gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
El mengendarai motor nya dengan pelan menuju apartemen nya, langit sudah mulai gelap, dan tempat yang El lalui saat ini memang sangat sepi karena sangat jauh dari pusat kota dan permukiman warga.
ciit
El berhenti mendadak hingga rem motor nya berdecit, di depan nya ada lima pria yang menghadang nya, seperti nya mereka begal, karena tidak mungkin bukan mereka anak buah Handaru.
"Engga, mereka pasti cuma begal, lagi pula mana mungkin Handaru tau jika Bima bersama gue. " gumam El.
"Turun lo, dan serahin semua barang lo. " ucap salah satu pria dengan nada mengancam.
"Ckck minggir. " decak El karena dia terlalu malas meladeni para preman ini.
"Ga usah banyak bacot lo, turun dan serahin semua barang lo. " ucap pria itu membuat El tersenyum miring.
"Kalau gue ga mau.? " tanya El menantang para preman itu.
"Kalau lo ga mau, bukan cuma barang lo aja yang kita ambil, tapi nyawa lo juga. " ucap para preman itu tertawa.
Bugh
El menendang salah satu preman yang tertawa paling keras, suara nya berisik sekali menganggu telinga ya saja.
"Sialan, kalian serang dia. " ucap preman yang terkena tendangan El.
Bugh
Bugh
El melawan empat preman yang secara bersamaan menyerang nya.
"Udah gue bilang minggir, kalian malah banyak bacotan aja. " ucap El yang melampiaskan rasa kesal nya.
Dari kejauhan ada Alexander yang sedang dalam perjalanan menuju markas, malah melihat seseorang sedang di keroyok.
"El." gumam Al saat sudah dekat dan dengan jelas melihat El sedang di keroyok.
Al memastikan mesin motor nya dan segera mendekati El, karena salah satu preman itu mengeluarkan pisau.
"EL." teriak Al memeluk tubuh El.
Kedua nya sama sama terdiam, El sendiri mematung karena Al memeluk tubuh nya, Al sendiri hanya diam dengan wajah datar nya.
Mata El beralih pada perut Al yang tertusuk oleh pisau karena melindungi diri nya.
"Al lo. " lirih El terpaku karena kedatangan Al yang secara tiba-tiba, yang membuat El terpaku adalah Al menyelamatkan dirinya, berkorban demi nya.
"Lo baik baik aja.? " tanya Al seperti tak merasakan sakit, padahal perut nya tertusuk.
El tidak menjawab pertanyaan Al, justru mata nya menatap tajam pria yang sudah menusuk Al.
"Brense*." umpat El yang segera melapaskan pelukan Al dari tubuh nya.
Bugh
El memberikan pria itu bogeman di wajah nya, El mengambil pisau yang pria itu gunakan untuk menusuk Al.
"Cari mati. " desis El yang sudah tak terkendali lagi amarah nya.
Bugu
Krekk
Srekk
El membogem pria itu dan mematahkan tangan yang dia gunakan untuk menusuk Al, tak lupa El mengoresi wajah pria itu dengan pisau.
Para preman yang lain melihat bagaiamana rekan mereka di hajar habis habisan bergidik ngeri, dan rasa nya mereka ingin pergi saat ini juga.
Al sendiri memegang perut nya yang terus mengeluarkan darah, dia juga melihat bagaimana brutal nya El menghajar pria itu.
"El udah. " ucap Al membuat El yang akan menusuk pria itu terhenti.
Saat El menoleh pada Al ternyata teman teman Al juga datang, mereka terkejut melihat Al dan El yang sedang menindih seorang pria yang sudah lemah.
"Dia harus ngerasain rasa sakit yang dari apa yang dia lakuin sama lo. " ucap El.
srekk
El menusuk perut pria itu, bahkan lebih dalam dari tusukan yang di dapat oleh Al.
