Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.
Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.
Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.
Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak sengaja bertemu.
Malam akhirnya turun menyelimuti kota dengan cahaya lampu yang mulai memenuhi jalanan.
Di rumah keluarga Hadi, mamah Raffa tampak jauh lebih semangat dibanding biasanya. Wanita elegan itu bahkan sudah siap dengan dress maroon panjang dan tas kecil di tangannya.
Sedangkan Raffa…
Masih duduk malas di sofa sambil memainkan ponselnya.
“Fa, ayo.”
Raffa menghela napas pelan.
“Mah… serius harus malam ini?”
“Harus.” Mamahnya langsung menarik tangan putranya. “Pameran lukisan karya internasional itu cuma tiga hari.”
“Aku capek.”
“Kamu capek tiap hari.”
Raffa menatap datar.
“Males rame, sama papa bisa kan mah?"
Namun mamahnya justru tersenyum menang.
“pokoknya keluar. mama mau kamu.”
...
Sepuluh menit kemudian… Mobil mereka melaju menuju mall terbesar di kota itu.
Mall itu malam ini memang jauh lebih ramai dibanding biasanya karena ada acara pameran lukisan dan karya seni eksklusif di ballroom lantai atas.
Lampu-lampu kristal menggantung megah di area galeri.
Beberapa lukisan besar terpajang dengan pencahayaan hangat yang membuat suasana terasa elegan.
Raffa berjalan pelan di belakang mamahnya dengan kedua tangan masuk saku celana.
Tatapannya malas-malasan memperhatikan sekitar. Di sampingnya Aswin mengikuti.
Sampai akhirnya...
Deg.
Langkahnya berhenti mendadak.
Matanya langsung tertuju pada satu sosok di dekat area lukisan abstrak.
Shintia.
Gadis itu berdiri sambil memperhatikan sebuah lukisan bunga matahari dengan wajah kagum kecil. Dan yang membuat Raffa makin terkejut... Shintia sedang berdiri tepat di samping mamahnya yang sudah sampai lebih dulu.
Tanpa sadar. Shintia berdiri santai di samping mamah Raffa.
...
sementara Raffa refleks mundur sedikit ke balik pilar. Dadanya langsung berdegup aneh.
Sementara di sisi lain… Mamah Raffa tampak sedang tersenyum kecil pada Shintia.
“Cantik ya lukisannya,” ujar wanita itu lembut.
Shintia langsung menoleh sopan lalu mengangguk. “Iya, Tante. Warnanya adem banget.”
“Kamu suka seni?”
“Lumayan suka lihat-lihat.” Shintia tersenyum kecil malu. “Walau gak ngerti teorinya.”
Mamah Raffa tertawa kecil. “Justru seni gak selalu harus dimengerti. Kadang cukup dirasakan.”
Shintia terlihat berpikir sebentar lalu mengangguk pelan. “Iya juga ya…”
Tatapan mamah Raffa diam-diam melembut memperhatikan gadis di sampingnya.
Cantik, Natural. Dan cara bicaranya menyenangkan.
...
Sementara itu di kejauhan… Raffa masih memperhatikan dengan ekspresi sulit dijelaskan.
Entah kenapa melihat dua wanita itu berdiri bersebelahan membuat suasana hatinya aneh.
Dan lebih aneh lagi… Keduanya terlihat cocok berada dalam satu frame.
“Pak?”
Aswin yang ikut menemani malam itu menatap bingung.
“Itu…”
Raffa mengembuskan napas pelan.
“Iya. Shintia.”
Aswin langsung membulatkan mata.
“kok kebetulan begini, pak...”
Namun ucapan Aswin terpotong saat Raffa melihat sosok lain tidak jauh dari sana.
"Andreas."
Pria itu berdiri sambil memandangi pameran lukisan dan berdiri beberapa meter dari Shintia.
Seketika Raffa meminta Aswin untuk memanggil Andreas. "tolong, panggil laki-laki yang berdiri di depan lukisan pemandangan itu."
"yang mana, pak?"
"yang memakai kemeja biru Nevi itu."
"baik, pak."
...
tak lama kemudian, Aswin kembali bersama Andreas.
"tolong ikuti Nyonya... Aku mau bicara sebentar dengan beliau." pinta Raffa pada Aswin, setelah kembali dengan Andreas.
Aswin mengangguk mengerti.
Sementara Andreas...
“Raffa?!”
“iya, ini saya..." jawab Raffa.
Narendra melongo tidak percaya.
“kamu, masih hidup?!”
Raffa mengangguk , "masih, Mas."
"bukannya, kata Shintia? Kamu... Kenapa kita bisa kebetulan bertemu di sini?" Andreas masih bengong luar biasa.
