adalah bagian yang paling kejam. Tekanan mana tingkat ksatria agung bisa menghancurkan organ dalam seorang anak kecil dalam sekejap. Lord Varick secara tidak langsung sedang mencoba membunuh Arlan atau setidaknya membuatnya cacat permanen agar tidak lagi menjadi ancaman. Master Eldrian ingin memprotes karena pengujian ini terlalu berlebihan, namun Lord Varick memberikan tatapan mata yang sangat tajam yang menghentikan niat Eldrian.
Lord Varick mengangkat tangannya, dan seketika itu juga, aura mana berwarna ungu gelap yang sangat padat keluar dari tubuhnya. Aura itu menyerang Arlan dari segala arah, menekan tubuh kecilnya dengan kekuatan yang setara dengan berat sebuah gunung. Arlan merasakan tulang belulangnya mulai berderak di bawah tekanan tersebut. Paru parunya terasa sangat sesak seolah olah udara di sekitarnya telah berubah menjadi cairan timah yang panas.
Arlan segera mengaktifkan Gerbang Keempat: Gerbang Rasa Sakit. Di bawah tekanan yang mematikan ini, dia tidak punya pilihan lain. Dia mengunci semua sarafnya agar tidak merasakan sakit, dan mengarahkan energi kehidupan Gerbang Ketiga untuk memperkuat setiap inci sel di tubuhnya. Arlan berdiri tegak di tengah lingkaran sihir, matanya menatap lurus ke arah Lord Varick dengan keberanian yang tidak goyah sedikit pun.
Satu menit berlalu. Lantai obsidian di bawah kaki Arlan mulai retak dan hancur karena menahan beban mana yang dialirkan Arlan ke bawah.
Dua menit berlalu. Keringat darah mulai keluar dari dahi Arlan, namun ekspresi wajahnya tetap dingin dan tidak menunjukkan penderitaan sedikit pun.
Lord Varick mulai merasa heran dan sedikit ketakutan. Dia meningkatkan tekanan mananya hingga ke batas maksimal. Seluruh aula mulai bergetar hebat. Namun, Arlan tetap tidak bergeming. Dia berdiri di sana seperti sebuah patung kuno yang tidak bisa dihancurkan oleh waktu.
Tepat saat waktu tiga menit berakhir, Lord Varick menarik kembali mananya. Ruangan kembali menjadi sunyi. Arlan menarik napas panjang, uap panas keluar dari mulutnya sebagai sisa pembuangan energi internal yang sangat tinggi. Dia mengusap darah di dahinya dengan punggung tangannya dengan gerakan yang sangat tenang.
"Apakah tes ini sudah selesai, Tuan Wakil Rektor?" tanya Arlan dengan nada yang sangat datar.
Lord Varick terduduk kembali di kursinya dengan wajah yang sangat pucat. Dia menyadari bahwa dia tidak bisa menjatuhkan Arlan dengan cara yang sah. Anak ini memiliki ketahanan mental dan fisik yang berada di luar jangkauan pemahamannya. Di sudut ruangan, Profesor Silas tersenyum lebar dan memberikan tepuk tangan pelan yang terdengar sangat provokatif di aula yang sunyi tersebut.
"Berdasarkan hasil pengujian," ucap Master Eldrian dengan suara yang sedikit gemetar karena kagum. "Arlan Vandermir dinyatakan bebas dari segala tuduhan penggunaan sihir terlarang. Kemampuannya dinyatakan murni sebagai hasil dari pelatihan fisik ekstrim. Investigasi ini secara resmi ditutup."
Arlan membungkuk dengan sangat hormat kepada para instruktur, meskipun di dalam hatinya dia merasakan penghinaan yang mendalam atas perlakuan mereka. Di kehidupan sebelumnya, Adit selalu tersenyum pada orang orang yang mencoba menjatuhkannya, karena dia tahu bahwa dia akan segera membalas mereka dengan cara yang jauh lebih menyakitkan nanti. Arlan berbalik dan berjalan meninggalkan aula pengujian dengan langkah yang tetap stabil.
Begitu sampai di luar gedung, Arlan merasakan tubuhnya sangat lelah. Penggunaan Gerbang Keempat untuk menahan mana Lord Varick tadi benar benar menguras cadangan energinya. Namun, dia merasa sangat puas. Dia telah berhasil melewati rintangan besar pertama di ibu kota. Sekarang, tidak ada lagi alasan bagi pihak akademi untuk melarangnya berlatih atau membatasi gerakannya secara legal.
Profesor Silas menyusul Arlan dari belakang. Dia menepuk bahu Arlan dengan sangat keras. "Bocah, kamu benar benar membuat para orang tua itu ketakutan hari ini. Tapi berhati hatilah. Lord Varick bukan orang yang mudah menyerah. Dia pasti akan mencari cara lain untuk menjatuhkan mu di Festival Musim Gugur nanti."
"Biarkan dia mencoba," jawab Arlan tanpa menoleh. "Aku justru butuh tantangan seperti itu untuk memicu pembukaan Gerbang Keenam."
Arlan terus berjalan menuju gedung Kelas D. Dia menyadari bahwa mulai hari ini, statusnya di akademi akan berubah total. Dia bukan lagi sekadar mahasiswa kelas sampah yang tidak terlihat, melainkan sebuah legenda baru yang kehadirannya akan terus menghantui setiap langkah para penguasa akademi yang sombong. Di kehidupan keduanya ini, Arlan Vandermir telah membuktikan bahwa tidak ada sihir yang sanggup mematahkan tekad seorang manusia yang telah bersumpah untuk tidak pernah kalah lagi.
Malam itu, Arlan kembali ke rumahnya dengan membawa kabar kemenangan. Elena menangis bahagia karena anaknya pulang tanpa luka yang berarti. Arlan makan malam dengan sangat tenang, namun pikirannya sudah melayang jauh ke depan. Dia tahu bahwa pertempuran yang sesungguhnya baru saja dimulai, dan dia akan memastikan bahwa setiap orang yang meremehkannya akan membayar harga yang sangat mahal di Festival Musim Gugur nanti.