seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Andi menatap putrinya kecewa, putri yang dia besarkan dengan kasih sayang
Bahkan segala keinginan Susan selalu dia turuti
Sampai saat ini pun dia tidak menikah lagi
Sebab takut Susan mendapat ibu yang tidak baik
Saking cintanya dia kepada putrinya itu.
'mah, andai kamu masih ada mungkin aku tidak akan se hancur ini' batin nya
Susan mendekat ke arah ayah nya dia berlutut dan memegangi kaki ayahnya
"aku minta maaf pah, tolong beri aku kesempatan, aku janji tidak akan melakukan hal2 yang akan merugikan kita lagi" dustanya
Nyatanya dia sudah di kuasai dendam dan obsesi
Kata2 itu hanya untuk menarik kepercayaan ayah nya saja.
Dia tidak tulus,
Tidak benar2 menyesal
Andi menghela nafas panjang
"baiklah kali ini papa maafkan, tapi jika kamu mengulangi kesalahan lagi , papa akan kirim kamu ke rumah nenekmu" ucapnya tegas
Susan mengangguk sambil tersenyum cerah
"iya papa aku janji"ucapnya
Dia lalu berdiri dan memeluk papanya
Bibirnya tersungging sinis' maaf pa, tapi aku belum selesai, jika aku berhasil mendapatkan Alfian, maka kita juga yang akan beruntung' batin nya.
Dia kira dengan mendapatkan lagi Alfian dia akan bahagia, nyatanya dia akan semakin hancur bahkan sebelum mendapatkan Alfian.
Andi mengecup kepala putrinya " maafkan papa, karna tadi papa menampar mu, pasti sangat sakit" katanya sambil memegang pipi Susan
"tidak apa-apa pa, aku memang pantas mendapatkan nya, karna aku salah" jawabnya menampilkan wajah sendu penuh ke pura-pura an.
"tidak nak, maaf " ucap Andi menyesal
Bagaimana pun Susan adalah putrinya,
Satu-satunya yang dia miliki sekarang.
...****************...
Pagi harinya
Diruang kerja yang luas dan mewah
3 lelaki berbeda generasi sedang duduk
di sopa ruang kerja itu
Mereka tersenyum puas setelah melihat berita pagi ini.
" bagus Ammar, tapi ingat kita jangan lengah " ucap Hanggono
"iya yah, aku tau dan aku sudah memerintahkan anak buah kita untuk memantau pergerakan wanita itu" jawabnya
Hanggono mengangguk puas, lalu mengalihkan tatapan ke arah cucunya
"dan kamu , jaga cucu menantu kakek " perintahnya tegas,
Itu bukan sekedar perintah tapi peringatan.
Alfian mengangguk "iya kek" jawabnya
"nanti siang aku akan menemui Daniel dan menceritakan semuanya" ucapnya
Hanggono mengangguk "iya itu lebih baik" jawabnya.
Lalu mereka melanjutkan nya dengan mengobrol sebentar sebelum berangkat ke kantor.
......................
Dimeja makan kelurga Xander
Daniel dan keluarganya sarapan dengan tenang
"Daniel,Sera mama besok akan pulang, sudah lama mama meninggalkan rumah" ucap Oma Kania
"iya ma, nanti weekend kami akan kesana" jawab
Daniel
Sera dan Aluna mengangguk setuju
"iya Oma, sudah lama juga luna tidak main ke rumah Oma" ucapnya antusias
"iya betul,sekalian liburan saja, bagaimana kalau kita sekalian ajak kelurga Hera mas.. " timpal Sera meminta persetujuan
Daniel tampak berpikir "ide bagus, kalau begitu nanti aku bicara dengan Ammar, sekalian makan siang, katanya ada yang mau dia bahas"
Mereka tersenyum dan melanjutkan sarapan.
Setelah selesai sarapan Daniel pamit pergi ke kantor
Aluna dan Oma Kania pergi ke ruang baca di lantai 3
Sera menyusul ke ruang baca setelah mengantar Daniel pergi.
Mereka menghabiskan waktu hingga siang di ruang baca,
Mengobrol ringan, membahas perkembangan butik Sera
Dan membahas Aluna yang ingin bekerja di perusahaan.
......................
Saat jam makan siang Daniel keluar ruangan
Ammar sudah mengirim lokasi restoran tempat mereka makan
Dia melangkah dan berbicara pada sekertaris nya , bahwa dia akan makan siang di luar
Dan jika ada yang mencarinya,bilang saja dia sedang ada urusan penting.
Lalu dia melangkah menuju lif
Tiba di lantai bawah semua karyawan yang berpapasan dengan nya menyapa dan menunduk hormat
sopir membuka pintu mobil untuk nya
Dia masuk dan duduk di kursi penumpang
Mobil keluar dari area perusahaan menuju restoran.
......................