“Shintia bicara apa, Mas?"
"dia bilang, kamu kecelakaan dan sudah meninggal di berita itu?"
Kalimat itu langsung membuat ekspresi Raffa berubah sedikit. Ia tersenyum dan menghela nafas.
"bukan, Mas... Mobilnya memang benar, tapi yang meninggal itu..."
"... tunggu, aku sepertinya nggak asing sama kamu, kamu Raffa direktur Hotel permata, kan?"
Andreas menatapnya lama sebelum akhirnya bicara kembali, “Sumpah… aku baru ingat sekarang, benar kan kalau kamu... E maaf, Anda maksud saya."
Raffa malah tersenyum tipis.
“benar, tapi saya minta tolong rahasiakan ini dulu dari Shintia. Dan ... Tolong biasa saja dengan saya, toh kita seumuran."
“oke, tapi...siapa yang kemarin di kabarkan meninggal?"
“itu Asisten saya, ceritanya panjang."
Andreas langsung melipat tangan di dada.
“lalu? kenapa kamu tidak menemui Shintia? Bukankah kamu mengejarnya, bahkan kamu malah mengaku Asisten direktur utama..."
"tolong, jangan tanyakan itu semua sekarang, saya hanya minta kerjasama... Rahasiakan dulu keberadaan saya dari Shintia."
Tatapan Raffa otomatis kembali mengarah pada Shintia di kejauhan. ia tahu' rasa rindu dan bersalah sudah sangat sulit di tahan, tapi ini dengan ini ia ingin memastikan kesetiaan Shintia.
Gadis itu sekarang sedang tertawa kecil mendengar sesuatu dari mamahnya. Dan dada Raffa kembali terasa hangat.
“Dia… beneran mikirin aku?” tanyanya pelan.
Andreas mendelik.
“ck... Kamu ini, adik saya jelas menunggu kamu, tapi yang saya herankan kamu bukan pacarnya tapi kamu mengaku dia pacarmu.”
Raffa diam beberapa detik. "maaf... Saya memang menyukai adik, mas. Saya juga tidak tahu mengapa... Awal melihat dia, saya berada di kampusnya. Tapi sudahlah tolong itu nanti saja."
"oke, baiklah... Adik saya jelas menunggu kamu, diq sebelumnya benar-benar belum pernah mengenal laki-laki... Sekalinya kenal malah dia bucinnya bukan main."
Entah kenapa jawaban itu membuat perasaannya campur aduk antara senang dan bersalah.
“Aku bakal nemuin dia.”
“Kapan?”
“Besok, pas dia wisuda.”
Narendra mengernyit.
“Loh apa nggak kelamaan?”
“nggak, maaf mas ini juga demi kebaikan bersama, saya hanya ingin tahu seberapa setianya dia tanpa harta dan di tinggal sementara.”
Andreas langsung terkekeh geli.
“Wah gawat. Bos hotel kacau. Sebegitunya kamu ngetes adik saya?"
“sudah tenang saja."
Namun sebelum Andreas sempat menggoda lagi, Raffa tiba-tiba menarik lengannya.
“Ayo ikut saya sebentar.”
“Hah? Nanti Shintia nyariin."
"sudah, tenang. Ada Asisten saya di belakangnya."
Sepuluh menit kemudian… Andreas berdiri bingung di sebuah toko emas mewah bersama Raffa.
“Ngapain kita ke sini?”
Raffa langsung menunjuk salah satu etalase cincin.
“Tolong mas pilih.”
Andreas melotot.
“Buat siapa?”
“Shintia.”
Andreas langsung menatap tidak percaya.
“kamu serius? Ceritanya kamu nglamar adik saya?”
Raffa mengangguk kecil.
“Iya, Aku mau kasih sesuatu buat dia.”
“Tapi kenapa aku yang beli?”
“Karena dia belum boleh tahu aku ada, mas.”
Andreas mengusap wajah frustrasi.
“Ya Tuhan… ribet banget hidup kamu.”
Seorang pegawai toko langsung datang menyambut ramah.
“Mau cari cincin couple, Kak?”
Andreas langsung keselek.
“Hah?! Enggak mbak!”
Namun pegawai itu malah tersenyum makin lebar melihat mereka datang berdua tanpa wanita.
“Ohhh… maaf-maaf.”
Raffa langsung menahan tawa. Sedangkan Andreas mulai geli sendiri.
Pegawai toko itu masih antusias menunjukkan beberapa model.
"buat couple cowok juga ada kok mas..."
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲
jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
Raffa jahil banget sama Shintia 😄😄