"Al lo kenapa.? " tanya Nino kepada Al saat melihat perut Al berdarah.
"Gue ga papa. " jawab Al melihat pria itu yang sudah babak belur karena El, entah masih hidup atau sudah mati Al tidak tau.
"Al ketusuk pisau, tolong bawa ke rumah sakit. " ucap El yang berbicara dengan nada biasa pada umum nya, tidak sedatar biasa nya.
"Gue panggilin taxi dulu. " ucap Nino berlari mencari taxi untuk sahabat nya.
Tak lama mobil taxi datang, El di minta oleh sahabat Al untuk menemani Al di dalam taxi dan motor kedua nya akan mereka urus juga para preman ini.
Tak lama mereka sampai di rumah sakit, El segera keluar dan memanggil para dokter.
Al di bawa ke ruangan gawat darurat untuk di obati.
Tak lama sahabt Al juga datang, bersama mama dan papa Al juga.
Baru saja El akan meminta maaf kepada kedua orang tua Al, justru pintu ruangan terbuka.
"Bagaimana keadaan putra saya dok.? " tanya mama Al dengan wajah cemas.
"Pasien baik baik saja buk, luka nya tidak terlalu dalam, dan sudah di jahit juga, tapi tetap saja harus di rawat beberapa hari di rumah sakit. " jelas dokter membuat semua lega.
El sendiri juga lega karena Al baik baik saja dan luka nya tidak parah sama sekali.
Mereka semua masuk dan melihat Al terbaring di ranjang pasien.
"Al kok lo bisa sampai ketusuk sih.? " tanya Ryan yang sangat penasaran, bagaimana bisa Al tertusuk oleh preman itu.
"Entar aja gue ceritain. " jawab Al yang memang tak mau berbicara panjang saat ini.
"Oh oke deh. " jawab Ryan yang paham jika Al sudah pasti malas menjelaskan panjang lebar.
Tak lama para sahabat Al berpamitan pulang kepada mama dan papa Al.
"Kalian hati hati di jalan. " pesan mama Al pada sahabat anak nya.
"Siap tante. " jawab mereka yang segera pergi.
Dan yang tersisa hanya kedua orang tua Al dan El yang masih ada di dalam ruangan itu.
"Om Tante, saya minta maaf karena menolong saya Al jadi terluka. " ucap El kepada kedua orang tua Al.
"Saya akan bertanggung jawab karena semua ini, untuk biaya pengobatan Al biar saya yang menanggung nya. " jelas El sebelum kedua orang tua Al sempat menjawab.
"Lo pikir orang tua gue miskin. " celetuk Al membuat El bingung tidak tau harus menjawab apa.
Karena untuk pertama kali nya dalam hidup El ada orang yang menolong nya, El sungguh bingung dan tidak tau harus apa, hati nya berdesir, hati yang selama ini selalu El anggap mati, tiba tiba saja berdesir entah karena apa.
"Al kamu jangan galak gitu dong sama anak gadis orang, maksud El itu baik. " tegur mama Al kepada putra nya.
El sendiri hanya menunduk, rasa nya dia ingin mengangkat kepala nya dan menatap mama Al, tapi El terlalu takut karena selama ini tidak ada yang pernah membela nya.
Boleh kah El merasa iri kepada anak yang memiliki ibu nya, dan boleh kah dia meminta jika di lahirkan kembali dia ingin memiliki bunda yang selalu menyayangi nya dan menjaga nya.
Untuk pertama kali nya dalam hidup nya, boleh kah El meminta kepada Tuhan untuk melihat bunda nya dan merasakan pelukan bunda nya, walaupun hanya di dalam mimpi.
El kembali tersadar dan menoleh pada Al yang menatap pada nya.
"Jadi lo beneran mau tanggung jawab.? " tanya Al pada El.
El mengangguk dan menatap Al, menunggu apa yang akan pria itu sampaikan untuk tanggung jawab yang di maksud.
.....