Ammar sudah lebih dulu tiba dan memesan makanan untuk mereka
Terlihat Daniel memasuki restoran
Melangkah menuju meja Ammar
"maaf menunggu lama" ucap Daniel sambil duduk
"tidak apa-apa, lebih baik sekarang kita makan dulu , " jawab Ammar
Daniel mengangguk
Mereka makan siang dengan tenang, sesekali mengobrol membahas banyak hal.
Setelah selesai makan
Ammar mulai menceritakan tentang Susan
Dan hubungannya dengan alfian dulu
Semua Ammar ceritakan tidak ada yang dia tutup-tutupi
tentang Susan yang mengganggu anak2 mereka
Dan mengirim foto tidak pantas
Terakhir tentang dia yang memberi pelajaran
Kepada wanita sialan itu.
Daniel yang mendengarnya geram
Tangan nya mengepal
Rahang mengetat
Tapi Ammar menenangkan
Dia berkata bahwa Alfian sudah menyuruh 2 orang untuk menjaga Aluna
Dan dia juga berkata untuk Daniel tenang sebab itu akan dia urus
Yang harus Daniel lakukan sekarang waspada .
Daniel menghela napas berat
" aku jadi khawatir, Aluna minta bekerja di perusahaan, kalau tidak di izinkan dia akan marah" ucap Daniel
Ammar mengerti kekhawatiran Daniel,dengan Aluna bekerja dia akan semakin sering keluar rumah
dan itu membuka peluang lebih besar untuk Susan agar dapat mendekati Aluna Bahakan bisa jadi mencelakainya.
Ammar tersenyum tipis, dia teringat kalau Alfian sedang mencari sekertaris baru
"aku ada saran," ucapnya
Daniel menatap Ammar "saran apa" tanyanya
" Alfian sedang mencari sekertaris baru, bagaimana kalau Aluna saja yang jadi sekertaris Alfian,dengan begitu mereka akan selalu bersama-sama, Alfian akan melindungi Aluna, dan kau akan lebih tenang" jelasnya
Daniel tersenyum cerah mendengar nya
Dia setuju dan nanti akan dia bicarakan dengan Aluna.
"dengan begitu kita akan fokus mengawasi wanita itu" ucap Ammar
"ya kau benar, jika mereka berani menyentuh putriku, aku akan menghancurkan mereka" jawabnya penuh tekad.
Dia tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh bahkan mencelakai keluarganya..
"kau tenang saja, ayah akan mengerahkan anak buah nya, aku dan Alfian pun tidak akan diam saja" ucap Ammar
Daniel tenang sekarang, mama nya benar
Ammar dan keluarganya bukan orang sembarangan
Mereka akan melindungi,menjaga,dan menyayangi putrinya.
Daniel teringat akan rencananya mengajak Ammar dan keluarga liburan ke rumah mamanya,
Ammar pun setuju, weekend nanti dia akan pergi bersama Daniel dan keluarganya.
Setelah selesai urusan
Daniel dan Ammar pun kembali ke perusahaan masing2
Bekerja seperti biasa,
......................
Sore harinya Daniel pulang
Dia melangkah masuk kedalam rumah
Menuju kamar untuk bersih2
'kemana istrinya, biasanya dia akan selalu menyambut kepulangan Daniel di ruang tamu' batin nya
Setelah bersih2 dia turun menuju lantai bawah
Dia bertanya kepada pelayan diman Sera dan Aluna
Pelayan memberitahu kalau mereka ada di taman belakang
Lalu Daniel melangkah menuju taman belakang
Disana Sera dan Aluna sedang duduk sambil berbincang hangat
Daniel tersenyum melihatnya
"sayang" sapanya
Ke 2 wanita beda generasi itu menoleh
Sera langsung berdiri dan menghampiri Daniel
" loh mas, sudah pulang, maaf aku tidak menyambutmu" ucapnya menyesal
Daniel tersenyum hangat mengelus kepala Sera lalu menciumnya" tidak apa-apa sayang"
Mereka melangkah mendekat ke arah meja dan duduk
Daniel mengusap kepala putrinya
" kebetulan sekali ,ada yang mau Daddy sampai kan ke kamu" ucap Daniel
Aluna menatap bingung Daniel" ada apa dad" tanyanya penasaran
dia memberitahukan kepada Sera dan Aluna semua yang Ammar ceritakan
Termasuk rencana menjadikan Aluna sekertaris Alfian .
Sera menutup mulut terkejut mendengar cerita Daniel, matanya sudah berkaca-kaca
Dia khawatir terjadi sesuatu kepada putrinya
Aluna yang sudah tau hanya menghela nafas berat .
"bagaimana sayang apa kamu setuju menjadi sekertaris Alfian?" tanyanya
"iya dad ,Aluna setuju" jawabnya pasrah demi kebaikan nya juga
"pilihan yang tepat sayang. Mommy khawatir kalau terjadi sesuatu padamu" ucap Sera lembut lalu memeluk Aluna .
Daniel ikut memeluk istri dan anaknya
Dia berdoa di dalam hati semoga semua baik-baik saja'.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